
Ini tentang penyelamatan Fiona, kalau gak suka skip aja 😁
Happy reading
🌻
Setelah mendapatkan hasil tentang keberadaan Fiona, keesokan harinya Griz langsung mencarinya.
Gadis itu tidak sendiri, tentu Bayu menemaninya. Megan, bryand dan juga Shawn juga ikut membantu, meskipun Shawn sempat melarang dan enggan untuk ikut tetapi karena ia takut jika adiknya kenapa-napa, mau tidak mau ya disinilah mereka berada.
"Yakin nih daerah ini?" Shawn ragu, pasalnya ini adalah pedesaan yang masih dikelilingi oleh hutan dan suasananya juga lumayan sepi. Jalanan pun sangat jarang sekali kendaraan yang melewatinya.
"Iya 'kan ini tempatnya, mas?" Tanya Griz pada Bayu, kini mereka sedang memantau bangunan tua yang diyakini Bayu jika Fiona berada disana. Mereka juga melihat ada mobil terparkir disana dan itu bukan mobil Fiona.
Bryand melongo saat mendengar Griz memanggil Bayu dengan sebutan 'Mas', ia yang baru mengetahui hubungan Griz dengan gurunya masih tidak percaya. Ia hanya diam memperhatikan pasangan antara murid dan guru nya itu yang terlihat sangat dekat.
"Serius gue masih kaget si Grizelle pacaran sama pak Bayu" Bisik Bryand pada Shawn yang berada disampingnya.
"Gak pacaran, beberapa hari lagi nikah" Sahut Shawn memberitahukan. Mengingat mereka sudah lulus, jadi tidak apa-apa 'kan jika Shawn memberitahukan kepada teman-teman terdekatnya.
"Anjing serius?" Teriak Bryand tidak percaya. Sudah sejauh itukah hubungan mereka? Tetapi kenapa jika disekolah mereka terlihat biasa saja. Ya meskipun Bryand sempat mendengar gosip mereka, tetapi ia tidak terlalu percaya.
"Yang bahasanya dijaga ya ampun, berisik! kenapa coba teriak-teriak" Tegur Megan pada Bryand yang berbicara kasar, karena merasa tidak enak dengan keberadaan Bayu didepannya.
"Hehe sorry yang" Bryand yang takut akan tatapan Bayu hanya menyengir saja. Seperti biasa, guru matematika itu tetaplah sangar meskipun berada diluar sekolah.
"Huh kamu tuh!"
Mereka terus berjalan mengendap, karena sudah pasti ada orang didalam sana.
"Sumpah si Fiona gak dimana-mana nyusahin orang banget. Gak mati aja sih tuh cewek!" Gerutu Shawn karena waktu liburannya terganggu dengan hilangnya si tukang bully itu. Jika bukan Griz yang mengajaknya, mana mau dia.
Plak!
Griz memukul pundak Shawn sehingga laki-laki itu berteriak sakit. "DEK!"
"Di jaga omongannya Alexi Reviano Shawn!"
Ia tidak perduli jika Shawn lebih tua dari nya. Baginya kata-kata Shawn sangat tidak pantas, ya meskipun Griz tahu jika Shawn masih sangat marah dengan kelakuan Fiona yang akan mencelakainya kemarin.
"Belain terus! Heran gue. Udah mau dibunuh juga" Sahut Shawn ketus.
Griz menghentikan langkahnya, menoleh dan menatap Shawn dengan tajam.
"Loe kalau bawel terus pulang aja deh Sono, berisik tahu gak!" Sentak Shawn karena terus berbicara. Sudah tahu mereka sedang mengendap agar tidak ketahuan, tetapi Shawn malah terus berisik.
"Adek lucknut loe!"
"Dasar Abang gak ada ahlak loe!"
Memutar bola matanya jengah, Megan memilih mendahului kedua saudara yang masih berdebat itu. "Gak disekolah, gak diluar sama aja!"
"Heran aku, ribut Mulu tapi kalau udah akur sumpah kayak orang pacaran tuh adek-kakak"
🌻
__ADS_1
Bayu, Grizelle, Shawn, Megan dan juga Bryand memasuki rumah tua yang sangat kotor. Banyak dedauan kering berserakan serta sampah dimana-mana.
"Sepertinya Fiona di culik deh, mau ngapain coba dia disini" Ucap Griz yang membuat Bayu menatapnya tidak yakin dengan ucapan gadisnya.
"Diculik?" Ulang Megan, "Tapi gak heran sih kalau ada yang dendam juga 'kan dia biang kerok dari segala hal" Imbuh Megan yang mendapat acungan jempol dari Shawn dan juga Bryand.
"Megan!" Seru Griz kesal. Mereka sama saja, tidak bisakah memaafkan. Bukankah semua orang bisa berubah?
"Loh kenapa, bener 'kan?"
Memutar bola matanya jengah, lebih baik Griz diam saja. Percuma, mereka sama saja!
Saat Bayu akan membuka pintu, tiba-tiba secara tidak sengaja Griz malah menginjak kaleng sehingga menimbulkan suara dan mereka langsung ketakutan saat mendengar suara teriakan dari dalam.
"Hey siapa itu?"
Reflek semuanya langsung bersembunyi dibalik tembok, namun karena Megan penasaran ia masih berdiri didepan pintu dengan Bryand. Meskipun Bryand terus menarik tangan Megan untuk bersembunyi, namun gadis itu tetap berdiri ditempatnya. Dengan rasa takut Bryand terpaksa menemani kekasihnya itu.
Ketika pintu itu terbuka, keluarlah seorang pria sangar bertato. Megan yang melihatnya sangat ketakutan, apalagi Bryand, laki-laki itu malah bersembunyi dibalik badannya.
"Siapa kalian?" Pria sangar itu terus mengamati penampilan Megan dan juga Bryand, siapa tahu saja kan kedua remaja itu adalah polisi yang menyamar. Ah tapi tidak mungkin juga, mereka masih kecil.
"Santai, cewek gue numpang ke kamar mandi doang. Gak usah ngegas!" Sahut Bryand kesal karena pria itu terus menatap Megan. Ingin rasanya Bryand mencabut kedua mata pria itu.
Pria itu tidak langsung menjawab, ia masih mengamati kedua remaja itu.
"Woy boleh gak, kasian ini cewek gue" Sentak Bryand bertambah kesal.
Ck!
"Ya udah, tapi tempatnya kotor, gak apa-apa?" Sahut pria itu ketus.
"Masuk!" Perintahnya.
Sementara Megan dan Bryand masuk, Griz Bayu dan juga Shawn menyelinap lewat pintu belakang. Beruntungnya hanya ada satu orang yang berjaga jadi Megan dan Bryand bisa mengelabuinya dengan mudah dan Griz bisa menyelinap masuk lewat pintu belakang.
Betapa kagetnya saat Griz membuka pintu gudang belakang, ia melihat Fiona dengan keadaan mengenaskan. Pakaiannya yang lusuh dan kotor dan wajahnya yang sangat pucat.
Fiona juga masih memakai seragam sekolah, itu artinya dia benar-benar diculik.
"Fiona!"
Fiona mengangkat wajahnya, air matanya langsung menetes karena Griz benar-benar datang menyelamatkannya. Fiona juga melihat ada Bayu disana, dan juga "Shawn" Ucapnya hampir tidak terdengar karena tubuhnya benar-benar lemah sekali.
"Astaga, kenapa bisa begini sih?"
Griz, Shawn dan juga Bayu buru-buru membuka tali yang mengikat badan Fiona. "Kamu kuat, gak boleh pingsan. Kita keluar dari tempat ini. Oke?" Griz terus mengajak Fiona berbicara agar perempuan itu tetap sadar.
Namun pada saat Shawn akan membuka ikatan pada kaki Fiona, tiba-tiba saja mereka ketahuan dan pria sangar itu langsung mengeluarkan pistol ya dari balik bajunya.
"Woy, siapa kalian?" Pria itu mengarahkannya kepada Griz, karena posisi Griz yang berada didekat pintu.
Bayu yang kaget melihat pistol yang ditodongkan kepada Griz berusaha melawannya, namun karena ia kalah cepat pria sangar itu berhasil menarik tangan Griz dan mengarahkan pistolnya kekepala Griz.
"Lepasin adek gue sialan!" Teriak Shawn murka.
__ADS_1
"Maju selangkah saja, kalian bakalan lihat kepala gadis ini hancur!" Pria sangar itu langsung membawa Griz keluar ruangan dimana Fiona disekap.
"Secuil aja loe nyakitin calon istri gue, gue pastiin loe sama keluarga loe gak bakalan tenang" Ancam Bayu yang membuat pria itu tertawa.
"Hahaha, baru calon istri. Loe bisa nyari lagi kalau gadis ini mati"
"Brengsek!"
"Mas, Abang!" Teriak Griz sangat ketakutan karena pria itu semakin menekankan pistolnya pada kepalanya dan membawanya keluar menuju mobilnya
"Berhenti BRENGSEK!" Teriak Bayu
Sementara Bayu mengikuti pria yang membawa Griz, Shawn dengan cepat membuka ikatan tali pada kaki Fiona dan membawanya keluar.
"Loe lihat Adek gue, dia yang mau loe bunuh beberapa hari lalu malah nyelamatin loe Fiona. Kurang baik apa si Grizelle sama loe, tapi loe jahatin dia terus. Gue gak ngerti sama obsesi loe, kayak wanita murahan tahu gak. Udah tau Bayu cintanya sama Adek gue dan beberapa hari lagi nikah, loe masih gak nyadar juga!"
"Gak ngerti gue, bener-bener gak ngerti. Adek gue baik banget sama orang jahat!"
Fiona hanya diam, ia menangis dan menyesali semua perbuatannya yang selalu saja jahat kepada Griz.
"Gue tanya, dimana temen-temen se-Genk loe yang suka ngebully itu, dimana?"
"Mereka gak ada 'kan? Malah adek gue yang ada dan itu musuh loe sendiri!"
"Orang yang selalu loe jahatin!" imbuh Shawn.
Perkataan Shawn semakin membuat Fiona menyesal. "Iya, gue minta maaf. Gue nyesel!" Ucapnya dengan air mata yang terus menetes. Tetapi Shawn tidak mempedulikan semua itu dan terus menyerang Fiona dengan kata-katanya
Biarkan saja, agar perempuan itu sadar.
"Kalau gue jadi si Grizelle, najis gue nolongin loe kayak gini. Biarin mati aja!"
🌻
Griz terus berusaha berontak, namun tenaga pria itu sangat kuat. "Mending loe lepasin gue, daripada hidup loe sampai 7 turunan gak akan tenang" Ucap Griz yang berusaha mengalihkan pria itu dari Bayu yang sedang mengikutinya.
"Diem loe anak kecil!"
"Gue bukan anak kecil, bentar lagi nikah. Gak kayak loe pasti belum laku ya"
"Cerewet juga loe ya, mau gue tembak?" Bentak pria itu.
"Jangan! gue gak bakal Nerima loe, cowok gue lebih ganteng kayak idol. Kaya lagi gak kayak loe. Nyari duit sampai nyulik anak orang! Butuh duit berapa loe? Didompet gue banyak, dolar juga ada, mau berapa?"
"Anjing, songong banget ya mulut loe!"
"Gak apa-apa, mulut-mulut gue, masalah buat loe?"
Saat pria itu berusaha membuat pintu mobilnya, itu adalah kesempatan Griz untuk kabur. Gadis itu menggigit lengan pria itu dan dengan ceoat berlari. Bayu yang melihatnya panik karena pria sangar itu mencoba menembak Griz namun karena Bayu lebih cepat ia berhasil menembak kaki pria itu.
Fiona yang dibantu berjalan oleh Shawn berteriak saat melihat Griz berlari ke arahnya dan melihat pria sangar itu mengambil pistolnya
DOR!!
Bersambung!
__ADS_1
Iya-iya maafin karena lama banget Up nya, iya maaf udah bikin kalian nunggu lama. Iya marahin author iya silahkan 😂
Ayo timpug author rame-rame yok 😄