I Love You, Muridku

I Love You, Muridku
Episode 25 - MENANTU KESAYANGAN


__ADS_3

Happy reading


🌻


Dua puluh menit ditinggalkan seorang diri dalam ruangan mewah itu membuat Grizelle merasakan jenuh. Bosan karena harus duduk tanpa melakukan apapun.


Grizelle mulai penasaran, sedikit pikiran untuk melihat ruangan yang didominasi warna putih itu dihiasi berbagai barang unik yang tersimpan rapih pada lemari kaca dihadapannya.


Ada beberapa barang antik juga beberapa piringan hitam yang tersusun rapih dalam rak yang berbeda.


Dia ambil 1 piringan hitam tersebut, membaca judulnya seraya tersenyum. Ternyata selera musik pria itu sama dengan orangtuanya.


Tidak itu saja. Beberapa pigura yang tertempel pada dinding maupun tersusun rapih pada meja sudah mengalihkan atensinya.


Salah satunya adalah foto dimana seorang anak kecil yang sedang bergelayut pada besi menggunakan kaus kuning serta topi tercetak tampan disana.


"Lucu banget!"



"Dari kecil aja udah ganteng banget"


Lalu beberapa penghargaan, salah satunya adalah juara umum pada salah satu sekolah elit di Connecticut; Salisbury School.


"Ko aku baru tau dia sekolah disana, ya?"


Mengenyampingkan rasa keingintahuan dia tentang dimana saja pria itu menjalani pendidikannya, gadis itu berganti pada bilik pintu yang tak jauh dari tempatnya.


"Kamar, kah? Gak apa-apa 'kan kalau aku masuk kesana? He says 'you are free to do anything' well, mari kita masuk!"


Setelah pintu itu terbuka, kakinya melangkah masuk begitu pelan. Sejak pintu itu terbuka, Grizelle sudah disuguhkan oleh sebuah pigura berukuran besar tertempel rapih diatas tempat tidur. Susah payah Grizelle agar tidak pingsan karena demi apapun, dia sangat tidak menyangka jika banyak sekali foto dirinya.


Dari mulai saat Grizelle masih kecil, sampai beberapa fotonya yang sedang bercanda dengan teman-temannya di sekolah.


"Dasar pencuri!" Kekeh nya pelan.


Meskipun ada beberapa foto yang menurutnya memalukan, namun tidak dapat dipungkiri, ia bahagia karena merasa begitu dicintai. Dan terlebih dari itu, tidak ada hal yang aneh lagi. Semuanya sangat rapih untuk ukuran seorang pria.


"Beruntung banget- aku. Hihi"


Hanya melihat-lihat saja membuatnya lelah. Gadis itu berjalan ke tempat tidur, merebahkan tubuhnya disana. Aroma maskulin yang begitu menguar disana membuatnya nyaman - seperti sedang ada dalam rengkuhan pria itu.


Tubuhnya memang sedang merasakan kenyamanan dalam kasur empuk itu, namun otaknya terus berputar memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak perlu ia diragukan lagi cintanya. Namun, ia merasa tidak pantas disaat begitu banyak wanita dewasa yang begitu menggilainya serta siap menjadi istrinya. Sedangkan dirinya?


He's just a high school kid, what's to be proud of to be side by side with a famous Asian company owner? Pantaskah?


Huh! Memikirkannya saja membuatnya mengantuk. Lebih baik dia tidur, siapa tahu ketika terbangun akan disambut wajah tampan seorang pangeran.


🌻


Setelah selesai mengajar pelajaran kedua, Bayu kembali ke ruangannya dengan beberapa makanan yang tadi dipesannya. Bayu belum mengetahui apa makanan kesukaan Grizelle, namun pria itu yakin jika makanan tersebut akan disukai oleh gadis itu.


Tapi, "Dimana dia?" Kenapa dirinya tidak menemukan keberadaan gadis itu. Apakah dia keluar? Tidak, bahkan Bayu menguncinya dari luar agar gadis itu istirahat.


Bayu berjalan terburu-buru setelah menyimpan makanan yang dibawanya ke atas meja, hanya satu kemungkinan dimana gadis itu berada.


"Pasti disana"


Benar dugaannya, Bayu tersenyum ketika mendapati gadis itu tertidur begitu pulas nya. Pria itu berjalan ke arah jendela, menutup tirai itu agar sinar matahari tidak mengganggu tidur gadisnya.


Cukup lama Bayu menunggu Grizelle terbangun, namun sepertinya sejuknya AC serta aroma pada ruangan tersebut membuat gadis itu begitu Lena. Akhirnya Bayu memutuskan untuk membangunkan gadis itu, karena ini sudah memasuki jam makan siang.


Sebelum membangunkan, Bayu menatap Lamat wajah polos itu, menyingkirkan helaian rambut yang sedikit menghalangi wajah cantiknya. She's so pretty, tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada gadis itu.


"Hey, bangun" Bayu berbisik lembut. Mengelus pipi chubby itu dan sesekali mencubitnya sangat pelan.


Yang dibangunkan hanya bergumam, malah membenarkan posisi tidurnya sehingga wajah mereka saling menghadap. Bayu yang berjongkok disebelah ranjang tersebut terpaku, ketika ujung hidung mereka hampir bersentuhan.


"Sayang..."


Menelan ludahnya kelat, Bayu kembali mengumpat dirinya dalam hati kala bibir berwarna Semerah persik itu sedikit terbuka. Mengusap wajahnya frustrasi, Bayu kembali membangunkan gadis itu. Namun ketukan pada pintu ruangannya membuat pria itu menoleh.


"Maaf pak, ini barang-barang punya Grizelle. Ponselnya juga ada didalam tas dan saya sudah mencatatkan tugas untuk dikumpulkan besok" Terang Megan seraya menyerahkan tas milik sahabatnya itu pada Bayu.


Bayu mengangguk, mengucapkan terimakasih setelah Megan mengatakan untuk permisi. Ia kembali ke dalam, kali ini harus berhasil membangunkan Grizelle karena gadis itu belum makan apapun sedari pagi.


Ponsel ber-cassing soft pink itu nampak berbunyi, Bayu melihatnya dan ternyata itu pesan dari mommy Aiko.


MOMMY SAYANG

__ADS_1


[Sayang. Mommy akan ke rumah mommy Hellen dahulu ya? Is it okay to be home alone until late at night? Kita ada sedikit urusan]


^^^Me :^^^


^^^[No problem, mom. I will be fine]^^^


MOMMY SAYANG


[Thanks darl]


Setelah membalas pesan tersebut, Bayu mengambil ponselnya sendiri lalu menelpon seseorang disebrang sana, hanya untuk meminta ijin untuk membawa putrinya ke rumah orangtuanya.


"Sorry to bother you, Bayu. Jaga Grizelle ya, mommy ada sedikit urusan dengan tantenya"


Bayu menyahut, "Mommy tenang saja, percayakan semuanya kepada Bayu" Diiringi senyum tulusnya.


"Mommy trusts you"


Perijinan untuk menawan putrinya sudah ia dapatkan, sekarang berdiri dan bangunkan permaisuri itu untuk segera makan.


Bayu kembali memasuki kamar, menggeleng pelan ketika melihat posisi tidur gadis itu sudah berubah seperti bayi yang meringkuk kedinginan.


"Sayang bangun, it's time for lunch!"


Tirai yang sempat ia tutup tadi dibukanya kembali, sehingga terik matahari langsung menyoroti wajah cantik itu. Grizelle menggeliat, merenggangkan badannya yang terasa pegal.


"Ugh nyenyak banget. It's not satisfied, I want to go back to sleep" Gumamnya pelan, belum menyadari jika pemilik kamar tersebut sedang memperhatikannya dari pojok ruangan.


"Tidak untuk tidur lagi, Grizelle. Kamu harus makan, ini sudah waktunya"


DEG!


🌻


Grizelle malu bukan main, bagaimana ia sampai tidak menyadari pria itu ada disana. Bagaimana kalau dia marah karena Grizelle sudah lancang masuk kedalam kamar pribadinya, bahkan tidur di kasurnya. Tapi bukan salahnya juga sih, kenapa pria itu membebaskannya untuk melakukan apapun dalam ruangannya. Ya jawab saja seperti itu jika pria itu marah.


"Bapak gak marah 'kan aku tidur dikamar bapak?" cicit Grizelle pelan. Meremat ujung roknya takut.


Bayu menggeleng, menyodorkan makanan ke hadapan gadis itu.


"Atas dasar apa saya harus marah? you are free to do anything, termasuk tidur" Grizelle yang mendengarnya lega. "Bagaimana pipi kamu, sudah tidak sakit kan?" Grizelle hanya mengangguk malu saat tangan kekar tersebut meneliti wajahnya. "Makanlah, lalu kamu boleh melanjutkan kembali tidurmu" Imbuhnya.


"Tas dan juga handphone kamu ada disana" Tunjuknya pada meja, "Dua jam lagi seluruh siswa pulang, kamu boleh memakai laptop saya jika bosan. Banyak drama Korea disana dan I know you like it."


"Serius?" Tanyanya dengan mata berbinar.


Bayu mengangguk, membereskan sisa makanan yang sudah habis itu dan membuangnya kedalam tong sampah disana.


"Saya masih ada jadwal. Maaf tidak bisa menemani kamu, Grizelle"


"No problem, sir"


Akhirnya setelah seharian terjebak dalam ruangan guru tampan itu, Grizelle bisa menghirup udara bebas juga. Gadis itu berjalan santai keluar gerbang, karena tidak perlu juga ia mengendap karena sekolah ini sudah sangat sepi. Meskipun ada beberapa murid yang terlihat sedang latihan taekwondo, Grizelle yakin mereka tidak tau.


"Loh loh loh, where is my car? serius, aku parkir disini tadi pagi, tapi-" Grizelle panik, pasalnya mobilnya tidak ada diparkiran sekolah. Padahal ia sangat ingat, mobilnya diparkiran disini.


"Mobil kamu sudah saya antarkan ke rumah. Sekarang kamu ikut dengan saya" Ucap seseorang yang kini berdiri dihadapannya.


"Tapi-"


"Tidak menerima penolakan dan nanti saya jelaskan"


Grizelle berdecak, dipaksa masuk oleh pria itu ke dalam mobilnya, dia menurut saja. Daripada tidak bisa pulang, kan?


"Okay, take me home-"


Drrrt~


Grizelle mengerinyitkan alisnya, menatap layar ponsel yang menampilkan nomor tidak dikenal memanggilnya. Ia menoleh, menatap Bayu untuk meminta usul untuk mengangkatnya atau tidak.


"Angkat aja, siapa tau penting"


"Hallo, dengan Grizelle Jovanka disini" Kata Grizelle setelah sambungan telpon itu terhubung. Gadis itu mengerinyitkan kembali alisnya, suaranya seperti tidak asing. "Dengan siapa?" Imbuhnya.


"Hello my dear, ini mama Raisha"


"Y-yes ma, ada apa?"


"Katanya mau ke rumah mama? Mama tunggu ya?"

__ADS_1


Hah? Kapan dia bilang?!


"I-iya ma"


"Ya sudah, mamah tunggu ya sayang"


🌻


Beberapa ibu-ibu yang baru selesai melakukan arisan terlihat sedang berpamitan kepada sang pemilik rumah. Mereka saling berpelukan lalu mengucapkan salam sebelum akhirnya pergi satu-persatu.


Bayu mengajak Grizelle turun, menghampiri beberapa ibu-ibu yang belum pulang.


Mereka nampak terkejut, melihat pria yang mereka incar untuk menjadikannya calon menantu itu menggandeng seorang gadis SMA yang sangat cantik.


"Eh sudah datang"


Grizelle tersenyum lalu menghambur memeluk Raisha dengan sayang. Bayu yang melihatnya tersenyum bahagia. Pasalnya baru kali ini mama Raisha begitu senang dengan seseorang yang sedang dekat dengannya.


"Apa kabar sayang?" tanya Raisha begitu lembut, mengelus pelan pucuk kepala gadis itu.


"Sangat baik, mama sendiri?"


"Baik dong, apalagi kedatangan calon mantu"


Sementara mama Raisha sedang menyambut kedatangan Grizelle, beberapa ibu-ibu yang menyaksikannya berdehem, meminta untuk dikenalkan dengan gadis yang dibawa oleh anak dari sahabatnya itu.


"Kenalin dong sama kita"


"Iya nih, kita juga penasaran tau"


Raisha tersenyum, ia sampai lupa jika teman-teman arisannya masih ada yang belum pulang. Dengan bangga Raisha menarik tangan Grizelle dan mengenalkannya sebagai calon menantu atau istri dari putranya - membuat pipinya memerah malu seketika.


"Namanya Grizelle Jovanka"


"Wah cantik sekali. Bayu pintar ya cari calon istri"


"Bule ya jeng? gak kebayang anaknya nanti seperti apa"


What, anak?


Astaga ibu-ibu itu kalau bicara suka jauh. Masih memakai seragam sekolah saja sudah dibayangkan bagaimana rupa anaknya nanti. Helo~ Bahkan Grizelle butuh kurang lebih setahun lagi menyelesaikan pendidikannya.


Melihat gelagat Grizelle yang menunjukan ketidaknyamanan nya, Bayu segera menarik tangan Grizelle dan membawanya ke dalam setelah beralasan, "Ma, saya bawa dulu Grizelle nya. Kasihan dia kecapean" lalu menyeret Grizelle memasuki rumahnya.


🌻


Mendengar Grizelle akan berkunjung ke rumahnya, Raisha begitu bahagia. Untung saja tadi dirinya membuat kue lebih, jadi sekarang Raisha akan memberikannya kepada Grizelle yang sudah ia siapkan.


Raisha menyerahkan paper bag tersebut setelah duduk disebelah gadis itu. "Mama buat kue nya kelebihan, tolong berikan pada mommy kamu ya sayang, dia suka banget kue jahe buatan mama" Ucap mama Raisha.


Grizelle tersenyum dan mencium aroma kue tersebut.


"Wangi banget, ma"


"Iya dong. Ayo dimakan, mama udah memisahkannya. Special untuk calon menantu mama"


Grizelle tersentuh melihat bagaimana mama Raisha begitu berharap kepadanya. Apakah dirinya akan tega mematahkannya? Terlepas dari semua rasa ragu yang terus membelenggu, Grizelle juga sangat berharap bisa mendapatkan mertua sebaik mama Raisha.


"Makasih mah" Ucap Grizelle tulus.


Sedangkan Raisha hanya tersenyum lalu pergi setelah melihat putranya sudah kembali.


Bayu mengajak Grizelle ke taman yang berada disamping ruang keluarga, mendudukkan diri disana menghadap kolam ikan dengan suara gemericik air. Ayunan ini, tempat dimana pria itu menyatakan perasaannya dan dirinya belum menjawabnya. Apakah pria itu akan memintanya sekarang? Disaat hatinya masih merasa ragu.


"Apakah kamu mengingat sesuatu saat kita disini?" Bayu bertanya, "Kamu belum menjawabnya" Imbuhnya.


DEG!


Bayu kembali melanjutkan, "Apakah kamu menerima cinta saya?"


Apa yang harus dia katakan?


Apakah dia harus mengatakan jika dirinya masih ragu?


"Maaf, aku tidak bisa pak"


DEG!


🌻

__ADS_1


\={R E V I S I}\=


__ADS_2