I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 119


__ADS_3

Usai melabrak perempuan itu, Grizelle berjalan memasuki kelasnya. Dia banting tas nya ke atas meja, sesekali mengelus perutnya untuk meminta maaf kepada anaknya karena hari ini dia banyak mengomel bahkan mengatakan kata-kata kasar kepada orang-orang.


Entah karena hormon kehamilan yang mudah sekali sensitif atau memang karena Sisil yang sudah merusak harinya, yang jelas ia sangat kesal sekali.


Cih! Wanita sialan itu benar-benar sudah membuat moodnya hancur bahkan untuk mengikuti materi hari ini saja rasanya enggan dan ingin pulang saja ke rumah.


Megan dan Fiona hanya diam memperhatikan, ingin menenangkan pun rasanya takut. Sudah 3x mereka terkena semburan wanita hamil itu, dan sudah 3x juga mereka mendapatkan Omelan yang seharusnya bukan untuknya.


Lihat saja sekarang, bahkan dia masih diam tidak berbicara. Padahal mereka sudah menjelaskan alasan mereka tidak memberitahu karena khawatir, namun tetap saja, mereka tetap salah dimatanya.


Tiba-tiba saja suara isakan terdengar nyaring, ternyata Grizelle menangis seperti anak kecil yang meminta dibelikan mainan kepada ayahnya. Ah! Drama apalagi dia, Megan dan Fiona sudah menyiapkan mental dengan segala Omelan nya lagi.


"Kak Sisil jahat banget, padahal aku gak pernah cari masalah sama dia. Tapi-" Menyeka airmatanya, "Dia tega banget bikin gosip itu. Apa-apaan berantem gara-gara cowok! Lagian aku udah punya suami, mana mungkin mau rebut pacarnya. Gila kali ya tuh cewek!" Imbuhnya.


Megan dan Fiona saling menatap, kenapa rasanya lucu sekali wanita hamil yang sedang menangis itu.


"Meg, gue bukannya kasihan liat dia nangis tapi gue gemes. Kenapa ya ibu-ibu hamil kelihatan lucu banget" Fiona berbisik dan Megan menyetujui apa yang dikatakan nya. Bahkan mereka membiarkannya dan lebih memilih mengambil beberapa gambar wanita hamil itu dan mengirimkannya kepada suaminya.


Gambar terkirim dengan caption : Istrinya lucu banget pak.


Disebrang sana Bayu yang sedang memeriksa beberapa laporan yang terbengkalai karena selama empat hari dirinya koma menoleh. Mencari ponselnya yang tersimpan pada meja.


Saat membuka isi pesan gambar tersebut, ia hanya tersenyum ketika melihat istrinya yang sedang menangis.


Bayu tidak membalas pesan tersebut, ia memilih menelpon seseorang untuk diperintahnya.


"Foto sudah saya kirim! Cari informasi apapun tentang perempuan itu secepatnya!" Perintahnya dengan sekali tarikan nafas.


"Siap tuan!" Sahut seseorang disebrang sana segera menjalankan perintah yang bosnya katakan. Bayu menutup telponnya dan melanjutkan kembali aktifitasnya sembari menunggu orang suruhannya mendapatkan apa yang ia perintahkan tadi.


"Grizelle!" Ketiga wanita itu menoleh, terkejut dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba saja masuk kedalam kelas. Beberapa mahasiswi yang melihatnya mulai berbisik-bisik, baru saja Grizelle memproklamirkan dirinya sudah menikah tetapi kenapa sekarang ia malah kelihatan dekat dengan ketua BEM tersebut.


Menghapus airmatanya, Grizelle berdiri menatap laki-laki yang berdiri dihadapannya dengan kesal. Tidak tahu apa kalau dirinya sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun.


"Griz-"


"Kak Rey ngapain ke sini?" Serobot nya ketus sebelum laki-laki itu melanjutkan kalimatnya. Grizelle benar-benar muak karena selalu dituduh ingin merebutnya dari wanita gila itu.


"Aku-"


"Mendingan kak Rey keluar deh, aku lagi gak mau ngomong sama siapapun!" Selanya.


"Griz, aku cuma mau menjelaskan kalau aku sama Sisil enggak ada hubungan apapun!"


"Aku gak perduli kak, sekarang kakak keluar!"


"Griz!"


"Kak Rey, kita aja dicuekin terus sama dia. Mendingan kakak pergi aja ya, kasihan dia lagi butuh sendiri" Megan mengusirnya secara halus. Meskipun merasa risih karena Rey selalu saja mendekati sahabatnya, tetapi ia tetap harus menghormati senior tersebut. Apalagi dia adalah ketua BEM dikampus ini.


"Oke!"

__ADS_1


🌻


Malam itu perutnya terasa lapar, Sisil membuka kulkas namun tidak ada apapaun didalam sana. Dengan terpaksa saat udara begitu dingin, Sisil harus pergi ke minimarket yang tidak begitu jauh dari rumahnya.


Sudah siap dengan jaketnya, Sisil berjalan seorang diri menyusuri trotoar. Ia menoleh ke kiri dan kanan, memperhatikan jalan dan keadaan disana yang begitu mencekam. Sisil menoleh saat merasakan ada seseorang yang mengikutinya, wanita itu kemudian berjalan cepat sampai akhirnya ia sampai ke tempat tujuannya. Untung saja disana ramai, jadi ia tidak ketakutan seperti tadi.


Wanita itu membeli beberapa mie instan dan juga telur untuk dimasaknya karena ia tidak begitu pandai untuk memasak makanan yang aneh.


Setelah membayar belanjaannya, Sisil keluar dari minimarket dan berniat untuk pulang dan memasak mie tersebut karena perutnya benar-benar sudah sangat kelaparan. Namun saat dirinya sedang berjalan seorang diri, tiba-tiba sebuah mobil mewah memepet dirinya dan beberapa pria berjas hitam turun menghampirinya.


"Silsila Andriana?"


"I-Iya saya sendiri. A-ada apa ya kalian-"


"Silahkan masuk, ada yang ingin bertemu dengan anda"


"S-siapa?"


Kedua pria itu tidak menjawab, mereka mendorong tubuh Sisil agar masuk ke dalam mobil. Sisil sudah ingin berteriak namun salahsatu dari mereka mengatakan, "Jangan berlebihan, kau tidak cukup kaya untuk kita culik. Masuklah, tuan kami ingin bertemu denganmu!" Sisil merapatkan kembali mulutnya yang sempat akan berteriak tadi, lalu duduk disebelah pria yang Sisil tahu siapa dia.


"A-ada apa tuan ingin bertemu dengan saya?"


"Berani sekali kau berbicara sebelum aku bertanya!" Bentak pria berkacamata hitam tersebut.


"M-Maafkan saya tuan"


Cih!


"I-Iya, tuan Bayu Aji Bagaskara. Anak pemilik kampus Angkasa"


"Terus"


"Pemilik perusahaan terbesar di Asia"


Bayu hanya mengangguk, kemudian menunjukan sebuah foto dirinya yang sedang berbulan madu bersama dengan Grizelle saat dipantai, "Dan kamu tahu siapa dia?" Tanyanya lagi.


Sisil mengangguk cepat, "G-Grizelle Jovanka" Sahutnya terbata. Wanita itu mulai merasakan hawa panas pada sekitar tubuhnya saat melihat foto tersebut dan sudah pasti itu akan berdampak jelek terhadapnya.


"Dia istri saya, Grizelle Jovanka Bagaskara. Kamu tahu siapa orangtuanya?"


Sisil menggeleng.


"Samuel Adelard Jovanka, pemilik perusahaan terbesar di Amerika. Dan sekarang dia sedang mengandung anak saya!"


DEG!


"Jadi Grizelle benar-benar istrinya tuan Bayu?" Batin Sisil.


"Sebenarnya saya sangat marah sekali ketika mendapat laporan jika istri saya mendapat fitnah menjijikan yang sengaja kau buat, tadinya saya akan langsung mengeluarkan kamu dari kampus tetapi Grizelle istri saya hatinya terlalu baik, dia melarang saya melakukan itu. Jadi sekarang saya hanya akan memperingati kamu saja, berjaga-jaga agar kamu tidak menggangu istri saya lagi.


Kamu ingat baik-baik Silsila Andriana! Jangan pernah kau sedikitpun mengganggu istri saya lagi, apalagi sampai menuduhnya akan mengambil kekasih kamu. Kalaupun kamu berpikir siapa yang harus disalahkan itu kekasih kamu sendiri yang selalu mendekati istri saya! Ingat! Kalau sampai saya melihat kamu berbuat macam-macam lagi dengan istri saya," Mengeluarkan pistol dari dalam kantung jasnya "Persiapkan diri kamu untuk keluar dari kampus saya. Dan saya pastikan tidak akan ada universitas manapun yang akan menerimamu" Imbuhnya

__ADS_1


Glek!


Wajah Sisil berubah pias, keringat dingin sudah membanjiri tubuhnya. Sisil tahu kekuasaan laki-laki dihadapannya seperti apa, jadi tidak mungkin ia bermain-main dengan ucapannya.


"Koma selama empat hari membuat saya ingin membunuh orang untuk mengembalikan kebugaran tubuh saya lagi. Tangan saya rasanya sangat pegal karena sudah lama tidak bermain-main dengan pistol saya ini"


DEG!


Sisil benar-benar ketakutan, tubuhnya bergetar hebat ketika seorang Bayu aji Bagaskara bermain-main dengan pistolnya dihadapan wajahnya. Seumur hidupnya baru kali ini diriny diancam begitu menakutkan oleh seorang yang begitu berpengaruh di negri ini.


"Ingat Silsila Andriana, bukan hanya kau saja yang menderita karena perbuatanmu tetapi," Menunjukan kedua foto kedua orangtua Sisil, "Mereka juga akan bernasib sama denganmu" Imbuhnya.


"Apakah kau mengerti?"


Sisil langsung mengangguk, lalu cepat keluar setelah Bayu menyuruhnya pergi.


🌻


"Mas, dapet?"


Grizelle begitu senang ketika melihat suaminya sudah datang membawa pesanannya. Sekitar jam 8 malam tadi, wanita hamil itu merengek manja pada suaminya katanya, "Mas, anak kamu mau kerak telor yang ada di kota tua" Alhasil Bayu langsung melesat, mencari makanan yang diinginkan istri dan juga anaknya yang masih berada didalam kandungannya.


Meskipun lumayan jauh, tetapi itu tidak menjadi masalah untuknya. Ia senang selalu bisa memenuhi kemauan istrinya.


"Untuk istriku tercinta" Meletakan kantong kresek berwarna putih kehadapan nya dan juga Bayu mengambilkan piring untuknya agar istrinya segera memakan makanan yang diidamkannya.


"Woah! Enak banget, makasih sayang" Mencium sebelah pipi suaminya saat suapan pertama masuk kedalam mulutnya.


Melihat istrinya yang lahap, Bayu menjadi ingin menyicipi makanan tersebut. Kenapa terlihat begitu enak?


"Sayang, mas mau"


"GAK BOLEH!"


"Astaga, pelit sekali"


"Lagian mas kenapa engga beli, ini kan porsi aku sama baby" Ucapnya dengan mulut yang penuh, Bayu tersenyum ketika melihat ada sisa makanan yang tertinggal disudut bibir wanita itu.


"Pelan-pelan makannya, mas gak akan minta. Ngeliatin kamu makan lahap begini aja mas udah kenyang banget" Grizelle tersenyum, kemudian menghabiskan makanan dipiring yang tersisa sedikit lagi.


"Anak Daddy jangan bandel ya, apalagi bikin mommy kamu mual-mual. Kamu minta Daddy beliin makanan aja ya"


"Yes Daddy"


🌻


BERSAMBUNG ..


Udah! Udah mentok banget segini, kepala aku lagi konslet gak bisa mikir lagi haha.


Nanti lagi ya, slow update.

__ADS_1


Maaf yaw kalau berantakan, aku bener-bener gak bisa mikir 😂


__ADS_2