I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
(S2) Episode 99 - Toko buku


__ADS_3

Happy reading.


🌻


"Gimana hari pertama ospek, lancar?" Tanya Bayu saat mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat pada lampu merah yang menyala.


Grizelle menoleh, menunjukkan wajah lesu.


"Gitu. Pada nyebelin seniornya!" Apalagi dengan perempuan bernama Sisil. Kalau saja bukan senior, sudah pasti Grizelle akan melawannya saat itu juga. Enak saja seharian tadi membentaknya dihadapan seluruh peserta mahasiswa baru.


"Siapa?"


"Ada lah mas beberapa"


Tidak mungkin 'kan Grizelle mengatakannya, bisa ribet nanti kalau suaminya sampai marah dan mendatangi kampusnya.


"Gak ada yang godain kamu 'kan?"


Tidak ada!


Yang ada seharian tadi dia dibentak-bentak terus! Ya meskipun sempat bertabrakan dengan ketua BEM dan dihukum olehnya, tetapi itu 'kan bukan sebuah godaan. Namun melihat riak penasaran pada wajah suaminya, Grizelle menyeringai dalam hatinya.


"Ada, mas. Malahan tadi ajak aku pulang bareng-" Grizelle berteriak saat mobil yang ditumpanginya mendadak berhenti. "Mas! Kamu mau bunuh aku, ya?!"


"Siapa? Siapa yang menggoda kamu, Grizelle?!"


Waduh!


Sepertinya ide untuk menjahili suaminya itu bukan sesuatu yang bagus. Apalagi dengan hal sensitif seperti ini.


"M-mas" Grizelle gugup.


Takut melihat wajah serius suaminya.


"JAWAB! SIAPA YANG SUDAH BERANI MENGGODA KAMU?!"


Mampus! Grizelle merutuki dirinya sendiri dalam hati.


"Mas tenang dulu, okay?" Aduh! Gimana ini. "yang aku maksud itu abang shawn, bukan seperti yang ada dalam pikiran mas. Aku, aku-- cuma bercanda aja. Hehe"


Mendengar jawaban Grizelle, Bayu menunduk untuk mengatur nafasnya yang dipenuhi oleh amarah. Dia dongakkan kepalanya, tatap datar wajah Grizelle yang menyengir kaku.


"M-mas maafin aku. Aku---"


🌻


"Seharusnya mas yang marah. Kenapa jadi kamu?"


Grizelle mendengus. Mendelik kesal ke arah suaminya. Bagaimana dia tidak marah? Bayangkan saja, Bayu menciumi seluruh wajahnya tanpa henti meskipun dirinya sudah berteriak minta di ampuni.


"Diam, ya! Aku masih marah!"


Gelak tawa terdengar menyebalkan oleh Grizelle dari bibir suaminya.


"Siapa suruh jahil sama mas"


"Tau, ah! Nyebelin banget sumpah!"


Bayu semakin tergelak. Merasa lucu melihat wajah Grizelle sekarang.


"Mau lagi?" Tawar Bayu.


"Makasih!"


Bayu hanya tertawa, mengulurkan tangannya untuk mencubit pipi sang istri karena gemas. Akhirnya sepanjang jalan Bayu mendapat omelan dari sang istri.


"Mas? Berhenti di toko buku yang disebelah MCd dong, aku mau beli bahan-bahan buat bikin scrapbook. Dikumpulin besok" Ucap Grizelle.


Pria itu hanya mengangguk, kemudian memarkirkan mobilnya tepat didepan toko tersebut.


"Mau ikut?" Grizelle bertanya.

__ADS_1


Bayu mengangguk.


"Ikut lah! Nanti istri mas yang lagi lucu-lucu nya ini di culik, lagi"


Grizelle berdecak, menyingkirkan tangan Bayu yang mencubit hidung serta pipinya.


"Kalau culiknya model begini sih, aku mau menyerahkan diri sendiri. Gak apa-apa jadi Slaves selamanya juga, aku pasrah mau di apa-apakan juga" Goda Grizelle, menunjuk lesung pipi suaminya sebelum akhirnya mengedipkan sebelah matanya.


Bayu yang terpancing menarik tangan Grizelle.


"Udah bisa gombal ya sekarang, hm?"


"Lebih juga bisa, mas"


****!


Andai saja bukan di area parkir tempat umum. Maka--


"Mas! Ayo!" Teriak Grizelle tanpa Bayu sadari sudah keluar lebih dulu.


"Sabar, sabar!" Batinnya.


Membiarkan istrinya memilih untuk tugasnya besok, Bayu yang masih menggunakan jas hanya memantaunya dari jauh. Sambil melihat-lihat beberapa buku didepannya sebelum telinganya mendengar bisikan-bisikan dari beberapa pengunjung yang mengenalnya.


"Eh? Bukannya itu pemilik perusahaan BA development, ya?"


"Iya, betul. Bayu Aji Bagaskara"


"Ya tuhan! Lagi ngapain ya dia disini? Mana sendirian lagi?!"


"Gila! Auranya sangat dominan. Aku gak berani cuma mau nyapa doang"


"Iya ih, bener! Tapi aku mau foto bareng. Samperin jangan, ya? Tapi, tapi-- malu"


Perempuan itu; Rindy nampak gugup dan cemas. Begitupun dengan teman disebelahnya.


"Ya tuhan! Dia manusia apa bukan sih? Kenapa unreal sekali?!"


"Gila! Ganteng banget!"


"Samperin aja, yuk?" Ucap perempuan itu sambil menarik tangan temannya.


"Aku deg-degan banget!"


"Kamu pikir aku enggak deg-degan, ha?"


"Tapi-- loh, loh?" Kaget mereka berdua saat melihat pengusaha sukses itu mendatangi seorang gadis berpenampilan seperti anggota ospek di kampusnya. "I-itu 'kan si--"


GRIZELLE?


Keduanya saling melirik, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.


"I-ini pasti mimpi, 'kan? Bangun! Bangun! Cubit aku kalau ini cuma mimpi!"


Mendengar itu si perempuan itu refleks mencubit lengan temannya begitu keras.


"SAKIT, ANJIR!"


"Ya kamu bilang tadi aku suruh cubit. Ya aku cubit lah!"


"Sakit, tau. Berarti ini bukan mimpi, ya?!"


"Ya bukan, bego!"


Keduanya masih anteng memperhatikan Bayu juga Grizelle yang sedang membayar pada kasir.


"Kenapa dia bisa sama tuan Bayu, sih?! Apa hubungan mereka coba?"


"Siapa tau aja adiknya, kan? Jangan negatif thinking dulu"


Adik?

__ADS_1


Tidak mungkin!


Bayu Aji Bagaskara adalah anak semata wayang Raisha dan suaminya; Theo Bagaskara. Tidak mungkin jika tiba-tiba mereka mempunyai anak sudah sebesar itu.


"Dia anak tunggal kalau kamu lupa!"


"Lah iya, ya?! Apa jangan-jangan?"


Keduanya saling berpandangan.


"Please! Gak mungkin lah!" Perempuan itu memelas, "Aku udah cukup patah hati pas denger dia menikah. Sekarang masa iya aku harus menerima kenyataan lagi kalau si Grizelle itu istrinya, sih?!" imbuhnya.


"Sabar, sabar. Siapa tau aja si Grizelle sepupu atau saudaranya aja. Ya kali tuan Bayu menikah sama bocah, sih!"


"Tapi, tapi-- kata orangtua aku, istrinya masih muda banget"


"Iya?"


Perempuan itu mengangguk.


🌻


Laki-laki berkaos oblong putih tengah duduk didepan layar komputer miliknya, ditemani dengan segelas kopi didekat nya. Ia mulai mengetikan sesuatu disana, mencari jawaban atas tanda-tanda yang dirasakan hari ini olehnya.


"Tanda-tanda orang jatuh cinta"


Tidak perlu menunggu waktu lama, berbagai jawaban tertera disana. Ada yang tercatat 9 tanda ada juga yang 6.


Karena tidak mungkin dia membaca semuanya yang pasti hasilnya akan sama saja, dia memutuskan membuka salah satu website paling atas.


TANDA-TANDA KAMU SEDANG JATUH CINTA;



Selalu menatapnya.



Pria itu tertawa, "Boro-boro!" Hanya dipanggil namanya saja dia sudah berdebar.



Merasa seperti orang melayang.



"Apaan sih?! Alay banget! Ini yang buat artikelnya siapa sih anjir?!"


Oke.


Pria itu kembali melanjutkan. Meskipun dia bilang alay, tapi dia sedikit terhibur dengannya. Katanya, lumayan sedikit mengobati kejenuhan malam ini.


"Selalu memikirkannya?"


Setelah kejadian yang membuat keduanya tidak sengaja saling bertabrakan dan terjatuh tempo lalu, bayangan gadis itu memang selalu memenuhi kepalanya.


Dari mulai senyumnya. Cemberutnya. Dan tertawanya berada dalam memori kepala bahkan kameranya kesayangannya.


Kamera yang semula tersimpan pada meja dia ambil. Menyalakannya untuk sekedar melihat beberapa hasil jepretannya.


"Cuma loe yang bisa bikin gue buka-buka artikel kayak gini. Loe-- bahaya banget!" Dia; Reymond membuka tasnya. Mengambil buku berisikan tentang biodata gadis yang sudah membuat hatinya aneh. "Bahkan dengan gampang gue udah punya nomor loe, Grizelle. Hal yang belum pernah gue minta ke cewek selain loe"


Dan sialnya sekarang Rey ingin menghubunginya.


"Loe kenapa sih, Rey?! Aneh tau gak!"


Rey mengurungkan niatnya tadi. Akan sangat memalukan jika tiba-tiba dirinya menelpon tanpa tujuan apapun maka yang Rey lakukan sekarang adalah menyimpan ponselnya kembali ke atas meja. Namun sial! Jari-jarinya tidak sengaja menekan panggilan sehingga sambungan telponnya terhubung.


Rey panik begitu mendengar suara dari sebrang sana lantas langsung mematikannya.


"CEROBOH BANGET SIH, REYMOND!"

__ADS_1



__ADS_2