I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 129


__ADS_3

"Mas, nanti aku disana ngapain?"


Setelah dari kantor dan melihat Airin memberitahukan jika dirinya sudah berada di rumah sakit, Bayu dan juga Grizelle langsung melesat kesana.


Tadinya Bayu tidak ingin membawa Grizelle kedalam masalah ini, namun karena istrinya itu terus memaksa sampai mau menangis, terpaksa Bayu mengijinkannya ikut atau dirinya akan diusir malam ini untuk tidur diluar. Padahal 'kan dia sudah rindu sekali ingin tidur sambil memeluknya.


"Gak usah ngapa-ngapain aja sayang. Cukup diam dan lihat mas saja, ya?"


Kalau begitu kenapa mengijinkannya untuk ikut kalau cuma disuruh menontonnya saja! "Mana bisa begitu, mas! Gak seru! Aku juga 'kan mau berpartisipasi!" Protesnya tidak terima. Apalagi masalah ini menyangkut Alberto, pria yang sudah Grizelle anggap sebagai pamannya sendiri.


"Nanti kamu sama baby kenapa-napa, sayang. Mereka itu sangat licik" Iya, terlebih lagi Sonia. Bayu sudah bisa menebak akan terjadi hal apa jika istrinya ikut. Untungnya ia sudah bekerja sama dengan orang-orang disana, dan kepolisian juga sudah dalam perjalanan begitupun dengan tuan Alberto, dalang dibalik semua penjebakan ini.


Grizelle kesal. Lantas memunggungi suaminya.


"Ya sudah. Aku ngambek!"


"Sayang," Hadeuhhhh. Dasar ibu hamil! "Dengerin-"


"Mas, please? Aku mau ikut. Gak apa-apa nanti mas bentak-bentak juga, nanti aku pura-pura nangis dan terluka" Potong Grizelle cepat, "nanti mas marahin aku aja disana, teriak-teriak terus cuekin aku biar mereka kesenangan. Terus kalau mereka macam-macam, mas tinggal berubah deh"


Bayu membiarkan istrinya terus berceloteh, sementara dirinya sibuk membukakan sabuk pengaman yang melindungi tubuh istrinya.


Tidak lupa ia mengusap-usap perut yang sudah terlihat membuncit itu dan mendaratkan 2x ciuman sebagai rasa rindu ayah terhadap anaknya. "Mommy kamu bawel banget, sayang. Kalau Daddy cium diam gak, ya?" Bisiknya.


Plak!


Bayu meringis pelan ketika pukulan keras mengenai lengan kanannya.


"Mas! Aku lagi serius loh? Kamu malah bercanda!"


Nah, 'kan?


"Iya sayang, iya. Mas nanti berubah jadi apa?"

__ADS_1


"Hulk, mas!" Kesal Grizelle seraya mencubit gemas pipi suaminya. "pokoknya aku mau ikut!" Keukeuh nya.


"Tapi kalau mereka ngomong sesuatu yang menyakitkan gimana?" Bayu masih tetap khawatir, ia takut mental istrinya akan terganggu apalagi dia sedang hamil muda. Akan sangat bahaya sekali jika misalkan dirinya stres dengan perkataan tersebut.


"It's acting, I know enough to keep up (Ini dunia akting, aku cukup paham untuk mengimbanginya) Jangan khawatir ya mas"


"Okay! Karena kamu maksa terus" Bayu mengambil earphone dari dalam jas nya, "Pakai ini. Kamu akan mendengar semua percakapan meskipun kita lagi gak sama-sama. Mas bisa dengar dengan jelas apapun yang kamu katakan dibelakang mas, dan sebaliknya kamu juga. Ingat! Jangan pernah dilepas" Seraya memakaikannya.


"Kamu denger 'kan? Mereka sedang merencanakan untuk meminta mas menikahi Airin?" Grizelle mengangguk ketika mendengarkan percakapan diantara Airin bersama ibunya. "Jadi jangan kaget kalau mereka berbicara macam-macam ketika nanti mas tinggalin kamu bertiga sama mereka." Imbuhnya.


"Mereka gak tahu diri banget, udah nyuri uang perusahaan uncle Albert, sekarang mimpi bisa nikah sama kamu" Memeluk Bayu dari samping, "Gak boleh! Mas Bayu Aji Bagaskara cuma milik Grizelle Jovanka seorang"


"Iya makanya kamu jangan kepancing emosi ya, sayang? Tapi bikin mereka emosi sampai mereka menunjukan siapa diri mereka, baru mas akan masuk. Kalau gak gitu mas bingung nantinya"


Grizelle menganggukkan kepalanya paham, "Siap mas!" Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dan menuju ruangan dimana Airin dan ibu nya berada.


"Tidak mungkin! Mana mau sih suami saya sama barang bekas kaya dia" Grizelle menatap sinis pada Airin, "pasti mas bayu-"


"GRIZELLE! JAGA UCAPAN KAMU!" Teriak Sonia marah. Dia mendekati Grizelle, "Yang sopan kalau berbicara!"


"Kau-"


Airin marah, ia yang diselimuti amarah langsung mendekati Grizelle dan sudah siap untuk menampar wajah Grizelle. Namun dengan cepat Bayu dan beberapa polisi masuk dan menghentikan mereka.


"Sedikit saja kau menyentuh istriku. Aku pastikan kalian akan merasakan apa itu neraka!"


"ANGKAT TANGAN KALIAN BERDUA!"


Akhirnya Airin bersama Sonia ditangkap oleh polisi. Mereka ditangkap atas aduan penggelapan uang perusahaan dan juga penipuan. Mereka juga dikenai hukuman penjara selama-lamanya.


"Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Bayu dan juga kamu, " Mengusap kepala Grizelle begitu lembut. "Uncle sudah melibatkan kalian dalam masalah ini sampai katanya kalian sempat salah faham karena uncle"


Ya, Albert sempat mendengarkan cerita dari Theo ketika di bandara tadi jika keduanya sempat salah faham selama seminggu lebih karena masalah ini.

__ADS_1


Ia sangat menyesal karena harus melibatkan Bayu, namun jika bukan kepada Bayu dirinya meminta tolong, lantas kepada siapa lagi? Tidak mungkin ia meminta Samuel untuk mendekati Airin.


"Saya senang bisa membantu anda, tuan. Kejadian kemarin biarlah menjadi pelajaran agar saya bisa berkata jujur dari awal"


"Iya, uncle. Grizelle juga seneng banget bisa membuka kedok mereka. Terlebih lagi si Airin tuh masa lalunya mas Bayu" Mendelik tajam pada suaminya, "Ugh! Kalau saja Grizelle gak hamil, udah aku kasih jurus momtong Jireugi (Pukulan mengarah ke ulu hati) biar tepar sekalian tuh dedemit!"


"Wah, kau sedang hamil sayang?"


"Yes uncle"


"Wah, uncle akan menjadi kakek? Selamat ya kalian berdua"


"Terima kasih tuan Alberto" Sahut Bayu.


🌻


Seminggu setelah masalah itu selesai, semuanya kembali seperti semula. Bayu kembali bekerja dan Grizelle berkuliah.


Seperti biasa, Bayu yang akan mengantarkan istrinya berangkat, dan akan menjemputnya jika pekerjaannya sudah selesai.


"Bos, ada berkas dari tuan Alberto Aquilani"


"Berkas?" Heran Bayu.


Andra mengidik, ia simpan berkas itu di atas meja bos nya. "Gak tahu. Kayaknya cuma bos yang harus tahu. Ya udah mending bos baca aja, siapa tahu itu THR dari tuan Alberto. Gue mau balik kerja lagi" Pamit Andra.


Bayu segera membuka berkas tersebut, membacanya begitu teliti dengan dahi yang berlipat dalam ketika membaca isinya. "Surat penyerahan saham?"


Yang bertanda tangan dibawah ini, Alberto Aquilani (48th) Pemilik perusahaan xx Rusia sebagai pihak utama menyerahkan kepada Bayu Aji Bagaskara (27th) pemilik perusahaan BA Development sebagai pihak penerima.


Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya, "Menyerahkan (20%) saham perusahaan xx rusia? WHAT? Ini serius? Tuan Alberto kasih saham sebanyak itu di perusahaannya?!"


[Anggap saja itu hadiah dari uncle untuk baby kalian, jangan menolaknya]

__ADS_1


🌻


...Udah ya guys masalahnya udah selesai nih jangan ribut lagi. Kangen uwu nya mereka? Ya, besok aku Up lagi ya :)...


__ADS_2