
[inspired by; Lyodra - Pesan terakhir]
Warning; harshword, McD [major character dead] & Sad ending.
Character: Lee Jeno [NCT] & Karina [Aespa]
Note;
- Kalau kalian kurang nyaman sama tata bahasanya, please go away!
- Alur maju mundur.
🌼
Rese;
[Jen, kalau misalkan loe risih gue kejar terus, bilang ya?]
[Kenapa? Loe mau berhenti?]
Rese;
[Gue mau istirahat, tapi nanti gue mau kejar loe lagi. Hihi~]
[Enyah loe, anj!]
Rese;
[Iya, iya! Love u too ganteng]
🌼
Tawa langsung terdengar begitu membaca pesan terakhir yang Karina kirimkan padanya 2 bulan lalu.
Dia pikir pesan yang membuat jantungnya berdebar saat itu hanya sebuah candaan seperti biasa gadis itu lakukan, namun kenyataannya sungguh salah; salah ketika setelah seminggu dia mendapatkan kabar bahwa gadis yang selalu memenuhi room chat nya berpamitan akan pergi.
Rese;
[Tapi, Jen? Gue mau beneran mau pergi. Jangan kangen, ya? Hihi~]
[Gak bakalan! Jangan balik aja sekalian!]
Rese;
[Gitu banget ih gantengnya aku. Gue pergi beneran awas jangan nangis, ya?!]
[Yang ada bahagia, gue!]
Rese;
[Nyebelin banget! Tapi gue cinta sampai mati]
[Alay!]
Jeno kira pergi yang dimaksud gadis itu adalah pergi karena menyerah mengejarnya? Tetapi-
🌼
Mengambil sebuah buku bersampul hitam dari dalam tas nya, Jeno baca segelintir kata pada sampul buku itu; Karina's diary. Buku itu Jeno dapatkan dari kakak Karina, Jungwoo.
Ketika buku tersebut dirinya buka, sudah terdapat foto dirinya disana. Jeno ingat, foto tersebut Karina kirimkan ketika semua guru sedang rapat dan tidak ada jadwal mengajar sampai jam pulang sekolah.
Rese;
[Jen, mau liat gak gue fotoin loe tadi? Ganteng banget, anj! Please deh! Kalau gak bisa gue miliki jangan keterlaluan gantengnya. 'Kan makin sayang gue]
[Freak, anj!]
Rese;
[ih tapi serius, Jen. Loe ganteng banget, tau! Tar gue jadiin foto dibuku diary gue, ya?]
[Bodat!]
Dan ternyata Karina benar-benar menyimpan fotonya dalam buku diary nya. Memajangnya tepat pada halaman pertama.
•••Diary punya Karina. Isinya penting buat Karina karena semuanya tentang Lee Jeno. Penyemangat hidup Karina dan alasan Karina semangat untuk hidup lebih lama. Hehe•••
Jeno menghela nafasnya lama. Butuh keberanian besar untuk membuka buku dalam genggamannya kini. Hatinya tiba-tiba terasa sesak kala matanya menemukan beberapa bercak darah mengering disana.
"Sakit banget ternyata, Rin"
Jeno hembuskan nafasnya kasar. Membuang semua sakit yang mengumpul dalam dadanya.
Juli, 11; [Awal ospek sekolah udah ketemu cowok ganteng. Namanya Lee jeno. Fix! Crush gue sampe lulus nanti. Semoga kita sekelas ya, ganteng?]
Jeno tertawa membacanya. Dia bersumpah bahwa saat dimana mereka bertemu, Jeno tentukan hari itu adalah awal kesialan dalam hidupnya bermulai.
"Moga kita sekelas ya, Jen? Pokoknya harus sih!"
"Dih! ogah!"
"Nyebelin! Untung sayang"
"Cewek gila!"
"Gila karena mu, ayang Jeno"
Bagaimana tidak Jeno menganggapnya kesialan, karena setiap hari gadis itu terus saja mengganggunya; mengganggu masa indah hidupnya. Untung saja mereka tidak sekelas.
Juli, 12; [Bete! Bete banget mau nangis T~T gue gak sekelas sama Jeno. Minta Bu Yoona pindah kelas bisa gak sih?! POKOKNYA GUE BETE!]
"Bu, Bu?!"
Karin angkat tangannya tinggi-tinggi. Mengabaikan rasa malu ditengah ratusan murid baru yang sedang berkumpul di lapangan basket sekolah siang itu.
"Kenapa?"
"Boleh gak aku sama ayang Jeno sekelas?"
Jeno menunduk, merasa malu mendengar namanya gadis itu sebutkan. Apalagi mendengar sorakan dari semua siswa baru maupun senior disana.
"Nama kamu siapa? Terus Jeno yang mana cowoknya?"
"Karina, bu. Dan itu tuh, Bu-" Tunjuk pada seorang siswa berparas ganteng. "Jodoh aku!"
Lagi. Sorakan terdengar riuh memenuhi lapangan siang itu. Jeno rasa ingin mengubur diri pada rawa-rawa belakang sekolah ketika semua mata tertuju ke arahnya.
"Gak bisa ya, Karina. Semuanya tidak bisa diubah lagi"
__ADS_1
Agustus, 18; [Akhirnya ada perubahan kelas DAN KALIAN TAU? GUE SEKELAS SAMA Lee JENO! GILA! GUE SENENG BANGET.]
"Nih! Gue bikinin sarapan nasi goreng cinta. Jangan lupa dimakan ya, ganteng?"
Jeno terima kotak berwarna merah muda yang Karina berikan kepadanya. Dia tatap sebentar kotak tersebut, tersenyum miring sebelum akhirnya berjalan ke tong sampah dan membuang isinya kesana.
"Gue gak level makan begituan!"
Kemudian Jeno lemparkan kotak bekal terebut ke arah Karina sebelum dirinya pergi ke luar bersama teman-temannya.
"Makanya jadi cewek tau diri, udah di tolak masih aja gatel gangguin!"
"Tau, nih! Malu-maluin aja!"
Karina tersenyum ceria, sudah biasa mendengar kalimat-kalimat benci untuknya setiap hari. Yang gadis itu lakukan hanya berjongkok, mengambil kotak bekal miliknya dan kembali memasukannya ke dalam tas.
"Gapapa, Karin. Besok coba lagi, yuk?!"
Dan semuanya sama saja. Tanpa ingin menyicipi, Jeno membuangnya kembali. Lagi dan lagi tanpa Karina ketahui.
September, 3; [Capek. Tapi gak jadi, soalnya crush gue Lee Jeno. Hihi semangat!]
"Maafin gue, Rin. Maaf!" Sesal Jeno.
September, 25; [1 sekolah sama Lee Jeno, ceklis. 1 kelas sama LEE JENO, ceklis! 1 KELOMPOK SAMA LEE JENO, CEKLISSSSS!!!]
Mengetahui bahwa dirinya berada dalam satu kelompok dengan sumber kesialannya, Jeno mencoba protes.
"Bu! Saya gak mau 1 kelompok sama Karina!"
Jeno acungkan jarinya tinggi, memprotes dengan pembagian kelompok oleh guru IPA dikelasnya. Gak! Jeno tidak mau berada dalam kelompok yang sama dengan Karina.
"Jangan didenger, Bu!" Kata Karina.
"Kenapa kamu tidak mau 1 kelompok dengan dia, Jeno?"
"Dia berisik, Bu!"
"Bohong, Bu! Kita lagi bertengkar aja, Bu. Biasalah urusan rumah tangga"
Dan semua murid dalam kelas tersebut bersorak.
Desember, 25; [Selamat hari natal dan selamat ulang tahun, Karina. Ngucapin diri sendiri, tiup lilin sendiri dan potong kue sampai makanannya pun sendiri. Hihi~ Selamat berkurang umur. Semoga di notice dan segera jadian sama Lee Jeno. Amen!
Abang uwu sibuk kerja, tapi dia udah ucapin kok. Lafyu Abang ganteng pacar mbak Jihan^^
Jeno terdiam, mengingat kala itu Karina membawa cake kecil dan membawanya ke belakang sekolah dan meminta dirinya untuk menemuinya disana.
Rese;
[Jeno, sayang. Ke belakang sekolah dong. Gue bawa cake, hari ini gue ulang tahun. Temenin gue make a wish, yuk?!]
[Gak. Gue sibuk!]
Rese;
[Ih! Sebentar aja, suer! Pokoknya cepet kesini. Gue gak bakalan pergi sebelum loe kesini. Titik!]
[Gak perduli!]
Dan Jeno tidak mengira bahwa Karina benar-benar tidak pergi sama sekali meskipun hujan begitu lebat saat itu. Dia terpaksa menyetir mobil, kembali lagi ke sekolah untuk menjemput gadis itu.
Dapat Jeno lihat kalau gadis itu sedang berteduh dibawah pohon rindang ditepi danau.
"Gue udah kira pasti loe bakalan kesini, Jen. Ini--"
Brak!
Jeno melempar cake yang Karina potong khusus untuknya sehingga terjatuh ke tanah. Sedangkan Karina tersentak, terkejut melihat Jeno terlihat marah sekali.
"Tol**! Berhenti jadi bodoh, Karina! Gue kesini bukan karena loe, tapi abang loe yang nyuruh gue cari loe! Stop nyusahin hidup gue, bisa? Stop jadiin abang ju senjata-"
"Tapi gue gak nyuruh abang-"
"Bohong! Loe denger baik-baik ya, Karina. Stop nyusahin hidup gue!"
"Maaf"
Dan untuk pertama kalinya Jeno merasa bersalah karena saat dia tatap mata Karina, mata yang selalu terpancar ceria, seketika penuh luka. Tetapi Jeno memilih tidak perduli kemudian beranjak pergi meninggalkan Karina sendiri.
Desember, 26; [Gak bisa liat Jeno, soalnya sakit ragara kehujanan kemarin dan alhasil abang Ju marah-marah]
Jeno celingukan, matanya seperti mencari seseorang saat tiba di kantin. Jaemin yang menyadarinya tersenyum miring.
"Ada di bentak-bentak. Gak ada di cariin. Cinta sama benci itu emang bedanya tipis banget, ya?!"
"Maksud loe?" Jeno sewot.
"Karina enggak sekolah. Dia sakit, kata bang Ju, demam" Jelas Jaemin.
"Gak nanya!"
"Tapi nyariin!"
"BACOT!"
Rese;
[Jen, gue lagi sakit gak mau jenguk atau apa, gitu? Pasti langsung sembuh deh gue yakin]
[Mau loe mati juga gue gak peduli!]
Rese;
[Yakin? Kata Jaemin sih loe nyariin gue tadi. Ciye~]
[Curut loe percaya!]
Rese;
[Ih suka malu-malu gitu. Gue cuma demam biasa kok, Jen. Jangan khawatir, okay? Fokus sama pelajaran, ya? Besok juga gue sekolah lagi. Gak betah lama-lama di rumah, gak ketemu loe soalnya]
[Najis!]
Februari, 27; [Sial**! Hati gue sakit banget, taikkkk! Gue jatuh bangun deketin Jeno, kenapa jadiannya sama si yeji? Brengs*k mau nangis aja T~T
Jeno gak bisa apa liat gue sebentar aja? Rasain gimana tulusnya perasaan gue? Hiks]
Jantung Jeno berdenyut nyeri membaca isi diary tersebut. Diary yang berisi semua tentang Lee Jeno; Pria brengsek yang begitu dicintai oleh malaikat seperti Karina.
__ADS_1
Jeno ingat ketika berita tersebut begitu cepat menyebar ke seluruh antero neos, Karina pernah menghampirinya kala dia sedang latihan basket.
"Bilang kalau berita loe jadian sama si yeji kelas sebelah itu bohong?!"
"Ngapain? Orang berita itu beneran"
"Kenapa, Jen? Gue yang suka loe, kenapa nembak si yeji sih?!"
"Orang gue suka dia. Dih!"
"Apa bagusnya sih tuh cewek? Heran deh! Cantik kan juga gue kemana-mana! Pasti kena guna-guna deh loe, Jen!"
"Stop ngawur, Karin! Loe mau tau apa bagusnya dia? DIA CANTIK! PINTER! KALEM DAN GAK CENTIL KAYAK LOE! Paham, Karina?"
February, 28; [Beneran gak bakalan bisa ya, Jen? Kayaknya benci banget sama gue, kenapa sih? Gue centil nya ke loe doang tau, sumpah dah. Tanya aja tuh si Hyun jin yang deketin gue; kemaren jari nya patah gara-gara gue pelintir. Habisnya dia maksa gue makan bareng, ogah!
"Maafin, gue. Maaf! Maaf karena semua kata-kata gue yang nyakitin loe"
Maret, 3; [Sakit banget ya tuhan, hiks.
Tapi kalau kata bang Juju; pantang mundur sebelum janur kuning melengkung. Ya kalaupun melengkung juga bakal gue robohin tuh tenda hihi~
Ayo! Karina! Loe pasti bisa merebut kembali yayang Jeno ^^
Rese;
[Loe bahagia banget ya sama Yeji? Gue cemburu, gue bilang!]
[Jelas, lah!]
Rese;
[Sakit banget tau hati gue, Jen?! Tapi gapapa deh, gue ikut seneng liatnya. Gue jadi tenang. Seenggaknya meskipun bukan sama gue, Yeji cewek baik-baik]
[Wow! Apa ini? Apakah ini tanda-tandanya loe mau berhenti ngejar-ngejar gue, Karina? Kalau iya, gue seneng banget]
Rese;
[Itu kan mau loe?]
[Jelas! Hidup gue akan kembali indah dan tenang]
Maret, 10; [Dan akhirnya gue capek]
Maret, 25; [Besok kelulusan sekolah. Keinginan sih pengen foto berdua sama Jeno sambil pegang bunga terus kepala gue nyender di bahu dia, tapi KAGAK BAKALAN MAU DIA, ANJIR! T~T padahal untuk yang terakhir kalinya sebelum kita gak bakalan ketemu lagi]
"Jen, foto berdua, yuk?"
"Gak!"
"Sekali ini aja buset dah. Buat kenang-kenangan, ya?!"
"Sorry ya, Karina. Gue gak mau yeji salah faham"
"Ya elah cuma foto doang, alay banget! Ayolah, Jen! Yang terakhir deh, sumpah?! Dan gue janji gak bakalan ganggu loe lagi!"
Maret, 30; [TBL! TBL! TBL! takut banget loh! Ada apa ini wahai Tuhan penguasa langit dan bumi? JENO MAU DI FOTO SAMA GUE? SERIUS? anjay! *Pingsan dulu sebentar*/*oke udah bangun lagi* AKHIRNYA YA TUHAN! Meskipun gue tau tujuan dia mau di foto sama gue biar gue pergi, gapapa sumpah, biar jadi kenangan saat hidup. Hihi]
Rese;
[Jen, fotonya udah gue cetak! Bagus banget, anj! Gue mau figurain, terus yang satunya mau tempel di album.]
[Apakah gue terlihat perduli? GAK SAMA SEKALI!]
Rese;
[Bohong dikit napa! Jujur banget! Sakit ati gue, Jen. Tapi, tapi-- sesuai janji gue sama loe, gue mau berhenti ngejar loe. Seneng kan?]
Tidak! Jeno tidak tau dengan hatinya saat ini. Bukankah seharusnya dia merasa bahagia ketika gadis yang hampir 3 tahun mengganggunya akan berhenti mengejarnya? Tetapi kenapa ada bagian hati yang terasa sakit?
[Ya]
Rese;
[Hihi~ udah gue duga sih. Ya udah, gue juga bakalan hapus nomor loe soalnya kalau masih gue save, bahaya! Ntar gue kangen terus!]
Juli, 5; [Jeno, makasih ya udah mau jadi alasan gue bertahan hidup. Gara-gara mau ketemu loe setiap hari, obat gue selalu abis gue minum, hihi~
Tapi kayaknya sekarang gue udah gak kuat deh, Jen? Kepala gue sakit banget. Gue capek, mau tidur aja.
Gue pamit ya, Jen? Bahagia terus. Ya bahagia lah, secara gue udah gak ada jadi hidup loe bakalan tenang tanpa ada yang recokin lagi ^^
I love you gantengnya aku ..]
Bang Jungwoo;
[Atas nama Karina, gue sebagai abangnya mau minta maaf kalau dia sering bikin loe risih ya, Jen? Sekarang loe gak bakalan digangguin adek gue lagi. Loe bebas, Jeno]
[Maksud loe apa, bang?.Emang dia kemana?]
Bang Jungwoo;
[Karina udah pergi. Dia udah gak kesakitan lagi, Jen]
BOHONG!
Karina bilang dia cuma pergi karena menyerah sebab cintanya terus Jeno tolak, bukan pergi karena menyerah melawan penyakitnya.
Jeno ambil jaket serta kunci motor yang ada didalam kamarnya. Berlari secepat mungkin karena ini adalah kesempatan terakhir Jeno bertemu dengan Karina sebelum selamanya dia tidak akan melihatnya lagi.
Dan Jeno bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri; jasad gadis yang ternyata memberi warna dalam hidupnya terbujur kaku dihadapannya.
"Rin?"
Perlahan Jeno mendekat, dadanya seperti ada yang menekan, sakit sekali. Air matanya terus menetes, membatasi penglihatannya sampai Jungwoo; kakak Karina memapahnya.
Seketika tangis Jeno pecah saat itu juga. Semua orang disana mendekat, berusaha menguatkan Jeno yang memeluk peti jenazah dihadapannya.
Air mata Jeno tidak bisa ia bendung lagi. Pria itu meraung, memeluk buku hitam itu, sangat erat. Tangannya menekan dadanya, sakit sekali.
Ternyata; Jeno sudah mencintai Karina tepat ketika 2 tahun gadis itu mendekatinya. Seiring berjalannya waktu, Jeno terbiasa dengan kebisingan gadis itu dan Jeno rasa dia telah menaruh hati padanya. Tapi semuanya sudah terlambat sebab Karina memilih menyerah dengan semuanya.
Note; Serasi banget, sumpah! hihi~
Kalau aja tuhan kasih gue hidup lebih lama, gue gak bakalan menyerah. Bakal gue kejar terus meskipun sampe ke negeri cina pun wkwkwk.
Nih, Jen. Gue tau gak bakalan mungkin tapi siapa tau aja kan pas gue udah gak ada nanti dan abang kasih buku gue ke loe-- kalau misalkan loe kangen gue, loe tinggal liat aja foto kita yang ini. Awas! Dilarang baper! Repot ketemunya nanti hihi~
__ADS_1
"Gak mengobati rasa kangen gue ke loe kalau cuma liatin foto kita doang, Rin. Gue mau susul loe, boleh?"
...END...