
Happy reading
🌻
"Iseng banget, dih!"
Grizelle menyimpan kembali telponnya dan memilih kembali mengerjakan tugasnya sambil menunggu suaminya selesai mandi.
"Siapa yang telpon?" Tanya Bayu.
Pasalnya dia sempat mendengar suara dering ponsel sang istri saat dirinya mandi tadi.
Grizelle menoleh, "Orang iseng, mas" Jawabannya. Kemudian memalingkan kembali wajahnya karena melihat wujud suaminya hanya dengan handuk saja. Dalam hati Grizelle menjerit, meminta kekuatan pada Tuhan agar tidak berlaku agresif karena sumpah! rasanya Grizelle ingin menubruk dada kekar itu dan membenamkan wajahnya disana.
Menyadari wajah istrinya yang memerah, Bayu menjadi khawatir lantas mendekat, menangkup wajah yang semakin memerah itu.
"Kenapa wajah kamu merah banget? Kamu sakit?" Khawatir Bayu.
Grizelle gelisah pada tempatnya. Dia lepas tangan suaminya dari pipinya.
"Pakai baju dulu sana, mas! k-kebiasaan banget!" Gak sadar apa kalau dia itu hot&sexy? Mana wangi banget lagi, tuhan! Batin Grizelle semakin menjerit.
Bayu tersenyum miring. Mengerti apa penyebab rona merah pada wajah sang istri mendadak mendapatkan ide untuk menggodanya.
Grizelle sendiri masih terlihat gelisah, apalagi dengan keadaan sekarang Bayu memeluknya dari belakang dan menghirup pada perpotongan lehernya.
"Mas! P-pakai baju dulu" Gumam Grizelle, menahan rasa geli dari kecupan kecupan kecil yang diberikan suaminya.
"Kenapa emang? 'kan udah lihat semuanya?"
Mampus!
Grizelle harus menjawab apa sekarang disaat otaknya sudah mulai blank?
"Liat apa sih, ih! Sana!"
Bayu tertawa kemudian bangun lalu pergi setelah sebelumnya mencium pipi istrinya.
"Dasar! Hobi banget godain iman!" Tahan,tahan. Malu kalau minta duluan.
🌻
Usai menggunakan yang disiapkan istrinya, Bayu kembali menghampiri Grizelle dan duduk disebelahnya.
"Tadi siapa yang telpon? kok gak ngobrol?" Tanya Bayu, penasaran.
"Gak tau, mas. Iseng doang paling. Mas lihat aja sendiri nomornya"
Bayu mengambil ponsel Grizelle dan memeriksanya.
Ternyata nomor baru?
Siapa?
Bayu yang penasaran kemudian mengirimkan nomor tersebut ke dalam ponselnya dan berniat akan mencari tahu siapa pemiliknya nanti tanpa sepengetahuan Grizelle. Bukannya apa, Bayu hanya khawatir.
"Sudah selesai belum?" Tanya Bayu setelah menyimpan kembali ponsel Grizelle.
__ADS_1
"Sedikit lagi, mas" Jawab Grizelle.
"Mas ke ruang kerja dulu, ya? Andra bilang ada laporan yang harus mas cek sekarang? Gak apa-apa?"
"Jangan lama-lama ya, mas? Sudah jam 9"
"Iya, sayang"
Bayu kecup kepala sang istri sebelum akhirnya pergi ke ruangan kerja yang berada tepat disebelah kamarnya; berbeda dengan sebelumnya yang menyatu dengan kamar.
Benar. Setelah menikah, Bayu mengajak Grizelle untuk tinggal di sebuah unit apartemen mewah miliknya sementara waktu sampai pembangunan rumahnya selesai. Kebetulan jarak dengan kampus istrinya tidak begitu jauh, sehingga Bayu tidak perlu merasa khawatir dengan keselamatannya.
"Bagaimana pesanan saya? Apakah sudah selesai?" Tanya Bayu pada seseorang dalam sambungan telponnya. "Bagus! Setelah jam makan siang, saya tunggu!"
Bayu bernafas lega, akhirnya sesuatu yang sudah dia persiapkan telah selesai. Dia bisa sedikit lega sekarang. Meskipun dia tau itu tidak menjamin 100%, setidaknya bisa berguna dan membantu jika kemungkinan buruk terjadi.
"Jangan harap kau bisa menyentuh istriku, Jasson! Sedikit saja kau berani melakukannya, aku pastikan kau akan merasakan bagaimana neraka yang sesungguhnya"
🌻
Sedangkan dibenua lain, laki-laki bermata sipit itu sedang membanting segala barang yang berada di apartemennya setelah dirinya menelpon asistennya untuk mengurus keberangkatannya ke Indonesia, namun ternyata semua maskapai menolaknya.
Dirinya tidak menyangka jika Bayu benar-benar akan melakukannya. Laki-laki itu terus menghancurkan semua benda yang berada disekitarnya tanpa henti, membuat wanita yang baru saja datang berteriak histeris.
"Jasson, apa kau sudah gila?" Kata wanita itu, mencoba menahan tangan Jasson.
"Kau bisa menghancurkan gedung apartement mu!"
Wanita itu sangat panik saat temannya tidak bisa dikendalikan, dengan cepat ia menelpon dokter pribadi Jasson dan menyuruhnya untuk cepat datang ke Apartement.
"Kau benar-benar bajingan Bayu!"
"Jasson please, kendalikan dirimu" Karina terus berteriak, berusaha mencegah Jasson ketika dia akan melemparkan vas bunga tepat didepannya.
Karina tidak tahu harus menenangkan Jasson seperti apa lagi, ia sangat takut dan bahkan dirinya sudah menangis saat secara tidak sengaja Jasson melemparkan vas bunga ke arahnya.
"Jasson, aw!"
Serpihan kaca tersebut tepat mengenai kaki nya sehingga cukup banyak mengeluarkan darah karena luka nya cukup dalam.
"Argh!"
"Jangan panggil aku Jasson jika aku tidak bisa membuatmu hancur, Bayu! Tunggu saja kedatanganku dan kau akan terkejut melihatnya" Teriaknya.
Setelah dokter datang dan berhasil menenangkannya dengan obat penenang, Jasson tertidur pulas di kamarnya. Karina yang khawatir dengan keadaan Jasson, sabar menemaninya. Sampai dirinya lupa jika ada jadwal pemotretan hari ini, untung saja majalah tersebut memakluminya.
Ternyata sudah 2 jam laki-laki itu tertidur dan Karina merasa lapar.
"Tunggu sebentar ya, aku akan membuatkan makanan untuk kita" Bisik Karina.
Namun saat Karina akan beranjak, tiba-tiba saja tangannya ditahan oleh Jasson yang ternyata sudah bangun.
"Jasson"
Jasson yang merasakan kepalanya pusing, ia mencoba duduk dibantu oleh Karina.
"Kenapa sudah bangun, tidurlah kembali" Ucap Karina seraya menyentuh kening Jasson untuk memastikan jika badannya tidak demam setelah penyakitnya kambuh.
__ADS_1
"Apa aku melukaimu lagi?" Tanya Jasson ketika melihat kaki Karina yang terbalut oleh perban.
Bukan hal pertama Jasson secara tidak sengaja selalu melukai Karina jika dirinya sedang emosi, bahkan ditangan wanita itu terdapat jahitan yang lumayan panjang sehingga Karina dengan terpaksa membuat tatto berbentuk hewan kelabang tepat pada bekas lukanya agar tidak terlihat.
"Tidak. Ini tanpa kau sengaja" Sahut Karina.
"Seharusnya kau tidak kesini saat aku sedang emosi"
"Tidak apa-apa Jasson, bukankah kehadiran teman sangat penting jika temannya sedang sedih?"
"Tidak! Aku tidak sedih" Kilah Jasson membuat wanita berambut panjang itu terkekeh lucu.
"Sayangnya aku tidak percaya pada ucapanmu, aku lebih percaya pada barang-barangmu yang hancur" Tersenyum meledek.
"Ya sudah, aku akan memasak dulu. Tenaga mu pasti habis terkuras setelah membanting semua benda disekitarmu"
🌻
Akhirnya hari ini selesai juga pada puncak pelaksanaan ospek yang telah dilaksanakan selama 4 hari.
Hari terakhir ospek atau biasa disebut malam keakraban adalah waktu yang paling dinanti-nanti oleh para Maba. Tak hanya lega karena beragam keletihan ospek telah usai, namun karena penutupan ospek biasanya disertai perayaan atau seremonial yang menyenangkan.
Oleh sebab itu, disinilah mereka sekarang. Berada didekat danau dengan dengan tenda camping masing-masing, karena seluruh Maba yang mengikuti ospek diwajibkan menginap di kampus.
"Kamu di ijinin Griz sama suami kamu?"
Karena Fiona tau jika suami sahabatnya itu sangat posesif, apalagi membiarkannya jauh tanpa dirinya. Jadi, Fiona merasa terkejut saat Griz diperbolehkan mengikuti malam terakhir ospek.
"Awalnya sih enggak, cuma gak tau ada angin apa tiba-tiba boleh"
"Ko?" Heran Fiona.
"Gak tau lah, emang suka tiba-tiba gila nya. Haha"
"Parah! Kewalat loh ngatain suami gila"
Keduanya begitu asyik mengobrol sambil membereskan tenda nya, tiba-tiba salah satu panitia menghimbau agar seluruh Maba berkumpul dilapangan, karena akan ada penyambutan dan juga ucapan selamat kepada Maba yang telah berhasil melewati beberapa tahapan ospek yang begitu melelahkan dari anak sang pemilik kampus universitas Angkasa.
"Baru juga mau rebahan, udah disuruh kumpul aja!" Keluh Griz.
"Dahlah, ayo!"
"Kenapa nih, ko pada heboh?" Heran Griz.
Salah satu teman baru nya yang bernama Tasya menyahut, "Anak pemilik kampus mau kesini, Grizelle. Ganteng banget!"
"Semuanya aja dikata ganteng, tapi gak ada yang seganteng mas Bayu sih kayaknya" Gumamnya sambil tersenyum-senyum, membuat Tasya meledeknya.
"Jangan halu ya Griz, dia punya aku"
"Ambil Sya"
Siapa juga yang halu, orang dia sedang memikirkan suaminya. Mereka tidak tahu saja suaminya seganteng apa. Sampai sambutan dosen kepada anak pemilik kampus itu terdengar dan dengan gagahnya ia datang dengan diikuti oleh orang kepercayaannya.
"Griz!"
Happy weekend all.
__ADS_1