I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 87 - Rencana.


__ADS_3

Happy reading


🌻


Shawn memarkirkan mobilnya didepan gerbang karena tidak ada satpam yang membukanya, laki-laki itu turun dengan tergesa-gesa.


"Semoga aja si Fiona ada dirumah" Ucapnya penuh harap. Sungguh kejadian tadi disekolah membuatnya merasa sangat berdosa sekali, hatinya tidak tenang. Apalagi saat melihat Fiona menangis dan dialah penyebabnya.


Beberapa kali dirinya mengetuk pintu, namun tidak ada yang membukakanya. "Apa gak ada orang?" Pikirnya, "Permisi, Fiona" Imbuhnya.


Diketuknya kembali pintu tersebut sampai seseorang membukakannya. "Cari siapa ya?" Tanya seseorang yang ternyata adalah maid.


"Bi"


"Iya, ada apa ya den?"


Maid itu terlihat tidak asing dengan laki-laki dihadapannya, bukankah dia yang mengantarkan majikannya beberapa hari yang lalu?


"Fiona nya ada?"


"Tidak ada den, non Fiona belum pulang dari sekolah" Sahut maid terlihat ragu. Sebenarnya Fiona ada didalam kamar, tetapi Fiona mengatakan jika ada yang mencari dirinya katakan saja tidak ada. Begitu.


"Oh begitu ya, terimakasih ya bi"


Sebenarnya Shawn tahu jika maid itu berbohong, tetapi karena tidak ingin membuatnya takut karena memaksa untuk masuk, Shawn mengerti jika itu adalah perintah.


"Sama-sama den"


Sebelum pergi, Shawn berdiri dibawah kamar Fiona yang jendelanya terbuka. "Gue tahu Lo ada dirumah!"


"Lo lagi lihatin gue 'kan ada dibawah?" Imbuhnya.


Cukup lama Shawn berdiri disana, namun tidak ada tanda-tanda apapun sehingga Shawn merasa kesal. Apakah Fiona tidak kasihan membiarkannya berdiri terus disana?


"Fi!" Teriaknya.


"Fiona! Maafin gue"


"Gue tahu lo ada disana. Gue juga tahu Lo lagi liat gue disini 'kan? Gue cuma mau minta maaf atas perkataan gue tadi disekolah. Sumpah, gue cuma kesel digodain si Bryand terus, Fi. Makanya gue nyari alasan biar..."


Shawn ragu, apa dia harus melanjutkan kalimatnya untuk mengatakan jika memang dirinya sudah mulai merasa nyaman setelah dekat dengannya dan mulai merasakan perasaan aneh setiap kali berdekatan dengannya.

__ADS_1


Apalagi pribadi Fiona yang berbeda jauh dengan sebelumnya, Shawn merasa tertarik untuk mengenalnya lebih jauh.


Tapi, setiap keinginan itu muncul, Shawn selalu menampiknya dengan keras dan tidak boleh membiarkan itu terjadi. Bagaimanapun, Shawn masih belum yakin dengan perasaannya saat ini.


"Biar apa?" Ucap seseorang yang baru saja keluar dari kamarnya lalu berdiri dibalkon dengan melipat tangan didadanya.


Ya Fiona keluar karena merasa kasihan kepada Shawn, apalagi cuacanya yang mendung. Fiona takut jika Shawn tetap berdiri terus disana dan kehujanan jika dirinya terus mendiamkannya.


"Fi... Gue"


"Udah gue maafin, Lo pulang sekarang. Mau hujan!"


Belum sempat Shawn berbicara, Fiona sudah kembali masuk ke dalam kamarnya. Bahkan Fiona tidak memperdulikan Shawn yang terus memanggilnya


"Oke gue pulang sekarang!" Ucapnya kesal.


🌻


"Mas, aku mau nongkrong dulu sama temen-temen ih!" Tolak Griz saat Bayu akan mengajaknya pergi.


Menghembuskan nafasnya kasar, entah kenapa akhir-akhir ini sikap Griz sedikit dingin terhadapnya. Ia merasa Griz selalu menjaga jarak dan jika diajak pergi, gadis itu selalu menolak dengan alasan yang tidak masuk akal.


"Grizelle! kamu tuh kenapa sih. Kamu tuh beda tahu gak!"


Mendengar bentakan dari Bayu membuat gadis itu terhenyak dari tempat duduknya, ia berdiri dengan tatapan tidak percaya.


"Mas! Kamu bentak aku?"


Oh ya tuhan, lihatlah mata Griz yang sudah memerah, bahkan genangan air mata sudah terlihat disana. Tentu Bayu panik, sungguh, dirinya tidak sengaja.


"Engga sayang, mas..."


"Mas! Daddy-Mommy aja gak pernah bentak aku, tapi kamu..."


"Sayang, please mas minta maaf. Mas gak sengaja tadi"


"Kamu belum jadi suami aku aja udah berani bentak aku, mas. Apalagi nanti setelah menikah. Aku jadi ragu tahu gak!" Dengan air mata yang mulai menetes, Griz mengambil jaketnya lalu pergi meninggalkan Bayu yang terus berusaha menahan.


"Ko ngomongnya kayak gitu sih, sayang. Please..."


"Lepasin! Aku mau pulang sendiri. Udah gak mood aku!" Ketus Griz seraya pergi.

__ADS_1


"Sayang, Grizelle... Oh shit! Kenapa jadi gini sih ya tuhan"


Perasaannya kalut saat melihat gadis itu pergi dan menangis. Sungguh Bayu sangat ketakutan. Dan apa katanya tadi, ragu?


Ya tuhan, apakah Bayu harus kehilangan kembali orang yang dicintainya?


Tanpa berpikir kembali, Bayu langsung mengambil jasnya lalu memakainya. Ia berlari dari ruangannya sambil memegang handphone di tangannya.


Bayu mulai menelpon Andra untuk memberitahukan jika dirinya tidak bisa datang ke kantor.


"Hallo ndra, meeting Lo yang urus ya, gue lagi sibuk!" Ucap Bayu setelah sambungan telepon terhubung.


"Enak bener ya bos, gue juga lagi sibuk!" Sahut Andra di seberang sana dengan nada kesal.


Tidak tahu apa jika dirinya sedang sibuk-sibuknya. Seenaknya saja memerintah yang bukan tugasnya.


"Ndra, mending kerja sama gue terus atau Lo pergi nerusin perusahaan bokap Lo di Italy?"


"Ngancem terus! Iya-iya, rese banget punya bos!"


Bayu tertawa dan mematikan sambungan teleponnya sebelum Andra mulai mengomelinya kembali.


🌻


"Gimana, udah beres semuanya?" Tanya nya pada seseorang disebrang sana.


Orang itu tersenyum karena rencana yang sudah disusun nya pasti akan berhasil dengan sempurna tanpa ada kegagalan sedikitpun.


"Beres dong sayang, kamu masih dimana, jadi kerumah 'kan?"


"Masih dijalan nih, tapi mau pulang dulu ya, sekalian ambil baju"


"Oke, hati-hati sayang"


BERSAMBUNG ..


Besok lagi ya, aku sengaja sih ngetik sedikit haha soalnya mau buat kalian penasaran wkwk.



__ADS_1


__ADS_2