
Happy reading:)
🌻
Akhirnya setelah beberapa Minggu tertunda, hari yang akan menjadi bersejarah dalam hidupnya tiba juga. Dalam kediaman Bagaskara, keluarga dari berbagai kota maupun negara sudah berkumpul. Ada yang dari Bandung, Jogjakarta maupun Korea. Mereka semua memilih bermalam disana daripada menginap di hotel.
"Pastikan semuanya sudah siap. Jangan sampai ada yang tertinggal satupun. 20 menit lagi kita akan segera berangkat!" Seru nyonya pemilik rumah; Raisha. "Oh astaga! Where's Bayu? Arjuna! Tolong kamu check ke kamarnya!"
Pemuda yang baru masuk ke universitas ternama di Korea itu mengangguk, segera berjalan menuju lantai dua dimana kamar sepupunya berada.
"Are you ready, brother?"
Arjuna; si pemuda itu mendudukkan dirinya pada sisi ranjang. Memperhatikan kakak sepupunya sedang merapikan kembali pakaiannya.
"Mama Raisha sangat cerewet!" Imbuhnya.
Mendengar aduan Arjuna, Bayu tertawa; jelas terlihat dari pantulan cermin.
"Kapan kau datang?"
"2 hari lalu"
Bayu mengangguk paham.
"Kau tahu?" Kata-kata Arjuna buat Bayu menoleh, "Saat mami memberitahukan bahwa kau akan melamar gadis SMA, aku hampir dikeluarkan dari kelas karena refleks mengumpat dihadapan dosen. Sialan! Aku benar-benar tidak menyangka bahwa selera mu adalah gadis-gadis belia. Tapi-- apakah kau yakin dengan pilihanmu?"
"Pilihan mama Raisha kalau kau ingin tau"
"What the f***, bro?! Wait- jangan bilang kalau-"
"Yes, Arjuna. Saya dijodohkan dan kebetulan saya suka, why not?"
"Gila! Kau setuju-setuju saja?"
"Ya. Because I love her"
"Tapi kalian di jodohkan! Kau tahu sendiri banyak akhir kisah menyedihkan dari perjodohan"
"Berhenti membaca novel dan keluar sana! Cari pacar sana. Dasar jomblo!"
"Why not dengan jomblo? Aku happy, tuh!"
"Happy tapi kalau Alaska bawa pacar ke rumah mengeluh dan mengadu kalau mereka tidak menghargai jomblo"
Sindiran Bayu buat pemuda itu jengkel. Tidak Bayu, tidak Alaska; kakaknya sama saja!
Memilih mengabaikan Arjuna dengan omelan nya, Bayu kembali menatap dirinya didepan cermin. Bibirnya tersenyum, hatinya berdegup kencang dengan perut yang terasa di gelitiki banyak kupu-kupu.
Hari ini; hari dimana Bayu akan berkomitmen dihadapan keluarga besarnya untuk ke tahap yang lebih serius bersama pilihan hatinya; Grizelle Jovanka, gadis yang sama sekali tidak terbayang akan hadir dalam hidupnya dan gadis yang akan menjadi pendamping hidupnya kurang dari 7 bulan lagi.
"Tampan sekali putra mama"
Bayu menoleh, mendapati mama Raisha menatap bangga pada dirinya.
"Kamu benar-benar sudah dewasa, Bayu. Kamu tumbuh menjadi pria yang hebat, juga bertanggung jawab. Maaf karena sebelumnya mama sempat mengatur asmara kamu, tetapi satu hal yang harus kamu tahu bahwa seorang ibu sangat ingin anaknya mendapatkan wanita yang bisa memberi cinta dan perhatian sebaik dirinya, seperti mama.
Mama juga ingin kamu bersama dengan seseorang yang kamu cintai sepenuh hati. Seseorang yang dapat membuatmu lebih baik, secara emosional, intelektual dan secara seksual. Seseorang yang kamu pilih tidak dapat mengubah mu, tapi dia bisa membantu mengubah dirimu menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Mama mempersiapkan perjodohan ini karena mama yakin, Grizelle adalah gadis yang tepat untuk kamu. Dia tidak hanya mencintai kamu tetapi dia juga mencintai mama dan seluruh keluarga kita. Semoga setelah kalian resmi bertunangan, jadilah seorang kekasih sekaligus sahabat untuknya - Sahabat yang selalu berbagi hal-hal paling kecil hingga rencana terbesar dalam hidup kalian.
__ADS_1
Dan, jadilah seseorang yang siap berbagi impian bersama. Meskipun berbeda, tetapi apapun itu kamu harus mendukungnya selama itu tidak berdampak pada hubungan kalian. Itulah keinginan mama, semua yang terbaik untuk anaknya.
Mama mencintai kamu sebesar langit dan bumi"
Bayu tidak pernah menangis sebelumnya jika itu tidak terlalu berpengaruh pada hatinya. Ia termasuk pria paling hebat dalam menyembunyikan perasaannya. Namun mendengar pertama kali sang mama menasehatinya, Bayu tidak bisa menahannya, tidak bisa berkata apa-apa bahkan saat mama Raisha memeluknya.
"Ingat pesan mama ya, sayang? Kita harus berangkat sekarang"
🌻
Deretan kursi-kursi cantik berwarna peach didekorasi warna serupa dengan berbagai bunga begitu indah memanjakan siapa saja yang melihatnya.
Di dalam kamarnya, Grizelle sedang menunggu. Jantungnya berdetak kencang ketika suara dari seseorang menginterupsi nya untuk ke luar.
"I'm so nervous. How do I look, Megan? Isn't this too much, I'm afraid it looks weird"
Megan tersenyum, membenarkan kembali gaun kebaya full Payet bertabur gradasi berwarna peach itu.
"Apapun yang berhubungan dengan Grizelle akan selalu terlihat sempurna. Stay relaxed, you just have to say accept it or not"
"Dan tentu aku akan menerimanya"
Keduanya tertawa sampai Aiko masuk dan memanggil Grizelle untuk keluar.
Didepan sana seseorang sedang menjelaskan tujuan mereka datang; lebih tepatnya Theo sebagai kepala keluarga sedang menyampaikan jika kedatangannya kesini untuk mewakilkan sang putra yang akan mengajak putri dari pemilik rumah untuk berkomitmen dalam sebuah hubungan.
Acara berlangsung haru ketika pihak keluarga wanita menerima dengan tulus niat baik mereka. Sang MC memanggil kedua sejoli maju ke depan untuk menyematkan cincin pada jari manis pasangan dengan diiringi suara tepuk tangan dari kedua keluarga.
Usai cincin itu terpasang, suasana mendadak hening ketika Bayu meminta mix.
"Grizelle"
Bayu genggam erat tangan gadisnya; tunangannya.
Suasana mendadak haru.
"Grizelle. Jika orangtuamu sudah menjaga kamu selama 18 tahun, bolehkah saya menggantikan posisi mereka untuk menjaga dan membahagiakan kamu seumur hidup saya?
Saya datang kesini bukan hanya untuk diri saya sendiri, melainkan untuk kamu yang suatu saat nanti akan menjadi prioritas dalam hidup saya setelah Tuhan. Saya juga ingin menjadikan kamu perhiasan terindah dalam hidup saya yang kelak akan bersama mengarungi Titian menuju surga-Nya, menggapai keberkahannya.
Ijinkan saya dengan segala perasaan yang dititipkan tuhan membuat pengakuan dengan segenap ketulusan didepan keluarga saya maupun keluarga kamu; dengan nama tuhan, dihadapan tuhan juga semuanya, saya memohon, jadilah pendamping hidup saya selamanya, Grizelle Jovanka"
Tanpa ragu dan dengan hati yang sungguh-sungguh, Grizelle mengangguk yakin bahwa dia bersedia.
Kini antara guru dengan sang murid itu telah resmi bertunangan. Kedua belah pihak juga sudah memutuskan bahwa pernikahan mereka akan dilaksanakan enam bulan dari sekarang setelah Grizelle lulus.
Meskipun terjadi sedikit perdebatan diantara papa Theo dengan Bayu, tetapi semuanya sudah sepakat jika seminggu setelah Grizelle lulus, acara pernikahan tersebut akan digelar secara mewah.
"Kenapa sih tidak ada yang setuju?"
"Mulai!"
"Padahal mas ingin dipercepat saja"
"Jangan gila kamu ya, mas! 3 Bulan lagi aku ujian!"
"Ya terus? Dimana salahnya?"
Ya Tuhan!
__ADS_1
"Mas!" Grizelle berikan tatapan galak, "aku gak mau ya ada berita 'Seorang pelajar hamil mengikuti ujian nasional. Di duga si pelaku adalah gurunya sendiri' MAU DI TARUH DIMANA MUKA AKU?!"
Gemas! Bayu cium kedua belah pipi gembul Grizelle.
"Emang ada berita seperti itu, ya? lucu banget!"
"Ada. Kalau kamu tetap ngotot nikahin aku Minggu depan!"
Keduanya sedang memisahkan diri dari kerumunan keluarganya yang sedang menyantap berbagai jamuan yang sudah disuguhkan. Duduk pada ayunan rotan, dengan tangan saling menggenggam.
"Sayang" Grizelle menoleh, menatap wajah tampan dihadapannya. "Terimakasih karena sudah menerima perjodohan ini"
Perjodohan, ya?
Grizelle sampai lupa kalau mereka adalah korban keegoisan orangtuanya. Dia kembali mengingat saat perseteruannya dengan sang ayah untuk menolak perjodohan tersebut.
"Kamu tau gak, mas? Aku sampai bertengkar dengan daddy"
"Kenapa?"
"Karena pada saat daddy mengatakan akan menjodohkan aku, sejujurnya aku sedang tertarik dengan seseorang"
Bayu menatap Grizelle dalam, "siapa?" tanyanya penasaran. Karena saat itu, Bayu sering melihat Grizelle bersama pemuda bernama Nathan; muridnya dari kelas 12B.
"Dia," Grizelle mengangkat tangannya untuk usap sebelah wajah Bayu, "orang yang kini ada dihadapan aku sendiri, guruku sendiri. Aku sampai galau setiap malam"
Bayu tertawa pelan, mencubit gemas hidung mancung tunangannya. Ternyata bukan hanya dirinya yang merasa galau pada saat perjodohan itu terucap, nyata nya Grizelle juga.
"Tapi untungnya kita berakhir bahagia dan sekarang kita selangkah lebih serius. Ternyata tidak semua akhir perjodohan itu menyedihkan, ya? Buktinya kita bahagia"
Keduanya tertawa, larut dalam obrolan masa-masa mereka saat pertama berjumpa; Grizelle di buat terpesona dan Bayu yang cinta pada pandangan pertama.
🌻
Satu jam yang lalu Bayu dan semua keluarganya sudah berpamitan pulang. Sekarang gadis itu kelaparan karena tadi terlalu sibuk menghampiri keluarga dari tunangannya.
Satu piring nasi berisi lauk lengkap sudah tersaji, Grizelle harus cepat mengeksekusi karena ini sudah malam dan besok dirinya harus bersekolah.
Saat sendok ke 3 makanan tersebut masuk kedalam mulutnya, seseorang datang menghampirinya.
"Dikira sudah pulang?!"
Pria itu menggeleng, menatap Grizelle begitu dalam.
"Apa?!" Aneh Grizelle dengan tatapan pria tersebut.
"Gue di langkahin sama adik sendiri? Serius, Grizelle?!"
Tawa Grizelle meledak saat itu juga. Pria itu; Leon berdecak sebal. Dia yang lama pacaran, kenapa malah adiknya yang lamaran?
"Makanya kalau cinta itu lamar, bukan ngamar!"
Tak!
"What kind of man do you think I am? Abang itu masih suci dan belum menodai wanita manapun tau!"
Karena bagi Leon mencintai itu menjaga, bukan merusak. Dia juga penganut 'Not having *** before marriage'. Jadi meskipun pacarnya seorang model, dia tidak pernah berbuat melebihi batas atau kepalanya akan ditebas.
"Unbelievable"
__ADS_1
"Serius! Ya meskipun hampir dikit"
"ASTAGA ABANG!"