
"J-Jadi kak Arjuna itu selingkuhannya kak Cherry? Makanya bang Leon marah-marah waktu itu?"
Grizelle membekap mulutnya sendiri, terkejut mendengar penjelasan Bayu tentang hubungan rumit antara Cherry Arjuna dan juga sepupunya, Leon.
"Dan- berarti itu anaknya kak Arjuna?"
"Anak?" Heran Bayu. Bukannya Arjuna pernah mengatakan jika perempuan itu menggugurkannya?
Grizelle mengangguk.
"Iya mas, aku liat dia gendong bayi."
Oh, Bayu paham sekarang. Berarti alasan perempuan itu pergi karena ingin mempertahankan anaknya? Makanya dia menghilang agar Rahardian tidak mengetahui jika bayi itu masih hidup.
"Terus gimana mas, aku kasihan sama kak Cherry. Dia tuh baik banget sebenarnya"
Sangat baik malahan.
Grizelle masih ingat saat ia di ajak shopping berdua dengan Cherry. Wanita mungil itu terus menawarinya sesuatu untuk dibeli bahkan mentraktir nya makan. Grizelle merasa mempunyai seorang kakak saat bersama dengan wanita itu. Ia juga sempat menyayangkan saat Leon mengatakan jika dirinya sudah putus, padahal Grizelle sangat menyukainya dan berharap Cherry menjadi kakak iparnya.
"Jangan dipikirin sayang, biarin itu urusan Arjuna sama keluarganya. Mendingan kamu fokus aja sama baby, besok jadwal pemeriksaan kan?"
"Iya mas"
"Ya sudah kita pulang ya, udah jangan dipikirin. Mereka sudah dewasa"
"Tapi seenggaknya kamu kasih tau kak Arjuna mas kalau kak Cherry ada disini"
"Iya nanti mas kasih tau. Udah jangan dipikirin lagi ya"
🌻
"Apa jadwal saya hari ini, mawar?" Tanya Arjuna setelah mereka turun dari mobil.
Mawar yang berjalan disebelah Arjuna menjawab, "Tidak ada tuan, hanya makan siang bersama komisaris Lee saja. Selanjutnya anda free." Sahut mawar setelah melihat iPad yang berisi semua tentang jadwal sang bos.
Mereka berjalan memasuki koridor kantor, beberapa pegawai yang melihatnya membungkuk hormat pada Arjuna yang sudah setahun ini menjabat sebagai CEO, menggantikan sang Daddy yang memilih menyerahkan semua kuasanya kepada Arjuna.
"Temani saya, saya sedikit tidak suka dengan sekretarisnya yang centil itu." Ugh, memikirkannya saja sudah membuat Arjuna jengah setengah mampus.
"Baik."
"Dan-" Arjuna menghentikan kalimatnya tepat didepan pintu lift - membuat mawar menatapnya aneh dan penasaran dengan kalimat selanjutnya. "Ucapan Grizelle waktu itu jangan di anggap serius ya? Anak itu memang suka bercanda." Mawar tersenyum tipis mendengarnya, ia kira bos nya akan mengatakan apa.
"Tidak apa-apa tuan, saya mengerti."
"Bagus."
Mawar menekan tombol 20, lantai dimana ruangannya bersama Arjuna berada. "Nona Grizelle sangat lucu dan masih sangat muda sekali, saya hampir tidak percaya jika dia istri tuan Bayu kalau tidak melihat perutnya yang besar. Saya menyangka dia adalah adik atau keponakannya." Ujar mawar tersenyum geli dengan dugaannya.
Arjuna tersenyum tipis menanggapi, "Mereka dijodohkan sebelum lahir ke dunia" Ujar Arjuna setelah pintu lift tertutup - Mawar terkejut mendengarnya. "Kedua orangtua mereka kebetulan bersahabat sangat dekat" Imbuhnya.
"Dijodohkan?"
Arjuna mengangguk.
Pantas saja. Mawar sempat penasaran kenapa diusianya yang masih sangat muda, Grizelle sudah menikah. Maafkan mawar yang sempat berprasangka buruk tentang pergaulan ABG jaman sekarang.
__ADS_1
"Iya dan beruntungnya mereka saling suka, jadi fine saja."
Mawar tersenyum mendengarnya. Ternyata tidak semua perjodohan berujung derita bagi sebagian orang yang menerimanya dengan ikhlas, apalagi sama-sama saling menyukai.
"Dan kamu tau-"
Arjuna kembali menggantungkan kalimatnya saat pintu lift sudah terbuka.
"Mereka adalah murid dan juga guru sebelum menikah"
HA?
Arjuna terkekeh pelan melihat reaksi bingung mawar, ia keluar terlebih dahulu melewati mawar yang masih diam kebingungan.
"Tuan, gimana maksud tuan?"
"Sudahlah Mawar"
Lupakan jabatan diantara keduanya, mawar benar-benar penasaran dengan kisah cinta sepasang pasutri itu. "Tuan Arjuna, ayo ceritakan selanjutnya. Jangan membuat saya mati penasaran."
Mawar terus meng-ekori Arjuna sampai kedalam ruangannya. Dia terus bertanya, membuat Arjuna jengah dan akhirnya, "Oke-oke Mawar, kamu ini cerewet juga!"
"Habisnya tuan cerita setengah-setengah. Gimana kalau saya besok mati? Gentayangan saya."
"Mana ada begitu, kamu terlalu banyak nonton film."
Mawar cemberut mendapat tuduhan seperti itu, padahal kan dia baru sekali menonton film dan itupun tidak sampai selesai karena pria dihadapannya terus menelpon untuk menemaninya meeting.
Dan pagi ini karena tidak ada jadwal apapun sampai makan siang, mawar dan Arjuna saling bercerita. Tidak hanya menanyakan kisah cinta Grizelle dan Bayu saja, Mawar juga menceritakan kehidupannya yang sulit. Begitupun dengan Arjuna, entah kenapa ia merasa Mawar bisa memahami hidupnya yang sangat rumit.
"Tuan sudah mencarinya?" Tanya Mawar tanpa ragu.
"Bahkan saya sudah mencarinya ke seluruh pelosok kota, dan hasilnya tetap nihil" Jawab Arjuna tersenyum pilu. "Tapi tidak apa-apa, saya sudah memutuskan untuk menyerah. Biarkan saja, itu pilihan dia untuk pergi dari saya."
"Pasti dia mempunyai alasan dan seharusnya tuan tidak berhenti sampai disini"
"Ya tentu tapi jika hanya saya yang terus-menerus berjuang sendirian, lama-lama saya juga lelah mawar."
Menghembuskan nafasnya perlahan, mawar mengerti dengan situasi sang bos yang terlalu rumit. Tidak mudah memang mencari seseorang yang tidak ingin dicari. Namun apapun keputusan sang bos, mawar mengerti. Semua orang punya titik lelah dan pada akhirnya - menyerah.
"Semoga semuanya segera berakhir tuan dan apapun keputusan tuan saat ini, semoga menjadi pilihan yang tidak akan membuat tuan menyesal di kemudian hari. Tapi-"
"Apa?"
"Bagaimana kalau seandainya tuan sudah berhasil move-on, dia kembali? Apakah tuan akan memintanya kembali?"
"Maybe yes, maybe not. Saya tidak tahu karena mungkin saja tuhan akan mengubah perasaan seseorang. Siapa yang tahu, 'kan?"
Hm, benar juga.
Mawar, Mawar Maheswari. Wanita cantik berambut panjang itu adalah sekretaris pengganti Dion yang dipindah tugaskan ke luar negeri. Tadinya mawar bekerja di bagian keuangan, namun melihat kemampuan kerjanya yang sangat bagus, kepala devisi merekomendasikan Mawar untuk mencoba mempelajari menjadi sekretaris selama 3 bulan sebagai masa percobaan.
Dan selama itu juga, Arjuna dapat melihat kemampuan Mawar yang diatas rata-rata. Pekerjaannya selalu rapih dan memuaskan, dan pada akhirnya Arjuna memutuskan Mawar sebagai sekretaris nya sampai saat ini.
Awalnya Mawar menolak karena lamaran yang ia ajukan tidak sesuai jika untuk jabatan ini yang menurutnya sangat tinggi, namun karena Mawar tidak berani juga menolak saat Arjuna sendiri yang meminta - Mawar mengiyakan dengan sedikit tidak enak hati.
Tidak terasa mereka bercerita sampai 3 jam lamanya, dan sebentar lagi jadwal makan siang bersama komisaris Lee. Arjuna melihat arloji mahal nya, ia menoleh saat mendengar Mawar yang sedang menerima panggilan yang sepertinya dari komisaris Lee.
__ADS_1
"Baik sekretaris kimmy, kami akan berangkat kesana sekarang"
"Kami? Kenapa kau harus ikut? Siapa yang menyuruhmu-"
Mawar sedikit menjauhkan ponselnya ketika suara cempreng itu membentaknya, Arjuna yang melihatnya langsung berdiri dan mengambil alih ponselnya.
"Saya yang menyuruhnya untuk ikut, apakah ada masalah sekretaris Kimmy?"
Mungkin jika melihat, wajah sekretaris itu sudah pucat pasi mendengar suara dingin Arjuna. Mawar saja sampai takut jika bos nya sudah memasang wajah serius dan suara berat seperti itu.
"T-tidak tuan Arjuna. Baiklah kalau begitu saya tutup teleponnya"
Ck! Merepotkan saja.
"Ayo kita berangkat."
Tidak salah Arjuna mengajak Mawar untuk menemaninya, Mawar bisa menjadi tamengnya dari wanita gatal itu. Namun karena pilihannya juga, komisaris Lee menganggap jika ia dengan Mawar adalah sepasang kekasih.
Ya ampun.
"Kalian sangat cocok. Saya tunggu undangannya okay?" Goda komisaris Lee sebelum akhirnya pergi. "Saya pamit Arjuna, senang bertemu denganmu." Imbuhnya.
"Terima kasih tuan Lee, hati-hati dijalan."
Setelah mobil itu pergi, mereka memutuskan untuk pulang. Namun sebelum kembali ke rumah, Arjuna mengantarkan Mawar terlebih dahulu. Meskipun Mawar sempat menolak dan menyuruhnya menurunkannya di halte bus, Arjuna tidak mendengarkannya.
"Terima kasih tuan, maaf merepotkan Anda."
"Tidak apa-apa, anggap saja sebagai ucapan terima kasih saya karena kamu sudah melindungi saya dari wanita gatal itu."
Mawar terkekeh, lalu melambaikan tangannya setelah Arjuna berpamitan untuk pulang.
"Wah, pacar ya?"
Ya tuhan, hampir saja Mawar jantungan mendapati Cherry yang tiba-tiba ada dihadapannya.
"Mbak Cherry ih, ngagetin tau gak!"
"Hehehe sorry, abis nya merah tuh muka. Jatuh cinta kayaknya" Goda Cherry Menaik turunkan alisnya.
Mawar menatap Cherry malu, "Ih mbak apaan sih, siapa juga yang jatuh cinta." Kilah Mawar dengan wajah yang semakin merona malu. "Dimana si tampan, aku pengen unyel-unyel pipinya hih gemes banget aku!"
"Masih tidur, jangan diganggu Mawar!" Peringat Cherry tegas karena Mawar sering kali mengganggu Juna yang sedang tidur dan berakhir dengan Juna yang menangis. "Mbak mau buat kue pesanan ibu pengajian." Imbuhnya.
"Hehehe, ya sudah aku mau mandi dulu ya mbak, nanti aku bantuin. Untung aja aku pulang cepet hari ini"
"Iya"
Beruntung sekali Cherry dipertemukan dengan Mawar. Perempuan itu sangat baik dan suka membantunya untuk menjaga Juna saat hari libur. Terhitung sudah dua minggu Cherry tinggal disini, dan selama itu juga Mawar selalu membantunya. Bahkan kue bikinannya sering direkomendasikan oleh mawar kepada ibu-ibu kontrakan lainnya.
"Terima kasih tuhan karena lagi, aku selalu dipertemukan orang-orang baik."
🌻
...Semingguan lagi baby twins lahir, siapin kado nya double ya aunty-aunty online hehe....
...BONUS, ARJUNA SAMA MAWAR 😂...
__ADS_1