I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 76 - Melepas rindu


__ADS_3

Happy reading


🌻


Dari wangi parfum nya Griz yakin itu bukanlah Bayu dan benar saja, ketika ia menoleh ternyata itu adalah Jeno, iya, Griz lupa jika hari ini laki-laki itu akan kembali ke Amerika setelah berpamitan kemarin.


"Jeno"


Laki-laki itu tersenyum, ia menyimpan kopernya dan duduk berhadapan dengan Griz yang nampak kaget dengan keberadaannya.


"Tadi aku lewat, gak sengaja lihat kamu disini" Ujar Jeno. Griz menatap wajah Jeno yang ada beberapa lebam yang sudah dipastikan itu gara-gara Leon yang memukulinya kemarin.


"I'm sorry on behalf of my brother, Leon. he-"


(Aku minta maaf atas nama bang Leon, dia-)


"It's okay, I understand he still hates me a lot"


(Gak apa-apa, aku paham dia masih sangat membenci aku) Potong Jeno seraya tersenyum.


Jeno terus memperhatikan wajah gadis itu, gadis yang selalu dicintainya. Gadis yang mampu membuat dirinya merasakan apa itu kebahagiaan saat kedua orangtuanya hanya sibuk dengan pekerjaan nya dan gadis yang sudah hampir ia rusak karena kecerobohannya. Dia sangat menyesali semua itu.


Dan andai itu tidak terjadi, mungkin mereka masih bersama sampai saat ini.


Dan, mungkin juga ini terakhir kalinya Jeno melihat Griz untuk sedekat ini karena sebentar lagi gadis itu akan menjadi istri seorang pengusaha yang Jeno sendiripun sangat mengetahui laki-laki tersebut.


Ah, beruntung sekali dia bisa mendapatkan gadis sebaik Griz dan betapa bodohnya jeno sudah membuat semuanya hancur dulu.


"Thanks"


Jeno hanya tersenyum, tangannya mengusap lembut pipi Griz, "Aku pergi, kamu baik-baik disini, jika laki-laki itu menyakitimu tolong katakan padanya jika aku akan merebutmu kembali" Keduanya terkekeh sampai suara panggilan untuk keberangkatan Amerika terdengar, Jeno kembali mengucapkan perpisahan terakhirnya.


"Aku akan selalu mencintai kamu, adik kecil!" Teriaknya seraya melambaikan tangan.


Griz kembali tertawa, "Bye kakak, be careful"


🌻


"Do you Miss me?" Bayu yang baru datang merentangkan tangannya sehingga Griz dengan sedikit berlari segera memeluk laki-laki yang sudah 7 hari tidak dilihatnya.


"No, you always call me every night."


(Tidak, mas selalu menelponku setiap malam)


Seketika Bayu melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis itu tidak percaya, benarkah? Tapi kenapa dia memeluknya begitu erat?


"Is it true?" Tanya Bayu dengan raut wajah yang terlihat sedih


Gadis itu malah tertawa, kembali memeluknya dengan erat.


"Kangen lah, masih nanya lagi!"

__ADS_1


Bayu tersenyum, semakin mengeratkan pelukannya. "Pulang yuk?" Griz menganggukan kepalanya


"Mas sendiri, kak Andra dimana?" Tanya Griz setelah melepaskan pelukannya, ia celingukan mencari keberadaan laki-laki yang mendapatkan julukan jomblo sejati itu.


"Udah pulang duluan" Sahut Bayu seraya merangkul Griz lalu mengajaknya segera pulang.


"Terus mas kenapa engga ikut, malah nyuruh aku jemput?" Heran Griz.


"Kangen sayang"


Ck!


Setiap hari bilang kangen terus, padahal hampir setiap waktu laki-laki itu menelpon menanyakan kabarnya dan bahkan setiap malam pula ia mengajaknya video call, tetapi tetap saja 'kangen'


Kini mereka sudah berada didalam mobil Griz. Gadis itu mengambil alih kemudi karena tahu jika calon suaminya pasti lelah setelah perjalanan bisnisnya dari Bali.


"Belok kiri, sayang"


"Mas gak pulang ke rumah mamah Raisha?" Tanya Griz seraya mengikuti arahan Bayu yang menyuruhnya berbelok ke arah apartemenya


"Ke apartement dulu, ya? nanti baru ke rumah mamah"


"Oke"


Griz hanya menurut saja, menyetir dengan fokus dan sesekali menanyakan tentang pekerjaan laki-laki itu selama berada di Bali, sampai tidak terasa jika mobil yang mereka tumpangi sudah sampai.


Mereka turun dari mobil dengan disapa oleh beberapa orang staf nya yang bekerja di perusahaannya, yang kebetulan juga berada dalam satu apartemen dengannya.


"Hm"


Orang itu terus mencuri pandang pada Griz sehingga Bayu muak melihatnya, lantas ia menarik tangan Griz dan membawanya cepat masuk ke dalam lift, meninggalkan orang-orang yang mulai berbisik-bisik membahasnya.


Pasalnya baru pertama kali seorang Bayu Aji Bagaskara yang terkenal sangat dingin membawa seorang gadis ke apartement nya


"Siapa sih cewek yang sama pak Bayu?" Bisik perempuan itu tidak suka. Apalagi ketika melihat wajah gadis itu yang sangat cantik dan dirinya merasa sangat tidak pantas ingin bersaing dengannya


"Gak tahu, ceweknya kali" Sahut temannya yang sama-sama tidak suka melihat bos nya bersama dengan perempuan lain.


"Masa sih, itu masih kecil loh"


"Iya juga sih, masa adek nya. Pak Bayu 'kan anak satu-satunya keluarga Bagaskara"


"Aduh, masa sih ceweknya" Mulai panik dan tidak menerima jika gadis itu adalah benar-benar kekasih bos nya.


Sedangkan Griz, "Itu siapa sih mas. Ngeliatin aku kayak yang mau makan aku tahu gak!" Cebiknya sebal.


"Mas juga mau makan kamu sayang, boleh?"


Griz yang baru saja masuk ketika pintu itu terbuka tiba-tiba saja tangannya dituntun dengan lembut oleh Bayu menuju kamarnya yang berada dilantai atas, disitu, Griz mulai merasa tidak enak hati. Apalagi melihat tatapan mata sang calon suami yang begitu menggoda.


"Mas kenapa kita ke ka-"

__ADS_1


Tubuhnya terdorong membentur tembok, bibirnya tidak bisa berkata apapun lagi karena Bayu sudah membungkamnya dengan ciuman lembut yang baru pertama kali Griz rasakan selama berhubungan dengannya.


Ciuman yang penuh dengan gairah dan Griz pun mulai terbawa suasana.


Seakan sedang melepaskan rindu, keduanya nampak hanyut dalam ciuman yang begitu panas.


Griz sudah dewasa, apalagi Bayu. Ia cukup paham dengan apa yang dilakukan calon suaminya itu adalah bentuk kenormalan seorang laki-laki.


Bayu mengiring Griz ke tempat tidur, membaringkannya perlahan dengan bibir mereka yang masih menyatu.


Astaga, Griz mulai was-was, ia berharap jika Bayu bisa menahan dan mengendalikannya. Bagaimanapun juga Griz sudah berjanji tidak akan melakukannya selama mereka belum sah di mata tuhan dan hukum.


"Mas" Griz berusaha memanggil Bayu hanya sekedar ingin mengingatkannya saja jika laki-laki yang sedang berada diatasnya itu tidak hilang kendali. Namun Bayu tidak memberikan Griz kesempatan untuk berbicara, laki-laki itu malah semakin memperdalam ciumannya.


"Ah"


Griz menahan desahannya saat bibir laki-laki itu bergerak menyusuri leher jenjangnya, menghisapnya sehingga meninggalkan jejak cinta disana.


"Mas" Panggil Griz susah payah agar tidak semakin terbuai dengan sentuhan-sentuhan kekasihnya.


"Apa sayang?" Sahut Bayu dengan suara berat, seperti sedang menahan sesuatu.


Griz menggelengkan kepalanya, menangkup kedua sisi wajahnya dan menatap mata sayu laki-laki itu lekat dengan. "Jangan!"


Keduanya saling menatap dengan deru nafas yang memburu, "Jangan apa hem, mas gak akan melakukannya."


"Promise?"


Laki-laki itu tidak menjawab, ia hanya tersenyum dan melanjutkan kembali aktifitasnya.


Bayu paham dengan yang diucapkan gadisnya tadi, ia hanya ingin melepaskan semua kerinduannya saja. Tidak mungkin Bayu melakukan hal tidak wajar pada gadis yang masih berstatus muridnya itu, dia juga memikirkan hal apa saja yang akan terjadi jika itu terjadi.


Dan itu sangat menyeramkan!


Meskipun itu sangat sulit, karena sesungguhnya Bayu adalah laki-laki normal yang tidak selalu bisa menahan hasratnya, apalagi pada gadis yang sekarang berada dalam kungkungannya itu begitu menggoda.


Namun Bayu berusaha sekuat mungkin untuk menahannya agar gadisnya tidak kecewa.


Bayu Aji Bagaskara



Grizelle Jovanka



🌻


Gimana kalau mereka khilaf, saran dong aku harus gimana ? 😂


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)

__ADS_1


__ADS_2