
Happy reading
🌻
"Negatif?" Sambil melihat kembali testpack tersebut, disana tergambar jelas 1 garis merah dan, entahlah tidak begitu terlihat tetapi Grizelle yakin jika itu tidak berpengaruh dan hasilnya tetap negatif.
Tubuhnya terkulai lemas, hasil pada testpack tersebut membuatnya sedikit merasakan sakit pada ulu hatinya. Padahal ia sudah sangat berharap, namun tuhan masih belum mempercayakannya.
Karena tidak ingin terus-terusan kecewa, Griz membuang testpack tersebut ke tong sampah. Airmata yang terus mengalir secepat mungkin dihapusnya ketika mendengar suara ketukan pintu yang berasal dari luar.
"Sayang" Teriak Bayu dibalik pintu tersebut.
Suaminya terus saja menggedor pintu, ia merasa khawatir karena Grizelle tidak kunjung keluar dari setengah jam yang lalu.
"I-Iya mas"
Dengan cepat Grizelle mencuci wajah nya, ia tidak mau suaminya tahu jika dirinya habis menangis karena testpack tersebut.
"Ko lama si, apa terjadi sesuatu?"
Masih bertanya dengan nada kekhawatiran.
"E-enggak ko mas, a-aku cuma sakit perut. Iya sakit perut aja"
"Oh oke."
Setelah keluar dari kamar mandi, Griz melihat suaminya sedang duduk bersandar pada ranjang. Gadis itu mendekat dan langsung memeluknya begitu erat.
Melihat wajah suaminya membuat Griz tidak kuat untuk menangis, dipeluknya begitu erat sampai tidak terasa jika airmatanya telah luluh bersama dengan rasa kecewa.
Bayu merasa aneh dengan tingkah istrinya lantas melepaskan pelukannya, dan betapa terkejutnya ketika mendapati istrinya sedang menangis.
"Loh sayang kenapa nangis, masih sakit perut nya. Mau ke dokter?" Tentu Bayu merasa panik, apalagi Griz hanya diam dan kembali memeluknya tanpa penjelasan apapun.
"Sayang, kamu kenapa. Apa wanita itu jahat lagi sama kamu?"
"Enggak mas"
"Terus kamu kenapa, cerita sama mas"
Gadis itu mendongkak, Bayu bisa melihat jelas matanya yang bening terus mengeluarkan air mata, lantas mengusapnya dengan lembut serta memberikan ciuman tepat pada kedua matanya.
"Aku sayang banget sama mas Bayu"
Mendengar kalimat tersebut, Bayu merasa tersentuh. Grizelle memang jarang sekali menunjukan perasaannya dengan kata-kata, gadis itu lebih sering menunjukannya dengan perlakuan.
"Iya sayang, mas juga sayang banget sama kamu. Kenapa coba, ayo cerita sama mas"
"Maaf, aku pikir bayi itu akan cepat hadir didalam rahimku, tapi-" Kembali menangis, namun bukannya kasihan, Bayu malah gemas melihatnya.
Jadi karena ini istrinya sampai menangis seperti ini.
"Ya ampun sayang, pernikahan kita baru aja 1 bulan lebih seminggu. Kita masih banyak waktu untuk membuatnya lagi"
Hati yang tadinya sedih seketika berubah ketika mendengar suaminya berkata seperti itu. Apalagi saat tangan suaminya mulai membuka satu persatu kancing piamanya.
"Masih ada setengah jam lagi untuk mas siap-siap ke kantor, kita bikin lagi, gimana?" Bisik Bayu pada telinga Griz. Gadis itu hanya diam, leguhan mulai terdengar kala bibir suaminya mulai menelusuri lehernya.
🌻
__ADS_1
Seminggu setelah hasil testpack yang membuatnya merasa kecewa dibuang, Griz sedikit murung. Ia menjadi lebih banyak diam ketika dikampus, bahkan Bayu yang memantau nya dari jauh pun merasa khawatir.
"Diem terus Griz, kesambet baru tahu rasa loh!" Megan duduk, meletakan makanan dan langsung melahapnya. Sedangkan Griz, hanya menoleh sebentar lalu kembali mengaduk-aduk makanannya.
"Tau nih anak, daritadi loh gini terus" Timpal Fiona.
"Kenapa si, cerita dong"
"Aku gak apa-apa ko, cuma masih enek aja" Sahut Griz. Ia juga tidak mengerti, rasa mual itu masih saja ada. Padahal kan jika hasilnya saja sudah negatif, seharusnya ia tidak perlu merasakannya lagi.
"Masih mual-mual?"
Griz mengangguk dengan raut wajah yang muram. Tiba-tiba saja ingatannya tentang testpack tersebut terlintas kembali dalam ingatannya.
"Jangan-jangan kamu hamil Griz" Celetuk Megan.
DEG!
Mendengar Megan berkata seperti itu, airmata Grizelle tiba-tiba saja keluar begitu deras. Tidak dapat dipungkiri, penyebab dia menjadi seperti ini adalah karena harapannya yang belum terwujud.
Gadis itu menangis sesegukan, bahkan beberapa mahasiswa yang melihatnya mulai berbisik-bisik.
"Loh Griz kenapa nangis sih, aku ada salah?" Tentu Megan merasa panik, bagaimana tidak, pertanyaan itulah yang membuat sahabatnya menangis. Beberapa saat Megan dan Fiona membiarkan Griz menangis, dan setelah merasa cukup puas, Griz mulai menceritakan kenapa akhir-akhir ini dirinya lebih sering diam.
"Seminggu yang lalu aku cek pake testpack dan hasilnya negatif. Aku kecewa banget, padahal aku udah yakin banget karena emang akhir-akhir ini aku sering banget mual, terus suka makan masakan yang aneh-aneh juga. Tapi nyatanya," Kembali menangis, "Hasilnya negatif. Aku kecewa banget. Aku takut mas Bayu ninggalin aku" Imbuhnya.
Mendengar penjelasan tersebut, Megan dan Fiona lantas memeluk Griz dan menenangkan nya. Mereka terus meyakinkan jika semuanya akan baik-baik saja.
"Kecewa itu wajar, tapi jangan sampai kamu jadi stres kayak gini. Jangan berpikir yang aneh-aneh, pak Bayu tuh cinta banget sama kamu. Gak mungkin cuma gara-gara ini ninggalin kamu. Lagian pernikahan kalian tuh baru 1 bulan setengah, saudara aku aja ada yang nunggu sampai 10 tahun baru punya anak"
"Iya Griz, jangan sedih lagi ya. Yang harus kamu lakuin cuma terus berusaha dan berdoa" Tambah Fiona.
"Tumben ucapannya pada bener, dapet kata-kata bijak dari siapa? Aku gak yakin deh kalian itu sahabat aku" Kata Griz.
Hampir saja Fiona membanting sendoknya, "Dahlah, cape gue Meg, cape!"
"Sama gue juga fi, sama! Gue gak yakin ini, setelah ini gue masih bisa kuat enggak menghadapi bagimana menyebalkannya makhluk ini"
"Sudah terkontaminasi sama suaminya mah susah Meg"
"Yaps betul. Dahlah, makan aja laper gue"
"Hahahaha"
🌻
"Bi, tolong bersihin kamar mandi ya, terus sampahnya juga udah penuh tolong dibuang sekalian" Titahnya pada maid yang memang sengaja datang seminggu sekali, untuk membersihkan apartement nya.
Bukannya Griz tidak mau membersihkannya sendiri, tau sendirilah bagaimana resse nya suaminya. Apalagi Griz masih sering mual-mual bahkan bertambah parah dari biasanya. Bayu jadi tidak mengijinkan Griz untuk beres-beres sedikitpun.
"Baik non"
Kebetulan hari ini hari Minggu, jadi Griz bisa istirahat sambil memantau maid membersihkan apartement nya. Bayu sendiri ada diruangan kerja, katanya ada beberapa email yang harus diperiksanya.
Saat maid tersebut akan memasukan sampah kedalam plastik hitam, tiba-tiba matanya menangkap benda kecil pipih yang berada diantara tumpukan sampah lainnya.
Maid tersebut mengambilnya dan melihat hasilnya.
"Nyonya Raisha harus tahu!" Difoto lah testpack tersebut, lalu mengirimkannya kepada majikannya, mama Raisha.
__ADS_1
Setelah foto terkirim, ia melanjutkan kembali pekerjaannya dan beralih membuat makanan karena sudah waktunya makan siang.
"Bi, aku mau rujak kedondong deh. Seger banget deh, lihat nih" Celetuk Griz ketika sedang memperhatikan ponselnya. Disana ada postingan tentang berbagai rujak yang terlihat sangat segar.
Maid itu tersenyum, "Nona mau?" Tanyanya.
"Mau banget bi, bikinin ya?"
"Siap nona muda, ya sudah bibi beli kedondong nya dulu ya"
"Iya bi. Yang muda-muda ya kedondong nya"
"Siap nona!"
Sambil menunggu maidnya membeli pesanannya, Griz memilih memakan coklat nya yang masih tersisa didalam kulkas. Gadis itu sama sekali tidak terusik dengan kehadiran suaminya yang baru saja kekuar dari ruang kerja dan ikut duduk disebelahnya.
"Anteng banget cewek, godain dong"
Gadis itu hanya mendelik, lalu melanjutkan kembali memakan coklatnya tanpa menanggapi suaminya yang terus menarik perhatiannya.
"Dahlah diem aja, percuma!" Kesal. Melihat suasana yang hening, Bayu baru menyadari jika maidnya tidak ada.
"Bibi kemana yang, ko gak ada?" Tanyanya kemudian.
"Ke minimarket!" Sahut Griz singkat.
"Cuek banget, jailin asik nih" Gumamnya pelan.
"Jangan macem-macem ya mas!"
"Galak amat, makin cinta deh"
"MAS!"
🌻
"Tuhkan, apa kata aku juga" Kata Raisha sambil memperhatikan foto yang dikirim maid yang ditugaskan untuk membersihkan apartement yang ditinggali Bayu dan juga Grizelle.
Mereka memang sengaja bertemu untuk membahas semua kecurigaannya selama ini. Setelah kejadian Grizelle yang muntah-muntah, mereka jadi sering bertemu, bahkan saking yakinnya, mereka sudah memikirkan panggilan apa yang cocok setelah cucu nya lahir.
Dasar emak-emak rempong!
"Puji Tuhan, kita mau jadi nenek-nenek loh"
"Iya ay, kita akan menjadi seorang nenek. Nenek yang cantik dan gaul tentunya"
Kedua wanita itu saling berpelukan, "Ya ampun aku masih gak nyangka. Mas Samuel pasti seneng banget"
"Iya ay, mas Theo apalagi. Tapi-" Melepaskan pelukannya, "Mereka ko belum ngasih tau kita ya?" Imbuhnya heran.
"Iya ya, mungkin mereka mau ngasih kejutan?"
"Maybe"
Karena terlalu bahagia mengetahui anaknya sedang hamil, Aiko sampai tidak sadar jika ada seseorang yang menyapanya.
Bersambung ..
Yang baca takdir siapa? Pasti lagi mikir ya, kenapa waktunya beda jauh 😂
__ADS_1
Oke, 2 Episode lagi semuanya akan terjawab. Jadi tetap ikuti kisahnya ya hehe .. Dan jangan kaget hehehe