I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 85 - Fiona dan Shawn


__ADS_3

Ini tentang Fiona dan Shawn, kalau gak suka scrol aja tapi tetep ya like, mwehehe 😂


Happy reading


🌻


"Neng, bangun neng sudah sampai" Ucap salah seorang penumpang yang duduk disebelah Fiona.


Fiona yang masih mengantuk terpaksa membuka matanya, ia melihat ke sekeliling kursi penumpang sudah tidak ada siapapun.


"Oh udah sampai ya, Bu?"


"Iya neng"


Fiona berdiri lalu memakai tasnya. "Akhirnya sampai juga ke rumah, sumpah gue ngantuk banget!"


Fiona yang belum sepenuhnya sadar nampak biasa saja, namun saat dirinya sudah keluar matanya membulat sempurna dengan mulut yang menganga. Apalagi saat melihat nama terminal yang Fiona tahu itu dimana.


"Sumpah?"


Perempuan itu celingukan, melihat kesekeliling nya yang ternyata banyak sekali bus yang berjejer dan juga para penumpang yang berlalu-lalang.


"Ya Tuhan, gue salah naik bus?"


Ingin rasanya Fiona menangis dan berteriak, namun karena pasti akan menimbulkan masalah dirinya lebih memilih diam dan pergi ke sebuah warung untuk memastikan jika ini benar, dirinya sedang berada di terminal kota Bogor.


"Permisi Bu"


"Iya neng, ada apa?" Sahut si ibu warung.


"Ini benar terminal xx?" Tanya Fiona lagi, terlihat jelas dari raut wajah Fiona jika dia sangat ketakutan mendengar jawaban sang ibu warung. Fiona terus berdoa.


"Benar neng"


DUAR!


"Ya Tuhan, aku kesasar jauh banget. Mana udah mau malem lagi"


"Neng memangnya mau kemana?" Tanya si ibu warung tersebut.


"Aku salah naik bus Bu, aku dari Jakarta"


Fiona mulai menangis, sungguh Fiona merasa sangat bingung saat ini. Ia tidak tahu harus berbuat apa.


"Ya ampun neng, kalau Ndak biasa naik angkutan umum jangan coba-coba naik bus"


Ah si ibu ini, bukannya memberi solusi malah semakin membuat Fiona bingung. Terus Fiona harus bagaimana. Mana ponselnya mati sejak tadi dan sialannya, Fiona lupa membawa power Bank.


Ya Tuhan, haruskah Fiona menangis sekencang-kencangnya saat ini agar ada orang baik hati yang akan mengantarkannya pulang?


Jangan harap Fiona!


"Ya udah Bu, makasih ya"


"Iya neng"


Bingung dan takut, itu yang Fiona rasakan saat ini.


Lelah, lapar dan haus sudah pasti karena tidak terasa hari semakin gelap dan Fiona sudah berjalan jauh, namun entah mau kemana Fiona juga bingung.


Ia terus berdoa agar ada pangeran ataupun malaikat yang menolongnya saat ini


Namun bukan pangeran atau malaikat yang ada, tetapi 2 orang preman yang datang menghampiri nya.


Fiona yang kaget karena kedatangan mereka mencoba berlari namun ke 2 preman itu menarik tasnya.

__ADS_1


"Lepasin sialan!" Teriak Fiona sambil berusaha melepaskan tangan si preman itu dari tasnya.


"Mau kemana sih, mendingan ikut abang aja"


"Jangan kurang ajar sialan!" Murka Fiona.


Fiona mencoba keahliannya dalam bela diri, ia menarik tangan preman itu dan menguncinya ke belakang sehingga preman itu berteriak kesakitan.


"Banci loe berani sama cewek!" Desisnya. Meskipun Fiona sudah sangat lemah tapi selama dirinya bisa melawan, dia akan melawan.


"Woy lepasin gak temen gue" Teriak salah seorang preman yang mencoba mendekati Fiona namun karena Fiona semakin menekan tangan si preman yang bisa saja membuatnya patah, pria itu mundur.


"Maju atau tangan temen loe ini tulangnya jadi pisah?" Ancam Fiona.


Tidak ada pilihan lain, preman itupun mengangkat tangannya, "Oke-oke, kita pergi" Ucap preman tersebut.


Fiona yang memang sudah tidak kuat lagi menahannya, lantas melepaskan tangan preman itu namun saat Fiona akan pergi, tangannya ditarik.


"Lepasin sialan!"


"Tolong!"


"Lepasin!"


Fiona terus berteriak saat dirinya terus-terusan ditarik oleh kedua preman tersebut.


"Loe pikir kita bodoh, ha?"


"LEPASIN DIA BRENGSEK!" Ucap seseorang dengan suranya yang terdengar sangat menakutkan.


Kedua preman itu menoleh. "Jangan so jadi jagoan loe, bocah!"


"Shawn?" Ucap Fiona lirih.


Sebenarnya saat itu Shawn sudah memutar arah untuk kembali pulang, namun karena dirinya terus berpikir jika Fiona salah naik bus, Shawn memutar arah kembali dan memilih mengikuti bus yang Fiona tumpangi.


"Pak maaf, apa semua penumpang sudah turun?" Tanya Shawn pas sopir bus yang sedang beristirahat.


"Sudah 'nak, kenapa?"


Deg!


"Tidak, kalau begitu terimakasih pak"


Sopir bus itu mengangguk dan Shawn segera keluar untuk mencari Fiona kembali, mungkin perempuan itu belum jauh dari sini.


"Loe gak dimana-mana nyusahin gue terus perasaan, awas aja loe kalau ketemu. Gue omelin sampai nangis!"


Banyak sekali orang-orang disini, Shawn merasa bingung harus mencarinya kemana lagi.


Laki-laki itu merasa lelah jadi ia memutuskan untuk membeli minum terlebih dahulu dan sekalian akan menanyakan kepada pemilik warung, siapa tahu saja ada yang melihat murid yang berseragam sama dengannya.


"Permisi, Bu. Beli air mineralnya 1" Ucap Shawn


Ibu-ibu itu mengangguk dan memberikan pesanan Shawn, namun saat Shawn duduk ibu warung itu juga duduk disebelah Shawn.


"Kayak pernah lihat seragam kayak begini, Ujang bukan orang sini ya?" Kata ibu warung itu.


Shawn yang sedang minum menoleh kaget. Belum Shawn menanyakan sesuatu, namun ibu warung itu malah memberikan petunjuknya. "Ibu lihat dimana orang yang sama pakai seragam seperti ini?" Tanya Shawn


Ibu itu mengingat kembali kapan terakhir kali dirinya melihat orang yang berseragam sama dengan pemuda ini.


"Ah iya, tadi ada neng cantik nanyain katanya ini dimana terus pas ibu jawab dia langsung nangis dan katanya dia kesasar soalnya dia gak bisa naik angkutan umum" Ujar si ibu warung itu menjelaskan.


Shawn yang merasa bahagia berterimakasih dengan mencium tangan si pemilik warung tersebut. "Terimakasih Bu, itu teman saya. Saya sedang mencarinya kesini. Ibu lihat dia kemana?"

__ADS_1


"Kayaknya keluar terminal ini, pasti belum jauh. Ya Allah semoga cepat ketemu ya"


"Iya Bu, makasih"


Shawn berlari keluar terminal, ia memasuki mobilnya kembali dan mencoba mencari Fiona disepanjang jalan.


Dan setelah hampir 10 menit Shawn mencari, akhirnya Shawn menemukan Fiona yang sedang diganggu oleh preman-preman yang membuat Shawn sangat marah.


Fiona bahagia melihat Shawn datang menolongnya segera melepaskan tangannya, perempuan itu berlari dan langsung memeluknya.


"Loe gak apa-apa?" Tanya Shawn khawatir namun terlihat sangat jelas dalam mata Shawn jika laki-laki itu sangat menahan amarahnya.


Fiona menggelengkan kepalanya.


"Aku takut, aku mau pulang" Sahut Fiona mulai menangis.


Shawn mengangguk, namun karena merasa tidak enak jika emosinya tidak tersalurkan, Shawn menyuruh Fiona lebih dulu masuk kedalam mobil.


"Loe masuk mobil, tungu gue didalam. Gue mau beresin ini preman dulu"


"Tapi..."


"Udah, masuk"


🌻


"Fi, udah sampai"


Shawn membangunkan Fiona yang tertidur pulas disebelahnya, perempuan itu sangat terlihat tertekan dengan kejadian tadi.


"Udah sampai ya, ya ampun maaf aku ketiduran"


"Gak apa-apa"


Fiona keluar, begitu juga dengan Shawn yang ikut disebelahnya.


"Masuk dulu, aku mau ngobatin luka kamu"


"Gak perlu, nanti dirumah aja." Shawn menolak.


"Please... Anggap aja ini sebagai rasa terimakasih aku buat kamu"


Fiona menahan tangan Shawn yang akan pergi, sedangkan Shawn, laki-laki itu hanya diam.


"Please..." Ucap Fiona sekali lagi. Karena sejujurnya Shawn juga merasa kesakitan, laki-laki akhirnya mengangguk.


Mereka sudah duduk didepan rumah Fiona dan Shawn merasa sangat aneh dengan keadaan rumah Fiona yang sangat sepi seperti tidak ada penghuni lain selain Fiona.


"Rumah loe sepi banget, pada kemana?"


Mendengar pertanyaan Shawn, Fiona bingung harus menjawab apa. Apakah dia harus mengatakan jika kedua orang tuanya sudah bercerai dan tidak tinggal disini lagi.


"Lagi pergi" Sahut Fiona berbohong.


"Aw pelan-pelan woy, sakit!"


"Lebay banget, lagian siapa suruh ngelawan dua preman itu. So jagoan!"


"Gue kesel aja liat loe digangguin tadi"


"Lagian kalau gak bisa naik angkutan umum itu jangan coba-coba, nyasar jauh 'kan loe? Untung gue ikutin loe dari belakang!"


Apa?


🌻

__ADS_1


Maafin aku, sebenarnya pas aku bilang mau Up malem udah aku Up tapi karena aku salah masukin episode jadi aku hapus ulang 🤧


__ADS_2