I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 56 - Bahagia


__ADS_3

Happy reading :)


🌻


Grizelle sudah keluar dari aula seorang diri, ia berjalan menuju parkiran namun langkah nya berbelok ke arah kantin karena air minum yang dibawanya sudah habis. Sedangkan Bayu yang memang berada dikantin terus memperhatikan gerak-gerik gadisnya yang tidak menyadari keberadaannya disana


"Neng bule belum pulang?" Tanya salah satu ibu kantin yang memang akrab dengan Grizelle, hanya saja dia tidak bisa menyebut nama 'Grizelle' dengan benar, katanya terlalu ribet haha


"Baru selesai ngelatih, Bu"


Ibu kantin yang bernama Mirna itu hanya tersenyum karena melihat anak pemilik yayasan berada dibelakang Grizelle


Masih lumayan banyak murid yang berada disana, terutama di lapangan basket yang memang murid laki-laki sedang latihan untuk pertandingan nanti.


Megan yang baru datang bersama Bryand melambaikan tangan memanggil Grizelle yang sedang membeli minuman.


"Griz"


Merasa namanya dipanggil, Griz menoleh hendak berbalik namun tubuh kekar seseorang menghalanginya sehingga Griz menabrak dan tidak sengaja menumpahkan sedikit minumannya


"Eh maaf, maaf" Tanpa melihat siapa yang ditabraknya, Griz mengambil tissue dan langsung membersihkannya


Aroma maskulin pada tubuh laki-laki itu membuat Griz menghentikan gerakan tangannya, ia tau betul siapa orang yang memakai parfum tersebut


Perlahan, Griz mendongkakan wajahnya dan "Mas?"


Bayu hanya tersenyum lalu menangkap pergelangan tangan Griz membuat beberapa murid yang ada dikantin menatapnya takjub. Sebagian orang tidak heran melihatnya, memangnya siapa yang tidak tertarik kepada seorang Grizelle Jovanka, anak dari seorang raja bisnis yang begitu disegani di negri ini. Tidak hanya cantik tetapi kecerdasannya yang membuat gadis itu begitu di sukai


"Apa?"


"Maaf, aku gak liat, hehe"


"Gak apa-apa" Bayu menuntun tangan Griz untuk duduk, Griz merasa canggung karena tatapan tajam dari sebagian murid yang memang begitu menggilai calon suaminya, termasuk Fiona terus memperhatikannya


"Doyan banget ya nabrak?" Ucap Bayu, tangannya begitu gemas mencubit pipi Grizelle yang chubby


"Ih siapa suruh berdiri dibelakang aku, gak ada kerjaan banget!" Cebiknya sebal dengan menepis tangan Bayu yang tidak lepas dari pipinya


"Emang gak ada, makanya sengaja kesini"


"Mau ngapain?"


"Fitting baju, mamah Raisha udah nunggu di butik langganannya" Sahutnya santai


Griz memukul keras tangan calon suaminya, membuat laki-laki itu memekik sakit "Sakit sayang!"


Ya Tuhan, kenapa semakin menjadi-jadi


Tidak tau apa jika suara baritonnya terdengar begitu keras


"Pelanin kek suaranya!" Melotot murka


"Bodo amat lah sayang, bentar lagi keluar ini"


Ya Tuhan!


Megan duduk tidak jauh dari tempat dimana Grizelle dan guru tampan itu duduk, ia nampak acuh melihatnya karena sudah terbiasa. Jangankan hanya melihat mereka mengobrol, melihat mereka berpelukan sampai akan ciuman pun Megan pernah melihatnya. Tetapi berbeda dengan Bryand, dia terus mendesak Megan agar bercerita


"Yang, gak mungkin kamu enggak tau 'kan?"


"Apasih yang, tau apa?" Sahutnya berpura-pura tidak mengerti


Belum sempat Bryand menanggapinya, suara rengekan dari Nathan membuat keduanya menoleh


"Patah hati gue Bry kalau gini caranya, saingan gue berat banget ini" Ucap Nathan dengan ekspresi seakan dirinya lah makhluk yang begitu menderita di muka bumi ini

__ADS_1


Megan tertawa, begitu juga dengan Bryand. Mereka nampak kasihan melihatnya dan juga jijik dengan ekspresi lebay yang Nathan tunjukan


"Udah deh, mundur aja!" Megan menyahut membuat Nathan semakin putus asa, apalagi melihat tatapan Bayu kepada Grizelle yang membuat siapa saja yang melihatnya berteriak iri


"Udah kalah telak pasti!" Imbuhnya.


Bryand tersenyum mendengar ejekan sang kekasih kepada sahabatnya, laki-laki berwajah manis itu menepuk pundak Nathan, memberikan semangat untuknya


"Sebelum undangan tersebar, Grizelle masih tetap bisa di tikung"


"Yang, kamu kok ngajarin engga bener sih!" Protes Megan tidak setuju


"Tapi kata-kata aku bener 'kan, yang?"


"ENGGAK!"


Megan memilih diam, membiarkan sang pacar yang sama tidak waras nya dengan sahabatnya, Nathan. Ia berdiri, begitu juga dengan Grizelle


"Meg, aku duluan ya" Pamit Griz, Megan mengangguk lalu melambaikan tangannya


🌻


Cherry turun dari mobil setelah Arjuna membukakan pintu untuknya, perempuan mungil itu nampak sempoyongan dan hampir saja terjatuh, untung saja Arjuna menahannya. "Sayang!"


"Aku pusing banget" Cherry begitu lemah


Tanpa berkata apapun, Arjuna membopong tubuh Cherry sampai ke apartemennya. Perempuan itu terlihat sangat pucat sekali sehingga Arjuna merasa sangat khawatir.


"Sayang, kita ke rumah sakit aja ya?" Bujuk Arjuna lagi setelah membaringkan Cherry dikamarnya, tetapi Cherry menolaknya.


Cherry beranjak dari tidurnya, kepalanya sangat pusing dan ia merasa perutnya seperti di aduk-aduk. Ia berlari ke dalam kamar mandi, memuntahkan apa yang sudah dimakannya, namun hanya cairan bening yang terus keluar.


Sudah dua hari Cherry merasakan mual seperti itu, ia merasa ada yang tidak beres dengannya akhir-akhir ini, apakah mungkin jika dirinya...?


Cherry membungkukkan kembali badannya, saat rasa mual itu datang lagi dan lagi. Arjuna sigap dibelakngnya, memegang rambut perempuan itu lalu memijat tengkuk lehernya lembut


Cherry mengangguk lemah, Arjuna membawa cherry kembali ke kamar, membaringkannya perlahan.


"Aku bikinin teh anget dulu, ya?"


Baru saja Arjuna akan berdiri tiba-tiba Cherry menahannya, sehingga Arjuna kembali duduk disebelahnya "Kenapa, sayang?"


Menelan ludahnya kasar, Cherry ragu, apa dia harus mengatakannya?


Bagaimana jika Arjuna tidak mengakuinya, tetapi Cherry yakin jika Arjuna tidak sejahat itu. Meraup udara penuh, Cherry duduk berhadapan dengan Arjuna, mengambil tangan laki-laki itu lalu ditempelkannya pada perutnya


"Kalau aku hamil, bagaimana?"


DEG!


Wajah yang tadinya terlihat lembut seketika berubah, Arjuna berdiri, melepaskan genggaman tangan Cherry tanpa kalimat apapun. Laki-laki itu masih diam dengan raut wajah yang tidak bisa Cherry tebak, apakah Arjuna senang atau malah tidak sama sekali


Cherry berharap-harap cemas, ia sangat ketakutan.


Ketakutan jika Arjuna tidak siap menerima kehadiran janin yang baru tumbuh dalam rahimnya.


Ketakutan jika Arjuna akan menganggap jika anak yang Cherry kandung bukan darah dagingnya.


Ketakutan jika Arjuna tidak percaya jika anak ini benar-benar anaknya


Karena Cherry yakin, dirinya hanya melakukannya dengan Arjuna saja, tidak dengan yang lain dan hanya Arjuna.


Sedangkan Arjuna, ia tersenyum sangat lebar. Cherry kaget saat mendengar teriakan Arjuna, bahkan laki-laki itu sampai melompat-lompat lalu menghambur memeluk Cherry, memberikan ciuman bertubi-tubi di seluruh permukaan wajah perempuan itu dengan lembut


"Kamu hamil?"

__ADS_1


"Serius?"


"Disini" Tunjuknya pada perut Cherry yang masih terlihat datar, "Ada anak aku?"


"I-iya..." Cherry masih kaget dengan respon Arjuna, ia pikir Arjuna akan marah dan tidak siap menerima semuanya tetapi nyatanya laki-laki itu amatlah bahagia


"Astaga Cherry sayang, aku seneng banget. Aku mau jadi ayah" Ucapnya kegirangan


Arjuna kembali memeluk Cherry "Makasih, sayang"


"Minggu depan kita nikah, Daddy-mommy pasti seneng banget mereka akan segera mempunyai cucu"


Mendengar kalimat itu, Cherry meneteskan air mata bahagia nya, lalu menatap wajah Arjuna, menangkup kedua pipi laki-laki itu "Jangan nangis!"


"I love you, Cherry Aurelie"


Cherry tersenyum lalu memeluk tubuh kekar itu dengan erat


"Love you too, Arjuna Alaric Rahardian!"


Arjuna melepaskan pelukannya, ia beralih pada perut Cherry yang masih rata lalu mengusapnya lembut "Anak ayah, jangan nyusahin bunda ya sayang"


Cherry tidak tau harus mengatakan apalagi, dirinya teramat bahagia. Perempuan itu sangat bersyukur dipertemukan dengan seorang laki-laki menyebalkan dan bersikap sesuka hatinya seperti Arjuna.


Laki-laki yang sudah mau menerima perempuan sepertinya


🌻


Setelah pertemuannya yang secara tidak sengaja antara dirinya dengan sang putri beberapa hari lalu, tentu membuat pikirannya menjadi tidak tenang.


Bayangan Cherry kecil mulai menghantuinya lagi, suara gadis kecil yang memohon kepadanya agar tidak pergi terus terngiang dibenaknya


Rasa bersalah pun kian membesar kala melihat mata yang penuh luka itu


Danial mengambil ponsel yang disimpannya disaku jas, ia mencari nomor seseorang untuk dihubunginya


"Hallo"


"Tolong Carikan informasi tentang perempuan yang bernama Cherry Aurelie Herlambang, selidiki semuanya secara detail tanpa ada yang terlewatkan!" Perintahnya tegas


"Lakukan saja!"


"Oke!"


Setelah danial memutus sambungan telpon tersebut, Naomi sudah masuk ke dalam ruangannya.


"Sayang..."


Danial berdiri, hendak menyambut kedatangan putrinya. Tidak biasanya Naomi datang ke kantornya dan tentu membuat Danial menjadi was-was, apakah Naomi mendengar percakapannya dirinya bersama seseorang disebrang sana?


Danial harap tidak.


"Ayah, apa ayah sibuk?"


"Tidak, pekerjaan ayah sudah selesai. Tumben ke kantor ayah, kenapa?" Heran Danial


Naomi duduk disofa, disusul Danial yang duduk disebelahnya "Aku hanya ingin pulang bersama ayah, boleh?"


"Ya boleh dong, kerjaan ayah juga sudah selesai. Ayok!"


Kini mereka sudah berada dalam satu mobil, kebetulan Naomi ke kantor sang ayah diantar oleh Leon sehabis dirinya bertemu dengan Cherry tadi.


"Ayah..."


__ADS_1


🌻


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)


__ADS_2