I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 34 - TEROR


__ADS_3

Happy reading.


🌻


Kedatangannya ke mall tersebut tentu mengundang kehebohan disana. Hampir semua pengunjung yang ada terheran, tidak biasanya pemilik perusahaan terbesar se-Asia itu datang sendiri ke tempat umum seperti ini tanpa asistennya.


Meskipun begitu, pria itu nampak tidak terganggu sama sekali. Yang dia lakukan hanya terus berjalan menuju lift untuk ke lantai lima; dimana calon istrinya berada.


Entah mungkin karena hari libur, mall mewah daerah xx ini nampak ramai sehingga dia harus ikut menunggu lift. Namun karena tidak sabar, dia memilih berjalan menuju tangga eskalator dan menerobos beberapa orang disana.


"Capek!" Keluh si pria pada seorang gadis disebelahnya.


Gadis itu tersenyum, mengambil selembar tissue lalu menyeka peluh yang menetes dari dahi tunangannya sebelum. Tidak lupa juga merapikan rambut yang berantakan.


Sedangkan Megan, gadis itu meremat jari jemarinya gemas melihat bagaimana sikap manis diantara keduanya. Apalagi melihat perlakuan lembut guru yang terkenal karena ketegasannya terhadap sahabatnya, Megan jadi ingin mengabadikannya.


Hey, semua murid Saint Peterson harus tau bagaimana sisi lain dari seorang Bayu Aji Bagaskara yang sangat lembut dan juga berubah menjadi budak cinta muridnya. Tetapi Megan tidak segila itu, ia tau resiko apa jika dia berani membeberkan bahwa guru idaman Saint Peterson, pria yang banyak di gila-i hampir separuh wanita di dunia itu telah bertunangan dengan muridnya sendiri.


"Mas habis ngapain sih berantakan begini?"


"Lari, sayang. Lift antri"


Astaga!


Grizelle tidak habis pikir dengan kelakuan tunangannya itu. Bisa-bisanya pria itu berlari dari lantai dasar ke lantai lima.


"Sudah makan? Mau aku pesankan makanan?"


Bayu menggeleng sebelum akhirnya menjawab, "Di rumah saja, sayang."


Atensi keduanya teralihkan oleh dehem-an seseorang yang sedari tadi terabaikan. Megan mengemasi barang-barang belanjaannya laku berdiri untuk berpamitan kepada Grizelle dan juga Bayu.


"Aku pulang duluan ya?" lalu beralih melihat gurunya, "Titip Grizelle ya pak, dia masih kesurupan reog dari tadi"


Grizelle melempari Megan dengan tissue bekas, merutuki sahabatnya dalam hati dengan mantra-mantra jahat. Megan sialan, contohnya. Sedangkan Bayu hanya mengangguk menanggapinya.


Setelah memastikan Megan sudah pergi, Grizelle mengambil paper bag berlogo tersebut dan memberikannya kepada Bayu. Pria yang sedang meminum bekas minuman calon istrinya sempat bingung.


"Apa ini sayang?"


"Buka aja, mas. Aku suka jadi beli untuk kamu"


Kemeja berwarna navy dengan motif garis, dan juga beberapa dasi Bayu dapatkan. Grizelle tersenyum melihat respon tunangannya yang terlihat terkejut itu.


"Bagaimana mas, suka?"

__ADS_1


Tanpa menjawab apapun, Bayu menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Membubuhi dahi itu dengan ciuman lembutnya dan ucapan terimakasih karena apa yang diberikan oleh calon istrinya itu benar-benar seleranya.


"Terimakasihnya sayang, terimakasih. Tapi seharusnya kamu tidak perlu membelikan mas apapun, mas juga belum memberikan apapun untuk kamu"


Apa katanya, belum memberikan apapun? Grizelle mendongak, mencebikkan bibirnya lucu, menatap Bayu yang terus merutuki tingkah gemas Grizelle. Andai saja ini bukan tempat umum, sudah pasti Bayu akan mengigit bibir candunya itu.


"Apaan, itu pas kita tunangan kamu bawa banyak banget barang. Mengalahkan hantaran orang menikah tau gak!"


"Itu beda sayang"


"Sama saja, mas!"


"Iya-iya sayang. Ayok pulang"


KLIK!


Seseorang yang duduk tidak jauh dari tempat Grizelle berada tersenyum miring, mematikan perekam video yang sedari tadi menyala. Video berdurasi kurang lebih lima menit itu sudah ia simpan, yang berisi kemesraan antara guru dan muridnya.


🌻


Sesampainya di rumah, Grizelle segera membuka kulkas yang berisi beberapa sayuran dan juga sedikit daging sapi. Cukup lah ya untuk dua orang, tetapi Grizelle akan membuatnya satu saja karena memang dirinya masih kenyang usai makan bersama Megan tadi.


Grizelle mengeluarkan bahan-bahan tersebut, sepertinya ia tau akan membuat apa dengan bahan sisa ini.


"Mas, cuma ada ini" Menunjukan beberapa potong daging dan sayur yang tersisa, "Tidak apa-apa ya buat steak?" Imbuhnya.


Dasar budak cinta!


Grizelle hanya menggeleng sebagai respon, kemudian memakai celemek dan memulai ritual memasaknya seorang diri tanpa bantuan maid apapun karena Bayu sudah mengusirnya ke belakang agar tidak menganggu waktu dengan calon istrinya.


Mommy Aiko sendiri sedang tidak berada di rumah. Katanya sedang berkunjung ke suatu tempat dimana sahabat lamanya tinggal. Jadi rumah ini benar-benar sepi.


Duduk pada mini bar sambil menyanggah dagu, Bayu memperhatikan setiap pergerakan calon istrinya yang sedang memasak. Ia baru tau jika melihat perempuan memasak itu sangatlah indah, apalagi itu adalah calon istrinya sendiri.


Kadar kecantikannya akan meningkat secara drastis ketika tangan-tangan cantik itu begitu lihai dalam memilah bahan-bahan makanan. Bayu begitu terpesona.


"Mas?"


Bayu tersadar dari lamunannya, tidak sadar selama itu dia hanyut dalam pesona calon istrinya sampai tidak mendengar panggilan apapun untuknya. Dia menoleh gelagapan, menyimpan ponselnya yang sempat ia gunakan untuk memotret kegiatan memasak Grizelle.


"Eh iya sayang, kenapa?"


Grizelle tertawa pelan, membawa satu piring berisi steak yang dibuatnya tadi lalu menyimpannya didepan tunangannya.


"Kenapa senyum-senyum?" Grizelle bertanya.

__ADS_1


"Tidak ada"


Aromanya yang begitu wangi membuat Bayu menarik piring berisi steak tersebut, mulai melahapnya dengan tenang tanpa memberikan penilaian apapun. Grizelle yang melihatnya takut, takut jika masakannya tidak enak. Lantas ia bertanya, "How does it feel?" (Bagaimana rasanya?)


Karena mulutnya masih dipenuhi dengan makanan, Bayu hanya mengacungkan dua jempolnya lalu mengusap lembut kepala Grizelle sebagai ungkapan rasa terimakasih dan bangganya.


Melihat respon tersebut, Grizelle bahagia. Merasa tidak sia-sia karena sejak kecil dirinya sering kali mengganggu mommy atau maid ketika memasak, menanyakan ini dan itu sampai sekarang dirinya bisa membuat masakan sendiri untuk calon suaminya.


"Terimakasih sayang, calon istri idaman"


Grizelle mengangguk, pipinya merona seketika ketika Bayu menghadiahinya dengan ciuman pada kening, hidung dan- bibir, Grizelle langsung mendorong pria itu untuk menjauh, mengambil bekas piring serta gelas dan membawanya ke wastafel untuk dicuci.


"Jangan macam-macam ya mas!" Tegur Grizelle dengan tertawa-tawa.


"Cuma satu macam ko, sayang"


🌻


Cuaca sore ini lumayan sejuk, anginnya pun sudah terasa lebih dingin. Mungkinkah akan hujan?


Grizelle sudah duduk nyaman di balkon kamarnya, setelah calon suaminya pulang, ia memutuskan untuk bersantai disisa waktu liburnya dengan menonton berbagai drama Korea yang Megan rekomendasikan sebelumnya.


Sebelum memulai dengan kegiatan nya, Grizelle sudah menyiapkan cemilan dan juga minuman disebelahnya untuk melengkapi menonton sebuah drama yang di perankan oleh aktor favoritnya, Park SEO Joon. Dan ia juga sudah memperingatkan calon suaminya untuk tidak mengganggunya sampai malam.


Baru beberapa menit drama yang ditontonnya berlangsung, suara notifikasi pada ponselnya membuatnya kesal. Ia pikir itu calon suaminya yang iseng menganggu, namun sebuah nomor baru lah yang ia temukan.


"Siapa ya?!"


Ponsel yang dipegangnya hampir saja terjatuh ketika membuka isi pesan tersebut. Video berdurasi satu menit yang merekam jelas dirinya sedang berpelukan dengan Bayu terekam jelas disana.


Nomor tersebut juga mengirimkan pesan berikutnya yang mengancam akan menyebarkan video tersebut kalau dirinya berdekatan lagi dengan guru tampan tersebut.


Brengsek! Siapa yang telah melakukannya? Seingat Grizelle, di restoran tersebut tidak melihat orang yang mencurigakan sama sekali.


^^^[Kau terkejut, Grizelle Jovanka?]^^^


Terlalu kesal dengan isi pesan tersebut, Grizelle memilih untuk langsung menelponnya. Tentu saja ingin tau siapa dan atas dasar apa orang tersebut mengancamnya seperti itu. Namun sudah beberapa kali Grizelle menghubungi nya, nomor tersebut tidak kunjung mengangkatnya, bahkan beberapa kali mematikan panggilannya.


[Angkat!]


^^^[Ingat pesan saya sebelumnya, jauhi Bayu dan jangan mencoba sekali melanggarnya]^^^


^^^[Atau saya akan menyebarkan video tersebut ke dalam forum sekolah]^^^


🌻

__ADS_1


\={R E V I S I}\=


__ADS_2