I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 94 - ALASAN YANG SEBENARNYA


__ADS_3

Happy reading


🌻


"Alex!"


Tubuh Janinne terlonjak saat suara yang ia kenali memanggilnya, jantungnya berdegup sangat kencang ketika mantan kekasihnya itu mendekatinya dengan raut wajah yang terlihat sangat kecewa dan juga sedih secara bersamaan.


"K-kau..."


Greb!


Tanpa kalimat apapun, Shawn langsung memeluk Janinne begitu erat. Hujan ciuman pada pucuk kepala gadis itu membuat Janinne tidak bisa menahan isakan tangis nya. Ia paham pasti Shawn telah mendengar semua percakapannya bersama dokter tadi.


"Apakah aku tidak penting bagimu, Ha? Kenapa kau merahasiakannya kepadaku. Apakah kau tahu saat itu juga seluruh duniaku hancur! Kau jahat Janinne, jahat!" Tekan Shawn disetiap kalimatnya. Suara bergetar hebat, air matanya tak henti-hentinya keluar dengan rasa sakit yang begitu menghujam dadanya.


Janinne tidak bisa berkata apa-apa saat itu juga, ia hanya bisa memeluk Shawn, menenangkan laki-laki yang sedang menangis di pelukannya.


"Maaf" Hanya kata itu yang mampu keluar dari bibirnya, rasanya hancur sekali melihat Shawn menangis seperti itu.


Selama 2 tahun berpacaran dengannya, Janinne belum pernah melihatnya seperti itu dan ternyata ini sangat menyakitkan, lebih menyakitkan dengan rasa sakit yang sedang dideritanya.


"Aku sakit" Kata Janinne setelah mereka memutuskan untuk saling berbicara.


"Leukimia stadium 4" Shawn hanya merunduk, menutup wajahnya menggunakan telapak tangan Janinne yang duduk dihadapannya. Laki-laki itu berjongkok.


Tubuhnya bergetar hebat saat Janinne mengatakannya, isakan tangis mulai terdengar kembali begitu menyakitkan. Janinne sangat merasa bersalah karena gagal menyembunyikan semuanya.


"Kata dokter yang merawatku, usiaku sudah tidak akan bertahan lama lagi"


"STOP!" Teriak Shawn menyuruh Janinne untuk tidak berbicara lagi.


Laki-laki itu menangkup kedua pipi Janinne, "Kamu baik-baik saja, oke?! Dokter itu berbohong!"


"Tidak Lex... Ti...."


"Berhenti membantahku, Janinne!" Bentak Shawn. Shawn tidak mau mendengar apapun lagi, ini terlalu menakutkan, Shawn tidak sanggup. "You're all right, ok!" Imbuhnya.


"Alexi cukup!" Tangis Janinne pecah melihat Shawn seperti itu, "Alexi listen to me..."


"Jangan katakan apapun, please." Memeluk Janinne, "Aku tidak sanggup mendengarnya"


Dirumahnya, Fiona sudah menunggu Shawn yang mengatakan akan menjemputnya pagi tadi untuk menemaninya membeli perlengkapan untuk persiapan ospek beberapa hari lagi. Namun sudah hampir sejam Fiona menunggu, laki-laki itu belum muncul juga.


"Apa dia lupa?"


Dilihatnya kembali jam yang melingkar dipergelangan tangannya, "Cih! Ternyata udah sejam gue nunggu!" Gerutunya. Dengan perasaan dongkol, Fiona mengambil tas nya.


"Apa gue telpon aja gitu ya?" Sudah mengeluarkan ponselnya namun kembali memasukannya kedalam tas. "Ah biarin aja deh, lagi ada urusan mungkin" Ucapnya masa bodo.

__ADS_1


Akhirnya Fiona berangkat sendiri menggunakan taxi. Ia terlalu malas untuk menghubungi Shawn yang tidak ingat dengan janjinya sama sekali.


"Tau gini ikut sama si Megan aja tadi, gak apa-apa deh jadi nyamuk juga yang penting ada temennya" Kesal Fiona ketika berada didalam taxi.


Saat lampu merah menyala, Fiona sangat terkejut melihat mobil Shawn berada disebelah taxi yang ditumpanginya. Tadinya Fiona akan memanggil Shawn, namun saat Shawn membuka kaca mobilnya dan Fiona melihat ada perempuan yang Fiona kenal "Itukan..."


Beberapa pertanyaan mulai mucul dari kepalanya,


Kenapa Shawn bisa bersa dengan sahabatnya Grizelle dan ada hubungan apa diantara mereka?


Kenapa Shawn terlihat sangat khawatir sekali dan memperlakukan Janinne begitu lembut?


Entah kenapa dada nya terasa sesak saat melihat Shawn bersama perempuan lain, meskipun statusnya dengan Shawn belum jelas, Fiona mengakui jika dirinya sudah mencintai Shawn. Tetapi Fiona juga sadar siapa dirinya, tidak mungkin Shawn juga mencintainya.


"Harusnya gue gak terlalu ngarepin dia" Ucapnya dengan suara yang terdengar bergetar.


"Yakali sih cowok kayak dia mau sama gue yang jahat. BANGUN FIONA, MIMPIMU TERLALU INDAH!" Imbuhnya.


Sekuat mungkin Fiona menahan dirinya untuk tidak menangis, namun nyatanya, air matanya melaju begitu saja.


"Seenggaknya kalau emang gak akan jadi jemput, bisa 'kan kasih kabar. Biar gue gak ngarepin banget"


🌻


5 Hari berada di Sumba rasanya sangat tidak puas. Apalagi Griz belum sempat mengunjungi beberapa tempat lainnya. Hari ini juga mereka harus kembali ke Jakarta dan itu artinya liburan telah usai.


"Nanti kita bulan madu lagi, sayang" Ucap Bayu menangkan istrinya yang terlihat sedih.


"Aaa sedih banget. Padahal aku pengen banget ke bukit warinding mas" Mendongkakkan wajahnya, menatap wajah Bayu yang juga menatapnya. Matanya terus berkedip-kedip dengan bibir yang sedikit cemberut.


"Iya, nanti kita kesana lagi ya"


Ck!


Andai saja ini bukan dibandara, sudah habis kau, Grizelle.


"Pengantin baru auranya beda banget ya?" Goda mama Raisha dan mommy Aiko setelah Bayu dan Grizelle sampai dirumah. Keduanya disambut oleh keluarganya yang memang sengaja berkumpul dirumah utama keluarga Jovanka.


"Grizelle juga tambah cantik, tambah berisi juga. Apa jangan-jangan..."


"Ya kali Ma, bisa secepat itu" Kilah Bayu.


Tetapi jika tuhan memberikannya dalam waktu yang cepat, tentu Bayu akan sangat bahagia sekali. Karena memang Bayu dan Grizelle sudah sepakat untuk tidak menunda momongan.


Begitupun dengan Griz, malah ia yang tidak ingin menunda-nunda meskipun Bayu sempat khawatir karena Minggu depan istrinya akan mengikuti ospek dan memulai perkuliahannya, tetapi Griz terus meyakinkan jika dirinya akan baik-baik saja meskipun dalam keadaan hamil sekalipun.


"Jangan salah! Kalau istri kamu lagi subur-suburnya 'kan bisa aja, iya 'kan ay?"


"Betul tuh nak, apalagi kalau giat bikinnya" Goda Aiko yang membuat Griz merasa malu. "Mommy gak tau aja menantunya seperti apa, aku aja kewalahan haha" Gumam Griz. Wajahnya tersipu malu ketika mengingat kembali kejadian manis saat mereka berbulan madu dan juga kejadian saat dipantai, ah itu pengalaman yang tidak akan pernah Griz lupakan seumur hidup.

__ADS_1


"Mommy ih!" Memeluk lengan Aiko, "Malu tau..."


Sontak semua orang yang berada disana tertawa dan terus menggoda sepasang pengantin baru yang baru pulang berbulan madu itu.


"Ya sudah, kalian istirahat sana. Pasti cape banget 'kan?" Titah Raisha, "Biarin istri kamu istirahat dulu, jangan memintanya terus!" Peringatnya tegas kepada Bayu.


"Gak janji, Ma" Terkekeh, "Ayo sayang" Menarik tangan Grizelle untuk pergi ke kamar.


"Astaga!"


Setelah kedua anaknya sudah pergi ke kamar untuk beristirahat, Raisha, Aiko, Theo dan juga Samuel berkumpul dihalaman belakang rumah, untuk membicarakan sesuatu yang menyangkut keselamatan anak-anaknya.


"Ada apa, serius sekali?" Heran Theo.


Samuel membuka laptopnya, lalu memperlihatkan beberapa laporan yang didapatkan orang suruhannya selama ia berada diluar negeri. Setelah mendengarkannya, wajah Theo terlihat sangat marah sekali


"Beberapa bulan lalu, dia menawarkan kerja sama dengan perusahaanku dan sebelumnya aku sempat mencaritahu bagaimana perusahaannya dan ternyata,"


"Dia yang sudah membuat pembangunan villa Bayu yang berada di Bali berantakan, Dad"


Mereka menoleh, "Nak" Terkejut melihat Bayu yang ternyata sudah berdiri dibelakang kursi yang mereka duduki.


"Ada masalah?" Tanya Bayu serius seraya mendudukkan dirinya disebelah papa Theo.


"Daddy sempat memasang alat penyadap pada ponselnya dan sangat mengejutkan sekali" Memberikan beberapa laporan kepada Bayu untuk didengarkannya.


"BRENGSEK!" Bayu terlihat sangat geram sekali dengan kelakuan mantan sahabatnya itu, siapa lagi kalau bukan Jasson Vernando, orang yang selalu mencari gara-gara dengannya.


"Kamu harus hati-hati, Grizelle juga. Kamu jaga dia, kita tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Mengingat dia sudah mengetahui kalian sudah menikah, bisa saja dia berbuat nekat" Peringat papa Theo.


"Aku akan membunuhnya jika dia berani menyentuh istriku walau hanya seujung rambutnya saja!"


Bayu semakin geram ketika mendengarkan percakapan terkahir yang mengatakan, "Saya akan membawa gadis yang saya cintai ikut bersama saya. Pergi jauh dari semua orang sampai tidak akan ada yang dapat menemukan kita"


"Inilah alasan Daddy yang sebenarnya kenapa pernikahan kamu diberitakan sehari setelahnya. Daddy mendengar jika dia akan mengacaukannya. Makanya Daddy menyebar tanggal palsu pada media dan bekerja sama dengan mereka" Ujar Daddy Samuel.


"Terima kasih dad"


"Apa kita harus laporkan kepada polisi, sebagian bukti sudah kita pegangi" Usul Raisha. Ia sangat cemas, begitupun dengan Aiko.


"Iya betul, kita laporkan saja kepada polisi" Timpal mommy Aiko.


"Orang psikopat seperti Jasson tidak akan pernah bisa masuk ke dalam penjara dengan mudah"


"Lalu?"


"Itu urusan Bayu"


🌻

__ADS_1


Ini S2 emang agak tegang dikit ya, biar gak monoton gitu haha, semoga kalian engga musuhin aku untuk episode-episode selanjutnya wkwk 😅


__ADS_2