
...3 BULAN KEMUDIAN....
"Mas"
Grizelle baru keluar dari kamar mandi. Gadis itu berdecak ketika melihat gundukan didalam selimut itu masih belum bergerak meskipun sudah ia bangunkan setengah jam yang lalu sebelum dirinya mandi.
Kenapa pikirnya, sudah beberapa hari pria itu sangat malas. Makan pun minta di suapin, macam bayi saja. Tidak hanya malas, suaminya itu mendadak manja sekali, ya meskipun memang manja dari awal - namun kali ini sangat keterlaluan.
Huh! Kesal juga jadinya, tapi Grizelle senang juga sih.
Hehe.
"Ngh"
Dengar, bahkan untuk berbicara sedikit panjang kali lebar pun saja dia malas. "Ya ampun bayi besar ku!" Batinnya gemas.
Meletakan handuk kecil yang tadi ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya yang masih setengah kering, Grizelle mendekat lalu duduk disamping suaminya.
Membuka sedikit selimut bulu tersebut, sehingga nampak wajah tampan yang selalu membuatnya jatuh cinta.
"Udah jam berapa ini sayang, gak kerja emangnya?" Grizelle bertanya lembut seraya memainkan Surai hitam itu yang sudah memanjang melewati mata.
Bayu semakin terpejam, sentuhan istrinya selalu membuatnya merasa nyaman. Ia memiringkan badannya, menghadap sang istri lalu berpindah posisi agar paha sang istri menjadi bantal untuk kepalanya.
Ugh! manjanya.
"Males sayang, mas lemes banget"
Mendengar keluhan sang suaminya, Grizelle cemas lantas segera menangkup kedua pipi suaminya. "Mas sakit?" Grizelle panik. Lalu meletakan punggung tangannya, mengecek suhu badan suaminya pada dahi yang tidak hangat.
"Gak tau, mas pusing sama mual. Semalam aja mas muntah dikantor dan hampir pingsan kata Andra."
Astaga!
Memang semalam ia sempat melihat suaminya diantarkan oleh Andra, namun tidak mengetahui penyebabnya apa.
"Tapi enggak panas ko. Sekarang masih lemes? Mau panggil dokter kesini?"
Bayu mengangguk, semakin mengeratkan memeluk perut istrinya. "Tapi jangan panggil dokter, mas mau tiduran aja. Ini masuk angin doang kayaknya"
Demi apapun, Bayu sangat malas untuk bergerak.
Rasanya tulangnya sangat linu, bahkan perutnya kembali mual seperti di aduk-aduk seperti semalam.
Ugh menyulitkan sekali, padahal ia tidak pernah jajan sembarangan. Makan siang di kantor pun selalu dibekali oleh istri.
"Tapi mas-"
"Sebentar sayang, aduh! Perut mas mual lagi"
Grizelle melongo, melihat suaminya yang berlari ke kamar mandi lalu berdiri didepan wastafel - memuntahkan cairan kental berwarna kuning.
"Mas ya ampun!" Grizelle memijit tengkuk Bayu, sebelum kemudian membantunya berjalan menuju ranjang dan membaringkannya. Ia mengambil minyak angin, lalu mengoleskannya pada perut suaminya agar terasa hangat. "Aku bikinin teh hangat dulu ya sayang, nanti lanjut sarapan. Terus aku mau telpon dokter Reymond buat kesini"
"Jangan sayang, mas cuma masuk angin aja."
"Serius? Tapi tadi kamu muntah loh mas-"
"Serius sayang. Mas mau makan aja"
"Makan apa, biar aku buatin"
Sejenak Bayu terdiam, ia ingin memakan menu yang ia lihat beberapa hari lalu saat berkunjung ke restoran milik temannya.
"Mas mau makan nasi liwet sambal terasi" Ucap Bayu polos.
Dahi Grizelle mengkerut dalam. Makanan apa itu?
"What? A-apa mas?" Tanya Grizelle gugup.
"Mas mau makan itu sayang, ngiler banget ngebayangin nya. Kemarin-kemarin pas mas kesana, mas mau pesen tapi si curut Arjuna sama curut Darendra rese banget!"
Astaga!
Darimana suaminya tahu makanan tersebut, Grizelle saja tidak tahu seperti apa rupanya nasi apa itu, ah iya liwet. Sepertinya makanan tradisional Sunda, ya mungkin.
🌻
"Ma"
Raisha sedang berada di taman, menyirami bunga-bunga kesayangannya menoleh. "Kenapa sayang?" Tanyanya.
"Nasi liwet itu apa sih, terus sambal teri rupa nya kayak gimana? Apa sambal di taburi sama teri gitu ya?"
"Kamu mau makan itu sayang?" Tanya mama Raisha heran.
"Bukan aku ma, tapi mas Bayu."
"Ha?"
"Katanya mau banget. Gak tau tuh aneh dia, gak mau kerja sekarang juga katanya lemes sama mual"
"Mual?"
Grizelle mengangguk. Wajahnya kembali cemas.
"Ma, gimana kalau mas Bayu sakit? Tadi aja muntah loh, aku panik banget. Mama tolong telpon dokter Reymond ya, suruh kesini"
Tapi mama Raisha malah melamun. Memikirkan sesuatu, memaksa otaknya untuk berpikir keras.
"Astaga!" Selang yang ia pegang terjatuh, ia melotot membuat Grizelle horor melihatnya. "Apa jangan-jangan Bayu yang ngidam?" Batinnya bersorak. Ia tahan diri untuk tidak berteriak, takut menantunya ketakutan.
"Ma! Kenapa sih, aku takut ih"
Raisha berdehem, ia mematikan keran lalu mengajak Grizelle untuk duduk dibangku taman. "Sayang, kamu aja deh yang diperiksa" Aduh! Raisha memukul dahinya sendiri. Mengomel dalam hati, bagaimana kalau Grizelle sedih lagi kalau ia berharap jika gadis itu hamil kembali.
HA?
"Yang sakit itu mas Bayu ma, bukan aku. Mama ini!"
Tuhkan, Raisha jadi bingung sendiri.
"Maksud mama ya sekalian kamu juga diperiksa, biar sama-sama sehat gitu"
Grizelle berdecak, ia berdiri pamit untuk ke dapur. Percuma bertanya pada mama Raisha, bukannya membantu mencari tahu apa itu nasi liwet, eh malah membuatnya bingung.
__ADS_1
"Mama nih ada-ada aja deh. Udah ah, aku mau bikin nasi apa itu lah nanti aku tanyain aja sama mbok. Mama bikin aku pusing!"
Lah!
Dasar menantu.
Setelah Grizelle pergi, Raisha mengambil ponsel lalu menelpon seseorang dan mengajaknya bertemu hari ini juga. Ia sudah tidak sabar membahas ini dengan besan nya, Aiko.
"Ay, kayaknya kita mau jadi nenek lagi deh" Celetuk Raisha. Aiko hampir tersedak latte miliknya mendengar kalimat tersebut. "Ih pelan-pelan dong ay, aku gak akan minta minuman kamu" Imbuhnya.
"Kalimat kamu itu membuat aku tersedak Raisha!"
Raisha nyengir tanpa dosa. "Hehe maaf deh, but i'm serious, kita akan menjadi nenek lagi. Tadi pagi Grizelle cerita, Bayu muntah-muntah terus mau makan nasi liwet. Fix dia ngidam ay!" Ucap Raisha yakin.
"Bayu hamil?"
Aiko membulatkan matanya lebar, sampai Raisha memukul tangannya baru Aiko sadar.
"Ih ay, serius dong. Masa Bayu hamil sih! Ngeri banget!"
"Ya kamu bicaranya tidak jelas, aku bingung-" Namun setelah otaknya mulai konek, "WAIT! MAKSUD KAMU GRIZELLE HAMIL LAGI, DAN BAYU YANG MENGIDAM, BEGITU?" Aiko berteriak, membuat sebagian pengunjung cafe memperhatikan mereka.
Ah pegawai disana sudah tidak heran lagi melihatnya, dua istri orang ternama itu memanglah sangat heboh jika bersama.
"IYA AY, YA AMPUN AKHIRNYA OTAK KAMU KONEK JUGA" Raisha menyahut dengan suara tak kalah keras. Kedua perempuan paling heboh itu saling berpelukan. Bodo amat dengan pengunjung lainnya, toh cafe ini adalah miliknya.
🌻
"Bayi besarnya kenapa Griz, kurang susu?"
Setelah selesai makan nasi liwet dengan disuapi, tidak lama dokter muda itu datang dengan tidak sopan nya.
Huh, sudah tidak heran.
"Mulut loe kamvret!" Bayu melempar bantalnya, tepat mengenai kepala dokter itu.
Dokter muda bernama Reymond itu terkekeh, ia memberikan beberapa obat pereda mual untuk pria yang masih berbaring di ranjangnya. Aneh juga melihatnya, Bayu salahsatu orang yang jarang sakit, namun sekali sakit seperti mau mati saja, haha. Oh satu lagi, menyusahkan dan sangat manja!
"Aneh aja sih, kayak orang hamil aja loe segala mual"
Hamil?
Dada Grizelle bergemuruh hebat. Dokter itu benar juga, gejala yang di alami suaminya persis sekali dengan dirinya saat dulu sebelum dinyatakan hamil oleh dokter.
Apa mungkin?
Ah tidak, mana mungkin bisa secepat itu. Bahkan kejadian mengerikan itu terjadi tiga bulan lalu.
"Loe pikir gue male pregnant, terus mau keluar darimana, ogeb?!"
"Ya di bedah lah bego! Iya gak Griz?"
"Bener-bener loe ya!" Bayu kembali melempar Reymond dengan bantal, kali ini agak sedikit keras.
Grizelle menggeleng pusing melihat kelakuan 2 pria di hadapannya. Apakah pria-pria dewasa ini akan berubah menjadi gila jika sudah berkumpul? Grizelle jadi ingat ketika suaminya berkumpul bersama sahabat-sahabatnya beberapa Minggu lalu, mereka terlihat seperti orang tidak waras dengan kerandomannya.
"Astaga! Mereka sama gila nya" Gumamnya bergidik ngeri.
"Kenapa sayang? Jangan dengerin omongan dokter gila ini ya"
"Gue pecat loe ya dari rumah sakit!"
"Loe-"
"Ya ampun berhenti, aku gak mau ketularan gila nya kalian"
Grizelle berlari, meninggalkan dua pria gila itu. Ia berjalan menuruni anak tangga, mencari sosok yang sedari tadi tidak terlihat batang hidungnya. Kemana pikirnya?
"Mbok, mama Raisha kemana sih? Aku cari-cari gak ada" Tanya Grizelle sambil celingukan.
"Biasa non, lagi nongkrong sama mommy nya non Grizelle. Buru-buru banget tadi"
Ha?
Ya ampun. Kadang mereka suka lupa umur jika sudah bersama. Mudah-mudahan tidak membuat kekacauan di cafe lagi.
"Apa non mau sesuatu?" Tawar mbok. Melihat gelagatnya sih, nona muda nya ini sedang ingin memakan sesuatu.
Grizelle menyengir, tau aja mbok kalau dia sedang ngiler membayangkan makanan. "Beliin siomay yang didepan taman dong mbok, pengen banget nih"
Mbok tersenyum. "Siap nona. Mbok beli dulu ya"
"Makasih mbok"
Ah bete juga sendirian seperti ini, mau kembali ke kamar tetapi Grizelle sangat pusing melihat kelakuan suami dan temannya yang mendadak gila. Mau menonton tv, semua acaranya sangat membosankan sekali, beritanya pun tidak jauh tentang sinetron yang sedang booming itu. Basi!
Mau menonton Drakor, tapi Drakor yang di tunggu-tunggu nya belum tayang juga karena kasus pemeran utama yang ketahuan mem-bully saat masih di sekolah. Ugh! Menyebalkan sekali.
Akhirnya gadis itu hanya duduk-duduk saja di ruang tamu, memangku keripik kentang sambil membuka aplikasi baca yang menarik.
"Selamat siang"
Suara teriakan seorang pria memecah keheningan, Grizelle mendongkak, memperhatikan ke lima pria yang baru saja datang ke rumahnya.
Orang-orang gila ini lagi, batin Grizelle jengah.
"Hendry si bule Chicago yang tampan datang membawa beberapa bingkisan mahal untuk tuan muda yang katanya sedang sakit. Macem manusia aja tuh anak!"
"Terus suami aku apaan kak Hendry?" Batin Grizelle kesal. Mentang-mentang ketampanannya unreal, kadang mereka tidak percaya jika suaminya itu manusia.
Grizelle masih diam, memperhatikan ke lima pria itu yang berdiri sejajar dengan paper bag ditangan nya masing-masing.
Karena posisinya yang duduk dikursi tunggal dengan punggung yang agak tinggi membelakangi pintu, ke lima pria itu menjadi tidak melihat keberadaannya.
"Pada kemana neh, ko sepi?"
Memijat pelipisnya yang terasa berdenyut pening, Grizelle menghembuskan nafasnya kasar. "Kak Reymond aja udah bikin suami aku gila, ini nambah lima lagi. Ya tuhan mas, temen kamu kayak gini semua apa?" Batin Grizelle merana. "Ganteng-ganteng sih tapi ya gitu kelakuannya, seperapat semua otaknya."
CK! Yang ada suaminya itu tidak akan cepat sembuh dan bertambah sakit.
Gadis itu berdiri, menyimpan toples keripiknya lalu berdehem membuat ke lima pria itu menoleh terkejut. Apalagi dengan wajah datar sang nyonya rumah yang menyeramkan.
Menurut mereka setelah kejadian mengerikan itu, Grizelle berubah menjadi dingin dan menakutkan, tidak jauh berbeda dengan suaminya.
Ck, pasangan serasi memang.
__ADS_1
William sendiri hampir saja mengumpat, wajahnya yang garang mendadak pias mendapat tatapan tajam dari sang nyonya. Bulu kuduknya mendadak berdiri, dengan jantung yang berdebar sangat kuat. "Astaga Griz! Kaget kakak nih!" Begitu juga dengan yang lainnya. Namun tidak ada yang berani berceloteh, mereka masih takut.
"S-sejak kapan disitu Griz?" Tanya Hendry gugup. "Kek setan batiba berdiri disana" Tentu kalimat tadi terucap didalam hatinya, kalau sampai keceplosan - mungkin kepala Hendry sudah terlepas dan terbuang jauh di Bantar gebang.
Serem banget njir - othor.
Aduh jangan sampai nyonya Bagaskara ini mengamuk lagi seperti beberapa Minggu lalu saat mereka bermain PlayStation. "Ko deg-degan banget ya?" Batinnya ngeri.
Memutar bola matanya jengah, Grizelle melipat tangan didepan dadanya lalu mendekat. Ke lima pria tampan itu masih bungkam, enggan bersuara atau geledekan maut akan terdengar kembali.
"Mas Bayu di atas, ada kak Reymond juga. Gih!"
Ke lima pria itu mengangguk, melangkah naik ke dalam kamar, dimana ada Bayu yang sedang mengobrol bersama dokter menyebalkan itu. Namun baru beberapa langkah mereka berjalan, tubuh mereka kembali menegang.
"Tunggu!"
"K-kenapa Griz?"
Grizelle berjalan mendahului. Badannya membungkuk, meraih anabul bertubuh gemoy yang terlihat menuruni anak tangga.
"Ayo sayang, nanti orang-orang itu akan mengganggumu lagi" Ucap Grizelle pada kucing Yang ada dalam gendongannya. "Mereka 'kan gila." Cicitnya pelan, namun masih terdengar jelas oleh ke lima pria tersebut.
What the f*uck!
Kelima pria itu menyingkir, membiarkan sang nyonya berjalan menuju dapur tanpa terhalang tubuh mereka yang besar dan tinggi.
"Bener-bener" Arjuna berdecak, menggelengkan kepalanya seraya melanjutkan langkahnya.
"Apaan?" Hendry, Andra, Andre dan William menyahut bersamaan.
"Istrinya si Bayu. Sama nyebelin nya"
"Hahahaha"
🌻
"Masih punya nyali kalian ke rumah gue?" Sarkas Bayu kepada sahabat-sahabatnya yang baru saja datang. Bayu masih ingat betapa mereka ketakutannya saat istrinya mengamuk karena mereka bermain-main dengan kucingnya dan tidak sengaja menginjak ekornya.
Haha lucu sekali kalau mengingatnya, Bayu jadi terkekeh sendiri - betapa ketakutannya mereka mendengar geledek, kilat petir serta angin ****** beliung keluar dari mulut istrinya.
"Ketawa loe!" Ketus Hendry pada Bayu. "Gak tau apa kita deg-degan setengah mampus" Lalu mendudukkan dirinya di ranjang.
"Gue masih gak bisa lupa muka kalian yang pias kayak orang mati" Bayu tidak tahan untuk tidak tertawa. "Rey, loe periksa mereka gih. Tertekan banget muka nya, pasti istri gue pelakunya"
Kalau saja pria itu tidak sakit, sudah pasti kelima sahabatnya sudah memukul keras kepalanya secara bergilir.
"Kenapa kalian, mau gue periksa psikisnya?" Sontak tawaran Reymond tadi mendapat lemparan lima benda menghujani tubuhnya. Sialan!
Sudahlah lupakan saja ke tujuh pria stres itu, biarkan mereka berbuat sesuka nya. Yang penting kucing kesayangan Grizelle berada ditempat aman, jadi tidak perlu khawatir ekornya terinjak lagi.
"Non, siomay nya."
Melihat dua bungkus siomay itu, mata Grizelle berbinar. Ia segera membuka bungkus tersebut dan menyuruh mbok untuk mengambilkan piring serta sendok.
Grizelle sudah tidak sabar untuk melahapnya hingga habis tak tersisa.
"Pasti enak banget ini. Pedes kan, mbok?"
"Sesuai pesanan nona"
Ugh rasanya air liurnya sampai menetes melihat betapa nikmatnya bumbu kacang itu. "Wah enak banget!" Gumamnya.
Hanya dengan siomay saja Grizelle bisa sesenang itu. Mbok sangat bahagia melihatnya. Setelah sekian lama melihat nona mudanya murung, ini kali pertama mbok melihatnya tersenyum seperti itu lagi.
Ah sudahlah jangan diingatkan kembali. Biarkan nona itu memakan siomay nya dengan lahap.
Membiarkan Grizelle lahap memakan makanan kesukaannya, mbok berpindah tempat untuk menelpon nyonya Raisha.
Tadi sebelum berangkat untuk nongkrong, mama Raisha sempat berpesan agar mengamati gerak-gerik kelakuan menantunya yang mencurigakan. Mbok harus melaporkan semuanya tanpa terlewat.
"Bagaimana mbok?" Tanya Raisha di sebrang sana. Sepertinya wanita itu sangat penasaran. Ah bukan Raisha saja sebenarnya, Aiko yang menguping di sebelahnya juga penasaran. Benarkah putrinya sedang hamil? Lagi?
"Dua porsi Siomay pedas nyonya"
Raisha mengulum senyum. Tepat sekali dugaannya. "Oke mbok, awasi terus ya. Kalau dia minta yang lain, turuti. Jangan sampai enggak!"
"Siap nyonya"
"Kalau cuma begitu mana bisa dikatakan hamil, aku juga sering begitu!" Seru Aiko. Ia masih tidak percaya jika putrinya sedang mengandung kembali.
"Ay kamu tuh ih" Raisha kesal, kenapa Aiko sampai tidak paham dengan putri kandungnya sendiri.
"Apa sih sha, jangan terlalu berlebihan, nanti kalau Grizelle tahu, dia akan sedih kalau kita terlalu berharap"
Ck!
Bukan begitu maksudnya ya ampun!
"Ay sejak kapan Grizelle suka siomay?" Raisha bertanya, jika Aiko paham dengan apa yang di sukai ataupun tidak oleh putrinya, pasti ia akan paham.
Aiko menggeleng. Memang putrinya itu tidak begitu menyukai makanan tersebut, 'Enek katanya' Lalu sekarang? Bahkan putrinya menghabiskan dua porsi siomay sekaligus.
Lalu?
"Sha?"
Aiko mengguncang tubuh Raisha yang menatapnya malas. Kenapa sih Aiko itu terlalu sulit, harus menjelaskan sesuatu menggunakan rumus baru perempuan Jepang itu paham.
Ck! Ya begini punya besan kelewat pinter!
"Apa? Baru paham sekarang?!"
"Hehehe"
"Nyengir!"
🌻
...3 Episode sekaligus aku Up ya .....
...Sorry lama banget, aku lupa password email ini soalnya haha. ...
...Yaudah, happy reading semuanya. ...
...Like nya jangan lupa ;)...
__ADS_1