
Happy reading.
🌻
Bayu berjalan ke luar ruangan menuju lift untuk pergi ke kantin. Disana dia tidak sengaja bertemu dengan Grizelle dan keduanya hanya saling menatap satu sama lain tanpa berbicara apapun.
Karena merasa tidak mungkin harus berada dalam satu lift dengan gurunya, Grizelle memilih memutar arah menuju anak tangga disebelahnya. Namun ketika Grizelle mulai menuruninya, terdengar langkah kaki seseorang dibelakangnya.
"Sayang?!"
Tidak! Tolong jangan sampai menoleh, Grizelle!
Untung saja tidak ada murid lain yang berada disana.
"Yang?!"
Grizelle hentikan langkahnya. Menatap galak pada seseorang yang terus mengikutinya.
"Apa sih?! Gak ada kerjaan emang?!"
Tentu Griz merasa tidak nyaman dan sangat kesal karena Bayu terus saja mengikuti langkahnya, laki-laki berambut coklat itu sepertinya tidak perduli dengan tatapan murid-murid nya yang terus memperhatikannya.
"Emang!" Sahut Bayu cuek, bahkan Bayu mendahului gadis itu dengan menyenggolkan tangannya dengan sengaja saat mereka sudah sampai dikantin.
"Ih nyebelin banget, harusnya 'kan aku yang gitu!" Protesnya tidak terima.
Bayu yang mendengarnya nyaris saja tertawa, untung saja dia masih bisa menahannya.
Hendry sudah menunggunya di kantin, laki-laki yang sering disebut guru tertampan ke dua oleh murid-muridnya itu sudah duduk manis dengan makanan dihadapannya. Laki-laki itu merasa aneh melihat sahabatnya yang baru saja datang langsung tertawa, memangnya ada yang lucu, pikirnya.
"Gila?" Heran Hendry
Bayu tidak menjawab, laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya saja lalu memanggil ibu kantin untuk memesan makanannya terlebih dahulu.
"Lihatin terooosh!" Ledek Hendry karena Bayu terus saja memperhatikan calon istrinya yang berstatus muridnya yang sedang berkumpul bersama dengan teman-teman nya.
"Jomblo shut up, please!" Bayu meledek Hendry, sontak laki-laki itu melemparkan bekas tissue nya pada Bayu
"Sialan!" Umpat Hendry kesal, mentang-mentang sudah mempunyai calon istri, se-enaknya saja mengatainya jomblo.
Tapi emang iya sih, haha
"Hahaha, gue besok mau ke Bali" Ujar Bayu pada Hendry.
Hendry menanggapinya dengan acungan jempol, ia mengerti dengan maksud dari anak pemilik yayasan tersebut untuk menggantikannya mengajar selama Bayu bekerja diluar kota.
"Bikin ulah lagi tuh anak?"
Hendry tahu jika Bayu ke Bali untuk membereskan masalah yang terjadi dengan proyeknya yang berada disana. Ia juga mengetahui jika masalah yang terjadi karena ulah Jasson, mantan sahabatnya dulu saat mereka masih berkuliah diluar negri.
Hendry sendiri juga bingung, kenapa Jasson selalu mencari gara-gara kepada sahabatnya.
Tidak kapokkah dia dulu saat Bayu hampir membunuhnya karena scandal yang pernah Jasson lakukan dengan mantan kekasihnya dulu.
"Hm!" Sahutnya malas.
"Perlu bantuan?" Ucapnya menawarkan diri untuk membantu, tetapi Hendry yakin jika Bayu bisa menyelesaikannya dengan mudah.
"Loe lupa siapa gue?"
__ADS_1
Cih!
Mulai datang lagi kesombongannya
"Bayu Aji Bagaskara!" Sahut Hendry malas, sedangkan Bayu memutar matanya jengah. Masalah besar saja bisa Bayu selesaikan dengan cara nya sendiri, apalagi hal sekecil ini, Hendry benar-benar meragukan kemampuannya
"Sang pedofil!" Imbuhnya dengan tertawa. Hendry sampai membuat semua pengunjung kantin menatap ke arahnya, tidak terkecuali Grizelle yang heran melihat guru-guru itu tertawa terbahak-bahak
"Gue sumpahin loe juga naksir sama murid loe!"
"Emang udah!"
Bayu menaikan satu alisnya, "Siapa?"
"Si Grizelle, siapa lagi murid tercantik disekolah ini"
Bayu yang sedang meminum juice nya sampai terbatuk-batuk, "Bosan hidup loe?" Menatap Hendry begitu tajam dan Hendry hanya tertawa melihat respon dari sahabatnya yang sudah kelewat bucin itu.
Setelah selesai makan, Grizelle memilih kembali ke kelasnya. Percuma dikantin juga, ketidakhadiran Megan membuatnya sangat bosan. Di tambah lagi Bayu yang terus saja memperhatikannya dan membuat semua teman-teman yang duduk bersamanya terus grasak-grusuk tidak bisa diam seperti orang kesurupan.
"Aku duluan ya, guys" Pamit Griz setelah mendapat anggukan dari teman-temannya
Setelah dirinya pergi, tidak lama kemudian Bayu pun berpamitan kepada hendry dan juga guru lainnya untuk kembali ke ruangannya.
"Duluan!" Ucap Bayu yang mendapat anggukan dari Hendry
Tanpa sepengetahuan Griz, Bayu sudah berjalan dibelakangnya dan tentu menarik perhatian semua murid yang melihatnya
Mereka semakin yakin jika keduanya memiliki hubungan lebih daripada sekedar murid dan guru. Terlebih lagi saat ulang tahun sekolah berlangsung, salah seorang murid melihat Bayu mengejar Grizelle ke lantai atas.
Saat Griz melewati ruangan Bayu tiba-tiba tangannya ditarik seseorang, hampir saja Griz berteriak karena takut, tetapi saat melihat siapa yang menariknya Griz sedikit lega.
Bayu membawa Griz ke kamar yang berada diruangannya lalu menguncinya disana. "Mas Bayu!" Teriak Griz ketakutan saat melihat Bayu yang terus menatapnya seperti itu. Gadis itu ketakutan, ia terus mundur saat Bayu terus berjalan mendekatinya.
"Mas, kamu mau A-apa bawa aku kesini"
Belum sempat Bayu menanggapinya, Griz berjalan ke arah pintu untuk membuka kuncinya ingin keluar, tetapi Griz malah terjatuh karena kakinya tidak sengaja terpentok kaki meja, sialan!
"Aduh"
"Sayang!"
Bayu segera menggendong Griz ke atas kasur dan mendudukkannya disana. "Sakit, mas!" Pekik Griz karena Bayu menyentuh lututnya yang terbentur lantai tadi.
Bayu meringis saat cubitan kuat mencapit kulit tangannya, "Sayang, mas juga sakit!" Bayu mengusap-usap tangannya yang langsung memerah
"Hati aku lebih sakit mas!"
Astaga, ternyata gadis itu masih marah rupanya. Bayu tidak menanggapinya sehingga Griz merasa kesal, apakah laki-laki itu tidak perduli tentang perasaannya. Bayu hanya tersenyum melihat wajah calon istrinya yang terlihat sangat kesal saat mengatakan itu, ia hanya tersenyum lalu berdiri mengambil kotak P3K untuk mengobati lutut Griz yang terlihat memar akibat terjatuh tadi.
"Sayang, mas bisa jelasin semuanya" Setelah mengobati lutut Griz, Bayu meraih tangannya lalu menggenggamnya dengan begitu erat bahkan sesekali Bayu menciumnya
Griz memalingkan wajahnya, enggan menatap Bayu yang sedang berjongkok dihadapannya.
"Kemarin mas nyerempet dia, terus dia minta tanggung jawab sama mas-"
"Tau!" Sela Griz. Bahkan Griz juga tahu siapa perempuan itu
"Terus kalau udah tahu kenapa marah, hem?"
__ADS_1
"Aku kesel lihat mas peluk dia, mas mandi kembang 7 rupa sana!" Rengeknya dengan wajah yang membuat Bayu menahan diri untuk tidak memakannya saat ini juga karena ke-imutannya
"Gak usah mandi kembang sayang"
"Maksudnya, jadi mas suka ditempelin mbak Khanaya?"
Khanaya?
Dari mana Griz tahu perempuan itu bernama Khanaya, apa mereka saling mengenal?
"Kamu tahu nama perempuan itu?" Heran Bayu
"Dia adik mamahnya Megan, waktu aku masih tinggal di Indonesia mbak Khanaya suka asuh aku sama Megan" Ujarnya.
Bayu hanya manggut-manggut saja, tidak penting juga siapa perempuan itu. Yang penting sekarang Bayu lega karena Griz sudah tidak marah lagi padanya dan mau berbicara dengannya
"Jadi, mas di maafin?" Tanya Bayu setelah mendudukan dirinya disebelah Griz
"Tidak semudah itu, Ferguso!"
🌻
Ponsel yang dipegangnya hampir saja dibanting jika teman-temannya tidak mencegahnya. Fiona begitu marah saat melihat Grizelle baik-baik saja dan malah mendengar berita jika Megan lah yang mengalami kecelakaan
"Tollol!" Teriaknya pada seseorang disebrang sana, bagaimana dia sebodoh itu dalam menjalankan tugas segampang itu.
"Kenapa bisa salah mobil sih, gue 'kan udah bilang dibelakang nya ada namanya!" Imbuhnya.
"Sorry bos"
Argh!
Fiona menutup telponnya, orang itu benar-benar menghancurkan rencana nya saja, sialan!
"Udahlah Fi, bahaya kalau sampai mereka tahu" Fanny mengingatkan Fiona yang masih terus berusaha mencelakai Grizelle karena keobsesiannya kepada Bayu. Ia tidak memikirkan bagaimana jika dirinya ketahuan dan mendapatkan balasan yang lebih dari ini.
"Gak, gue belum puas kalau belum lihat perempuan itu ngerasain apa yang gue rasain. Dia udah buat keluarga gue hampir bangkrut gara-gara Bayu cabut semua investasinya, pasti perempuan itu yang menyuruh Bayu buat ngelakuin semuanya"
"Loe yakin dia yang nyuruh?"
"Ya memang siapa lagi"
Tanpa sepengatahuan mereka, ada seseorang yang tidak sengaja mendengarkan obrolan mereka.
Dia mengepalkan tangannya, menahan amarah yang sudah hampir meledak
"BRENGSEK!"
Grizelle Jovanka
Bayu Aji Bagaskara
🌻
Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)
__ADS_1