I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 105 - Perpustakaan


__ADS_3

Happy reading


[Warn; a little harsh words]


🌻


"Samperin jangan, ya?"


"Tapi nanti gue jawab apa kalau misalkan dia nanya gue mau apa?!"


"Sial! Gak nyangka bakal seribet ini deketin cewek!"


Padahal jika dirinya ingin, banyak sekali perempuan yang secara terang-terangan mendekatinya. Bahkan mengungkapkan perasaannya. Baik secara langsung maupun melalui surat yang setiap hari tertumpuk rapih dalam lokernya.


Setelah banyak perdebatan antara hati dan pikirannya, Rey memberanikan diri untuk menyusul Grizelle ke perpustakaan. Tiba-tiba saja ide datang begitu cemerlang jika Grizelle menanyakan apa tujuannya.


"Let's go!"


Dengan bermodalkan keberanian serta satu buah map dalam genggamannya, Rey menghampiri Grizelle sedang membaca buku pada pojok ruangan dekat dengan jendela.


Deheman seseorang membuat gadis yang sedari tadi fokus itu mendongak. Kelihatannya terkejut, terlihat dari raut wajahnya.


"Eh?"


Lucu sekali.


Ya tuhan! Kuatkan hamba, batin Rey.


"Sorry! Ngagetin lagi, ya?"


"E-enggak ko" Jawab gadis itu gugup.


Rey tersenyum.


"Boleh duduk disini?" Tunjuk pada kursi dihadapannya.


Grizelle mengangguk, ragu.


"B-boleh, kak. Silahkan"


Kini keduanya duduk saling berhadapan. Grizelle kembali membuka bukunya tanpa memperdulikan keberadaan Rey disana. Sedangkan Rey, pria itu nampak bingung.


"Gue harus mulai dari mana ini?!" Batin Rey greget.


"Mana si Grizelle anteng sendiri mulu lagi!"


"Masa gue harus berguru sama si Rendy?! Gila aja gue bakal diejekin tiap hari ini nanti!"


Sesekali Grizelle melirik, berpikir aneh tentang; kenapa dengan kakak seniornya ini? Kenapa dia terlihat gugup sekali? Dan kenapa perasaan dia tidak enak?


"Grizelle?" Panggil Rey.


"Ya?"


"Gimana, ya? Jadi gini- Kakak cuma mau ajak kamu untuk berpartisipasi dalam penggalangan dana yang akan kita sumbangkan pada korban bencana kemarin. Selain itu, kita juga akan membantu mereka bekerja bakti disana. Kamu tertarik?" Jelas Rey.


Grizelle tampak fokus memperhatikan bagaimana Rey menjelaskan. Dia mengangguk dan menerima proposal tersebut dan membacanya dengan teliti.


"Ada salinannya gak, kak?"

__ADS_1


"Oh? Ambil saja yang itu. Kakak masih ada, kok"


"Makasih, kak. Boleh aku tunjukin proposal ini ke sua- ah maksud aku keluarga aku gak? Kebetulan Daddy aku donatur disana. Siapa tau aja keluarga aku yang lain mau ikut berpartisipasi juga?"


Rey mengangguk semangat.


"Boleh, dong!"


"Tapi?"


"Apa?"


"Boleh ajak yang lain?"


Yang lain? Siapa? Teman? Pacar?


"Boleh banget. Ajak pacar kamu juga. Biar tambah rame"


"Hah?! Pacar?"


Rey mengangguk.


"Iya? Yang kemarin ketemu di danau, dia- pacar kamu 'kan?"


Shawn? Pacar?


Sontak Grizelle tidak tahan menahan tawa mendengarnya.


"Ada yang lucu?" Heran Rey.


"Maksud kakak aku sama Shawn? Pacar? Ya tuhan!"


"Bukan, kak. Dia abang sepupu aku. Bukan pacar"


Wah. Jadi selama ini dia salah menduga? Berarti dia masih ada kesempatan untuk lebih dekat?


"Seriously?"


"Banyak yang salah faham ternyata sama perhatian abang buat aku. Serius! Shawn bukan pacar aku, kak"


"Syukurlah"


"Ya, kak?"


"Enggak! Ya sudah ajak kakak sepupu kamu juga"


"Siap!- eh panjang umur banget, orangnya telpon. Sebentar ya, kak"


Rey mengangguk, mengijinkan Grizelle untuk menerima panggilan dari pria yang sempat Rey duga adalah kekasihnya.


Sial! Rey malu sekali sebenarnya.


"Ya, bang?"


"Di perpustakaan"


"Sekarang? Fiona disana?"


"Bawel banget! Bye!"

__ADS_1


Setelah sambungan telponnya terputus, Grizelle menghampiri Rey kembali dan meminta maaf karena harus segera pergi.


"Duluan ya, kak?"


"Iya"


🌻


Banyaknya berkas berkas yang harus Bayu selesaikan hari ini membuat pria itu melewatkan makan siangnya. Andra juga yang pusing karena Bayu tidak mendengarkan perintahnya untuk segera makan siang.


"Gue capek! Ini yang ke 5x nya gue ngingetin loe buat makan!"


"Tar!"


"Tar tar tar tar tar! Gue laporin istri loe juga dah! mampus tidur diluar sana!"


"Jangan rese, please!"


"Loe yang rese ya anj- haduh sabar sabar. Gini aja deh. Beneran gue udah capek nyuruh loe makan!" Andra mengeluarkan ponselnya, mencari kontak istri dari sang bos. "Grizelle. Istri bos-"


"Berani ngadu gue pecat!"


"Sorry! Gue masih punya mertua loe yang lebih menjamin masa depan gue dan gue lebih takut sama ancaman istri loe!" ucapan Andra membuat Bayu menoleh, "Loe tau? masa gue mau dinikahin sama si khanaya?! OGAH BANGET, GILA! Lebih baik gue laporan sama istri loe aja daripada masa depan gue hancur"


"Andra!"


"Satu"


"Loe-"


"Dua"


Sialan! Andra rese sekali.


"Andra Pradipta! Anjing rese banget sumpah! Iya,iya gue makan sekarang. PUAS?!"


Dengan kesal Bayu bangun dari kursinya. Mendelik kesal pada Andra yang tersenyum penuh kemenangan disana.


Akhirnya senjata baru untuk meluluhkan Bayu sudah Andra temukan yang tak lain adalah; nona Grizelle Bagaskara.


"Macam-macam sama gue, gue aduin bini loe!" Batin Andra.


Selesai menghabiskan makan siang, Bayu kembali melanjutkan pekerjaannya sebelum alisnya mengerinyit heran melihat notifikasi masuk dalam email-nya.


"Siapa dia?" Gumam Bayu setelah melihat apa kau email tersebut.


🌻


Apa ya isinya? hihi~


Si cantik Grizelle Jovanka



Liatin aja terus mas 😏



Tukang nyolong Poto

__ADS_1



__ADS_2