I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 103 - I think I'm fallin' in love


__ADS_3

Happy reading


🌻


Ruangan itu bernama dark room. ruangan yang biasanya pria itu gunakan untuk mencetak semua foto yang diambilnya. Tidak heran, begitu banyak foto yang baru maupun lama berjejer disana.


Banyak foto pemandangan yang menarik disana, tidak terkecuali beberapa foto seorang gadis yang sedang tertawa, cemberut bahkan melotot membuat pria itu menyunggingkan senyumnya.


Hal yang baru dirasakannya.


Di ambilnya satu lembar foto yang baru saja selesai ia cetak; seorang gadis dengan rambut yang dikepang dua sedang serius dengan alat tulisnya. Foto tersebut ia ambil saat menyuruh gadis tersebut membuat biodata tentang dirinya empat hari lalu.


"Fokus indah memang harus selalu diabadikan"


Meskipun terkesan lancang karena memotret tanpa ijin dari si pemilik.


"Kenapa jadi kacau gini sih?!"


Kacau karena oleh satu gadis dan itu mahasiswa baru yang belum lama dikenalnya.


Reymond Lionard; merupakan pria dingin serta cuek terhadap sekitar. Bahkan seantero angkasa tau kalau pria itu belum pernah berpacaran sama sekali. Baginya; berpacaran hanya buang-buang waktu dan terlalu ribet.


Tetapi setelah mengenal gadis itu, gadis yang berhasil membuat pertahanan seorang Rey runtuh, semuanya berubah. Jatuh cinta ternyata tidak seburuk itu, apalagi kepada orang yang tepat.


"Hey"


Berbicara pada foto yang digenggamnya.


"Apakah bisa kita lebih dekat? Lalu mengobrol banyak hal berdua tentang; apa yang kita suka dan tidak? Pasti akan sangat seru sekali"


Rasanya geli sekali ketika rasa ada banyak kupu-kupu menggelitik perutnya.


Rey kembali mengambil beberapa lembar foto untuk dibawanya ke dalam kamar. Kemudian menjejerkannya dengan rapih.


Grizelle Jovanka.


Nama seorang gadis yang berhasil menarik atensinya.


"Semoga kita bisa lebih dekat nanti" Batinnya penuh harap sampai akhirnya dia menoleh karena pintu kamarnya terbuka, menampilkan seseorang yang membawa nampan berisi kue serta minuman favoritnya.


"Ibu"


Wanita yang dipanggil ibu itu tersenyum, meletakan nampan tersebut pada atas meja kamar sang putra.


"Kamu ada dikamar terus. Ibu jadi kesepian. Temani ibu ngopi, yuk?" Ajak ibu. Rey tertawa mendengarnya.


Rey memang lebih sering menghabiskan waktunya dalam kamar. Kepribadiannya yang pendiam serta tertutup membuatnya malas untuk bergaul, apalagi menghabiskan waktu tidak penting di luaran sana.


"Ibu 'kan tau kalau Rey memang lebih suka diam di kamar" Jawab Rey.

__ADS_1


Ibu tersenyum, mengambil satu kue kesukaan putranya lalu menyuapkannya.


"Makanya kamu keluar dong. Main kek- atau ajak pacar kamu ke rumah biar ibu ada temen buat ngobrol gitu"


Wanita bernama Yona itu tidak sengaja melihat deretan foto gadis yang tergantung pada meja belajar putranya, ia yakin jika gadis itu special.


"Pacar dari Hongkong! Ibu ngeledek Mulu nih" Mencebikkan bibirnya sebal, ibu selalu saja menyuruhnya seperti itu padahal dia sendiri tahu jika putra satu-satunya ini masih betah menjomblo.


"Bohong tuh lihat-lihat orangnya Rey, kewalat loh"


Maksud ibu apa si, Rey tidak mengerti.


"Siapa juga yang bohong, ih ibu!"


Yona berdiri membuat Rey yang melihatnya bingung. Mau kemana pikirnya.


"Ini siapa kalau bukan pacar?" Ucap Yona seraya mengambil selembar foto yang tergantung.


Astaga! Kenapa Rey lupa menyembunyikannya sih! Laki-laki itu gelagapan, merebut foto yang dipegang ibu nya dan menyembunyikannya dibalik badannya.


"I-ini bukan siapa-siapa Bu, cuma peserta Maba doang"


Yona semakin tersenyum, ia tahu jika putra nya sedang gugup. Tidak biasanya Rey menyimpan foto seorang gadis dikamar nya, bahkan foto ibu nya sendiripun hanya satu yang tertempel dan itu juga adalah foto keluarga.


"Cantik ya, ibu restuin deh" Goda nya lagi. Yona semakin tersenyum melihat putranya salah tingkah seperti itu.


Apa-apaan ibu ini, restu? Rey terkekeh canggung.


"Ya doakan saja Bu, semoga gadis itu adalah jodoh yang dikirimkan tuhan untuk putramu ini"


Tentu Rey mengatakannya dalam hati, akan sangat memalukan sekali jika ibu nya sampai mengetahuinya. Tahu sendiri, ibu menggoda putranya sampai kesal.


"Ajak ke rumah ya, Rey"


Yona tertawa meledek sebelum akhirnya kembali ke dapur, wanita itu tersenyum dibalik pintu kayu berwarna putih tersebut.


Akhirnya ia bisa melihat putranya menyukai seorang gadis. Yona kembali terkekeh pelan ketika pikirannya beranggapan jika putra nya tidak menyukai perempuan.


"Bisa-bisanya aku berpikir seperti itu, haha"


Sampai akhirnya Yona kembali ke dapur, wanita itu menoleh saat maid mengatakan jika ada yang menelpon.


"Siapa bi?"


Maid itu menyerahkan telponnya seraya berkata, "Nyonya Aiko, nyonya"


🌻


Setelah selesai menemani suaminya makan siang, gadis itu bersiap-siap untuk pulang karena sebentar lagi suaminya akan memimpin rapat yang akan dimulainya setengah jam lagi.

__ADS_1


"Mas, aku pulang dulu ya" Kata Griz sambil merapikan semua bekas makanan mereka. Bayu yang baru selesai mencuci tangan mengangguk tetapi saat istrinya akan pergi, Bayu malah menahannya.


"Kenapa sayang?" Istrinya terlihat heran saat Bayu mengajaknya duduk kembali disofa.


"Sebentar"


Bayu mengambil kotak kecil dari saku jas nya, namun ia tidak langsung menunjukannya dan malah menyuruh istrinya menutup mata.


"Tutup mata dulu" Perintahnya


Gadis itu mengerinyitkan alisnya, heran. Curiga dengan apa yang suaminya perintahkan.


"Gak mau ya mas, ini dikantor dan sebentar lagi kamu rapat. Jangan aneh-aneh ah!" Pikiran negatif sudah berkeliaran dalam otaknya, bagaimana tidak, pasalnya perintah tersebut selalu saja membuat dirinya berakhir lelah serta baju yang berserakan dimana-mana.


Bayu terkekeh pelan mendengarnya.


"Astaga sayang, pikiran kamu ya! Mas cuma nyuruh kamu tutup mata doang" Sahutnya


Ya sejujurnya Bayu mengerti penolakan sang istri, tetapi kali ini itu tidak akan terjadi, Bayu berjanji.


Kali ini Griz merasa terselamatkan oleh sebuah rapat, jika tidak oh bisa-bisa gadis itu akan terkurung dikamar itu.


"Janji ya gak ngapa-ngapain?" Peringatnya kembali sampai Bayu mengangguk.


"Iya sayang, janji" Sahutnya dengan kekehan lucu.


Dengan sedikit ragu, Griz menutup matanya. Gadis itu mengomel kembali saat Bayu dengan sengaja mencium pipinya.


"Tuh mas mah gitu, ngambek nih!" Sudah kesal dengan kelakuan suaminya yang selalu saja menggodanya.


"Iya-iya sayang, gemes banget mas tuh!"


Bayu memakaikan sebuah benda berkilau pada lehernya, gadis itu berhenti mengomel dan membuka matanya.


Ia terkejut dengan benda dengan gantungan berbentuk kapsul tersebut.


"Mas ini?"


Menyentuh benda yang terpasang cantik pada lehernya, Griz menatap suaminya dengan wajah berbinar bahagia. Apakah benda ini yang pernah suaminya katakan dulu


"Mas sedang membuat sesuatu untuk kamu" Mungkin kalung ini yang suaminya maksud.


"Pakai terus ya sayang, jangan dilepas sedikitpun" Griz mengangguk tetapi pikirannya bertanya-tanya, kenapa ia tidak boleh melepaskannya.


"Iya sayang, makasih ya"


"Sama-sama"


🌻

__ADS_1


Maaf telat banget huhu. Aku lagi revisian soalnya, itu juga belum kelar dan masih banyak banget.



__ADS_2