
Happy reading.
🌻
Gadis itu pikir bahwa keterlambatannya tadi tidak akan menimbulkan masalah apapun untuknya, tapi nyatanya sungguh berbeda sebab sekarang dia harus membereskan ruangan sang dosen.
Menyebalkan! Pikirnya.
Banyaknya buku baru di atas meja membuatnya pusing. Belum lagi dia harus memilih dan menyusunnya dengan sesuai.
Padahal Grizelle sudah ingin cepat-cepat pulang ke rumah karena dirinya benar-benar sudah lelah.
Decak malas terus terdengar dari bibir si cantik. Malas! Tapi dia harus menyusun buku tebal itu ke rak atau pulang akan menjadi mustahil untuknya.
"Ini lebih menyebalkan daripada daddy kamu kasih hukuman buat mommy, sayang! mas bayu gak bikin aku capek kayak gini!"
Sedangkan dosen itu sendiri, Grizelle tidak perduli dia ada dimana. Yang penting adalah dia harus cepat agar bisa pulang ke rumah.
🌻
Bayu mendapat kabar bahwa ada dosen baru pada universitas miliknya. Dia heran; kenapa sang papa tidak lebih dulu memberitahukannya? malah dia tahu dari istrinya.
Lantas dia bergegas pergi ke perusahaan sang papa untuk meminta penjelasan tentang semuanya. Sebelum dia memutuskan untuk menjemput istrinya.
Tidak butuh waktu lama untuk Bayu sampai disana, pria itu langsung menuju ruangan milik sang papa. Dia langsung masuk begitu tiba.
"What? Tiba-tiba datang ke kantor papa?"
Bayu berdecak.
"Kenapa papa tidak mengatakan kalau pengganti Mr. Hendrick sudah ada? dan kenapa papa tidak konfirmasi dulu kepada saya?!"
"Biasanya kamu akan setuju-setuju saja jika menyangkut kampus, lalu kenapa tiba-tiba begini?"
"Nothing! papa tahu sendiri, 'kan?"
"Ya! papa mengerti tentang your fear. But this is just a lecturer, no harm to anyone! Namanya Jonathan prawira; dia lulusan terbaik Oxford dan salah satu asisten dosen termuda disana"
Theo letakkan CV milik dosen tersebut.
Bayu langsung memeriksanya.
Tidak ada yang mencurigakan, tetapi tetap saja.
"Ya saya tahu dia hanya seorang dosen, tapi tetap saja papa salah karena tidak memberitahukan saya terlebih dahulu!"
"Waktunya mepet, nak"
🌻
Grizelle memutuskan untuk beristirahat karena merasa tangannya sangat kebas sekali. Dia berjalan menuju kursi sang dosen lalu duduk disana.
Dia periksa arloji pada pergelangan tangannya. Ternyata sudah pukul lima sore dan suaminya telah mengabarkan akan sampai ke kampus lima menit lagi.
Hanya ada beberapa buku lagi yang belum dia simpan ke dalam rak dan Grizelle lebih cepat menyelesaikannya bertepatan saat dosen itu kembali masuk.
"Mister?"
"Sudah selesai?"
Grizelle mengangguk.
Dosen itu tersenyum.
Puas melihat kerja Grizelle yang sangat rapih.
"Apakah saya boleh pulang, mister?"
Dosen itu tidak menjawab.
Dia hanya melihat arlojinya sebelum akhirnya mengambil jas yang tergantung disebelah mejanya.
"Ayo! saya juga akan pulang"
Grizelle mengangguk canggung, lalu keluar bersama dengan dosen baru tersebut.
Sepanjang perjalanan menuju parkiran, Grizelle dan dosen tersebut banyak mengobrol. Dosen itu juga mengatakan bahwa dia meminta maaf karena membuat Grizelle kelelahan.
"Tidak apa, mister. Maaf karena terlambat memasuki kelas, mister"
__ADS_1
"Jangan sampai terulang kembali, ya?"
"Baik, mister"
🌻
Sepuluh menit berlalu Bayu sudah sampai pada parkiran kampus. Pria berkemeja biru muda tersebut celingukan untuk mencari keberadaan sang istri.
Kemana? kenapa belum terlihat juga? pikirnya.
Beberapa mahasiswi yang mengenalinya langsung menyapanya.
"Selamat sore, pak Bayu Aji Bagaskara?" sapa ke tiga perempuan itu.
"Sore" Jawab Bayu sekenanya.
"Pak bayu sedang apa disini?"
"Apakah ini menjadi urusan kalian?"
Belum sempat ketiganya menanggapi, kedatangan seseorang dengan dua buah minuman di tangannya membuat mereka beralih.
Salah satu dari mereka bahkan menegurnya tanpa perduli bahwa ada anak pemilik kampusnya disana.
"Heh mahasiswi baru! Mau apa loe kesini?!"
"Aku---"
"Sana pulang!"
Grizelle melirik sekilas pada suaminya. Dia menggeleng pelan ketika sadar bahwa suaminya akan menegur.
"Ini juga mau pulang kali, kakak-kakak!" Ketus Grizelle.
Bayu yang sejak awal bersandar pada pintu mobil, kini memberi jalan untuk Grizelle masuk. Sontak ke tiga perempuan itu melotot tidak percaya.
"Ayo, mas! Aku capek banget mau tiduran!"
Mas?
"Sebentar, sayang"
Bayu tersenyum miring.
Tatap ketiga perempuan yang sudah tidak sopan kepada istrinya itu bergantian.
"Kalian dengarkan saya baik-baik. Sekali lagi kalian berbuat tidak sopan dan kurang ajar kepada istri saya, saya pastikan besok nama kalian sudah tidak ada lagi di kampus ini. Dan kampus manapun. Paham?!"
DEG!
Seketika wajah mereka berubah pias, keringat dingin terlihat membasahi kening mereka masing-masing. Badannya gemetar ketakutan.
"Ingat?!"
"I-iya"
🌻
"Kau sangat cantik!"
Kagum seorang pria pada sebuah foto yang di genggamannya. Foto dimana seorang gadis cantik bermata coklat terang, pujaan hatinya.
Meski pria itu baru mengenalnya, namun hati sudah jatuh terlampau dalam karena sebuah tabrakan kecil di suatu tempat saat itu.
"Apa kau mengingatku, cantik?"
"Aku masih sangat ingat saat mau meminta maaf saat itu. Suaramu begitu lembut dan tulus"
"Dan, ketika melihat matamu yang indah; aku seperti tersihir. Pantas saja dia sangat mencintaimu. Ternyata kau sesempurna itu"
"Tetapi-"
"Aku tidak suka kau bersamanya"
"Aku harus bagaimana?"
"Bolehkah aku membawamu pergi?"
"Pergi ke tempat dimana hanya ada kau dan aku saja?"
__ADS_1
"Boleh?"
"Boleh? Baiklah. Aku akan membawamu pergi secepat mungkin dan kita akan hidup bahagia bersama anak-anak kita nanti, Grizelle Jovanka"
🌻
Permintaan wanita hamil terkadang suka membuat orang-orang disekitarnya menjadi pusing. Ada saja keinginannya yang membuat semua penghuni rumah Bagaskara kelabakan.
Dan setelah membuat gempar karena ingin makan nasi liwet menggunakan daun pisang sebagai alasnya, sekarang wanita hamil itu menginginkan jalan-jalan ke mall hanya untuk memakan eskrim saja?
"Sayang. Mama sudah menyetok eskrim untuk kamu di kulkas dengan rasa yang lengkap. Bahkan dengan berbagai toping kesukaan kamu. Kamu mau rasa apa biar mama siapin, ya? Gak perlu ke mall. Nanti kamu capek!"
Grizelle cemberut.
Matanya sudah memerah dengan genangan air mata disana.
Raisha sendiri tidak terpedaya. Mertua Grizelle itu semakin hari semakin posesif! Apalagi ketika dia beberapa kali memergoki menantunya lebih sering muntah jika waktunya makan.
Alhasil dia sendiri yang kelabakan mencari menu agar menantu kesayangannya tetap bisa makan dengan lahap.
"Tapi Grizelle mau ice cream yang di mall, ma"
Haduh!
Raisha tidak tega melihatnya.
Jika Grizelle sudah memasang wajah seperti itu, mana tega Raisha melarangnya.
"Sayang-"
"Mama, please"
OKE!
"Dengan satu syarat! Jangan keliling mall! Datang ke kedai langsung makan dan pulang!"
Grizelle mengangguk semangat. Mengambil tas kecil dan menghampiri suaminya yang duduk tidak jauh dari tempatnya.
"Let's go, mas. Kita beli ice cream yang sedang viral itu!"
Dan disinilah mereka berada.
Kedai ice cream bernuansa Jepang.
"Jangan banyak-banyak, sayang" Peringat Bayu.
Grizelle hanya mengangguk saja, sibuk dengan pilihan dihadapannya. Setelah mendapat apa yang dia ingin, Grizelle langsung melahapnya. Tanpa memperdulikan bahwa ada suami disebelahnya.
Melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil, pria itu hanya menggeleng pelan. Lucu sekali, pikirnya.
🌻
Khawatir karena istrinya tidak kunjung kembali dari toilet, Bayu berniat untuk menyusulnya kesana. Takut jika terjadi apa-apa.
Namun, bertepatan dengan dia bangun, tidak sengaja seseorang menyenggol tangannya sehingga terkena tumpahan kopi.
"Maaf, tuan. Saya tidak sengaja" Ucap seseorang itu.
Bayu acuh. Dia memilih membersihkan tumpahan kopi yang mengenai tangannya sampai akhirnya dia mendongak melihat seorang itu.
DEG!
Bayu terdiam pada sosok yang sudah lama dia cari yang kini sedang berdiri tegak dihadapannya.
Sosok gadis kecil yang selalu dia jaga.
Sosok gadis kecil yang namanya memenuhi buku pelajarannya.
Dan sosok gadis kecil yang sangat disayanginya.
"Airin/Bayu?"
🌻
...AIRIN...
...[Son Ju-yeon/Eunseo]...
...Cinta masa kecil Bayu...
__ADS_1