I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 86 - Masalah disekolah


__ADS_3

Happy reading


🌻


Kabar hubungan antara Grizelle dengan Bayu sudah tersebar luas dilingkungan sekolahan, bahkan beritanya sudah terdengar oleh semua guru-guru disana.


Tidak sedikit yang mempermasalahkan, banyak guru wanita yang kesal karenanya.


"Meskipun sekolah ini adalah milik orangtua nya, tetap saja, yang namanya peraturan harus dipatuhi!" Jesicca, guru bahasa Inggris itu menunjukan keberatannya.


Sedangkan yang lainnya mulai menyetujui perkataan wanita itu. "Benar juga, apalagi ini antara murid dan guru. Bukankah akan menjadi masalah jika terdengar oleh sekolahan lain" Timpal guru wanita lainnya.


"Nah, jangan mentang-mentang anak pemilik sekolah jadi semaunya!"


Kini mereka sedang berkumpul diruangan khusus rapat, disana juga banyak guru laki-laki lainnya yang ikut membicarakan permasalahan ini.


"Apa pak Theo tahu tentang ini?" Tanya guru laki-laki bernama Markus, guru olahraga itupun tak kalah kagetnya mendengar berita tersebut.


"Kayaknya enggak deh, coba kamu telpon. Kita bicarakan soal ini" Sepertinya Jesicca yang paling kesal diantara guru lainnya. Jelas saja, dia guru wanita satu-satunya yang berani mendekati Bayu meskipun Bayu selalu saja menghindar.


"Oke, aku telpon sekarang" Sahut Markus seraya mengambil ponselnya yang tersimpan dalam tas.


Namun, belum sempat Markus menelpon pak Theo, Bayu sudah terlebih dahulu memasuki ruangan tersebut dengan ditemani Hendry dibelakangnya.


Semua guru yang ada disana nampak diam, bahkan Jesicca yang paling banyak berbicarapun tidak mengeluarkan kata-kata sendikitpun saat ini.


"Tidak usah ditelpon, papa saya akan datang sebentar lagi. Jadi, apa keluhan kalian?"


Sebelum pergi ke ruangannya, kebetulan Bayu melewati ruangan guru-guru yang tidak jauh dari ruangannya. Bayu tidak sengaja mendengar percakapan mereka yang sedang membicarakan hubungannya dengan Grizelle, anak muridnya.


Tadinya, Bayu tidak mau ambil pusing mendengarnya karena menurutnya Grizelle sudah dinyatakan lulus dan itu sah-sah saja. Lagipula Bayu dan Grizelle juga tidak pernah menunjukan selama disekolah, ya meskipun beberapa kali mereka dipergoki murid lain sedang mengobrol, seharusnya itu tidak menjadi masalah serius dan wajar-wajar saja.


Tetapi karena Bayu mendengar Jesicca seperti menuduh dirinya menggunakan kekuasaan papa nya untuk berbuat semaunya, Bayu tidak terima dan sedikit memancing emosinya.


"Dijawab! Tadi aja paling semangat!" Sindir Hendry pada Jesicca dan Mitha yang hanya diam saja.


Kedua pria tampan itu masih berdiri, mereka enggan duduk meskipun guru yang lainnya mempersilahkannya duduk.


Mereka menoleh saat suara langkah kaki serta ketukan pintu terdengar. Bayu, Hendry dan yang lainnya ikut berdiri saat melihat siapa yang datang.


"Pak Theo, silahkan duduk"


"Terimakasih"


"Bayu, duduk!" Titah papa Theo, meskipun Bayu sangat malas namun ia harus menjelaskan semuanya agar namanya dan juga Grizelle tidak menjadi buruk.


"Jadi apa sebenarnya permasalahannya?" Papa Theo membuka suara langsung pada intinya.


Disana, Jesicca tersenyum, ia mulai mengadu. "Begini pak Theo, bukankah sekolah ini melarang jika ada murid dengan guru yang berpacaran?"


"Betul, lalu?"


"Apakah pak Theo tahu jika pak Bayu berpacaran dengan muridnya sendiri?" Lanjut Jesicca.


"Bayu! Benar?"


Pertanyaan papa Theo membuat laki-laki berkemeja putih itu tidak percaya, bukankah papa nya tahu tetapi berlagak tidak tahu.


Pasti ada udang dibalik-balik nih, menyebalkan!


"Pa"


"Jawab aja, Bayu"


Ck!


"Iya"


Tentu, jawaban Bayu membuat semuanya kaget. Mereka pikir hanya gosip saja, tetapi ternyata itu benar-benar terjadi.


"Jadi bener, pak Bayu pacaran sama anak murid kelas 12.A?" Tanya Jesicca berharap jika apa yang didengarnya tadi itu bohong.


"Benar, kenapa?" Sahut Bayu ketus.


"Siapa, murid yang mana?"


Lagi-lagi, Bayu dibuat tidak percaya dengan papa Theo.


"Pa, papa 'kan udah tahu"


Bukannya menjawab, papa Theo malah memelototi Bayu agar diam saja.


"Itu pak, Grizelle Jovanka namanya" Sahut Jesicca. Wajahnya terlihat sangat kesal juga sedih secara bersamaan.


"Tolong panggilkan gadis itu"


Oh my God, apalagi ini. "Pa, no kidding. you knows everything right?" Bisik Bayu meminta penjelasan. Papa Theo hanya diam, tidak mendengarkan dan tentu membuat Bayu kesal.


Sebenarnya apa yang ingin papa Theo lakukan.


"Bokap loe cocok jadi aktor, udah mah wajahnya mirip Siwon Suju, bakat ngelawaknya persis pulak!" Bisik Hendry yang duduk disebelah Bayu. Laki-laki itu seakan tahu apa yang sedang direncanakan papa dari sahabatnya itu.


Hendry meringis saat sikutan keras mendarat dilengannya, "Anjim!" Keluhnya.


"Diem Lo curut!"


Hendry hanya tertawa kecil menanggapinya, menurutnya keluarga Bagaskara sangatlah lucu bagi yang mengenalnya, namun terlihat menakutkan bagi mereka yang asing.

__ADS_1


Sedangkan Grizelle, dikelas ia sudah diserbu oleh teman-temannya. Ia yang sedang mengobrol bersama Fiona dan juga meganpun sangat terganggu.


"Griz, serius Lo pacaran sama pak Bayu?"


"Sejak kapan?"


"Ko Lo bisa sih pacaran sama pak Bayu?"


"Cerita dong udah berapa lama kalian pacaran?"


Berbagai pertanyaan tidak henti-hentinya diberikan oleh teman-teman sekelasnya, belum lagi yang lainnya. Mereka tidak kalah hebohnya setelah mendengar kabar tersebut.


"Atau jangan-jangan kalian sudah bertunangan, gue lihat cincin Lo sama deh sama pak Bayu"


Griz tidak tahu harus menjelaskannya bagaimana, gadis itu bingung, dari siapa mereka mengetahui hubungannya dengan Bayu.


Padahal ia sudah berjanji tidak akan dulu memberitahukannya sebelum acara perayaan kelulusan sekolah, namun rencananya gagal, ia sudah terciduk terlebih dahulu.


Apakah Fiona yang sudah memberitahukan semuanya?


Tidak mungkin, sekarang saja dia selalu ada disampingnya. Meskipun mereka berbeda kelas, tetapi semenjak Fiona berubah, Fiona selalu berkunjung ke kelasnya.


"Griz jawab dong, jangan diem aja. Lo mau ya kita mati penasaran?" Desak yang lainnya.


"Eh?"


Belum sempat Griz menjawab, tiba-tiba suara ketukan pintu membuat semuanya diam. Staf yang diperintah untuk menjemput Griz mengatakan jika dirinya dipanggil ke kantor.


"Mau ditemenin?" Kata Fiona, perempuan itu sudah berdiri begitu juga dengan Megan.


"Gak usah, kalian tunggu aja disini. Everything is alright" Sahut Griz yang sudah berdiri, gadis itu pergi.


Sementara Griz pergi, Megan dan juga Fiona mengikuti dari belakang. Mereka hanya ingin memastikan jika Griz baik-baik saja.


Bayu menoleh saat Grizelle datang setelah dijemput oleh staf, gadis itu duduk tepat didepan nya dengan wajah yang bingung dan juga ketakutan. Pasalnya dirinya tahu jika alasan dia dipanggil ke kantor guru adalah karena hubungannya bersama Bayu sudah tersebar luas.


Tetapi yang menjadi dirinya bingung adalah papa Theo yang seakan tidak mengetahui segalanya. "A-ada apa ya?" Gadis itu memberanikan diri bertanya terlebih dahulu.


"Gak usah belagak gak tahu Grizelle, bukankah semuanya sudah jelas?" Ketus Jesicca.


"Tapi..."


Belum sempat Griz menyelesaikan kalimatnya, Bayu yang merasa kesal karena sikap Jesicca terhadap Griz sangatlah ketus langsung memotongnya. "Pa, jangan akting!"


Theo yang melihat wajah Bayu yang sudah tidak santai tertawa kecil sehingga membuat para guru yang berada diruangan tersebut merasa heran.


"Oke, saya jelaskan semuanya disini agar tidak ada yang salah paham. Jadi sebenarnya anak saya, Bayu dengan Grizelle tidak berpacaran seperti berita yang tersebar"


What?


"Tidak juga."


"Pa" Tegur Bayu.


"Iya-iya! Jadi mereka tidak berpacaran, mereka akan menikah Minggu depan, dan ini..." Mengeluarkan surat undangan mewah berwarna merah muda terikat Vita cantik, "Undangan untuk kalian semuanya, datang ya" Imbuhnya.


"Dan mengenai peraturan. Bukannya saya membela anak dan calon menantu saya, tapi disini mereka tidak pernah menunjukan dilingkungan sekolah 'kan kalau mereka dekat. Saya tanya, apakah kalian pernah melihat anak saya bermesraan dengan Grizelle?"


Semuanya menggelengkan kepalanya dengan kompak. Ya, mereka tidak pernah melihat semua itu bahkan mereka baru mendengar beritanya sekarang.


"So, ini bukanlah aib. Mereka tidak membuat malu sekolahan ini" Tegas Theo.


"Tapi pak, mereka sudah berpacaran..." Jesicca nampak masih keberatan dan mulai tidak bisa menerima kenyataan.


"Bukan pacaran, tapi akan menikah. Saya sendiri yang menjodohkannya. Jadi, kamu datang ya. Bawa pasangan kamu!" Sahut papa Theo seraya beranjak dari tempat duduknya. Begitu juga dengan Bayu dan juga Grizelle.


"Ayo Bayu, Grizelle. Ikut papa ke ruangan!"


Tanpa berpikir lagi, Bayu dan juga Grizelle menuruti permintaan papa Theo. Mereka pergi sedangkan guru yang lainnya masih terlihat shock dengan surat undangan ditangan mereka masing-masing.


"Serius loh ini?"


"Serius lah!" Ucap Hendry yang memang sudah mengetahui semuanya. Laki-laki itu nampak santai.


"Lo udah tahu ndry?"


"Tahu"


🌻


"Ke lapang bola aja yu, si Bryand sama si Shawn ada disana"


Megan mengajak Fiona, namun Fiona tidak mau karena untuk apa dirinya kesana. "Gak ah, Lo aja kesana"


Namun Megan tidak mendengarkan penolakan Fiona, Megan tetap menarik tangan Fiona untuk mengikutinya. "Meg, gue gak mau ikut!"


"Santai aja, kenapa sih lo? Bukannya Lo lagi Deket ya sama si Shawn?" Goda Megan yang membuat Fiona tersenyum malu.


Memang, setelah Shawn menyelamatkannya di Bogor beberapa hari lalu, mereka semakin dekat. Shawn juga menjadi tidak ketus lagi kepadanya. Namun untuk kedekatan yang mengarah ke hal yang lainnya, Fiona tidak yakin. Ia juga masih mempertimbangkan perasaannya, apakah benar dirinya mulai menyukai Shawn atau hanya sekedar rasa pertemanan saja.


Ia tidak tahu. "Deket! Kaya Lo sama gue, nih kita Deket 'kan?" Sahut Fiona yang reflek memeluk Megan dari samping membuat Megan bergidik geli.


"Anjim, gue masih normal Fiona!" Teriak Megan seraya berusaha melepaskan diri dari pelukan Fiona.


"Haha"


Mereka tertawa disepanjang koridor sekolah, sampai akhirnya mereka tiba dilapang bola dan melihat Bryand dan Shawn sedang duduk dibawah pohon. Megan sengaja tidak memberitahu Bryand karena ia sengaja ingin mengagetkannya.

__ADS_1


"Kayaknya mereka lagi ngobrol serius tuh"


"Paling ngomongin bola, apalagi memang" Kata Fiona. Memangnya apalagi obrolan serius laki-laki jika bukan bola dan game.


Shawn menyenderkan badannya pada pohon tempat dirinya duduk, laki-laki itu tertawa mendengar pertanyaan Bryand tentang kedekatannya dengan Fiona akhir-akhir ini.


"Gila! Gak mungkin gue suka sama tuh cewek!" Kata Shawn. Padahal dirinya saja tidak yakin dengan perkataannya sendiri, benarkah begitu?


"Tapi cocok loh, jadian aja gih" Bryand terus saja menggoda Shawn.


"Gak! Gue masih dendam sama tuh cewek!"


DEG!


Langkah Fiona berhenti saat mendengar Shawn mengatakan itu, ia tidak menyangka jika Shawn masih menyimpan dendam terhadapnya. Jadi, selama ini kebaikannya hanya kepura-puraan saja?


"Meskipun dia udah berubah tetep aja gue suka kesel. Lagian, baik tuh harus 'kan, gak harus ada perasaan dulu?" Imbuh Shawn. Ia masih belum sadar jika Fiona ada disana, mendengar semua perkataannya.


"Iya sih, tapi..."


"Lagian selera gue itu tinggi, gak rendah kayak dia"


Tes!


Seketika air mata Fiona luluh dari sudut matanya. Bening krystal itu meluncur begitu saja dengan rasa sakit didalam nya.


"Fi"


Megan kaget melihat Fiona menangis, ia berusaha menenangkan nya.


"Gue gak apa-apa, Lo samperin aja. Gue ke toilet dulu"


Baru saja Fiona akan pergi, Shawn dan juga Bryand kaget mendengar Fiona ada dibelakangnya. Kedua laki-laki itu berdiri dengan perasaan tidak tenang, apakah Fiona mendengarnya?


"Fi" Ucap Shawn. Dirinya yakin jika Fiona mendengar semua perkataannya tadi, buktinya Shawn melihat Fiona mengeluarkan air mata, meskipun Fiona cepat mengusapnya, tetap saja Shawn melihatnya terlebih dahulu.


Fiona tersenyum pahit, ia segera pergi dengan rasa sakit. "Gue emang jahat Shawn, tapi gue gak serendah yang Lo maksud" Gumamnya.


Entah kenapa, untuk perkataan Shawn yang ini, Fiona begitu sakit mendengarnya. "Seharusnya gue gak terlalu dekat sama kalian, gue sadar gue gak sekaya dulu dan gue juga jahat!" Imbuhnya.


"Fiona!"


Shawn tetap memanggil Fiona yang terus berjalan. "Fi, dengerin gue dulu!" Teriaknya lagi. Namun Fiona tidak juga berhenti, Shawn harus mengejarnya.


"Kata-kata Lo jahat banget Shawn, gue yang 2 tahun musuhan sama dia juga bisa maafin dia dan gak pernah ngomong yang aneh-aneh, tapi Lo?" Megan terlihat kecewa, dia saja sakit hati mendengarnya.


"Gue gak bermaksud Meg, laki Lo godain gue terus daritadi. Gue reflek"


"Bawa-bawa gue lagi, KEJAR sana! Minta maaf Lo" Kesal Bryand


"BERISIK!"


Shawn berdiri, segera menyusul Fiona; mungkin ke kelasnya. Namun setelah Shawn sampai disana, keberadaan gadis itu tidak dia dapati.


"Lo dimana sih, Fi?"


Menyadari eksistensi Shawn didepan kelas, salah seorang teman Fiona bertanya, "Cari Fiona?" Buat kepala Shawn mengangguk. "Dia udah pulang. Kayaknya nangis. Loe apain?!"


"Kepo!"


Sialan!


🌻


"Ada apalagi sih, pa?! Bayu mau ke kantor!" Kesal! Sudah 15 menit sejak kepergian Grizelle, Bayu ditahan dalam ruangan pribadi papa Theo.


Theo melemparkan 2 foto kehadapan putranya.


"Apa ini?!" Bayu ambil foto tersebut, foto dimana ia dengan Grizelle sedang berciuman dalam gudang sekolah 2 bulan lalu. "Untung papa gerak cepat! Ingat, nak. Grizelle belum jadi istri kamu, dijaga sikapnya"


"Sorry. Tapi Bayu yakin gak ada orang kok disana"


"Kalau gak ada mau apa, Ha? Ngaco!"


Ya mau lanjut lagi ciumannya, batinnya.


"Iya, maaf"


"Untung aja beritanya cuma pacaran. Kalau tersebar foto ini papa juga yang malu"


"Iya pa maafin Bayu, ya? Janji gak akan di ulangi lagi"


Theo pijat pelipisnya, terasa berdenyut melihat tingkah sang putra yang mirip sekali dengannya.


"Ya! Udah sana keluar kamu! Langsung ke kantor. Awas kalau nemuin Grizelle, papa batalin tiket bulan madu ke Eropa nya!"


Dih!


Dikira Bayu tidak mampu beli sendiri apa? Jangankan ke Eropa, ke seluruh dunia juga Bayu bisa.


"Uang Bayu banyak kalau papa lupa"


"BAYU!"


🌻


[Aku udah sebar undangannya ke rumah kalian masing-masing, ya? Jangan lupa datang Minggu depan]

__ADS_1


__ADS_2