
Happy reading.
🌻
Aneh.
Sudah beberapa hari Grizelle merasa ada yang aneh dengan sikap perempuan yang sudah memfitnahnya saat itu.
Perempuan itu lebih banyak diam, bahkan terkesan menjauh ketika berpapasan dengannya. Grizelle perhatikan gerak-gerik perempuan tersebut. Dalam hati bertanya, kenapa? pikirnya.
"Aneh!"
"Apa?!" Heran Megan.
Grizelle menoleh, berikan tatapan bertanya pada kedua sahabatnya.
"Aneh gak, sih? Kok jadi pendiam, ya?"
"Apa sih, Grizelle? Siapa yang aneh?!"
Grizelle berdecak.
Sungguh tidak peka sekali mereka ini!
"Itu!"
Megan juga Fiona mengikuti arah dagu Grizelle.
"Oh? Mak lampir?!"
Jawaban Fiona membuat gadis itu mendapat pukulan keras pada lengannya. Dia mengaduh, sementara Megan hanya tertawa melihatnya.
"Mulut kamu, astaga! Kedengaran orangnya, mampus!"
"Lah emang iya dia Mak lampir, Grizelle. Mau di sangkal gimana lagi?!"
"Ish!"
"Emang kenapa lagi sih tuh cewek? Gangguin kamu?"
Grizelle menggeleng.
"Enggak! Aku aneh aja. Dia jadi pendiam gitu"
Kalau boleh jujur, Megan juga Fiona merasakan hal yang sama. Namun dia tidak perduli dan merasa bahwa itu bagus.
"Lagi sariawan kali!" Celetuk Fiona. Mengundang tawa Megan yang mendengarnya.
Lagi. Grizelle berdecak malas.
"Jawaban kalian itu gak ada yang bener!"
Megan juga Fiona hanya tertawa.
Mengabaikan si perempuan hamil yang kembali mengomel. Sementara Grizelle, gadis itu cemberut sebelum akhirnya dia menoleh ketika seseorang memanggil namanya.
"Grizelle"
"Ada apa ya, kak rey?!"
Reymond tersenyum.
"Udah gak galak lagi keliatannya"
Mendengar itu Grizelle jadi tertawa. Merasa tidak enak karena saat itu dia membentaknya.
"Hehe. Maaf ya, kak? waktu itu aku benar-benar lagi emosi"
Rey mengangguk.
"Gak apa-apa. Em, Grizelle?"
"Ya?"
Rey terdiam. Pria itu melirik ke arah Megan juga Fiona yang sedari tadi terus memperhatikannya.
"Aku---"
Baru sepatah kata Rey berucap. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan menampakan nama 'IBU NEGARA' disana.
"Sebentar, ya?/Halo, ibu?"
Tidak lama setelah itu, Rey memasukan kembali ponselnya ke dalam saku.
__ADS_1
"Aku pergi dulu ya, Grizelle"
Grizelle terdiam, begitupun dengan Megan juga Fiona ketika melihat kepala sahabat mereka diusap oleh lelaki lain.
"Grizelle?"
Gadis itu menoleh.
"Gawat! Kalau suami kamu lihat gimana?!"
Ya Grizelle juga tidak tahu.
Sejujurnya juga di mulai cemas.
Tapi, "Enggak! Mas Bayu percaya sama aku" Lalu menyentuh kalung yang melingkar cantik pada lehernya. Gadis itu tersenyum seraya berkata, "iya 'kan, mas?" imbuhnya.
Di sebrang sana seorang pria tertawa pelan.
"Selalu! Mas selalu percaya sama kamu. Tapi tidak dengan mereka yang mendekati kamu, sayang. Berani-beraninya dia menyentuh istriku!"
🌻
Grizelle berlari menuju toilet ketika merasa perutnya kembali mual. Dia muntah kan semua makanan yang dibawanya tadi dari rumah.
"Apa masakan mommy gak enak?"
Grizelle basuh bibirnya.
Menatap dirinya dalam cermin seraya mengusap lembut permukaan perutnya.
"Mau sesuatu ya, nak?"
Grizelle tersenyum licik. Dia buru-buru keluar dari toilet untuk pergi ke tempat dimana dia bisa mendapatkan keinginannya.
Sebelumnya Grizelle mengambil ponselnya, mengetikan sesuatu disana sebelum akhirnya mengirimkannya pada seseorang. Namun karena gadis itu terlalu fokus pada ponselnya, Grizelle sampai menabrak seseorang saat menuju parkiran.
"Sorry. Aku gak lihat"
"Tidak apa-apa" Sahut pria itu seraya pergi.
Jika Grizelle tebak, sepertinya pria itu adalah dosen pindahan yang pernah Megan ceritakan waktu kemarin.
Tapi-- Seperti pernah melihatnya? Tetapi dimana? Grizelle merasa tidak asing dengan wajahnya.
🌻
Istriku;
[Mas? Mangga yang didepan kantor kamu kayaknya enak deh]
Dan disinilah pemilik perusahaan BA development itu sekarang; didepan gedung perusahaan miliknya sendiri.
Pria itu memijat pelipisnya pusing; pusing dengan keinginan istrinya yang memintanya untuk memanjat pohon mangga didepan kantornya.
"Tidak bisa yang lain ngidamnya?" Bayu memastikan.
Siapa tau saja istrinya berubah pikiran dan meminta hal lain yang bisa dengan mudah Bayu laksanakan.
"No!" Jawab Grizelle.
Menghembuskan nafasnya pasrah. Pria itu berjongkok, mensejajarkan wajahnya dengan perut sang istri.
"Hay, nak? Minta daddy belikan mobil saja, ya? Jangan suruh daddy manjat pohon"
Diam-diam Grizelle tertawa.
Mana bisa ditawar!
"Jangan hasut anak aku ya, mas!"
Beberapa karyawan yang baru selesai makan siang diluar berseliweran memperhatikan bos nya, mereka menahan tawa ketika melihat sang bos yang terkenal maha dingin tidak berkutik sekali dihadapan sang istri. Mereka jadi tahu, jadi seperti ini seorang pemilik perusahaan BA Development menghadapi seorang istri.
"Apa yang kalian tertawa-kan, cepat kembali bekerja!"
Sialan!
Harga dirinya benar-benar hancur sekarang. Image galak yang sudah melekat paten pada dirinya seketika hancur saat keinginan seorang istri tidak bisa ditolaknya. Lihat wajah-wajah menyebalkan karyawannya, mereka terus berbisik-bisik bersama temannya.
Cih!
"Kurang ajar sekali mereka!" Desisnya.
"Dilarang ngomel-ngomel!" Tegas Grizelle.
__ADS_1
Sudahlah Bayu, apa susahnya untuk memanjat pohon yang tingginya tidak lebih dari 5 meter. Kamu hanya perlu menggunakan tangga saja, lalu selesailah semuanya. Tapi ngomong-ngomong tangga, dimana lelaki yang sudah diperintahnya untuk mengambil tangga, selama itukah berjalan dari gudang ke taman sebelah kantor yang jaraknya tidak lebih dari 50 meter?
"Si Andra mana lagi, lama banget ambilin tangga doang!" Keluhnya. Ya, ternyata bukan hanya Bayu yang menjadi korban wanita hamil itu, Andra sang tangan kanan pun bernasib sama. Bahkan lebih! Bayangkan saja, pertama datang Grizelle sudah merengek minta dibelikan cilok yang berada dikantor Daddy Samuel yang jaraknya lumayan jauh. Meskipun suaminya sudah merekomendasikan orang suruhannya untuk membeli, tetapi Grizelle menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Anak kamu maunya dia yang beli mas!" Alhasil, mau tidak mau Andra harus pasrah dan cepat melajukan mobilnya sebelum sang nyonya mengancam akan menikahkannya dengan sekretaris suaminya, Khanaya.
Ngomong-ngomong, Khanaya juga menjadi salah satu korbannya. Namun Grizelle hanya memintanya untuk menemani makan ice cream saja dikantin kantor.
"Kak Andra lelet banget. Aku kan pengen cepet-cepet makan mangganya!" Grizelle berdecih, meletakan kedua tangannya pada pinggang ketika melihat Andra kesulitan membawa tangga yang cukup besar. Ke-dua Satpam disana tidak berani berbuat apa-apa untuk menolong andra karena perintah sang nona yang harus lebih dipatuhi atau ancaman tidak boleh main catur akan menjadi taruhannya.
"Ini gede banget Griz, ya tuhan" Ucapnya dengan ngos-ngosan. Seumur-umur, dia baru sekali ini membawa tangga lipat seperti ini. Benar-benar istri bos yang menyebalkan.
"Kak Andra kan lelaki, yang kuat doang! Masa gitu aja loyo" Sungutnya pedas, "Cepetan mas, baby aku mau rujak katanya!" Lalu dengan raut wajah terpaksa Bayu mengangguk dan mulai memanjat pohon tersebut.
"Pegangin tangganya Ndra!" Teriak Bayu yang mulai menaiki anak tangganya satu persatu. Kaki serta tangannya bergetar saat satu persatu kakinya bergerak naik sehingga semakin tinggi.
"Iya-iya, santai aja gue pegangin"
"Yang bener! Gue bisa jatuh nih"
"Jatuh ya ke bawah bos"
Sialan!
Dikira jatuh tidak sakit apa! Andra benar-benar minta dihajar.
Setelah sampai diatas, Bayu melongo karena ternyata pohon tersebut lumayan tinggi. Ia melihat kebawah, dimana istrinya dan Andra berada. Ngeri sekali kalau sampai jatuh, bisa-bisa ia tidak bisa berjalan berbulan-bulan.
"Sayang, mau berapa mangganya?"
"2 aja mas, cukup!"
"Yang ini?" Tunjuknya pada mangga berkukuran kecil didekat tangannya.
"Itu kecil, aku mau yang gede! Itu tuh di atas kepala kamu mas, manjat sedikit lagi"
ASTAGA!
Bayu sudah ingin berteriak saja, apalagi melihat sarang semut rangrang didekat tangannya. Bagaimana kalau semut itu mengamuk dan menggigiti seluruh tubuhnya.
"Yang, ada semut itu, yang ini aja ya?"
"Gak mau!"
Ya tuhan Grizelle, kenapa begitu menyebalkan sekali. Biasanya dia akan sedikit meringankan bebannya jika ia tidak mampu lagi memenuhinya. Tapi sekarang?
Oke baiklah.
"Abis kamu Grizelle. Untung kerjaan gak terlalu banyak!" Gumamnya.
🌻
"Udah kenyang makan rujaknya?"
"Gak!" Grizelle berdecih, membelakangi tubuh suaminya sebal. Bagaimana tidak, Grizelle sudah membayangkan sambal rujak yang pedas, namun dengan menyebalkannya, suaminya malah membuang 4 cabe rawit yang sudah disiapkannya.
"Loh kenapa?"
Pakai nanya lagi, tidakkah dia merasa berdosa karena perbuatannya tadi?
"Gak tau ah! Pokoknya aku sebel sama mas!"
Melihat istrinya cemberut, Bayu menggeser posisi duduknya. Merapatkan badannya pada wanita yang sedang membelakanginya itu.
"Terus sekarang mau nya apa?"
"M-Mau pulang aja!" Sahutnya tergugup. Hembusan nafas hangat yang menerpa lehernya mampu membuat dirinya meremang, menikmati setiap kecupan-kecupan kecil yang diberikan suaminya.
Grizelle cepat bangkit dan saat itu juga tangannya ditarik sehingga tubuhnya terduduk kembali pada pangkuan suaminya.
"Mas mau minta hadiah karena sudah berhasil manjat pohon mangga tadi" Bisiknya menggoda, "Sekarang gantian, mas mau manjat kamu" Grizelle tercekat, tidak bisa mengatakan apapun lagi saat mulutnya sudah ditutup oleh ciuman lembut suaminya.
🌻
...COGAN-COGAN MENDERITA...
...Yang disuruh manjat pohon mangga...
...Ini yang bawa tangga nya....
...Dan ini yang paling bahagia melihat mereka menderita....
__ADS_1