I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 113 - Kecelakaan


__ADS_3

Happy reading


🌻


Beberapa perempuan yang sedang membeli jajanan disebelah tukang rujak tersebut saling berbisik-bisik ketika mereka menyadari jika ada pemilik perusahaan BA Development berdiri disebelah nya.


"Eh itu 'kan Bayu Aji Bagaskara, pemilik perusahaan BA Development?" ucap salah satu perempuan yang tidak jauh berdiri di sana.


Mereka yang melihatnya begitu terpesona dengan ketampanan seorang laki-laki berpostur gagah tersebut, apalagi dengan pakaian kasual yang hanya menggunakan atasan lengan panjang dengan model kerah berbentuk V dan di kombinasikan dengan celana panjang denim. Sungguh, sangat berbeda sekali dengan penampilannya yang sering mereka lihat pada berita dalam koran/majalah maupun televisi.


"Iya. Ganteng pisan masya Allah" Timpal perempuan lain.


"Eh tapi lagi ngapain dia disitu?"


"Masa mau beli rujak?" Heran ke-3 nya.


Sedangkan Bayu, meskipun merasa risih karena terus diperhatikan oleh wanita-wanita disebelahnya. Bayu malah sempat bingung, bagaimana cara membeli rujak tersebut.


Apakah langsung bilang kepada sang penjual?


Atau ada buku menu seperti biasa dia makan ke restoran?


Dengan bermodalkan instingnya, Bayu memberanikan diri memanggil penjual rujak tersebut dan mengatakan, "pak? tolong buatkan saya rujak satu porsi, ya? cabe nya jangan terlalu banyak, nanti istri dan anak saya kepedasan" Kepada tukang rujak tersebut.


"Baik, den" paham si tukang rujak.


Sambil menunggu pesanannya, Bayu kembali berdiri dan duduk pada kursi yang ada disana. Lagi, dia mendengar bisik-bisik dari beberapa perempuan yang tadi.


"Astagfirullah! Gue sampai lupa kalau dia udah nikah"


"Ya ampun, kayak masih bujang, ya?!"


Akhirnya setelah menunggu hampir 10 menit, rujak yang dia pesan telah jadi. Lantas Bayu segera menyodorkan lembaran uang seratus ribuan kepada penjual tersebut.


"Kebanyakan, den. Bapak belum ada kembalian"


"Buat bapak aja kembaliannya. Terimakasih ya, pak"


"Alhamdulillah terimakasih, den"


"Sama-sama"


Bayu terlihat bahagia karena akhirnya dia bisa memenuhi keinginan sang istri dengan membelikannya rujak pinggir jalan. Wajahnya begitu sumringah.


Dia berjalan, segera menyebrang karena tidak sabar melihat bagaimana bahagianya Grizelle karena keinginannya terpenuhi.


Tapi keinginan itu nyatanya tidak akan Bayu lihat karena kini tubuhnya terpental begitu jauh setelah tertabrak oleh sebuah mobil yang melaju cepat.


"MAS BAYU!" Jerit Grizelle.


Semua orang yang melihatnya menjerit, mereka mulai berkerumun melihat keadaan korban tabrak lari tersebut. Beberapa orang berteriak menyuruh mobil tersebut untuk berhenti, namun mobil tersebut seperti tidak perduli dan tetap melaju.


Sedangkan Grizelle, wanita hamil itu hanya diam mematung ketika melihat dengan begitu jelas kejadian tersebut, kejadian dimana tubuh suaminya terpental jauh.


Ia tidak bisa berpikir lagi pada saat itu, dirinya segera berlari menerobos kerumunan tersebut dan betapa shock nya ketika melihat banyak darah keluar dari kepalanya.


"MAS BAYU!"


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Grizelle terus menangis. Tangan Bayu tidak pernah dilepaskannya sama sekali, ia tidak perduli jika bajunya sudah penuh dengan darah. Grizelle berusaha terus mengajak Bayu mengobrol, membisikan kata-kata cinta agar Bayu tetap membuka matanya.


Namun, "Grizelle" Ucap Bayu dengan suara nyaris tidak terdengar. Genggaman tangannya semakin mengerat, Griz takut.


"Kenapa sayang? Kita sebentar lagi sampai, mas kuat yah"


"Mas cinta banget sama kalian, jaga dia baik-baik ya"


"Mas Bayu ngomong apaan sih gak jelas banget! Kita akan menjaga dia bersama-sama!" Sahut Griz sedikit membentak. Namun karena tidak kuat, Bayu tidak sadarkan diri.


"Mas!"


Wanita hamil itu kembali menangis, memeluk kepala Bayu yang berada di pangkuannya.


🌻


Terlihat Raisha dan Theo baru datang, Andra yang sedang menelpon seseorang langsung mematikan ponselnya dan menunjukan dimana Bayu berada.


Raisha begitu terkejut saat melihat menantu kesayangannya terus menangis didepan pintu ruang oprasi.


"Sayang"


Griz menoleh, kemudian Raisha langsung memeluk dan menenangkan nya.


"Ma, mas Bayu ma. Dia-"


"Sssttt! Kamu tenang sayang, mas Bayu pasti baik-baik saja. Sudah jangan menangis, dokter akan melakukan yang terbaik" Ucap Raisha terus menenahkan menantunya.


Sedangkan papa Theo, "Bagaimana, sudah kamu temukan?" Tanyanya pada Andra.


"Mobil tersebut tidak memakai plat nomor, om. Kita sedikit kesusahan meskipun terekam cctv" Sahut Andra.


"BRENGSEK! Menurutmu siapa yang melakukannya?"

__ADS_1


Kemudian keduanya saling menatap, "Siapa lagi memangnya orang yang ingin sekali melihat Bayu hancur?" Sahut Andra. Apalagi beberapa hari lalu dirinya sempat bertemu dengan saudaranya, Diandra. Dan Andra yakin sekali jika laki-laki tersebutpun berada di Indonesia.


Tetapi yang membuat Andra heran, apa mungkin Jasson bisa ke Indonesia sedangkan Bayu sudah memasukannya ke dalam blacklist disemua penerbangan manapun. Bagaimana mungkin?


Ck!


Andra harus menyelidikinya lagi, merepotkan saja!


"Om tenang saja, Andra akan menggunakan cara lain untuk menyelidikinya" Kata Andra yang membuat Theo bingung, tetapi Theo yakin jika Andra selalu bisa diandalkan. Tidak heran jika Bayu begitu percaya kepadanya.


"Baiklah, kau selalu bisa diandalkan"


[Apakah besok ada waktu? Sepertinya aku sudah merindukanmu]


Setelah mengirimkan pesan tersebut, Andra tersenyum lalu menyimpan kembali ponselnya setelah mendapatkan balasan dari seseorang tersebut.


Ya, pertemuan tidak terduga saat itu membuat keduanya semakin dekat.


Wanita itu juga sering mengundang Andra ke apartemennya, untuk sekedar makan malam bersama maupun mengobrol saja, dan tentu Andra merasa ini adalah kesempatan baginya untuk mencari informasi apapun dari wanita tersebut.


Sebenarnya Andra ingin sekali menemuinya sekarang juga, namun ia tidak mau jika wanita itu mencurigainya. Apalagi ia belum tahu keadaan Bayu seperti apa sekarang.


Akhirnya setelah hampir 2 jam lamanya, pintu ruang operasi terbuka dan beberapa perawat langsung membawa Bayu ke ruangan transisi.


Laki-laki itu begitu terpukul, melihat sahabatnya terkujur kaku dengan alat bantu pernafasan serta kabel-kabel yang terpasang pada tubuhnya. Ia juga sedih melihat istri dari bos nya terus menangis, sampai pingsan seperti tadi.


"Bagaimana kondisi Bayu, apakah parah?" Tanya Theo.


"Karena benturan kepalanya cukup keras, otaknya sedikit mengalami pendarahan. Untung saja semuanya tepat waktu, kalau tidak, entahlah. Mungkin Bayu tidak bisa diselamatkan." Ujar dokter berkebangsaan Belanda tersebut. Richard Marx adalah teman Theo saat mereka masih berkuliah di Amerika, meskipun berbeda jurusan saat itu, keduanya sangat dekat karena memiliki hobby yang sama dan sering menghabiskan waktu bersama-sama dengan Samuel juga.


Menghembuskan nafasnya lega, Theo sedikit tenang mendengarnya.


"Tapi semuanya baik-baik saja 'kan?" Theo masih merasa tidak tenang, apalagi melihat kondisi putranya yang sangat memprihatinkan.


"Aku tidak bisa memastikan, Theo. Berdoalah kepada Tuhan, semoga semuanya baik-baik saja"


🌻


"Tumben sekali mengajak ku terlebih dahulu, biasanya aku yang akan memohon" Ucap Diandra seraya meletakan 2 gelas cangkir berisi teh hangat buatannya. Kemudian wanita itu duduk disebelah Andra yang terus memperhatikannya, sehingga membuatnya salah tingkah.


"Kau cantik" Puji Andra tiba-tiba. Diandra terkekeh lucu, kemudian mengambilkan cangkir tersebut dan memberikannya kepada Andra.


"Pintar sekali membuat anak gadis orang salah tingkah! Nih minum dulu"


"Kau itu cantik Diandra, aku juga yakin jika hatimu secantik wajahmu. Benarkan apa yang aku katakan?" Kata Andra seraya menyelipkan rambut yang sedikit menghalangi wajah cantik Diandra. Andra tidak dapat memungkiri jika Diandra malam ini sangatlah cantik, apalagi wanita itu memakai dres Sabrina berwarna maroon dengan pundak terbuka seperti itu.


"Sialan!"


"Aku tidak sebaik yang kau pikirkan, Andra" Raut wajahnya seketika muram. Andra dapat melihat kesedihan pada manik coklat wanita yang ada dihadapannya.


"Semua orang mempunyai masalalu, entah baik ataupun buruk"


"Benar! Lalu, apakah setelah kau tahu semuanya kau akan tetap seperti ini?" Diandra mendongkak, menatap mata Andra yang juga menatapnya.


Sejujurnya Diandra merasa takut jika Andra akan membencinya, wanita itu sudah menaruh perasaan kepada laki-laki tersebut. Awalnya Diandra mendekati Andra atas perintah Jasson, namun semakin mereka dekat, Diandra merasa nyaman dan melupakan misi nya. Lagipula Diandra tahu, Andra tidak semudah yang dibayangkan, laki-laki itu sangat pintar sekali dalam berbicara, jadi akan sulit tentunya untuk mengecoh nya.


"Jujur lebih baik jika ingin menjalin sebuah hubungan yang sungguh-sungguh Diandra, meskipun akan menyakitkan tetapi jika hubungan tidak didasari oleh sebuah kejujuran sejak awal, maka semuanya tidak akan pernah berjalan sempurna" Ujar Andra.


Mengembuskan nafasnya kasar, benar apa kata Andra. Dia harus jujur.


"Apakah kau menyukaiku?" Tanya Diandra memastikan, ia tidak mau menyalah artikan sikap manis Andra akhir-akhir ini. Meskipun ia tahu tujuan Andra untuk hal lain, tetapi Diandra tidak dapat membohongi perasaannya jika dirinya benar-benar telah jatuh cinta pada Andra.


"Tentu, aku menyukaimu"


"Ya meskipun aku tahu maksudmu bukan itu, Andra! Kau hanya memanfaatkan kedekatan kita saja." Batin Diandra sedih. Padahal Diandra sangat berharap jika keduanya benar-benar bisa saling dekat sesuai perasaannya masing-masing, bukan saling memanfaatkan seperti ini.


"Maaf Andra, aku sudah tidak perawan lagi. Apakah kau masih mau bersamaku?"


Setetes air mata jatuh membasahi pipi Diandra saat mengatakannya, berbeda dengan Andra, laki-laki itu tersenyum dan mengusap lembut airmata yang telah membasahi pipinya.


"Tidak apa-apa, aku akan tetap menerimamu. Terima kasih karena sudah jujur kepadaku, yang terpenting sekarang kau harus menjaganya untukku"


Diandra langsung memeluk Andra begitu erat, ia sangat bahagia dengan jawabannya. Andra adalah laki-laki pertama yang begitu menghormatinya sebagai perempuan, bahkan dalam situasi seperti inipun, Andra tidak berbuat macam-macam terhadapnya.


Sering kali Diandra menggoda Andra dengan sengaja menggunakan pakaian sexy ketika bertemu, namun Andra selalu berkata, "Jaga aset berhargamu untukku, jangan tunjukan kepada orang lain selain aku" Sambil menutupinya dengan jas nya.


"Terima kasih"


Andra melepaskan pelukan Diandra ketika ponselnya berdering nyaring, disana tertera nama THEO BAGASKARA memanggilnya.


"Sebentar ya, om Theo menelpon ku"


"Iya"


Diandra terus memandangi punggung Andra yang lebar, beberapa kali ia tersenyum ketika Andra melihat ke arahnya.


Laki-laki itu tersenyum dan menghampirinya kembali.


"Aku akan ke rumah sakit dan kau harus tidur, jangan bergadang hanya untuk menungguku selesai bekerja" Mengusap lembut pucuk kepala Diandra sebelum dirinya benar-benar pergi.


"Apakah kau sakit?" Diandra khawatir, tangannya langsung menyentuh dahi Andra tapi tidak panas, pikirnya.

__ADS_1


"Bukan aku, tapi Bayu"


"Kenapa dia?"


"Kamu tidak tahu?" Pertanyaan yang bodoh, pikir Andra. "M-maksud aku, apakah kau ingin tahu?" Imbuhnya gugup.


Diandra mengangguk dengan wajah yang penasaran, "Iya" Jawabnya.


"Bayu tertabrak mobil kemarin sore, dan sekarang dia koma. Keadaannya semakin memburuk"


DEG!


Apakah ini perbuatan Jasson?


Tetapi kemarin sore, bahkan mereka bersama-sama menghabiskan waktu dengan keluarganya yang berasal dari Indonesia.


"Apa kau mencurigai saudaraku, Jasson" Tanya Diandra.


Andra cukup terkejut mendengarnya, namun sebisa mungkin ia harus berkata jujur demi mendapatkan siapa pelakunya. Dan kenapa juga Diandra berkata seperti itu, seolah tahu apa yang Andra pikirkan.


"Mungkin, kau bahkan tahu saudaramu itu sangat ingin menghancurkan Bayu"


"Iya aku tahu, tetapi untuk yang ini aku tidak yakin jika dibalik kecelakaan ini adalah perbuatan dia"


Lalu jika bukan Jasson, siapa?


"Kenapa kau tidak yakin jika itu bukan perbuatan Jasson?" Andra heran.


"Karena kemarin kami sedang berkunjung ke rumah saudara kami dan sempat menginap dirumahnya, jadi aku yakin sekali jika itu bukanlah Jasson."


Jadi benar Jasson ada disini, oke, Andra akan berpura-pura tidak paham saja dan mencoba untuk tenang. Dia hanya mengangguk.


"Kau pasti terkejut, oke nanti akan aku ceritakan, Andra. Yang pasti kecelakaan ini tidak ada sangkut pautnya dengan Jasson. Bukan karena aku saudaranya ataupun aku ingin membelanya, tetapi kemarin Jasson benar-benar bersamaku" Jelas Diandra. Ia tidak ingin Andra mencurigai saudara, apalagi sampai menyangkanya.


"Aku percaya padamu, baiklah. Aku pergi dulu ya, nanti aku akan kesini lagi setelah semuanya membaik" Ucap Andra seraya mengusap lembut rambut Diandra. Entah kenapa rasanya Andra begitu yakin dengan ucapan Diandra, bukan karena ia telah menyukai wanita itu tetapi karena Andra melihat jika Diandra berkata yang sejujurnya.


"Hati-hati"


"Iya"


🌻


Setibanya dirumah sakit, Andra langsung menghampiri Theo yang sedang duduk sambil menunduk didepan ruangan ICU, dimana Bayu dirawat.


Saat ditelpon, Theo mengatakan jika Bayu koma dan keadaannya memburuk.


"Om, bagaimana keadaan Bayu?" Tanya Andra panik.


Andra begitu terkejut melihat Theo yang terkenal galak sedang menangis, apalagi saat Theo langsung memeluknya dan menangis dalam pelukannya.


"Bayu koma. Om tidak tahu harus bagaimana lagi Andra. Grizelle terus-terusan menangis, bahkan sekarang saja dia sedang dirawat dikamar sebelah karena pingsan dan juga tidak mau makan sama sekali dari kemarin. Kau harus segera menemukan pelakunya dan saya akan langsung membunuhnya saat itu juga!"


"Om tenang saja, semua orang suruhan Andra sedang melacak mobil tersebut"


Tiba-tiba Theo melepaskan pelukannya, ia langsung berdiri dengan wajah yang sangat marah.


"Aku harus menemui Jasson, aku tahu dia ada di Indonesia! Si brengsek itu harus mati sekarang juga!" Murka Theo. Cepat-cepat Andra menghentikan Theo dan berusaha menenangkannya.


"Om tunggu! Tapi ini tidak ada sangkut pautnya dengan dia, Andra sudah memastikannya"


Seketika Theo berhenti, berbalik dengan sarkas.


"Maksudmu?"


Kemudian Andra langsung menceritakan pertemuannya tadi bersama Diandra.


"Kau mempercayainya?" Tanya Theo ketus.


"Ya om, karena Diandra wanita yang baik, tidak seperti Jasson"


"Cih! Kau sedang dibutakan cinta Andra, hati-hati! Kadang wanita lebih licik jika ingin mendapatkan sesuatu!"


"Tapi om-"


"Sudahlah, om akan melihat keadaan Grizelle dulu. Kau pulanglah"


"B-Baik om"


🌻


Seseorang sedang tertawa terbahak-bahak dikamar hotel mewahnya, dengan sebotol wine ditangannya, orang itu begitu bahagia mentertawakan keberhasilannya dalam menjalankan sebuah rencana.


"Jika kau tidak bisa aku miliki, perempuan itu juga tidak boleh memilikimu. Kau harus mati, harus mati!"


BERSAMBUNG GUYS HEHE


Maaf ya lama, aku lagi galau soalnya :(


Oke, ini 2 episode ya aku jadiin satu. Jangan lupa like nya, terima kasih :)


__ADS_1


__ADS_2