I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 79 - Hilang


__ADS_3

Happy reading


🌻


Tubuhnya mendadak beku saat melihat Shawn sedang menghalangi jalannya. Laki-laki itu mendelik tajam dan mulai mendekati Fiona dengan tatapan yang seakan-akan ingin mengulitinya hidup-hidup.


Tentu Fiona merasa takut, ia masih ingat saat Shawn mengetahui perbuatan jahatnya yang sengaja membuat mobil Griz blong. Apalagi laki-laki itu berdiri dibelakangnya.


"Kesabaran gue udah habis, Fiona Affandy Wijaya. Loe masih inget 'kan sama kata-kata gue yang dulu?" Fiona bergidik ngeri, apalagi melihat Shawn yang tersenyum smirk. Dan itu membuat nya semakin kalut.


"Mau sejauh apapun loe pergi, gue pasti bakal nemuin loe!" Imbuhnya. Fiona panik, ia buru-buru pergi.


Biarkan saja, Shawn memberikan kesempatan beberapa jam untuknya menikmati udara luar. Karena jika Shawn sudah menemukannya, entahlah apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Mungkin Shawn akan membunuhnya.


"Kelar hidup loe besok sialan!"


Shawn menoleh saat Griz memanggilnya, laki-laki itu segera memeluknya. "Are you OK?" Tanyanya sangat khawatir. Sedangkan Griz, gadis itu malah menangis.


"Dek" Panggil Shawn kembali seraya berusaha melepaskan pelukan Griz yang begitu erat memeluknya.


"No, aku hampir mati tadi. Dia jahat banget sama aku, bang"


"Iya, biar Abang yang urus. Kamu pulang sekarang"


Tidak! Shawn ataupun yang lainnya tidak boleh ikut campur dalam masalah ini. Fiona hanya mempunyai masalah dengannya, bukan dengan Shawn ataupun yang lainnya.


"Engga, biar aku yang urus semuanya"


"And don't tell daddy what happened that just happened"


(Dan jangan katakan pada daddy tentang kejadian yang baru saja terjadi) Imbuhnya.


Tentu Shawn terkejut mendengarnya, lantas ia melepaskan pelukannya dan menatap Griz dengan penuh tanda tanya. Begitu juga dengan Bayu.


"Loh kenapa? malahan Abang mau laporin dia ke polisi"


"Jangan!" Griz dengan cepat menggelengkan kepalanya tidak setuju.


"Tapi-"


"Bang please, biarin kali ini aku yang urus semuanya"


"Dia harus tahu jika berteman itu lebih menyenangkan dan mengikhlaskan bukanlah sebuah kekalahan karena memang tidak semua hal bisa dimiliki dengan paksa" Imbuhnya.


Bayu mengusap lembut kepala Griz, begitu juga dengan Shawn. kedua laki-laki itu sangat bangga pada Griz yang terlalu baik, meskipun perempuan itu hampir membunuhnya namun Griz sama sekali tidak pernah berpikir untuk membalasnya.


Oke, Shawn mau bagaimana lagi. Memang benar apa kata Griz, ini masalahnya tapi jika sudah membahayakan nyawa, Shawn tidak aakn tinggal diam.


"Oke, ini yang terakhir kalinya Abang ngebiarin dia. Kalau sekali lagi tuh cewek sialan berulah, Abang gak tahu Daddy akan se-murka apa sama keluarga mereka"


🌻


Diperjalanan, Griz lebih banyak diam. Gadis terus melamun. Bayu yang khawatir menepikan mobilnya ke pinggir, membuka seatbelt dan menghadapkan dirinya pada Griz yang masih belum sadar jika mobil yang ia tumpangi berhenti.


"Sayang"

__ADS_1


Panggilan pertama Griz masih diam dan itu membuat Bayu khawatir, ia takut jiwa gadis itu terganggu setelah kejadian yang hampir merenggut nyawanya tadi.


"Sayang... Grizelle"


Griz tersentak kaget saat Bayu menyentuh tangannya. "Eh mas, kenapa?" Kaget Griz. Ia baru menyadari jika mobilnya sudah berhenti.


"Kenapa berhenti?" Heran Griz


Menghembuskan nafasnya kasar, Bayu tersenyum dan menyentuh pipi gadis itu dengan lembut.


"Kita ke rumah sakit ya?"


"Ngapain?"


"Mas takut kamu..."


"Aku baik-baik aja mas, aku cuma masih kaget aja"


Griz berusaha menyakinkan calon suaminya, jika dirinya baik-baik saja dan hanya masih shock.


"Ya udah jangan ngelamun gitu. Katakan, apa yang harus mas lakukan untuk membalas semuanya?"


"Temenin aku nyari Fiona"


Bayu benar-benar tidak mengerti dengan kemauan sang calon istrinya itu, ia ingin menanyakan alasan namun melihat keadaannya yang seperti ini, ia harus menyimpan keingintahuannya dulu.


"Oke, adalagi?"


Griz hanya menggelengkan kepalanya, ia tersenyum dan menyuruh Bayu untuk segera mengantarkannya ke rumah karena jujur saja, Griz merasa tertekan dengan kejadian tadi. Namun ia tidak mau menunjukannya kepada siapapun, ia berusaha untuk tetap tenang.


"Kenapa sayang?"


"Fans kamu ngeri-ngeri banget sih, apa aku mundur aja?" Menatap Bayu dengan perasaan yang putus asa.


CKIT!


Bayu mengerem mendadak dan membuat Griz kaget. "Mas kamu tuh kenapa rem mendadak sih?"


"Kamu yang kenapa. Kenapa ngomong kayak gitu? Emang mereka punya hak atas diri mas, gitu?" Bayu terlihat sangat marah, baru kali ini laki-laki itu berbicara keras seperti sekarang.


"Ya engga juga mas, maksud aku tuh-"


Cih!


Bayu lebih memilih menggunakan headset nya, membiarkan gadis itu mengoceh sendiri.


Apa-apaan mundur, dikira nyalon terus banyak yang gak suka jadi mundur, gitu?


Halah!


🌻


Tiga hari setelah kejadian itu Fiona menghilang bagai ditelan bumi. Tidak ada kabar apapun darinya, semua teman-teman nya juga tidak mengetahui keberadaannya. Bahkan orangtuanya pun kebingungan mencarinya.


Griz bingung dengan hilangnya perempuan yang hampir membunuhnya itu, pasalnya sehari kejadian Fiona sempat mengiriminya pesan singkat. Sengaja atau tidak, Griz sendiri pun tidak tahu pasti, namun Griz sangat mencemaskan perempuan itu.

__ADS_1


"Alah, pasti jebakan doang itu. Jangan percaya!" Shawn memberikan kembali ponsel Griz setelah membaca pesan singkat tersebut. Laki-laki itu meyakini jika perempuan licik itu sengaja dan ingin mencelakai adiknya kembali.


"Tapi ini beda bang, lihat deh. Dia gak biasanya kirim aku kayak gini"


Griz membaca kembali pesan tersebut, ia yakin jika pesan tersebut benar-benar nyata bukan sebuah jebakan.


"Ini nih yang bikin kamu selalu aja ditindas. Terlalu baik!" Kesal Shawn yang sudah beranjak pergi. Laki-laki itu kesal karena Griz yang terlalu mudah memaafkan kesalahan orang lain yang hampir mencelakai dirinya sekalipun.


Padahal Shawn sendiri sudah benar-benar ingin menjebloskan perempuan jahat itu ke penjara.


"Ya gak gitu juga bang"


Sudahlah, Shawn malas. Ia memilih pergi daripada harus membahas perempuan itu, ia sangat membencinya.


"Yeee dasar Abang durhaka Lo!" Ucapnya pelan namun karena suasana kelas sepi Shawn yang belum terlalu jauh mendengarnya dan menghentikan langkahnya. Ia mendelik tajam, berbalik dan menatap Griz kesal.


"Gue denger ya Grizelle"


"Ngapa balik lagi sih, sana pergi Lo. Bulepotan!"


"Nantangin Lo ya" Shawn mempercepat langkahnya, menghampiri Griz dan menarik ikatan kecil rambutnya berulang-ulang.


"Shawn ampun! Sakit Oey, Iya mangap deh"


"Kalau bukan Adek, udah gue Gibeng lu"


Sedangkan Megan, ia hanya diam memperhatikan kedua saudara yang sedang berdebat itu. Ia hanya memasang wajah malas dengan perdebatan-perdebatan yang hanya mereka saja yang paham.


"Udahan dulu ngrap nya ya anak-anak, malu sama cicak tuh. Kita cuma bertiga dikelas tapi rame nya kayak se-Rt tahu gak"


"Tau nih cowok jomblo rese banget!"


"Griz-"


Griz mengangkat tangannya, meminta ampunan. "Vis!"


🌻


Gudang kecil yang berada disudut kota menjadi tempat dimana perempuan itu disekap. Sudah 2 hari dia disana, dan tidak ada seorangpun yang mencarinya.


Siapa yang disekap dan siapa yang menyekap? Bisa tebak? Pasti tahu dong ya hehe


NEXT?


Sedikit dulu ya.


Oh iya, yang belum masuk GC aku kuy masuk, aku akan lebih sering kasih info disana. Dan, mari mengobrol 🤗 jangan malu buat tanya-tanya aku, aku seneng malah. Dan jangan canggung ya, kita seumuran ko (Menolak tua) wkwk


Bayu Aji Bagaskara



🌻


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like & komentar disetiap episodenya, terimakasih :)

__ADS_1


__ADS_2