I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 116 - SALAH MENDUGA


__ADS_3

Happy reading


🌻


Setelah bermain-main dengan ke-tiga sahabatnya tadi, Andra memilih pulang ke apartemennya karena ia masih shock saat melihat jasad Monica yang sangat mengerikan.


Andra tidak menyangka jika Theo bisa se-bengis itu terhadap musuhnya. Dia menjadi lemas ketika melihat begitu banyak darah yang berceceran dalam ruangan itu. Mual sekali rasanya.


Ketika Andra akan memasuki lift, tiba-tiba sekelebat bayangan Diandra menyapa pikirannya. Niat awal ingin pulang ke unitnya menjadi berubah.


"Bagaimana? Sudah menemukan siapa pelakunya?" Tanya Diandra pada Andra yang barusan datang ke dalam unit apartemennya.


Andra menoleh, menepuk sofa disebelah kirinya agar Diandra duduk disebelahnya.


"Kenapa?" Tanya Diandra lagi.


Bukannya menjawab, Andra malah meraih tangan Diandra untuk digenggamnya. Kemudian mendaratkan kecupan disana.


"Maafkan aku" Ucap Andra tiba-tiba, membuat wanita disebelahnya bingung.


"Untuk?"


"Aku sempat menuduh Jasson dalam kecelakaan itu. Dan ternyata pelakunya memang bukan dia"


Diandra tersenyum, mengusap sebelah pipi Andra begitu lembut.


"Tidak apa-apa, Andra. Aku mengerti. Aku juga akan melakukan hal yang sama jika ada diposisi mu" Jelasnya.


Beberapa detik berlalu, tidak ada kalimat apapun diantara keduanya. Mereka hanya saling terdiam, menatap satu sama lain.


"Aku mencintaimu" Ucap Andra tiba-tiba.


Diandra terdiam.


Tidak menduga akan serumit ini kisah cintanya.


"Sejak kedekatan kita, aku merasa begitu nyaman berada di dekatmu. Aku merasa kau lah wanita yang mampu menerima baik buruknya aku, Diandra" Imbuhnya.


Diandra menggeleng, dirinya tahu jika ungkapan itu hanyalah permainan saja dan sialnya dia terjebak didalamnya. Dia sadar, bahwa semua ini salah.


"Aku tidak tahu, Andra"


"Kenapa?" Tanya Andra.


"Tidak, Andra. Kau laki-laki yang baik, tidak sepantasnya mendapatkan wanita kotor sepertiku. Lebih baik kau hilangkan perasaan itu, karena semua ini salah"


Andra menggeleng. Dia menarik Diandra ke dalam dekapannya.


"Kenapa kau berbicara seperti itu? Aku mencintaimu dan tidak perduli seburuk apa masalalu mu"


"Tidak, Andra. Kau pun tahu alasannya bukan hanya itu"


Paham. Andra sangat paham apa masalah yang sebenarnya.


Tapi, "kau berbeda"


"Tetap saja, Andra. Semuanya tidak semudah yang kau katakan. Bagaimana jika orangtuamu tahu bahwa anaknya mencintai anak dari musuhnya?"


"Aku akan tetap berusaha dan meyakinkan semuanya. Kita jalani dulu, okay?"


🌻


Bayu terus memegangi kepalanya yang terbalut perban. Dia berteriak kesakitan, membuat orang yang berada dalam ruangan tersebut khawatir dan panik. Grizelle menangis. Tidak! Tidak mungkin kalau suaminya tidak mengingatnya 'kan?


Dia dongakkan kepalanya, tatap mata Raisha yang terus menenangkannya.


"Gak mungkin mas Bayu hilang ingatan 'kan ma?"


Raisha bingung harus menjawab apa. Dia juga takut jika pikiran bahwa putranya mengalami amnesia terjadi. Maka dari itu yang Raisha dan Theo lakukan adalah terus menenangkan Grizelle serta mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Grizelle masih menangis. Begitupun dengan Raisha. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan dokter yang menangani Bayu selama ini.


"Semuanya keluar dulu"


"Tapi dok-"


"Semuanya akan baik-baik saja. Ini memang biasa terjadi pada pasien yang baru pulih dari operasi pada kepalanya" Jelas dokter tersebut.

__ADS_1


Akhirnya Grizelle dan kedua mertuanya sepakat keluar. Membiarkan dokter memeriksa kembali keadaan Bayu. Namun baru saja mereka akan keluar ruangan, Grizelle dengan heran menoleh.


"Tunggu!" Kata Bayu sambil merintih. Grizelle, Raisha dan juga Theo saling menatap, kenapa? pikirnya.


"Ma! istri aku mau dibawa kemana sih?!" Kata Bayu menatap Raisha, kemudian beralih pada istrinya yang masih terlihat bingung. "Sayang? Mau kemana? Suami kamu ini lagi kesakitan malah mau pergi. Bukannya peluk!"


HAH?


Grizelle pusing.


"Sayang? Kesini dong! Kepala mas sakit nih!"


"Mas kamu?"


Masih memegangi kepalanya yang pusing Bayu menjawab, "apa? Kamu nyangka mas hilang ingatan? Gak inget sama kamu, gitu?" Anggukan polos dari istrinya membuat Bayu tertawa pelan. "Itu tuh akibat keseringan nonton drama!" imbuhnya.


"Tapi-"


"Mas belum selesai ngomong tadi, tiba-tiba kepala mas sakit banget!"


Semua orang yang berada dalam ruangan itu bernafas lega. Termasuk Grizelle yang langsung menubruk tubuh sang suami dan memeluknya begitu erat.


"Aku pikir mas gak ingat lagi sama aku" Ucap Grizelle sambil terisak.


"Gak mungkin, sayang. Sssshhhh! Jangan nangis ah"


"Siapa suruh bikin khawatir!"


"Iya, iya. Maafkan mas"


"Oke? Karena saya tidak ingin menjadi nyamuk disini, saya pamit undur diri. Tuan dan nyonya Bagaskara, jika terjadi sesuatu, cepat panggil saya"


"Baik, dok"


Setelah dokter Richard dan kedua perawat tersebut keluar, Griz kembali memeluk Bayu.


"Aku takut banget. Aku pikir mas bakalan gak inget sama aku" Ungkap Griz tentang ketakutannya tadi.


"Mas baik-baik aja sayang" Mengelusi punggung istrinya, dan mendaratkan beberapa ciuman di pucuk kepalanya.


Hm, rasanya sangat rindu sekali.


"Bayi nya engga nakal, mommy nya yang nakal." Adu mama Raisha, lalu ikut duduk disebelah Griz, "Gak mau makan sama sekali, sayang. Sampai mama sama mommy Aiko kewalahan ngebujuknya" Imbuhnya.


"APA?" Teriak Bayu, membuat mereka yang ada didalam sana serentak terkejut, "Cepat bawa Grizelle ke kantin atau ke restaurant terdekat, Ma. Suruh dia makan yang banyak! Enak ya kamu, selama mas tidur kamu bandel banget!" Imbuhnya tegas.


"Mas, gak gitu ju-"


"Jangan membantah Grizelle!"


Melihat wajah suaminya yang berubah galak, Griz mengangguk cepat. Sedangkan mama Raisha, ia terkekeh melihatnya.


"Ayo, nanti suami kamu tambah murka"


Baru saja Raisha dan Grizelle akan keluar, tiba-tiba saja pintu terbuka dengan lebar dan menampakan seseorang laki-laki masuk bersama wanita cantik yang digandeng mesra olehnya dengan membawa paper bag yang cukup besar ditangannya.


"Selamat siang semuanya, Andra tampan datang membawa makanan lezat dari restaurant favoritnya tuan bos yang maha menyebalkan yang baru siuman dari pertapaannya, hehehe"


Andra menyimpan paper bag tersebut ke atas meja, lalu menghampiri Bayu yang masih terbaring diatas ranjang.


"Bagaimana keadaannya?"


"Tadi sih baik, tapi setelah loe datang ko tiba-tiba pusing lagi ya kepala" Sahut Bayu.


Nah!


Lihat sendiri, tidak salah jika Andra memberi gelar bos maha menyebalkan kepadanya, baru juga sadar sudah membuat onar.


"Griz! Boleh gak aku getok kepalanya?" Kesal Andra.


"Kak Andra berisik, suami aku jadi pusing"


"Astaga! Kamu lihat sendiri, setiap hari aku selalu di nistakan oleh sepasang pasutri yang sama-sama menyebalkan ini" Adunya pada wanita disebelahnya.


Wanita itu hanya tersenyum, kemudian menatap Grizelle yang sedang tersenyum membela suaminya yang berdebat dengan Andra.


"Pantas saja Jasson begitu tergila-gila oleh Grizelle, ternyata sangat cantik dan juga baik. Lihat bagaimana perempuan itu berbicara, membuat semua orang menyukainya" Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


"Kak Andra itu siapa?" Kata Griz sambil tersenyum menatap wanita cantik yang berada disebelah Andra.


"Calon!" Bisiknya. Namun masih bisa terdengar jelas oleh semuanya.


"Calon apa, calon anggota DPR?" Celetuk Raisha ikut menggoda.


Sebenarnya Raisha sudah tahu siapa wanita tersebut, namun kali ini ia tidak ingin ikut campur, mungkin ini adalah sebagian rencana putranya bersama Andra. Tetapi jika dilihat-lihat, kenapa sepertinya Andra bersungguh-sungguh dengan wanita tersebut. Dari cara Andra berbicara sampai terseyum pun begitu tulus.


"Bukan dong Tante, masa calon anggota DPR sih. Ini calon istri Andra" Ujarnya malu-malu. Begitupun dengan Diandra, wanita itu hanya diam tersipu.


"Cantik kan?" Imbuhnya begitu bangga bisa memperkenalkan Diandra sebagai calon istrinya kepada bos nya yang selalu saja menjodohkannya dengan sekretaris nya, Khanaya.


"Cantikan istri gue!" Bayu tidak mau kalah.


Baginya tidak ada wanita yang lebih cantik dari istrinya, jikapun ada sudah tentu hanya mama Raisha.


"Iya-iya! Istri bos yang paling cantik tetapi calon istri gue juga gak kalah cantik!" Keukeuh Andra yang kemudian kedua lelaki itu berdebat kembali. Saling tidak mau mengalah dengan argumen nya masing-masing.


Menatap jengah dengan perdebatan konyol kedua laki-laki sinting tersebut, Griz menarik tangan Diandra dan mengajaknya duduk disofa yang berada diruangan sana.


Mereka juga saling memperkenalkan diri, bertanya banyak hal tentang semuanya bahkan sampai lupa jika kedua laki-laki yang sudah selesai berdebat sedang memperhatikannya.


"Cewek ketemu cewek apalagi kalau bukan ngerumpi"


Meskipun kesal karena Diandra melupakannya, namun melihat keakraban diantara mereka membuatnya bahagia.


"Namanya juga perempuan ndra. Tapi loe serius sama ucapan loe tadi?" Tanya Bayu memastikan. Karena Bayu tahu jika Andra tidak pernah main-main dengan ucapannya.


"Serius lah, gue udah jatuh cinta sama dia. Dia beda banget sama si Jasson" Ujarnya yakin.


Andra juga akan membawa Diandra untuk bertemu keluarganya di italy nanti, dan akan memohon kepada mereka untuk merestuinya. Meskipun nanti akan sulit, tetapi Andra akan terus berusaha.


"Tapi keluarga loe kalau tahu gimana? Gue gak yakin sama om Pradipta"


Ya mengingat kembali jika Pradipta orang yang sangat tegas, Bayu tidak yakin jika pria itu akan mudah menerima anak dari musuh bebuyutannya untuk menjadi menantunya.


"Gue mau yakinin mereka kalau Diandra wanita yang baik, ya meskipun pasti sulit banget"


Bayu mengerti, lantas menepuk pundak Andra untuk memberikan dukungan terhadapnya, "Apapun keputusan loe, gue tetap dukung" Ungkapnya.


"Thanks bos!"


"Terus info apa setelah loe Deket sama dia?" Tanya Bayu kemudian.


"Banyak!"


Andra mulai menceritakan apa yang pernah Diandra katakan beberapa hari lalu saat diapartement nya. Bayu yang mendengarnya seperti menahan emosi, bagaimana tidak, kali ini rencana Jasson benar-benar gila.


"Loe harus waspada bos!" Peringat Andra.


"SIALAN! Untung gue udah pasang GPS dikalungnya Grizelle, jadi kemanapun istri gue pergi, gue bisa pantau dia diponsel gue"


"Mantap! Tapi tetep, loe harus extra hati-hati lagi. Loe tahu sendiri gimana liciknya si bajingan itu"


"Pasti lah, Ndra. Thanks ya infonya"


"Sama-sama"


"Terus gimana, kecelakaan gue ini murni apa emang disengaja?" Tanya Bayu pelan. Ia tidak ingin kedua wanita itu mendengar apa yang ingin dibicarakannya dengan Andra terkait kecelakaannya beberapa hari lalu.


Andra mengangguk, "Sudah selesai. Dan ternyata pelakunya bukanlah orang yang selama ini kita curigai" Ucap Andra yang membuat Bayu bingung.


"Jadi bukan Jasson pelakunya?"


"Bukan"


"Terus?"


"Monicca Evelyn, mantan kekasih bos sendiri"


HA?


🌻


BERSAMBUNG!


DIANDRA & ANDRA

__ADS_1



__ADS_2