I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 68 - Merasa bersalah


__ADS_3

Happy reading


🌻


Menyanggah dagu dengan kedua telapak tangannya, kenapa selalu saja seperti ini. Dulu saat masih SMP, ia juga harus mengalah demi sahabatnya dan sekarang?


Huh, kepala ini rasanya sangat penat sekali memikirkan ancaman-ancaman dari Fiona, kenapa perempuan itu tidak sadar juga jika Bayu saja tidak menyukainya sama sekali.


Tidak malu 'kah dia?


Ck!


"Dasar, pelakor Indonesia serem-serem!" Desisnya kesal.


"Belum yang di boutique gak tahu deh tuh namanya siapa, terus mbak Khanaya pake ikut-ikutan segala lagi. Resiko punya calon suami oppa-oppa Korea keturunan serbuk berlian tuh gini gak enaknya, banyak fans nya!" Imbuhnya. Bayu yang sedari tadi berdiri disebelahnya mengerinyitkan alisnya heran, kenapa gadisnya terus berbicara sendiri. Tidak mungkin 'kan dia...


"Grizelle"


Griz yang sedang melamun tersentak kaget saat suara bariton itu terdengar begitu jelas ditelinga nya. Ia menoleh kaku, lalu menyengir karena ketahuan tidak fokus mengikuti pelajarannya


Mengangkat tangannya lalu membentuk huruf V sebagai tanda perdamaian "Sorry" Bayu hanya menggelengkan kepalanya lalu duduk kembali ke tempatnya dan mengakhiri pelajarannya


"Oke, cukup sampai disini pelajaran kita hari ini. Sebulan lagi kalian akan ujian, belajar lagi dengan giat!" Ujar Bayu seraya membereskan buku dan juga laptopnya


"Pak, Adain belajar kelompok boleh?" Usul seorang siswi berkacamata yang duduk didepan.


"Boleh, itu lebih bagus! Kalian atur saja" Sahutnya dan semua murid mulai berdiskusi bersama. Tapi tidak dengan Grizelle, ia nampak melamun kembali dan terus memikirkan Megan. Karena dirinya lah penyebabnya kecelakaan


"Megan maafin aku, gara-gara aku kamu jadi korbannya" Gumamnya dalam hati, Griz nampak murung sehingga Shawn merasa khawatir melihatnya


"Kenapa?" Tanyanya seraya duduk disebelahnya


"Aku ngerasa bersalah banget sama Megan, apalagi denger kata-kata si Bryand yang bilang gara-gara aku Megan jadi kecelakaan" Ujarnya menjelaskan tentang apa yang mengganggu pikirannya saat ini. Kata-kata Bryand terus berputar-putar dipikirannya dan membuatnya terus merasa bersalah.


"Itu sudah jalan Tuhan, you don't blame yourself. Ok?"


"Tapi 'kan tetep aja-"


Belum sempat Griz menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba murid kelas sebelah memanggilnya dan mengatakan, "Grizelle, dipanggil pak Bayu!" Teriaknya dari ambang pintu.


Gadis itu hanya mengangkat jempolnya.


"Mau apalagi sih tuh laki, belum cukup apa tadi aku ditahan selama jam istirahat"


Belum cukup? Kenapa kata-kata Grizelle begitu terdengar ambigu sih


"Ck! gak tahu tempat banget calon laki loe!" Cebiknya sebal karena Bayu terlalu sering memanggil adiknya ke ruangannya, tidak tahu apa jika semua murid saint Peterson sudah mencurigai mereka. Tetapi laki-laki itu tetap saja mengabaikannya dan masabodo, meskipun sudah sering Grizelle memperingatinya.


Mentang-mentang anak pemilik yayasan, sesukanya!


"Shut up, jomblo no comment!" Griz menjulurkan lidahnya, meledek Shawn yang memang masih berstatus jomblo setelah Janinne memutuskan hubungannya

__ADS_1


Shawn sudah bersiap melayangkan tangannya untuk menjitak kepala adiknya, namun dengan cepat Griz menghindar dan berlari.


"Ck! single gue, bukan jomblo!" Protesnya tidak terima, tapi memang benar juga sih


"Kampret banget punya Adek cewek satu-satunya gak ada akhlak!" Imbuhnya kesal.


Laki-laki itu kembali ke tempatnya bergabung bersama teman-teman lainnya yang sedang berdiskusi tentang belajar kelompok menjelang ujian Nasional sebulan lagi. Tiba-tiba ponselnya bergetar dan tertera nama seseorang disana


xXx ; [Gue dibandara!]


Shit!


"Mau ngapain sih tuh bule kesini"


Shawn tidak membalasnya, pasti orang itu akan menumpang di apartemennya mengingat Minggu lalu dia mengatakan akan ke Indonesia untuk liburan, Shawn kira dia hanya bercanda namun nyatanya serius.


Huh, semoga saja tidak terjadi apa-apa


Menyimpan kembali ponselnya, ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Grizelle jika gadis itu mengetahuinya. Bukannya apa, tetapi itu akan menjadi masalah untuk semuanya. Haruskah Shawn mengatakannya sekarang, atau biarkan saja?


Argh!


🌻


Sudah beberapa kali laki-laki berkemeja soft brown itu melihat jam tangannya, ternyata sudah 10 menit lebih dirinya berdiri diparkiran menunggu gadis pujaan hatinya.


"Kemana sih belum keluar juga?" Keluhnya. Padahal gadis itu sudah memberitahu jika dirinya akan telat pulang karena harus membahas dulu belajar kelompok dirumahnya besok, tetapi tetap saja laki-laki itu menunggunya.


Senyumnya mengembang begitu manis saat orang yang ditunggunya sudah terlihat, ia melambaikan tangan, mengisyaratkan gadis itu untuk mendekat,


Namun saat Griz akan menghampirinya, tiba-tiba teman-temannya mengajaknya mengobrol


Ck!


Ada saja gangguan. Ponsel yang berada disaku celanannya ia ambil, lalu menelponnya.


"Hallo sayang"


"Iya mas"


Griz nampak melihat ke arahnya lalu tersenyum, begitu juga dengan Bayu.


"Nanti malam mas jemput jam 7"


"Mau kemana?" Heran Griz, mau mengajaknya kemana lagi laki-laki itu


"Jalan-jalan malam doang, udah lama 'kan?"


Oh


"Ya sudah, mas ijin ya sama daddy-mommy!"

__ADS_1


"Siap, mas ke kantor dulu. Love you"


"Me too"


Setelah mengakhiri panggilannya, Bayu segera melajukan mobilnya untuk pergi ke kantor. Sebelum pergi ke Bali selama seminggu, ia harus menyelesaikan semua kerjaannya dikantor agar tidak menumpuk jika dia kembali.


Tidak heran jika seorang Bayu Aji Bagaskara datang ke kantor pasti semua mata perempuan yang melihatnya terkagum-kagum. Tidak terkecuali perempuan berbibir sexy itu yang baru diterima bekerja di bagian Accounting 2 hari yang lalu.


Khanaya Azhaliyah, wanita berambut panjang bergelombang itu begitu senang saat melihat laki-laki yang menyerempet nya sedang berjalan ke arah lift, ia terus memperhatikan Bayu dengan lekat sampai tidak menyadari jika teman nya memanggilnya berulangkali.


"Naya, woy!" Teriaknya kesal karena perempuan itu terus diam saat dipanggil.


Khanaya terkaget-kaget, ia menoleh kesal pada temannya itu, "Sumpah, gue kaget ya Briana!" Dengkusnya kesal. Ck! mengganggu saja, dia 'kan sedang melihat pangeran lewat tadi.


"Lagian, gue panggil-panggil gak noleh, budek loe!"


"Enak aja, gue lagi lihat pangeran datang tadi, loe malah ganggu aja!" Sangkalnya. Yang benar saja perempuan secantik itu budek, Briana memang menyebalkan!


"Siapa, pak Bayu?" Tebak Briana yang mendapat anggukan manis dari Khanaya hanya


"Siapa lagi"


"Dia udah punya calon istri, cantik dan masih muda. Mustahil tertarik sama kita-kita"


"Jangan pesimis gitu lah, selama undangan belum tersebar boleh ko ditikung"


"Yee dasar!"


Khanaya hanya tersenyum, benar 'kan apa kata-katanya tadi?


Harus yakin dan terus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, jangan putus asa. Setidaknya meskipun kita gagal, tetapi jika sudah mencoba semuanya tidak penasaran. Dan tahu kapan harus terus maju dan mundur.


"Udah siap belum laporan keuangan?" Tanya Briana, untung ia ingat saat pak Andra memberitahukannya jika Presdir meminta laporan bulan ini.


"Nanti setengah jam lagi ke ruangan Presdir, dia mau check langsung" Imbuhnya. Khanaya memekik girang, tentu saja dia begitu bahagia karena dirinya akan bertemu dan bertatap muka lagi dengan sang pemilik perusahaan ini.


"Siap!" Sahutnya bahagia, Briana yang melihatnya bergidik geli melihat respon dari temannya.


Grizelle Jovanka



Bayu Aji Bagaskara



🌻


Ya ampun aku bener-bener males mikir, haha. Maaf ya kalau dikit dan boring hehee


Okey, jangan lupa tekan gambar jempol sampai jadi merah ya, terimakasih semuanya 🤗

__ADS_1


__ADS_2