
Happy reading guys :)
🌻
Rapat yang berjalan selama 2 jam telah selesai, semua nya nampak lancar dan tidak ada kendala apapun. Jasson juga bersikap profesional meskipun ia sedikit menunjukan ketidak sukaan nya pada usul yang di berikan Bayu, tetapi setelah sedikit berdebat akhirnya Jasson menyetujuinya
Mereka keluar dari ruangan rapat menuju restoran terdekat. Samuel mengajak semuanya untuk makan terlebih dahulu sebelum mereka pulang.
Kini, orang-orang penting tersebut tengah duduk bersama, menyantap makanan yang sudah tersaji di atas meja. Bayu dan Samuel mempunyai selera yang sama, yaitu makanan Jepang. Sedangkan yang lainnya lebih menyukai makanan khas Indonesia.
"Tuan, apakah putri anda masih sekolah?" Tanya Jasson tiba-tiba yang membuat Bayu menoleh ke arahnya.
Kenapa Jasson mengetahui tentang Grizelle?
Apa Jasson mengenalnya?
Bayu meneruskan makannya, berpura-pura tidak peduli
Samuel melirik kepada Bayu dengan sekilas, lalu beralih menatap Jasson dan menjawabnya dengan biasa "Iya, Grizelle masih sekolah dan dua bulan lagi lulus. Ada apa Jasson?" Tanya Samuel heran.
"Tidak tuan, saya hanya penasaran saja"
Samuel hanya mengangguk saja, sedangkan Bayu mengepalkan tangannya menahan kesal. Untuk apa laki-laki brengsek itu menanyakan calon istrinya
Awas saja jika Jasson berani mengganggu Grizelle dan macam-macam kepadanya, Bayu tidak akan tinggal diam.
Setelah acara makan selesai, Samuel kembali ke kantornya begitupun dengan Bayu.
Tetapi saat Bayu akan masuk ke dalam mobilnya, Jasson menghalanginya dan dengan tidak tau malunya dia menyenderkan badannya pada pintu mobil.
Melihat kejadian itu membuat Andra geram, dia yang memang sudah ada didalam mobil bersama Nena langsung keluar hendak menghajar Jasson yang selalu mencari gara-gara dengan Bayu. Tetapi Bayu mengangkat tangannya, mengisyaratkan pada Andra untuk diam dan tidak ikut campur.
"Ada apa?" Tanya Bayu begitu malas.
Bukankah Jasson sudah menyetujui ide nya saat rapat tadi, lalu mau apa lagi dia menghalangi Bayu yang akan kembali ke kantornya
Jasson melipat tangannya di depan dada, mengangkat wajahnya angkuh dengan seringai di bibirnya yang terlihat sangat licik "Kenapa kau buru-buru sekali, aku hanya ingin mengobrol denganmu"
Cih!
Bayu tertawa hambar "Kau merindukanku, Jasson?"
"Kalau begitu, datanglah ke kantorku. Aku akan menunggumu di perusahaan milikku yang sangat besar itu" Imbuhnya dengan seringai di bibirnya yang membuat Jasson tersenyum tidak suka dengan kesombongan yang di perlihatkan oleh Bayu
"Baiklah, besok aku akan ke kantormu. Dan pastikan kau akan menyambutku dengan hormat"
Setelah mengatakan itu Jasson menepuk pundak Bayu dua kali, lalu pergi begitu saja.
Bayu menghela nafasnya kasar, baiklah, ia akan mengikuti permainan Jasson kali ini. Meskipun Bayu belum tau apa tujuan Jasson sebenarnya
__ADS_1
Di kantor, Bayu merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berada diruangan pribadi miliknya. Rasanya hari ini begitu pusing, "Jasson sialan, sebenarnya apa maksudmu menjalin kerja sama ini" Lirihnya seraya memijat dahi nya yang terasa berdenyut
Bayu mengambil ponselnya yang terasa bergetar. Pesan masuk dari nomor tidak di kenalnya "Siapa?" Bayu segera membuka isi pesan tersebut
+6285816xxx : [Aku merindukanmu, sayang]
SHIT!!
Kenapa dua orang itu selalu membuat masalah dan membuat hidupnya tidak tenang?
Argh, Bayu menjambak rambutnya frustrasi
🌻
Hari semakin larut, tumben calon suaminya belum memberikannya kabar. Apa sesibuk itu? Griz hanya merasa khawatir saja
Ponsel yang dipegangnya tiba-tiba berbunyi, panggilan dari 'Calon suami' membuat ke khawatiran Griz sirna seketika. Dengan senyum yang mengembang, Griz segera menggeser tombol hijau lalu menempelkan benda pipih berlogo apel setengah digigit itu ke telinganya
"Hallo, mas"
Calon suami : Sayang maaf, mas baru sempat ngabarin kamu
"Iya mas gak apa-apa, aku ngerti mas sibuk"
Di sebrang sana Bayu tersenyum, ia sangat bersyukur mendapatkan calon istri yang sangat mengerti kesibukannya
Calon suami : Terimakasih sayang, oh iya, besok mas masih belum bisa pergi ke sekolah. Masih ada kerjaan yang harus mas selesaikan dengan cepat
"Ya udah, lagian besok juga engga ada jadwal mas ngajar di kelas aku, 'kan?"
Calon suami : Engga sayang, cuma satu kelas aja. Tapi..
Tiba-tiba ucapan Bayu terhenti dan justru membuat Griz penasaran "Tapi apa, mas?"
Calon suami : Mas kangen sama kamu
Berdecak tidak percaya, Griz memijat dahinya pusing. Padahal baru saja kemarin mereka bertemu dan Bayu menahannya di kantornya berjam-jam, tetapi dengan santainya Bayu mengatakan 'Kangen'
Tolong katakan, apa Griz harus senang atau kesal dengan sifat calon suaminya itu yang suka menempel kepadanya?
🌻
Leon sudah berdiri di depan rumah Cherry, menekan bel beberapa kali hingga nampak seorang maid membukakannya
"Cherry nya ada, bi?" Tanya Leon sopan pada maid yang sudah membukakan pintu
"Ada den, tetapi sedang ada tamu di dalam"
"Siapa?" Tanya Leon begitu penasaran.
__ADS_1
"Pacarnya, den"
DEG!
Good, ini saat yang tepat untuk memergoki kekasihnya yang sedang berselingkuh. Setelah kejadian beberapa hari lalu, Leon memang tidak pernah menghubungi Cherry lagi, dia masih kesal mendapati kenyataan jika wanita yang berstatus kekasihnya itu sangatlah jahat dan licik.
Leon masuk begitu saja, tidak menghiraukan maid yang terus melarangnya masuk sesuai perintah sang tuan rumah. Dilihatnya ruang tamu nampak kosong, kemudian Leon beralih menatap kamar Cherry yang berada di lantai dua
"Satu kemungkinan lagi, pasti disana!" Desisnya
Dengan langkah cepat, Leon menaiki anak tangga menuju kamar Cherry. Ia mendengar suara yang membuatnya bergidik jijik. Dengan kekuatan serta emosi yang membuncah, Leon menendang kamar itu sehingga membuatnya terbuka lebar
BRAK!
Dan lihat apa yang Leon lihat di hadapannya sekarang
"WOW!"
Leon bertepuk tangan saat melihat sang kekasih berada dalam satu selimut yang sama tanpa busana dengan laki-laki yang sangat Leon kenal.
"Bagus!"
"Jadi ini kelakuan kalian?"
"Atau udah lama ngelakuin ini dibelakang gue?"
Leon terus memberondong Cherry dengan pertanyaan, perempuan itu beringsut menutup tubuhnya dengan selimut lalu mendekati Leon dengan panik "Sayang, ini gak seperti yang kamu lihat"
Cih!
Menepis dengan kasar tangan Cherry yang akan menyentuh nya "Tapi seperti apa yang aku pikirin, begitu?" Geram Leon sudah tidak bisa di tahan lagi, dirinya begitu sangat bodoh yang lebih mempercayai Cherry dari pada Naomi saat itu
"Sayang..."
"Jangan panggil gue sayang lagi, hubungan kita sudah selesai!" Sela Leon cepat. Dia langsung berbalik lalu pergi meninggalkan kedua orang menjijikan itu dengan emosi yang masih menguasai dirinya
Cherry terus memanggil Leon yang sudah menuruni anak tangga, sedangkan laki-laki yang sedang duduk ditepi ranjang itu nampak santai menanggapinya
"Udahlah Cher"
"Kamu tuh, kalau Leon mutusin aku itu berarti aku gak bisa morotin dia lagi!" Seru nya kesal. Sedangkan laki-laki yang sudah memakai kembali celana pendeknya itu hanya diam lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari sisa-sisa keringat setelah aktifitasnya tadi bersama Cherry.
"Arjuna!" Panggil Cherry kesal karena laki-laki itu tidak sedikitpun menggubris ucapannya.
Arjuna Alaric Rahardian
🌻
__ADS_1
Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)