
Setelah pelajaran yang memakan banyak tenaga telah usai, semua murid kelas 12 A segera menyerbu kantin guna menyegarkan kembali tenggorokan yang terasa kering saat harus berolahraga dibawah teriknya matahari.
"Dimana Grizelle?"
Kantin terlihat penuh oleh sebagian murid kelasnya, ditambah lagi kelas yang lainnya karena bertepatan dengan jam istirahat, namun Shawn tidak dapat menemukan keberadaan adiknya saat ini. Kemana pikirnya.
Megan yang tengah mengobrol bersama teman-teman lainnya menoleh, mendongak menatap pemuda jangkung yang berdiri disebelahnya.
"Dia sedang ke toilet, tapi sampai sekarang belum kembali"
DEG!
"Mau kemana?" Megan bertanya.
"Mencari Grizelle"
Shawn segera berlari ke toilet yang memang berada dilantai dasar, pemuda dengan tinggi 1,83 cm itu sudah berdiri didepan sana. Menunggu sang adik atau siapapun untuk ia tanyai.
"Sorry, ada Grizelle gak didalam sana?" Tanya nya pada salah satu murid yang baru keluar dari toilet
"Udah engga ada siapapun didalam, kak"
Lalu, dimana Grizelle berada?
Kelas?
Shawn segera berlari ke lantai tiga setelah mengucapkan terimakasih pada murid tersebut, tetapi nihil, Griz tidak ada juga dikelas dan itu membuat Shawn semakin khawatir
Dengan panik, Shawn mengambil ponselnya yang ia simpan didalam loker, lalu menghubungi nomor Grizelle yang ternyata tidak aktif
"****!"
"Loe kemana sih dek?"
Shawn memilih kembali ke kantin, menemui Megan untuk memberitahukan jika ia tidak menemukan Grizelle
"Ngapa loe?"
"Abis liat setan?" Imbuh Mark saat melihat Shawn sedang mengatur nafasnya yang ngos-ngosan kemudian ia mengambil minuman milik David begitu saja dan menghabiskannya tanpa memperdulikan sang empunya sedang menggerutu kesal
"Adek gue gak ada di toilet, di kelas juga gak ada"
Megan yang sedang memakan bakso nya pun seketika menoleh mendengarkan percakapan Shawn dan juga Mark
"Serius?"
Shawn menoleh pada Megan yang juga terlihat khawatir "Gue telpon nomornya engga aktif" Sambil mengacungkan ponsel miliknya lalu Megan berdiri yang membuat ke tiga laki-laki tampan itu heran
"Loe mau kemana?" Heran Shawn
"Gue mau mastiin aja kalau Griz gak dalam bahaya"
Maksudnya, Shawn tidak mengerti dengan kata yang Megan ucapkan
Lantas laki-laki itu mengikuti Megan setelah menyerahkan uang pada David untuk mengganti minumannya tadi yang sempat ia habiskan
Sementara itu didalam gudang gelap Griz semakin ketakutan, dirinya tidak dapat melihat apapun apalagi mengetahui siapa orang yang sedang menbekapnya itu. Griz terus berdoa dalam hati semoga tuhan melindunginya.
Griz terus memberontak, berusaha melepaskan diri sampai ia nekat untuk menggigit lengan orang itu dan...
"Awwww, sayang sakit!"
Bayu langsung menyalakan lampu gudang tersebut, ia mengibas-ngibaskan tangannya yang digigit oleh Grizelle tadi
"Mas"
__ADS_1
Suara Griz melemah saking ketakutannya, Bayu yang melihatnya sangat merasa bersalah tetapi harus bagaimana lagi, Grizelle selalu menghindari nya
"Sayang.."
"Mas, apa engga ada tempat lain sampai nyulik aku ke gudang?" Bayu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu menyengir tanpa dosa
"Kamu ngehindarin mas terus" Griz mendelik kesal, saat Bayu terus menatapnya
"Apa liat-liat?" Ketus Griz kesal, tidak bisa apa laki-laki itu menyeretnya ke ruangannya saja, kan enak gitu
Lah?
Sadar akan kekesalan calon istrinya, Bayu langsung berjongkok didepan Griz yang sedang duduk lemas dikursi, lalu menggenggam tangannya dan memberikan beberapa kecupan disana "Maafin mas, sayang. Please"
"Udah sadar kesalahannya apa?" Bayu mengangguk
"Mas cemburu, sayang" Ungkapnya, Griz yang melihat wajah guru tampannya itu sangat gemas, dengan susah payah Griz nmenahan tangannya agar tidak mencubit bibirnya yang cemberut.
Benarkah laki-laki yang sedang berjongkok ini adalah seorang CEO terbaik di Asia?
Benarkah dia adalah guru tampan pujaan semua murid perempuan Saint Peterson?
Dan, benarkah dia adalah calon suaminya?
Rasanya seperti mimpi melihat sisi lain dari seorang Bayu Aji Bagaskara yang terkenal begitu dingin tetapi begitu takluk jika berhadapan dengan muridnya
"Alasan tidak diterima!"
Griz berdiri begitupun dengan Bayu "Alasan tidak diterima!" lalu pergi begitu saja, tetapi wajah gadis itu kembali terlihat kesal karena saat ia akan membuka pintunya ternyata dikunci oleh Bayu.
"Mas.." Kesal Griz
"Apa?"
"Buka gak!"
Astaga, ini sudah kelewatan, Griz harus mengakhiri sandiwara nya yang berpura-pura masih marah karena tidak tahan melihat wajah Bayu yang seperti bayik.
Menghembuskan nafasnya perlahan, Griz nberjalan mendekati Bayu yang masih terpaku ditempatnya "Makanya dengerin dulu penjelasan aku, mas"
"Jangan langsung ambil kesimpulan sendiri karena denger berita tidak jelas dari orang lain" Imbuhnya
Seketika Bayu langsung memeluk Griz dan memberikan begitu banyak ciuman di pucuk kepala gadis itu
"Iya maafin mas karena udah kelewat cemburu"
"Ya, sayang?" Imbuhnya, kemudian menatap wajah cantik Griz yang sedang tersenyum menatapnya
Griz mengangguk "Yaudah, aku mau keluar pasti Megan nyariin aku"
"Sebentar"
"Ap-"
🌻
Langkah kaki Megan berhenti tepat didepan ruang kelas Fiona, dan dengan jelas Megan melihat Fiona dan teman-temannya ada disana.
Dirinya bernafas lega
"Berarti Griz aman"
"Maksud loe?"
Megan menoleh, sejak kapan Shawn mengikutinya, tau-tau laki-laki itu sudah ada dibelakangnya
__ADS_1
"Gue takut aja Fiona nyari masalah lagi sama Grizelle" Ujar Megan dan Shawn mengerti
"Awas aja kalau tuh cewek berani nyelakain Adek gue lagi!"
Shawn dan juga Megan kembali ke kelasnya, karena sebentar pelajaran selanjutnya akan segera di mulai.
Megan bernafas lega karena pasti ada satu kemungkinan lagi dimana Griz berada dan Megan tidak perlu mencemaskan itu
Di kelas lain Nathan melihat Megan sedang berjalan bersama anak baru itu lalu memberitahukan pada bryand "Bry, gue liat cewek loe lagi jalan sama cowok"
Bryand yang sedang mengobrol bersama temannya pun menoleh "Siapa?" Sahut bryand
"Anak baru yang bule itu"
"Oh"
Bryand tidak khawatir karena tau siapa anak baru yang dimaksud temannya itu.
"Oh aja, engga gelud?"
Refleks bryand menoyor kepala Nathan dengan tertawa "Sialan, ngajarin temen engga bener!"
"Loe kenal emang anak baru itu?"
"Sepupunya Grizelle" Sahut bryand santai.
Mengelus dada nya lega yang mana membuat bryand menatapnya heran "Ngapa loe?"
"Lega, cuma sepupunya Grizelle"
"Emang kenapa?" Tanya bryand begitu penasaran
"Kan gue gak perlu nikung pacar orang, bry!"
🌻
Lagi dan lagi, Griz datang ke kelas dengan wajah yang ditekuk. Rambutnya sedikit kusut karena siapa lagi pelakunya kalau bukan guru mesum itu
Shawn menatap aneh pada Griz, ia yang sedang mengobrol dengan Mark dan juga David menghampiri Griz dan duduk disebelahnya
"Dari mana loe?" Tanya Shawn penuh selidik. Matanya tertahan melihat penampilan gadis itu yang sedikit berantakan
"Kepo!" Sahut Griz ketus. Ia masih kesal dengan Bayu yang seenaknya saja
"Kampret!"
Shawn mengacak gemas rambut Griz dan semakin membuat rambutnya berantakan saja.
"Abang ih, ini udah berantakan jangan di tambah lagi"
Menatap jengah pada kedua saudara itu, lagi lagi Megan menangkap ada yang berbeda dari Griz tapi sekarang Megan tidak akan banyak bertanya karena ia sudah yakin apa yang telah terjadi dengan sahabatnya itu,
Megan hanya terkekeh saja
"Kenapa kamu, gila?" Heran Griz
"Kamu yang gila, gak tau tempat"
Griz merasa wajahnya sangat merah, ia malu seakan menjadi pelaku yang sudah tertangkap basah
Boleh minta vote nya buat mas Bayu? 😅
🌻
__ADS_1
Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)