
Happy reading.
🌻
Setelah Jasson pergi dari kantornya, kini bayu sedang dalam perjalanan untuk menjemput calon istrinya di sekolah.
Perkataan Jasson yang menyatakan bahwa pria itu tertarik pada anak dari Samuel Adelard Jovanka; calon istrinya terus mengganggu pikirannya.
Bagaimana dia bisa mengetahui tentang Grizelle?
Apakah mereka saling mengenal atau?
Bayu memukul setir, menjambak rambutnya frustrasi.
Tidak!
Bayu tidak akan membiarkan kejadian dulu terulang lagi.
"Aku harus tanya daddy samuel. Harus!"
Akibat terlalu fokus memikirkan hal tersebut, Bayu sampai tidak sadar bahwa dirinya sudah sampai di sekolah. Dia melihat parkiran masih cukup ramai dengan kendaraan murid maupun guru.
"Sudah sore masih saja ramai" Batinnya.
Bayu turun dari mobil. Melangkahkan kakinya memasuki gedung sekolah guna mencari keberadaan gadis pujaannya.
Didalam sana banyak murid menyapa. Dalam pikiran mereka berkata, untuk apa anak pemilik sekolah berada disini sore-sore begini?
Fiona yang masih nongkrong bersama kawan-kawan pun terkejut. Tidak biasanya, pikirnya. Bahkan jika ada hal penting pun, anak pemilik sekolah itu akan lebih memilih menyuruh orang lain ketimbang datang.
"Sore-sore gini, capek, stres abis belajar, eh langsung fresh karena liat pangeran!" Ucap fanny, kawan Fiona.
"Ganteng parah sih. Heran! Kok ada ya manusia gantengnya unreal begitu?!" Timpal Vini.
"But, what is he doing here?" Tambah Vera.
Plak!
Vini memukul lengan Vera.
"Terserah dia, lah! Anak yang punya sekolah. Bebas!"
Vera berdecak.
"Cuma nanya aja, dih!"
Memutar bola matanya malas. Fiona berdecak mendengarkan perdebatan kawan-kawannya.
"Bisa diam, gak?!" Bentak Fiona. Mereka terlalu berisik!
Meninggalkan ketiga kawannya, Fiona berdiri, menghampiri sang guru yang terlihat sedang membeli air mineral di kantin.
__ADS_1
"Selamat sore, pak?" Sapa Fiona ramah.
"Sore" Balas sang guru sekenanya.
Fiona tersenyum kecut.
"Bapak tumben sore-sore gini ke sekolah?"
"Bukan urusan kamu!"
Dalam hati Fiona berteriak ketika guru pujaan hatinya langsung pergi.
"Nyebelin banget, sumpah!"
Akhirnya Fiona kembali duduk bersama kawan-kawan nya. Mereka mengejek karena lagi-lagi, Fiona gagal mendekati guru tersebut.
"DIAM KALIAN!"
Ketiganya sontak diam, menutup mulutnya rapat.
Tidak lama setelah sang guru pergi, dari arah selatan beberapa murid keluar dari ruangan khusus untuk latihan dance, diantaranya; Grizelle, Megan juga segerombolan adik kelas lainnya.
Mereka duduk di kantin setelah membeli minuman.
"Ada ekstrakurikuler lain apa selain dance? Masih rame banget, ya?!"
"Mereka juga latihan, kak. Sama kayak kita"
Ketika asyik mengobrol, mereka dibuat terkejut sebab tiba-tiba saja anak si pemilik sekolah duduk disebelah Grizelle begitu santai. Grizelle sendiri pun sama terkejutnya.
"Udah selesai?"
Grizelle tidak langsung menjawab. Yang gadis itu lakukan adalah melihat ke kanan dan ke kiri. Ternyata masih banyak murid-murid yang sedang jajan di kantin.
"Ngapain ke sini, sih?!"
"Mas jemput kamu"
"Ya gak usah nyamperin kesini juga kali, mas! Udah sana tunggu di mobil aja! Jangan bikin nyawa aku terancam deh!"
Semua murid disana terdiam.
Menatap keduanya penuh curiga.
"Iya,iya! Cepetan ya-" Bayu mendekatkan bibirnya ke sebelah telinga Grizelle, "---sayang" Sebelum akhirnya berdiri dan menunggunya di parkiran.
Setelah memastikan calon suaminya pergi. Grizelle buru-buru merapikan tas nya. Takut juga lama-lama berada di kantin.
"Kak Grizelle--"
"Tidak melayani pertanyaan apapun! Semuanya, aku duluan, ya?! Bye!"
__ADS_1
Megan hanya melambaikan tangan, lalu semua adik-adik kelas di hadapannya langsung berkerumun mendekati Megan yang mana membuat dirinya kaget "Kak-"
"Tidak melayani pertanyaan, simpan rasa penasaran kalian" Megan berdiri lalu pergi untuk pulang. Sedangkan adik-adik kelasnya terus memperhatikan Megan yang berlalu pergi sampai tidak terlihat lagi
Fiona begitu kesal melihatnya, tangannya terkepal sempurna menahan semua amarah dalam jiwa nya "Liat aja Griz, apa yang akan gue lakuin ke elo kali ini. Semoga loe gak nyesel udah melanggar perintah gue!" Ucapnya dengan seringai jahat di bibirnya
Tangannya terus memutar-mutar ponsel yang di pegangnya yang berisi video saat Griz dan Bayu sedang berpelukan di restoran dulu.
"Mas, kamu tuh ya!" Kesal Griz karena pasti besok semua murid Saint Peterson akan heboh dengan apa yang mereka lihat tadi.
"Apa sih sayang?" Sela Bayu cepat sebelum mendengar kembali calon istrinya mengomel
"Kita udah engga ketemu sehari kamu engga kangen sama mas gitu?"
"Malah ngomel-ngomel"
Hah?
Astaga, dalam situasi seperti ini sempat-sempatnya guru di hadapannya berkata seperti itu, dosa kah jika seorang murid memukul seorang guru kali ini?
🌻
Apartemen
"Why?" Tanya nya dengan suara lemah, Shawn tidak tau kenapa kekasihnya ingin mengajaknya untuk break sedangkan yang Shawn tau hubungan mereka baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun sebelumnya, tetapi dengan mudahnya Janinne mengatakan seperti itu.
"Aku gak bisa menjalani hubungan jarak jauh seperti ini, Shawn" Sahutnya dengan suara parau, karena bagaimanapun juga Janinne tidak sanggup mengatakan hal yang mampu membuat hatinya dan juga hati Shawn terluka.
Tetapi mau bagaimana lagi, jarak mereka terlalu jauh
Shawn mengerti, siapa yang kuat menjalani hubungan seperti ini jika bukan orang-orang hebat lah yang mampu. Shawn juga merasakan hal yang sama seperti Janinne, kadang melihat adik nya [Grizelle] jalan bersama Bayu, Shawn merasa iri karena dirinya tidak bisa seperti itu dengan Janinne yang terpisah jarak antara Indonesia dan Amerika.
Menghembuskan nafasnya pelan, Shawn mencoba mengerti dengan semuanya, ia mengangguk samar meskipun Janinne tidak melihatnya "OK! Aku ikuti kemauan kamu, Janinne" lalu menutup sambungan telponnya dengan sepihak.
Di bantingnya ponsel mahal tersebut hingga membuatnya pecah, Shawn berjalan ke arah balkon kamarnya tidak perduli dengan nasib ponselnya yang hancur. Dia mengambil satu barang berbahan nikotin tersebut dari saku celananya lalu membakarnya hingga menimbulkan kepulan asap dari mulutnya
Di sebrang sana, Janinne menangis tersedu-sedu. Ia paham jika Shawn kecewa atas keinginannya
"Maafin aku, sayang. Maafin aku"
Janinne weigel
Eh itu ngomong-ngomong, nama nya asli ya 😂 Aku kebahisan nama bagus, yaudah pake nama asli aja lah wkwk
Dan maaf ya kalau tulisannya masih kacau, masih dalam tahap revisi hehe
🌻
Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)
__ADS_1