I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 54 - Makan siang bersama


__ADS_3

Happy reading guys :)


🌻


Setelah selesai rapat bersama rekan kerja nya yang berasal dari Singapore, Jasson mengambil ponselnya lalu menelpon Samuel dan mengajaknya makan siang di restoran terdekat. Setelah selesai dan Samuel menyetujuinya, kini Jasson melajukan mobilnya sendirian karena Jasson menyuruh Diandra untuk kembali ke kantor.


Jasson memasuki restoran yang di rekomendasikan oleh Samuel, restoran khas Jepang favorite nya. Meskipun Jasson tidak menyukai makanan Jepang tetapi demi tujuannya ia harus sedikit berkorban


Bukankah begitu?


Setelah kurang lebih menunggu selama sepuluh menit, Samuel datang bersama sekretaris nya, Yohan. Dan juga ke dua bodyguard nya yang selalu menjaganya dengan jarak yang tidak terlalu dekat dan memilih untuk duduk di meja lain


"Maaf Jasson membuatmu menunggu, ada sedikit kendala tadi"


Samuel merasa tidak enak kepada Jasson karena telah membuatnya menunggu.


"Tidak apa-apa tuan"


Beralih menatap Yohan dan menyapanya "Hallo sekretaris Yohan"


Sekretaris Yohan hanya mengangguk lalu mereka duduk bersama dan memulai makan siangnya dengan santai bahkan Samuel bersikap biasa dan berbicara tidak formal seperti biasanya.


Saat mereka hanyut dalam obrolan, Samuel melihat seseorang yang baru saja masuk dan memanggilnya dan ternyata adalah calon menantunya, Bayu Aji Bagaskara.


"Bayu!" Panggil Samuel. Bayu tersenyum dan menghampiri mereka dengan tersenyum. Jasson mendengkus kesal melihat Samuel memeluk Bayu begitu akrab, siyal! Selalu saja seperti itu, Bayu selalu lebih unggul dari nya


"Dad, ah maksud saya tuan Samuel sedang makan siang disini?" Hampir saja Bayu lupa memanggil Samuel dengan sebutan 'Daddy' dan dengan cepat bayu meralatnya karena sadar jika Jasson berada disana sedang menatapnya tajam


"Iya, kau belum makan?"


"Belum, saya bersama andra dan juga Nena akan makan siang bersama klient dari Canada"


"Tuan Alberto?" Tebak Samuel dan Bayu mengangguk. Dari mana calon mertuanya itu tau?


"Tuan Samuel tau?"


"Tentu, dia sahabat saya dan sangat susah sekali menjalin kerja sama dengannya, hanya perusahaan-perusahaan besarlah yang mampu bekerja sama dengannya, kau tau dia sangat teliti" Ujar Samuel dan Bayu merasa bangga karena perusahaannya di minta langsung untuk bekerja sama tanpa dirinya memohon.


"Hebat, kau membuatku semakin bangga, nak" Imbuhnya. Samuel menepuk pundak Bayu bangga, dan Jasson tidak menyukainya. Ia semakin kesal karena merasa di acuhkan dan tidak di anggap.

__ADS_1


"Kau disini, Jasson?" Bayu beralih menyapa Jasson dengan ramah membuat laki-laki bermata sipit itu menoleh tidak suka karena baru menyadari keberadaannya


"Seperti yang kau lihat, tuan Bayu!" Seru nya tidak suka dan Bayu hanya mengangguk puas karena telah berhasil membuat Jasson merasa terkucilkan.


"Makanlah disini, saya akan menyuruh Albert untuk bergabung dengan kita" Samuel memberi usul dan tentu disetujui oleh Bayu sedangkan Jasson tidak terima dan keberaniannya tidak cukup untuk menolak sehingga dirinya hanya bisa terdiam berpura-pura tidak keberatan


Mengenai kerja sama antara Bayu dengan alberto, sebenarnya Samuel lah yang merekomendasikan perusahaan Bayu kepada sahabatnya, Alberto. Dan tentu Alberto tidak pernah meragukan perusahaan-perusahaan yang Samuel usulkan yang sudah jelas akan membuatnya semakin sukses.


Alberto juga mengetahui sedikit tentang biografi seorang Bayu Aji Bagaskara yang sudah empat kali berturut-turut mendapatkan penghargaan sebagai CEO Of The Years dan juga pengusaha muda berbakat yang sangat menginspirasi.


Dan tentu Alberto juga mengetahui jika Bayu adalah calon menantunya Samuel.


Tidak lama setelah mereka duduk, klient Bayu yang dimaksud tadi sudah datang bersama dengan kedua stafnya dan Samuel menyambutnya dengan hangat.


"Samuel, calon menantumu ini sangatlah hebat, aku sampai takjub dan dia juga sangat tampan. Sayangnya anakku semua laki-laki jika aku mempunyai anak perempuan sudah jelas aku akan menjodohkannya" Seloroh Alberto yang membuat Samuel semakin bangga dan kemudian tertawa


Sedangkan Bayu, ia menepuk jidatnya, dirinya tidak menyangka jika klient nya mengetahui status nya dan lihatlah wajah Jasson yang terlihat sangat bingung, Bayu harap Jasson tidak mempercayai apa kata klient nya tadi dan menganggapnya sebagai gurauan saja.


"Pilihanku tidak akan pernah salah Albert, kau sangat hapal dengan diriku, bukan?"


"Tentu, tuan arogan!"


Alberto tertawa, ia sangat senang sekali membuat Samuel kesal dengan ejekannya, kemudian ia beralih kepada Bayu "Hai nak, kau harus kuat mendapatkan calon mertua seperti Samuel"


"Kenapa?" Bayu merasa bingung


"Dia itu galak dan sedikit menjengkelkan" Sahutnya dengan kekehan kecil


"Kita baru bertemu lagi dan kau ingin kita bertengkar di hadapan calon menantuku, itu sangat memalukan!" Dengkusnya sebal. Semuanya tertawa melihat Samuel dan Alberto terus bercanda, kecuali dengan Jasson. Dia terus berpikir keras dengan ucapan yang ia dengar tadi


"Calon menantu?"


"Calon mertua?" Gumamnya dalam hati, Jasson sungguh berperang dengan pikirannya sendiri, ia menampik semua pikirannya yang mengatakan jika Bayu adalah kekasih dari gadis kecil pujaannya


Dia terus diam sampai acara makan siang itu selesai, sungguh rencana nya untuk lebih dekat dengan Samuel gagal total karena keberadaan Bayu dan tentu membuatnya sangat kesal.


🌻


Langit yang sedikit mendung seakan mewakili perasaanya, Shawn termenung memandanginya. Rintik air gerimis tidak membuatnya bergeming dari tempatnya, ia terus merasakan tetesan air itu mengenai wajahnya.

__ADS_1


Kepulan asap yang keluar dari mulutnya membuatnya sedikit tenang, ia terus menghisap gulungan tembakau itu yang entah sudah keberapa kali ia menyulutnya


Menghembuskan nafasnya kasar, Shawn berusaha terbiasa dengan statusnya sekarang yang seorang single setelah hubungannya kandas bersama wanita yang telah tiga tahun menjadi kekasihnya, Janinne.


"Long distance relationship, ini baru beberapa Minggu dan kamu udah gak kuat?"


Di kelas, Griz terus menanyakan keberadaan Shawn kepada teman-temannya, dan mereka menjawab sama karena memang semenjak istirahat mereka tidak melihat lagi keberadaan Shawn.


"Abang aku kemana ya, gak biasanya tau. Biasanya dia nempel terus" Ucapnya bingung, kini Griz sedang berada di kantin bersama dengan Megan setelah mencari-cari keberadaan Shawn.


"Apa ada masalah?" Tanya Megan, biasanya para lelaki akan menyendiri jika mendapatkan masalah dengan kekasihnya atau keluarganya.


"Gak tau, dia gak ngomong apa-apa sama aku"


Tiba-tiba murid yang mengetahui keberadaan Shawn memberitahukan nya kepada Grizelle "Kak Griz, aku liat kak Shawn ada di lantai paling atas"


Setelah mengucapkan terimakasih, Griz segera menyusul Shawn kesana. Ia yakin jika abangnya itu sedang ada masalah dan Griz harus mendesaknya untuk bercerita karena ia tau jika Shawn akan diam seolah dirinya baik-baik saja


"Abang, loe ngerokok?" Seru Griz dengan membuang sebatang rokok yang sudah menyala dan membuangnya lalu menginjaknya


"Dek, loe apa-apaan sih!" Kesal Shawn karena merasa Griz telah mengganggu ketenangannya


"Apa, gue bilangin sama mommy Ayumi!" Sungut Griz tidak kalah kesal, Griz sangat marah saat tau Shawn kembali merokok seperti dulu


"Grizelle, gue lagi galau, jangan ganggu!"


"Cerita sama gue, jangan kayak gini. GAK SEHAT!"


Mengusap wajahnya gusar, Shawn menggeram kesal ketika memaksa pikirannya mengingat kembali perkataan Janinne yang memintanya untuk mengakhiri hubungannya


"Gue putus sama Janinne" Ucapnya pelan.


"WHAT?"


🌻


Hmm Gaktau lah aku lagi gak mood buat ngetik, jadi maaf ya kalau ngebosenin :")


__ADS_1


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)


__ADS_2