
Usai acara ulangtahun sekolah selesai, Megan bergegas pulang karena ibunya mengatakan bahwa sang nenek dilarikan ke rumah sakit akibat serangan jantung.
Megan panik lantas berlari ke parkiran; mencari mobilnya yang terparkir disana sebelum akhirnya melajukan nya cepat karena kata ibu, sang nenek terus menanyakan keberadaannya.
Namun sebelum pergi ke rumah sakit dimana neneknya di rawat, terlebih dahulu Megan menjemput ibunya di rumah karena sang ayah sedang bekerja di luar kota dan mobil lain sedang berada di bengkel.
Dalam perjalanan menuju rumah, Megan merasa ada yang aneh dengan rem pada mobilnya yang ternyata tidak berfungsi sama sekali.
"ASTAGA! KENAPA INI?"
Tentu Megan panik. Kakinya terus menginjak pedal rem, berharap bisa berfungsi karena laju nya yang terlalu cepat. Sedangkan dihadapannya kini ada pertigaan dan sebuah mobil box melaju sama sehingga Megan membanting stir ke sebelah agar tidak menabraknya.
Tidak ada hal yang serius melihat keadaannya sekarang selain mobil bagian depan nya yang rusak parah akibat menabrak pohon. Diagnosis dokter juga mengatakan bahwa Megan hanya mengalami benturan ringan dan shock saja.
🌻
Terpaksa Bayu menyetir mobilnya ke rumah sakit terdekat jika saja perempuan itu tidak terus mendesaknya dan mengancam akan membawanya ke jalur hukum hanya karena kejadian sepele tadi.
"Turun! Saya tidak punya banyak waktu!"
Tanpa memperdulikan gerutuan dari perempuan dibelakangnya, Bayu berjalan terlebih dahulu, mengabaikan rengekan menjijikan dari perempuan tersebut.
"Mas?! Bantuin saya, dong. Lutut saya sakit nih!" Ucap perempuan itu sedikit keras.
Bayu yang tidak biasa dengan suara keras berhenti.
"Jangan berteriak, bisa?! Tidak sopan sekali, kamu!"
Perempuan itupun menunduk takut.
"Maaf"
Menghembuskan nafasnya kasar, Bayu memanggil seorang suster yang tidak sengaja melewatinya. Suster yang menyadari keberadaannya memberi salam, terlihat segan karena tidak biasanya anak pemilik rumah sakit datang.
"Antar perempuan ini ke ruangan dokter Reymond"
"Baik, tuan" Jawab suster tersebut.
Perempuan itu merenggut kesal, terpaksa duduk pada kursi roda yang dibawakan suster tadi. Sedangkan Bayu terlihat sibuk dengan ponselnya, sampai ketika dia melewati ruangan dokter lain, Bayu sampai tidak sadar bahwa ada calon mertuanya disana juga baru keluar dari ruangan tersebut.
Tidak hanya Bayu, mertua Bayu; Aiko pun sama.
🌻
"U pulang aja, Grizelle. soon bryand nyampe, kok"
"Ngusir? Mentang-mentang mau ada pacarnya!"
Bukan! Bukan maksud Megan mengusir, namun dia merasa tidak enak karena sedari tadi sejak kedatangannya, gadis itu terus melayaninya. Bahkan menyuapinya makan. Terlebih lagi ini sudah sangat sore, akan sangat bahaya jika Grizelle pulang kemalaman.
__ADS_1
"Bukan gitu, Grizelle. Tapi kamu bau, belum mandi!"
"MEGANTARI!"
Megan tertawa geli.
🌻
Tentu Reymond terkejut dengan kehadiran anak dari pemilik rumah sakit tempat dirinya bertugas bersama seorang perempuan yang terduduk di atas kursi roda dalam ruangannya.
Bukan! Itu bukan Grizelle, Reymond sangat tahu wajah dari calon tunangan sahabatnya itu seperti apa.
"Wow! Tumben bos mau main ke rumah sakit? Dan, siapa itu?" Tunjuk Reymond pada perempuan dihadapannya. "New?" Imbuhnya.
"Bosen kerja disini atau-"
"Gak asik! Mainnya ancaman terus!"
"Makanya jangan sembarangan kalau bicara. Gak ada kerjaan sekali main ke tempat seperti ini. Mending main sama calon istri!"
Kali ini Reymond mendengus. Ucapan sahabatnya itu memang selalu menyebalkan dan lebih anehnya, mereka sudah bersahabat sejak kuliah sampai sekarang.
"Belagu! Iya yang sebentar lagi mau nikah! Cih!"
Cukup atau tensi darahnya akan naik dratis.
Reymond beralih menatap perempuan yang masih duduk pada kursi roda. Oh, sudah terjadi sesuatu yang menyebabkan Bayu datang kesini rupanya.
"Sepele"
"Sampai berdarah?" Reymond tidak percaya.
Bayu mengangkat bahunya acuh. Memilih membuka email yang masuk pada iPad dalam genggamannya.
"Siapa nama kamu?" Tanya Reymond pada perempuan yang terlihat meringis menahan sakit akibat perihnya alkohol.
"Khanaya, dokter" Jawab perempuan itu.
Reymond hanya tersenyum, lantas menyuruh suster untuk mengambilkan perban untuk membalut lukanya.
"Selesai. Semoga cepat sembuh ya, khanaya"
"Terimakasih, dokter"
Reymond menganggukkan kepalanya, beralih menatap datar sahabat yang masih sibuk dengan iPad nya. Dasar! Maniak kerja. Gerutu nya dalam hati.
"Semuanya sudah beres, tuan muda Bayu Aji Bagaskara. Mohon untuk segera pergi dari ruangan saya karena masih banyak pasien yang harus saya periksa"
Bayu tegakkan badannya. Membenarkan jas nya sebelum akhirnya berjalan mendekati Reymond.
__ADS_1
"Minta di blacklist dari rumah sakit di seluruh dunia rupanya" Ucapnya.
"BADJINGAN! BAYU AJI BAGASKARA!"
Bayu tersenyum miring, berjalan keluar meninggalkan khanaya yang terlihat kesusahan berjalan.
Masih berada didepan ruangan tadi, Bayu mengeluarkan beberapa lembar uang untuk diberikan kepada khanaya sebelum dirinya pergi.
"Saya yakin uang ini lebih dari cukup untuk kamu pergi sekarang"
"Loh? Antar aku dong. Mana bisa begitu?! Enak aja!"
What the? Hell!
"Apa saya terlihat perduli? Tidak sama sekali!"
Sialan!
Ternyata berita dalam media tentang pria itu semuanya benar.
Khanaya menghentakkan kakinya kesal, lupa bahwa lututnya sedang luka sehingga keseimbangan tubuhnya goyah dan menubruk tubuh tegap Bayu bersamaan dengan ruangan sebelah terbuka dan menampakan seseorang dari dalam sana.
"MAS BAYU?!"
Mendengar seseorang meneriakkan namanya, Bayu mendorong tubuh khanaya sehingga perempuan itu terjatuh. Bayu panik, ternyata seseorang itu adalah Grizelle; calon istrinya.
"Sayang?!"
Grizelle angkat tangannya, memberi paham bahwa Bayu harus berhenti untuk tidak mendekatinya. Gadis itu kemudian menghampiri khanaya dan membantunya berdiri.
"Terimakasih" Kata khanaya.
Grizelle hanya tersenyum datar sebelum kemudian menatap Bayu dihadapannya. Dalam hati Bayu mengutuk diri kala menyadari bahwa air mata sudah memupuk dari mata kekasihnya.
"Sayang-"
"Kunci mobil mana?!" Grizelle sela ucapan Bayu.
"Kamu salah faham-"
"Kunci mobil, mana?!" Katanya lagi dengan suara hampir bergetar.
Brengsek! Bayu paling benci ketika seseorang yang disayanginya merasa terluka karenanya.
"Mas bisa jelaskan-"
"Biarin aku sendiri dulu"
****!
__ADS_1
🌻
TBC