I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 104 - Bertemu teman


__ADS_3

Happy reading


🌻


Kedua wanita cantik itu sedang mengobrol disebuah restoran yang telah mereka janjikan saat ditelpon tadi. Mereka adalah teman saat SMP, Yona yang pernah tinggal di Jepang berteman baik dengan Aiko dan mereka sangat dekat satu sama lain.


Sejak Yona kembali ke Indonesia, mereka tidak pernah bertemu lagi. Yona saja tidak tahu jika Aiko sekarang tinggal di Indonesia, ia mengira jika Aiko masih di Jepang.


Sebelumnya mereka pernah bertemu saat tidak sengaja saling bertabrakan saat sedang berbelanja di supermarket, keduanya begitu terkejut sampai Yona yang tidak mengenali Aiko.


"Bagaimana kau bisa tinggal disini? Apakah kau menikah dengan orang Indonesia?"


Yona bertanya setelah meminum latte nya. Nampaknya wanita itu begitu penasaran tentang semuanya.


"Tidak! Aku menikah dengan orang Amerika. Kami bertemu saat kuliah disana dan kebetulan kami memang dijodohkan oleh kedua orangtua masing-masing." Jawab Aiko yang membuat Yona tercengang.


Lalu apa hubungannya dengan dia yang bisa tinggal di Indonesia?


"Lalu?"


Nampaknya Yona masih kebingungan dengan penjelasan Aiko.


"Keluarga suamiku ada yang berasal dari Indonesia. Aku tinggal disini hanya sementara, selama proyek yang sedang suamiku jalani selesai"


Yona mengangguk paham. Oh! Begitu ternyata.


"Bagaimana denganmu, Yona? Kau semakin cantik" Puji Aiko.


Yona tersipu malu mendengarnya.


"Bagaimana apanya? Aku ya tetap seperti ini. Yona yang cerewet dan banyak bertanya"


Keduanya sontak tertawa.


"Aku yakin jika gendang telinga suamimu sudah rusak"


Yona memasang wajah sebal, berdecih mendengar ejekan yang selalu Aiko tunjukkan kepadanya.


"Begini juga Rayhan cinta mati denganku, tau!"


Rayhan merupakan suami dari Yona seingat yang Aiko tau. Dia tidak pernah bertemu secara langsung, tetapi cukup sering melihatnya dari layar televisi karena suami Yona merupakan menteri negara yang cukup terkenal.


"Bagaimana dengan suamimu? Apakah dia betah mempunyai istri dingin layak es batu sepertimu?" Yona balik meledek Aiko.


"Kau tahu?"


"Apa? Bicaralah yang benar, Aiko! Kau membuatku penasaran saja!"

__ADS_1


"Hahaha. Oke baiklah. Kau tahu? perjodohan ini adalah ide gilanya"


"APA?" Teriak Yona tidak percaya.


"Semua ide perjodohan ini adalah keinginan Samuel."


"Kenapa bisa?"


"Karena aku terus menolaknya saat itu tetapi dia terus saja mengejar ku. Gila! Dan kau tau apa yang lebih gila? Dia pernah mencium ku tepat dihadapan dosen!"


"ASTAGA!"


Yona tidak bisa membayangkan segila apa dulu suami sahabatnya itu.


"Tapi karena sifat gilanya itulah yang membuatku mulai jatuh cinta"


"Drama sekali perjalanan cinta kalian"


"Bukan hanya kau yang mengatakannya, putriku juga! Bahkan dia berniat membuat novel tentang perjalanan cintaku dan Samuel"


"Anakmu perempuan?"


Aiko mengangguk.


"Iya, dia baru masuk kuliah" Sahut Aiko


Seketika mata Yona berbinar, membayangkan akan secantik apa anak sahabatnya itu.


"Aku baru memiliki 1 putra dan sepertinya akan tetap satu karena aku tidak bisa memiliki anak lagi" Kata dokter yang pernah menangani penyakit rahim yang dialaminya dulu. Pendarahan yang hebat yang membuat dokter terpaksa melakukan histerektomi atau pengangkatan rahim.


Air muka Yona berubah muram, Aiko menyesal telah menanyakan hal itu. Ia mengusap lembut tangan Yona lalu memberikan semangat untuknya.


"Tidak apa-apa. Tuhan tau yang terbaik untuk umatnya. Aku pun sama, hanya satu meskipun semuanya baik-baik saja" Ujar Aiko.


"Ku kira kau sudah mempunyai lebih dari tiga" Yona tertawa.


"Yang benar saja!"


Yona hanya tertawa menanggapinya.


"Bagaimana kalau kita makan malam bersama? Bukankah kita perlu memperkenalkan anak-anak kita?"


Aiko mengangguk. Bukan ide buruk, 'kan? Pikirnya.


"Tapi aku tidak yakin dia bisa"


Apalagi sekarang Grizelle sudah mempunyai suami. Aiko tidak yakin jika Bayu menginginkannya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Karena dia sudah me-"


"Sebentar, Aiko. Suamiku menelpon!"


🌻


Hari ini adalah hari pertama dimana Grizelle menjadi seorang mahasiswa jurusan bisnis. Keinginan untuk masuk dalam jurusan kedokteran tidak Grizelle wujudkan karena sebuah alasan; alasan dimana keinginannya untuk membantu suaminya mengurus perusahaan nanti.


Kasihan, kata setiap Grizelle melihat suaminya begitu kelelahan mengurus 2 perusahaan sekaligus. Meskipun ada Andra; kepercayaan suaminya yang membantu, tetap saja Grizelle tidak tega.


"Sayang?"


Panggilan dari suaminya buat Grizelle yang sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya menoleh.


"Kenapa, mas?" Jawab Grizelle.


"Hari ini mas gak bisa jemput. Gak apa-apa? Andra bilang ada meeting sama klien dari Australia hari ini"


"Gak apa-apa, mas. Nanti aku bisa nebeng abang atau jemput supir"


"Oke kalau begitu"


Grizelle tersenyum.


"Memangnya mas pulang jam berapa?"


"Belum tentu, sayang. Bisa jadi mas lembur hari ini"


Dan inilah alasan lain yang buat Grizelle tidak tega. Suaminya kerap lembur setiap hari jika pekerjaan kantor sedang banyak-banyak nya.


"Mas? Jangan kecapekan, ya? Aku takut mas sakit"


Bayu tersenyum.


Menarik tubuh sang istri untuk didekapnya.


"Terimakasih untuk rasa perduli nya, sayang"


Selesai sarapan, Bayu segera mengantarkan istrinya ke kampus karena memang kebetulan ada mata kuliah jam 9 pagi ini.


"Kalau ada apa-apa, kabari mas ya?"


Grizelle mengangguk sebelum akhirnya keluar dari mobil tersebut.


Setelah memastikan mobil suaminya sudah menjauh, Grizelle memilih menuju perpustakaan karena jadwal akan berlangsung satu jam lagi. Dan tanpa Grizelle sadari, ada sepasang mata yang tidak pernah lepas memperhatikannya sejak kedatangannya tadi.

__ADS_1


🌻


Siapa dia? 👀


__ADS_2