
Happy reading
🌻
"GRIZELLE!" Teriak seseorang yang baru datang dari arah pintu, wajahnya terlihat sangat marah. Apalagi melihat orang yang hampir membuat Grizelle... Argh sialan, dia sangat membenci laki-laki itu.
"Bang Leon!"
Leon langsung mendekati Jeno, menarik kerah baju laki-laki itu dan melayangkan pukulan keras pada rahang kirinya sampai Jeno tersungkur.
"Mau apa loe nemuin Adek gue lagi, HAH?" Bentaknya kembali menarik kerah baju Jeno, membangunkannya dengan kasar dan menyudutkannya pada tembok.
"MAU BIKIN ADEK GUE GILA?"
"BELUM PUAS LOE UDAH BIKIN GRIZELLE DEPRESI KARENA PERBUATAN LOE YANG HAMPIR... ARGH!"
"CIH! GUE AJA JIJIK NGOMONGNYA!"
Grizelle hanya bisa diam, ia tidak berani melerainya bahkan mengeluarkan sepatah katapun ia takut. Leon sangat menakutkan sekali ketika marah seperti itu.
"Bang-"
"DIAM GRIZELLE!" Bentaknya tanpa ingin diganggu.
"Arion, I am only here to apologize to all of you, I have no other meaning than that" Jeno berusaha menjelaskan semuanya jika kedatangannya ke Indonesia hanya untuk meminta maaf kepada Grizelle, tidak bermaksud lain. Namun Leon tidak begitu saja mempercayainya, ia masih ingat saat Griz terus berteriak ketika Leon mendekatinya dan penyebabnya adalah Jeno, Leon semakin muak!
"Basi!"
BRUK!
Leon terus memukul Jeno, tanpa menghiraukan Grizelle yang terus berteriak memintanya berhenti.
"Bang please, berhenti!"
"Dia udah minta maaf sama Adek dan kita berteman sekarang. Dia juga mau kembali ke Amerika besok, bang. Please berhenti!" Teriak Grizelle berusaha menahan Leon agar tidak kembali memukul Jeno yang diam saja.
Andai saja Grizelle tidak ada disini, sudah pasti Jeno mati ditangannya.
Cih!
Leon sangat membenci wajah itu.
"Awas kalau sampai gue lihat loe nemuin Adek gue lagi!"
Tanpa berkata apapun lagi, Leon menarik tangan Grizelle dan membawanya keluar, sedangkan Jeno, ia yang masih tergeletak dilantai dibantu oleh Megan. "Loe parah, ikut gue!" Ajak Megan pada Jeno.
__ADS_1
"I'm fine, it's nothing with what I've done to them"
"Iya gue paham, tapi ini harus diobatin. Jangan cerewet!"
Sedangkan Grizelle, ia hanya diam ketika Leon mengantarkannya pulang. Meskipun ia membawa mobil tetapi ia tidak berani membantah.
"Abang gak mau lihat kamu Deket lagi sama laki-laki brengsek itu" Ucapnya sangat tegas.
"Tapi dia udah minta maaf dan dia juga mau balik ke Amerika, bang"
"Terus semudah itu kamu maafin dia?" Leon tidak percaya, padahal dulu Grizelle hampir gila karenanya.
"Semua orang punya kesempatan kedua, dia bisa berubah dan Adek percaya itu"
Cih!
Berubah, brengsek ya tetap brengsek!
"Termasuk kesempatan buat kalian balikan lagi?"
Grizelle dengan cepat menggelengkan kepalanya, dia memaafkan Jeno bukan berarti menerimanya kembali. Apalagi sekarang dia sudah mempunyai laki-laki terbaik, mana mungkin Grizelle menggantikannya.
"Engga lah bang, mas Bayu apakabar. Aku gak mungkin lah lepasin berlian kayak dia"
"Awas aja, Abang bilang sama Bayu kalau kalian tadi pelukan!" Ancam Leon karena masih tidak percaya jika laki-laki brengsek itu sudah berubah dan benar-benar menyesali perbuatannya.
"Ya udah, aku gak mau lagi ketemu sama Abang!"
Dasar anak Samuel, di ancam malah balik mengancam!
🌻
Setelah mengantarkan Grizelle pulang, Leon mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.
"Untung loe ngasih tahu gue" Ucapnya setelah sambungan telpon terhubung. Tetapi Leon ragu untuk mengatakan jika saat ia datang Grizelle sedang berpelukan dengan Jeno, Leon tidak tahu apa respon laki-laki itu, apakah dia akan berteriak atau lebih parah dari itu.
Ah mendinga Leon diam saja
Sedangkan disebrang sana laki-laki itu tersenyum. Setelah mendapatkan info dari bodyguard yang menjaga calon istrinya, Bayu langsung menelpon Leon jika laki-laki yang hampir melecehkan Grizelle ada di Indonesia. Tentu Leon kaget, pasalnya ia tidak mengetahui nya. Bayu langsung mengirimkan alamat cafe dimana mereka bertemu dan Leon langsung menyusulnya.
Sebenarnya Bayu mengetahui laki-laki yang bernama Jeno itu hanya ingin berpamitan, namun namanya juga khawatir jadi ia memastikan jika calon istrinya akan baik-baik saja.
"Gue cuma khawatir aja sama Grizelle, makanya ngasih tahu loe" Sahut Bayu yang sedang bersiap-siap membereskan semua baju-baju nya ke dalam koper.
"Iya gue paham, loe 'kan calon suami Adek gue, ih ***** ko gue agak gak rela ya dilangkahin sama si Grizelle"
__ADS_1
Bayu tertawa, ia paham apa maksud Leon. "Makanya, lamar bukan ngamar!" Sindir Bayu pada Leon yang belum juga meresmikan hubungannya dengan kekasihnya yang bernama Naomi.
"Gak laki nya, gak bini nya sama aja ngeledekinnya gitu Mulu, gue ngerasa jadi cowok brengsek nih!"
"Hahaha"
Keduanya terus mengobrol dengan asyik, bahkan Bayu sampai tertawa-tawa mendengarkan celotehan receh seorang Leonardo Arion. Sampai Andra datang Bayu baru mengakhiri obrolannya.
"Thank Leon"
"Yo'i, ya sudah gue mau pulang dulu, mau nemuin si Shawn dulu. Brengsek banget dia nyembunyiin si Jeno disana!"
"Tahan, jangan sampai kalian berantem!" Peringat Bayu.
"Enggak, paling bakuhantam aja. Haha"
"Sama aja!" Kesal Bayu, "Awas ya kalau kalian berantem dan salahsatunya masuk rumah sakit!"
Leon hanya tertawa mendengarnya, ia juga tidak mungkin saling menyakiti dengan saudara sendiri. Ya meskipun Shawn selalu saja menyebalkan, tetapi Leon juga sangat menyayangi saudara nya.
Shawn yang sedang memasak dibuat kaget oleh teriakan Leon yang baru saja datang. Laki-laki bule itu melepaskan apron nya dan menghampiri Leon yang sudah berdiri diruang tamu dengan tatapannya yang tajam.
"Berisik Oey, datang-datang bikin rusuh!"
Sejujurnya Shawn sedikit takut, tidak biasanya Leon datang ke apartemennya, ya meskipun mereka berada dalam gedung mewah tetapi karena kesibukan Leon yang akhir-akhir ini membantu sang Daddy dikantor, mereka jadi jarang sekali bertemu.
Shawn yang baru datang tiba-tiba tubuhnya didorong sangat keras oleh Leon sampai ia hampir terjatuh jika tidak menahannya.
"Loe apa-apaan sih, datang-datang rusuh banget!"
"Maksud loe apa nyembunyiin si brengsek Jeno disini, hah?" Tanya Leon yang membuat Shawn terdiam. Darimana Leon tahu jika selama Jeno di Indonesia ia menginap di apartemennya.
"Loe ngebiarin dia nyakitin Grizelle lagi?"
"Loe gak sesayang itu ternyata sama Adek kita!"
"Ma-Maksud loe apaan sih, gue gak ngerti!" Kilah Shawn, ia merasa baru kali ini melihat Leon seserius ini marah kepadanya.
"Jangan pura-pura ***** Shawn, gue laporin ke Daddy Samuel loe pasti dikirim lagi ke Amerika dan dianggap gak becus jaga Grizelle!" Ancam Leon. Tentu Shawn panik dan langsung mengangkat tangannya.
"Oke-oke gue minta maaf, tapi Jeno benar-benar menyesalinya dan besok juga dia bakal balik lagi ke Amerika ko"
"Masih aja ngebela dia, bener-bener minta dilaporin loe ya?"
"Iya engga, siapa juga sih yang ngebelain dia"
__ADS_1
Ke esokan harinya, Griz sudah menunggu dibandara setengah jam yang lalu, gadis itu dengan santainya memakan makannya yang dipesannya tadi disebuah cafe yang berada disana sampai tidak menyadari jika ada laki-laki sudah berada dibelakangnya dengan menutup matanya
BERSAMBUNG DULU HAHAHA ...