
Happy reading.
Warn; [Bahasa baku \= Inggris]
🌻
Mendapat job untuk mengisi salah satu acara fashion show di Jakarta menjadi sebuah keberuntungan besar bagi Monica. Tidak hanya bekerja disana, ia juga akan menggunakan waktu senggangnya untuk menemui seseorang yang begitu dicintainya.
Meskipun pada pertemuan terakhir dirinya sempat terusir secara tidak sopan dari sana, tetapi itu tidak menjadi masalah untuknya, Monica akan terus mencoba sampai pria itu kembali ke dalam pelukannya.
Sudah merasa yakin dengan penampilannya sekarang, Monic segera mengambil tasnya. Rencananya hari ini ia akan pergi ke sebuah perusahaan untuk menemui seseorang.
"Saya akan keluar sebentar, Carol!"
Wanita yang disebut Carol menoleh.
Tatap jengah pada wanita berkacamata hitam dihadapannya.
"4 jam lagi acaranya akan di mulai. Jangan mencoba mengacaukannya, Monica!" Peringat Carol.
Monica enggan berekspresi.
Wanita itu hanya mengangguk sebelum akhirnya pergi begitu saja tanpa pemberitahuan akan kemana dirinya pergi. Sementara Carol pijat pangkal hidungnya, pusing dengan sifat/sikap modelnya yang sembrono.
"Andai saja kau bukan saudaraku, Monica! Sudah aku depak dari agensiku sejak dulu"
🌻
[BA Development; Merupakan salah satu perusahaan terbesar di Asia yang mengembangkan sebuah proyek dalam bidang perumahan, perkantoran dan juga komersial untuk dijual ataupun investasi.
Perusahaan tersebut telah banyak mempekerjakan sekitar 37.000 orang yang memiliki keahlian khusus dalam pembangunan. Seperti pembebasan lahan, arsitektur, kontruksi, teknik maupun management properti.
Tidak heran jika perusahaan itu selalu menjadi impian atau tujuan pertama bagi orang-orang yang ingin bekerja disana]
Setelah menyuruh penjaga untuk memarkirkan mobilnya, Monica berjalan dengan anggun memasuki perusahaan tersebut.
Langkah jenjangnya ia susun untuk menghampiri bagian resepsionis, menanyakan; dimana sang CEO berada.
"Dimana Bayu Aji Bagaskara berada?"
Resepsionis yang bernama Tika tersebut terus memperhatikan wanita cantik dihadapannya.
Wajahnya seperti tidak asing dan rasanya dia pernah melihatnya, tetapi entah dimana, pikirnya.
"Apakah nona sudah membuat janji sebelumnya?!"
"Tinggal kau jawab saja pertanyaan ku ada atau tidak dan tunjukkan ruangannya berada apa susahnya, huh?! Jangan terlalu banyak bertanya!" Jengkel Monica pada resepsionis itu.
Para pegawai yang sedang berlalu-lalang menoleh keheranan dengan keributan disana, bahkan petugas keamanan yang berjaga didekat pintu utama langsung menghampiri untuk menanyakan apa yang telah terjadi.
Tika dengan gugup menjelaskan jika wanita itu membentaknya, memaksa untuk memberitahukan apakah pemimpin perusahaan ini ada atau tidaknya disaat wanita itu belum membuat janji apapun saat akan menemuinya.
"Maaf ya, nona?! Tetapi ini sudah menjadi sebuah aturan perusahaan untuk tidak menerima sembarangan orang jika tidak ada janji sebelumnya" Ucap si petugas keamanan.
Dia juga menambahkan bahwa si pemilik perusahaan belum datang.
__ADS_1
"Bilang dari tadi! saya tidak akan lelah menunggu ataupun berdebat dengan orang-orang tidak penting seperti kalian! Menyebalkan!" Ucap Monica sebelum akhirnya pergi.
Saat dirinya keluar dari gedung, seseorang yang baru saja turun dari mobil nampak terkejut dengan kehadirannya disana.
Meskipun seseorang itu menangkap ada yang berbeda, tetapi dia cukup hapal siapa wanita yang baru saja memasuki mobilnya.
Seseorang itu; Andra bersembunyi disebelah mobilnya untuk mengintip wanita yang sangat dirinya kenali nya.
"Sedang apa dia disini? Bukankah seharusnya dia di Paris?!"
🌻
Membahas teror yang di alaminya kemarin sore, Grizelle lebih banyak diam. Ia terus memikirkan tentang siapa yang telah menerornya dan atas dasar apa orang tersebut melarangnya berdekatan dengan Bayu.
Grizelle kembali membaca pesan-pesan tersebut, memperhatikan ketikan yang sialnya adalah huruf kapital semua. Mana bisa ia mengenali typing tersebut jika begitu. Argh menyebalkan!
"Kamu pikir kamu siapa menyuruhku untuk menjauhi calon suamiku sendiri. You crazy?!" Gumamnya kesal.
Apa harus Grizelle memberitahukan pada calon suaminya tentang masalah ini? Tetapi bagaimana kalau orang tersebut tau jika dia mengadu dan malah nekat menyebarkan video tersebut.
Hah, bikin galau saja!
Melihat sahabatnya gelisah, Megan menatapnya dengan aneh. Ingin menanyakan apa yang telah terjadi, namun bakso yang sedang dimakannya belum habis. Karena kalau mereka sudah mengobrol, berlian yang harganya milyaran pun tidak menarik sama sekali.
"Ada masalah?" Megan bertanya setelah selesai menghabiskan baksonya. Sedangkan Grizelle, gadis itu masih mengaduk-aduk bakso yang belum sama sekali dimakannya.
Menghembuskan nafasnya kasar, Grizelle menggeleng sebagai jawabannya. Ia masih belum ingin memberitahukan tentang masalahnya ini kepada siapapun.
"Nothing"
Hah, daripada stres memikirkannya, mending ia makan saja. Persetan dengan orang yang telah membuat harinya buruk!
DEG!
Belum juga selesai masalah tentang teror yang menimpanya kemarin, ternyata liburannya ke Ancol kemarin banyak diketahui oleh murid-murid lain.
"Cantik tidak?"
"Ya kali sekelas pak Bayu tidak mendapatkan wanita yang cantik. Tapi, tapi-"
Grizelle cemas, ia takut jika mereka akan mengenalinya. Ia yang tadinya begitu bernafsu memakan baksonya, kini berubah menjadi tidak selera.
"Dari posturnya sepertinya seumuran dengan kita deh"
"Ah masa sih?"
"Iya"
"Mungkin tidak dia seorang anak kuliahan? Ingat tentang salah satu artikel yang menuliskan bahwa calon istrinya harus menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu sebelum mereka menikah"
"Iya benar! Tapi tapi tapi- Perempuan itu mirip dengan-"
Megan segera berdiri melihat Grizelle sudah pergi, membuat beberapa murid yang mencurigai nya menatap aneh.
"Serius?"
__ADS_1
"Iya"
"Tapi tidak mungkin sih, meskipun dia termasuk salah satu siswi tercantik di sekolah ini. Masa iya seleranya anak sekolahan?"
"Mungkin saja. Hey kalian melupakan saat gadis tukang bully secara sengaja mencelakai dia? Jangan lupakan wajah khawatir guru tampan itu!"
"Benar! Menurutku masuk akal jika perempuan beruntung itu adalah dia. Hey! Keduanya sama-sama berasal dari keluarga terpandang, bahkan perusahaan orang tua mereka berkolaborasi!"
"Sulit di percaya tetapi teorinya sangat masuk akal!"
🌻
Desus.com : [Pict] Pengusaha muda, Bayu Aji Bagaskara berlibur bersama calon istrinya di Ancol. Benarkah dia tinggal di Indonesia?
Lagi-lagi ada artikel mengenai dirinya. Apa ini penyebab calon istrinya itu sedikit diam dan kesal saat di kantin tadi? Kalau iya kenapa mesti merasa kesal, padahal foto yang terpasang dalam berita tersebut pun tidak terlalu jelas.
Lagipula keduanya memakai topi beserta masker, sulit bagi mereka menebak siapa. Hanya saja rambut dan juga jam tangan yang dipakai calon istrinya itu sedikit mencolok dan bisa saja banyak teori cocoklogi untuknya.
[Ke ruangan mas sekarang!]
Tidak lama setelah Bayu mengirim pesan tersebut, orang itu datang dengan wajah lesu. Bayu segera bangun dari kursinya, menghampiri seseorang itu dengan khawatir.
"Kenapa?" Bayu bertanya lembut.
"Tidak apa-apa"
"Kesal dengan artikel yang muncul?" Bayu kembali bertanya, membuat Grizelle menggeleng spontan.
"Tidak mas, itu tidak masalah sama sekali tapi-"
Bayu menatap Grizelle begitu dalam, menunggu kalimat selanjutnya.
"Mereka curiga sama aku, mas. Aku takut!"
Benar dugaan Bayu. Lagipula rambut Grizelle terlihat begitu mencolok pada foto yang terdapat pada artikel tersebut. Pantas saja murid-murid yang lainnya berspekulasi bahwa Grizelle lah perempuan tersebut.
Bekum sempat Bayu menjawab, dering pada ponselnya membuat pria berlesung pipi itu menelan kembali kata-katanya.
Andra Pradipta is calling.
Bayu segera mengangkatnya setelah mendapat ijin dari calon istrinya.
"Kenapa?"
"Masih di sekolah?"
"Iya, kenapa?"
"Gawat!"
"Jangan bertele-tele Andra, katakan!"
"Monica ada di kantor!"
"APA?!"
__ADS_1
🌻
\={R E V I S I}\=