
Happy reading
🌻
"Loe setiap hari begitu, bay?"
Andra bertanya setelah istri bos yang hampir membuatnya gila itu telah pulang. Ngidamnya sang nyonya muda Bagaskara itu sangatlah menyiksa. Bayangkan saja, bukan hanya dia dan Bayu saja yang menjadi korban, bahkan beberapa orang penting pun ikut terkena imbasnya. Mereka
Bagaimana bisa Bayu masih bisa tersenyum setelah istrinya meminta ini dan itu. Bahkan Andra sediri pun merasa kewalahan dan tidak sanggup meskipun hanya melihatnya saja.
Mudah-mudahan saja istrinya nanti tidak seperti itu. Ya! Doa-doa itulah yang terus ia ucapkan dalam hati saat melihat sang bos sedang mengulek sambel rujak yang diminta istrinya saat di pantry kantor tadi.
"Jarang"
Bayu menyahut begitu santai, tangannya yang terus sibuk mengotak-atik laptopnya, menyelesaikan beberapa berkas yang terbengkalai karena kedatangan istrinya tadi. Untung tidak begitu banyak, jadi Bayu tidak perlu terburu-buru untuk menyelesaikannya.
"Emang begitu ya kalau istri hamil, terus ngidamnya aneh-aneh?"
Sepertinya Andra mulai penasaran, apakah semua wanita hamil menginginkan makanan yang aneh-aneh seperti istri bos nya itu? Seingatnya andreana tidak pernah, kakak perempuannya itu hanya akan banyak makan makanan apapun lalu tertidur seharian. Ah Andra jadi pusing.
"Gak semuanya. Biasanya yang suka ngidam itu gara-gara perubahan hormon, makanya Indra perasaanya jadi berubah-ubah. Jadi deh suka minta makanan yang aneh-aneh" Ujar Bayu. Tatapannya tetap fokus pada layar laptop dihadapannya, mengabaikan Andra yang duduk didepan mejanya dengan berbagai pertanyaan seputar kehamilan.
Wah keren juga calon hot Daddy 2021 ini bisa paham sekali tentang kehamilan. Pasti Bayu telah banyak mempelajari banyak hal agar dirinya tidak terlalu kaget menghadapi sang istri yang sedang hamil muda. Bahkan Bayu sampai membeli buku-buku kehamilan untuk mengetahui apa saja perubahan pada seorang wanita yang sedang mengandung. Dan benar saja, semua itu terjadi kepada istrinya.
"Tapi-" Bayu melanjutkan kalimatnya, namun men-jeda nya sebentar.
"Apa?" Potong Andra penasaran, kenapa wajah bos nya sangat serius sekali. Apa se-mengerikan itu?
"Kalau sampai loe gak memenuhi semua keinginan istri loe, nanti anak loe bakal iler-an, mau?" Bayu terkekeh pelan melihat respon Andra.
Andra bergidik ngeri. Pantas saja bos nya dengan sabar terus memenuhi semua ngidamnya sang istri, ternyata seperti itu alasannya. Ya meskipun kita tahu itu hanyalah sebuah mitos. Namun tetap saja, ditakuti seperti itu siapa sih yang mau.
"Ya kali anak keturunan serbuk berlian iler-an, ngeri!"
__ADS_1
"Makanya, jangan ngeluh kalau istri loe nanti manja minta apa-apa, loe juga kan yang buat dia hamil"
"Ya itu sih kemauan bersama, sama-sama enak dan dapat hasilnya!" Andra terkekeh geli dengan kalimatnya, bisa-bisanya ia berkata seperti itu.
🌻
Berita tentang akan adanya dosen baru sudah tersebar luas diseluruh penjuru kampus, ternyata rumor tersebut memanglah benar. Semua mahasiswa kini sedang ramai membicarakannya, tidak terkecuali Megan dan juga Fiona yang ikut heboh menyambut kedatangannya nanti siang.
Pembahasan tersebut hampir terdengar dimana-mana, dikantin, ditaman, diperpustakaan bahkan dikelas sekalipun. Mereka para betina tidak henti-hentinya berbicara, apalagi sebagian sudah melihat bagaimana rupanya.
"Ada dosen baru katanya, ganteng!" Celetuk Megan tiba-tiba. Gadis perawakan jangkung itu menyengir kaku saat sang kekasih yang tidak jauh dari tempatnya duduk memelototinya. Bryand Orlando, menggelengkan kepalanya seraya memberikan tatapan sinis untuk kekasihnya, bisa-bisanya membicarakan pria lain didekatnya.
"Iya. Gue juga denger dari mahasiswa lain. Udah ganteng, masih sendiri alias belum punya istri katanya" Fiona menimpali, nada suaranya sedikit centil sehingga Shawn memberikan teguran tegas untuknya.
Fiona hanya menyengir saja, sama halnya seperti Megan, gadis berambut sebahu itu juga mendapatkan pelototan tajam dari sang kekasih. Oh ya ampun, kenapa pria-pria itu posesif sekali.
"Bakal masuk kelas kita kan?" Megan melanjutkan. Seolah tidak perduli dengan tatapan tajam kekasihnya. Ugh, senang sekali rasanya membuatnya cemburu. Biasanya dia yang selalu membuatnya kesal karena banyak senior yang mendekatinya. Sekarang biarkan dia balas dendam, haha.
"Yups! Siang ini. Aku jadi gak sabar, seganteng apa sih pak dosen baru itu"
Seakan tidak terganggu dengan obrolan basi sahabat-sahabat nya, wanita hamil yang anteng dengan kotak makan berisi buah-buahan segar itu nampak anteng melahap satu-persatu potongan mangga muda yang terlihat sangat menyegarkan. Dia seolah tidak perduli dengan semuanya dan tetap melahapnya sampai habis.
Hormon kehamilannya membuat lidahnya terus meminta makanan yang masam, jika tidak ia akan tegas menolak bahkan sang jabang bayi yang berada didalam perutnya pun seolah protes, alhasil perutnya menjadi sangat mual dan akhirnya muntah.
Makanya setiap hari, mama Raisha selalu membawakan bekal buah-buahan untuk menantunya.
"Cewek hamil anteng banget nyemilin buah-buahan, bagi dong"
Fiona menadahkan tangannya, menerima potongan buah mangga yang sepertinya manis dengan gembira.
"Nih"
Grizelle memberikan sepotong mangga tersebut, lalu memasukannya kedalam mulut. Dan, "Grizelle! Itu asem banget gila!" Teriaknya. Lalu membuangnya jauh-jauh.
__ADS_1
"Asem apanya, seger gini"
Grizelle memberikan sepotong mangga muda itu lagi dengan terkekeh lucu, masa sesegar ini dibilang asam. Dasar!
"Seger dari Hongkong! Asem iya!" Tolak Fiona mentah-mentah. Lebih baik disuruh makan rambutan daripada mangga asam seperti itu.
Bagaimana Grizelle begitu menikmati mangga tersebut tanpa merasa asam sedikitpun. Giginya saja sampai linu melihatnya.
"Ini tuh seger tahu, baby aku suka, iya kan sayang"
Iya-iya terserah ibu hamil saja.
Kelas yang tadinya berisik mendadak hening ketika pria berkacamata dengan gagahnya masuk. Pria tinggi berkemeja biru muda itu mampu menyihir semua mata wanita yang melihatnya. Tampan, bahkan ini lebih tampan dari apa yang mereka dengar dari mulut ke mulut.
Matanya yang sipit, postur tubuh yang tinggi dan atletis serta rambut yang tertata rapih membuatnya semakin berkharisma.
"Selamat siang semuanya" Sapa pria bersuara berat tersebut. "Perkenalkan, saya adalah dosen yang akan menggantikan Mr. Hendrick selama beberapa bulan ke depan, nama saya Jonathan dan kalian bisa memanggil saya Jona" Pria itu duduk dimeja dengan tangan terlipat didepan dada, matanya menatap satu-persatu mahasiswa yang mengikuti kelasnya.
"Kalau sayang, boleh gak pak?" Sontak celetukan mahasiswi tersebut mendapatkan sorakan dari teman-temannya, sedangkan dosen tersebut tersenyum menanggapinya.
"Boleh, tapi saya tidak bertanggung jawab kalau kalian putus dengan kekasih kalian" Selorohnya seraya berdiri. "Oke, saya akan melihat absen kalian terlebih dahulu dan tolong angkat tangan kalian saat saya sebutkan namanya."
"Annabela"
"Yes, I'm in front of you dear" Astaga. Perempuan-perempuan itu sangat agresif sekali.
"Berliana Oktarina"
"Ya ada apa masa depanku?" Ampun ah! Jona sampai tidak kuat setiap nama wanita yang dipanggilnya, mereka akan terang-terangan menggodanya.
Sampai pada satu nama yang ia sebutkan, "Grizelle Jovanka" Ia melihat wanita itu hanya menyahut seadanya tanpa ekspresi apapun. Sangat berbeda sekali dengan perempuan lain yang secara terang-terangan menggodanya. Wajahnya yang bule juga terlihat sangat dingin, seolah tidak perduli dengan keberadaanya.
"Oke, salam kenal semuanya. Sekarang kita bisa memulai materinya"
__ADS_1
🌻
...**Sebenarnya aku tuh mau nanti aja Up nya pas abis lebaran, cuma kayaknya kelamaan ya. Takut mempengaruhi level, katanya kalau gak Up lebih sebulan level bakalan turun. Iya ga sih? hehe. Jadi aku kalap sendiri wkwk**...