
Megan sudah siap dengan dress berwarna biru pastelnya, cantik dan anggun bahkan terlihat lebih dewasa dari biasanya. Rambut yang selalu ia ikat, kini dibiarkannya tergerai indah sampai pinggangnya.
Dirinya sampai tidak percaya, untuk apa dia berdandan seperti ini demi pemuda playboy seperti Bryand. Apa karena dia yang mengajaknya? Oh ya tuhan, sepertinya dia sudah terkena sihir cintanya.
"Eh si Grizelle gimana ya, kenapa enggak ada kabar?" Mengecek kembali ponselnya, takut-takut jika Grizelle mengiriminya pesan. "Tapi gak ada. Sukses berarti acara perjodohannya" Megan sudah mengira pasti Grizelle akan menyukai pria pilihan orangtuanya.
Sebelum keluar, ia merapikan lagi riasannya sampai suara ketukan pintu terdengar, ia cepat membukanya. "Kenapa bi, apa dia sudah datang?" Tanyanya panik.
"Tuan muda Bryand sudah dibawah nona"
"Oh. Terima kasih bi"
Megan segera turun dari kamarnya, ia tersenyum ketika melihat Bryand yang sedang mengobrol bersama kedua orangtuanya. "Maaf lama"
Semua orang yang berada disana begitu terkejut melihat penampilan nya yang sangat jauh berbeda. Begitu juga dengan kedua orangtuanya.
"Wah sayang, kamu cantik sekali sayang."
Mentari tidak menyangka jika putrinya yang tomboi bisa semanis begini jika berdandan. Ia sampai tidak yakin jika yang dilihatnya sekarang adalah putrinya.
"Mama, aku malu!"
Megan merasa malu karena sang mamah terus memujinya, terlebih lagi karena Bryand terus menatapnya. Apakah benar dirinya sangat berbeda sekali? Apakah tidak berlebihan dirinya berdandan seperti ini.
"Putri kesayangan papa sudah dewasa, berarti sudah siap untuk menyusul Grizelle dengan calon suaminya?" Goda papa Agasya.
"Ih papa apaan sih, Megan belum mau" Tolaknya malu-malu.
"Kamu siap kan Bryand?" Tambah papa Agasya yang membuat Megan melotot.
"Papa!"
Setelah berpamitan, Bryand langsung mengajak Megan ke sebuah restaurant milik keluarganya. Megan sendiri tidak tahu Bryand akan membawanya kesana, Bryand hanya mengatakan "Berdandan lah yang cantik" Setelahnya ia tidak mengatakan apapun lagi.
Mobil mewah berwarna silver tersebut berhenti tepat disebuah parkiran restoran mewah, dan sekarang Megan baru tahu ternyata Bryand membawanya ke restaurant milik keluarganya.
"Ayo"
Bryand mengulurkan tangannya, lalu menggandeng tangan Megan dan mengajaknya untuk masuk. Gadis itu heran, kenapa restaurant ini sangat sepi. "Jangan bilang loe sengaja kosongin restaurant ini buat-"
"Udah jangan banyak ngomong" Sela Bryand seraya menarik kembali tangan Megan untuk masuk kedalam. Gadis itu nampak terkejut setelah melihat hanya ada satu meja disana. Meja tersebut juga sudah dihiasi bunga-bunga cantik dan juga lilin kecil sehingga terlihat begitu romantis.
__ADS_1
"Bryand, loe-"
"Special for you, Megan"
Megan merasa bahagia, tetapi mengingat lagi Bryand adalah seorang playboy, Megan tidak boleh dengan gampang untuk tersanjung. Mungkin saja Bryand sering melakukan ini untuk mantan pacarnya sebelumnya.
"Tapi-"
"Kita makan dulu ya, nanti kita bahas setelah ini"
Setelah mereka menghabiskan makanannya Bryand mengajak Megan untuk pergi ke atas. Awalnya Megan menolak karena merasa curiga, namun karena Bryand terus memohon nya, akhirnya Megan mau.
Lagi-lagi Megan merasa terkejut. Banyak lilin-lilin kecil berbentuk love disana. "Bryand! Maksudnya apaan sih?" Tentu Megan mengerti apa maksud dari semua ini, namun ia hanya ingin memastikan jika tujuan Bryand dengan pikiran yang ada dalam kepalanya sama.
Bryand tidak menjawab, pemuda itu malah menarik tangan Megan dan mendekatkannya. "Megan" Ucapnya lirih.
"A-apa?"
"Terserah kamu mau percaya apa enggak, tapi baru kali ini aku ngelakuin ini sama cewek. Biasanya mereka yang ngajak aku dinner romantis kayak gini, tapi untuk hari ini, untuk cewek yang bener-bener udah bikin aku jatuh cinta, aku ngelakuin hal kayak gini" Ujar Bryand. "Aku cinta dan sayang sama kamu. Apakah kamu mau menjadi kekasihku?"
DEG!
"Aku-" Megan merasa bingung. Perasaannya masih ragu terhadap Bryand. Ia hanya takut jika Bryand hanya mempermainkannya saja, apalagi Bryand sering gonta-ganti pacar. Megan tidak mau jika dia sudah benar-benar menaruh perasaan terhadapnya, Bryand malah mengecewakannya.
🌻
Sesampainya dirumah, Grizelle langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya rapat-rapat. Hari ini Grizelle benar-benar bahagia sekali ketika pria yang baru-baru ini mencuri hatinya, menyatakan perasaannya.
Grizelle sungguh tidak menyangka, ia pikir semuanya tidak akan seperti ini. "Ya tuhan, is it a dream? Jika iya, tolong jangan bangunkan aku. Ini terlalu indah!" Jeritnya dalam hati.
Sungguh, Grizelle benar-benar merasa menjadi wanita paling beruntung didunia. Bagaimana tidak, begitu banyak wanita yang menginginkan seorang Bayu Aji Bagaskara, tetapi dengan mudahnya ia mendapatkannya.
Grizelle menoleh ketika suara ponsel yang sempat dirinya simpan diatas meja menyala, segera ia melihatnya. "Pak Bayu" Ucapnya tersenyum-senyum.
MY COLD TEACHER : [Tidur! Jangan memikirkan saya terus]
Grizelle terkekeh pelan saat tebakan pria tersebut benar-benar sedang ia rasakan. "Ih aku kan malu!" Sambil berbalas pesan, Grizelle membaringkan badannya di atas ranjang empuknya sambil berteriak bahagia.
[Pede sekali kamu!]
MY COLD TEACHER : [Besok saya jemput pagi-pagi karena perjalanan akan lumayan jauh. Kamu segeralah tidur]
__ADS_1
Perjalanan yang lumayan jauh? Memangnya mau kemana, pikirnya. Ah kemana saja asal dengannya Grizelle pasrah.
GRIZELLE JOVANKA : [Ja mein Liebling.]
"Kamu pikir aku gak bisa bahasa Jerman. Dasar!" Ucap Bayu. Tidak sabar rasanya menunggu besok, Bayu ingin cepat-cepat bertemu dengan gadisnya, calon istrinya.
[Gute nacht meine zukunftige frau]
Tepat pukul setengah enam pagi, Grizelle sudah bangun dan bersiap-siap membawa perlengkapannya untuk berlibur bersama guru nya. Oh bukan! Tetapi calon jodohnya. Ya itu juga jika tuhan merestuinya sampai nanti mereka bersatu dalam sebuah ikatan suci dihadapannya.
Tidak banyak yang dirinya bawa, hanya tas kecil berisi perlengkapannya yang harus dan tidak boleh tertinggal.
Setelah memastikan semuanya sudah lengkap, ia turun ke bawah dan melihat beberapa maid sedang beres-beres.
"Selamat pagi nona"
"Pagi shitta, apakah mommy sudah bangun?"
"Sudah nona. Nyonya Aiko sedang berada didapur"
Tadinya Grizelle ingin menghampiri Aiko, tetapi ketika melihat mommy nya sibuk membantu maid yang membuat sarapan, Grizelle malah menyinggahi taman disebelah ruang keluarga favoritnya.
Taman yang tidak terlalu besar yang terdapat kolam ikan serta sebuah gazebo kecil tempatnya bersantai selalu menjadi pilihannya saat dalam keadaan apapun.
"Grizelle sudah bangun, sepagi ini? Bukankah ini hari libur." Aiko heran.
Tidak biasanya putrinya bangun sepagi ini. Lantas Aiko memanggilnya untuk sarapan terlebih dahulu. Takut-takut penyebab putrinya bangun sepagi ini karena lapar, karena semalam Grizelle hanya makan sedikit dan lebih banyak mengobrol dengan calon suaminya.
"Sayang, sarapan dulu nak" Teriak Aiko dari dapur. Kebetulan jarak dapur dengan taman tidak jauh dan hanya terhalang oleh kaca besar transparan.
"Yes mommy, aku datang" Sahutnya.
Sementara Grizelle sedang mencuci tangannya terlebih, Samuel yang baru turun langsung ikut bergabung bersama Aiko. "Sayang, jam berapa calon suamimu akan menjemput?" Tanya Samuel pada Grizelle.
Oh Aiko paham sekarang, kenapa putrinya bangun sepagi ini. Ternyata itu penyebab nya.
"Mungkin sebentar lagi dia datang" Sahutnya. "Ko Daddy tahu dia mau kesini?" Bukankah Grizelle belum memberitahukan kepada mereka.
"Semalam Bayu menelpon Daddy dan meminta ijin untuk mengajakmu berlibur"
"Oh begitu"
__ADS_1
🌻
REVISI