
Happy reading
🌻
Semakin Griz diam, semakin ia memikirkan Fiona. Ia yakin jika perempuan itu sedang tidak baik-baik saja. Ia tidak bisa diam saja seperti ini, bagaimana jika perempuan itu benar-benar ada dalam bahaya dan Griz membiarkannya, akan seberdosa apa nanti jika memang terjadi sesuatu.
"Aku harus minta bantuan sama mas Bayu"
"Tapi dia 'kan lagi ngambek, tapi... Ah gampang itu, di rayu juga luluh"
Setelah pulang dari sekolah, Griz langsung pergi menuju kantor calon suaminya, ia akan meminta bantuan pada laki-laki itu untuk melacak keberadaan Fiona.
Setengah jam berlalu, kini Griz telah sampai disana. Ia masih menggunakan seragam sekolah namun ia memakai sweater rajut putih agar tidak terlalu mencolok, apalagi ini adalah jam istirahat kantor pasti banyak karyawan yang akan ke kantin.
Ia berjalan memasuki kantor, mengabaikan wanita-wanita yang terus menatapnya, seakan bertanya siapa gadis SMA itu.
"Hai mbak tika, pak Bayu nya ada?" Tanya Griz pada Resepsionis yang bernama Tika tersebut. Ia yang tidak menyadari keberadaan Griz nampak sedikit terkejut.
"Maaf nona saya tidak menyadari ada nona didepan saya"
"Gak apa-apa mbak, pak Bayu nya ada?"
"A-ada nona, mau saya antarkan?" Sahut Tika gugup.
"Terimakasih mbak, gak usah, aku bisa sendiri. Dan, gak usah gugup gitu" Ucap Griz terkekeh melihat mereka yang terlalu berlebihan kepadanya. Sedangkan Tika, ia hanya tersenyum kikuk karena malu. Bukan apa-apa, ia hanya takut berbuat salah pada calon istri dari pemilik perusahaan ini.
Griz berjalan menuju lift dan menunggunya disana. Tiba-tiba ada seorang pegawai perempuan yang juga akan memasuki lift yang sama, menegurnya. "Sorry dek, mau kemana?" Tanya perempuan itu sedikit sinis. Griz yang merasa ditanya menoleh dan tersenyum pada perempuan yang dulu pernah membuat dirinya salah paham kepada calon suaminya itu.
"Hai mbak, aku mau ke ruangannya pak Bayu" Sahut Griz ramah.
"Gila, ini 'kan cewek yang ada dirumah sakit itu. Calon istrinya pak bos dan ternyata masih SMA?" Gumamnya dalam hati dengan terus memperhatikan penampilan Griz dari ujung kaki sampai kepala.
Tentu Khanaya kaget, ia pikir calon istri bos nya seorang mahasiswa tapi ternyata pelajar SMA.
"Gilaaaaa! Bukan muda lagi sih ini, masih bocah" Gumamnya lagi.
"Mbak Khanaya kerja disini?" Tanya Griz memastikan. Dari penampilannya sih sepertinya iya, tapi kenapa Bayu tidak pernah bercerita? hmm
"Kenapa mas Bayu gak pernah cerita kalau Mbak Khanaya kerja di perusahaannya" Gumamnya.
"Kamu tahu nama aku?" Khanaya kaget ternyata gadis itu mengetahui namanya, tapi seingatnya dia belum pernah bertemu ataupun berkenalan dengannya. lalu darimana gadis itu tahu.
"Tahu lah, mbak 'kan yang suka jagain aku sama Megan waktu kecil"
Khanaya terus berpikir, ia mengingat kembali dan begitu pintu lift terbuka dia baru ingat jika gadis itu adalah Grizelle Jovanka, anak dari Samuel Adelard Jovanka pengusaha properti terbesar di Amerika.
"Grizelle?" Tebaknya. Seingat dirinya hanya gadis kecil itulah yang selalu bermain dengannya dan juga Megan saat dirinya masih tinggal disana.
"Iya, hehe. Masa udah lupa sama aku sih mbak, nyebelin banget!"
Khanaya tidak percaya, ia mendekati Griz dan meneliti setiap wajahnya yang sangat berbeda.
"Ini beneran kamu Griz, gadis kecil yang pipinya kayak bakpau itu?" Khanaya mencubit pipi Griz yang masih terlihat chubby, sedangkan Griz, ia hanya diam dan mengerucutkan bibirnya sebal karena Khanaya selalu saja menyebutnya pipi bakpau.
"Ih mbak Khanaya gak usah bawa-bawa bakpau juga!"
Khanaya tertawa, ia baru ingat jika gadis itu adalah Grizelle yang selalu ia asuh ketika keluarga Jovanka berkunjung ke rumah keluarganya.
"Ya Tuhan Griz, itu pipi chubby kamu kemana sekarang cantik banget" Khanaya begitu senang dan mengajak Griz masuk kedalam lift. Mereka terus mengobrol sampai tidak terasa jika sudah sampai didepan pintu ruangan calon suaminya.
"Mbak kerja disini udah lama?" Tanya Griz sebelum benar-benar masuk.
"Baru beberapa Minggu ko, kamu mau ketemu sama pak bos?"
__ADS_1
"Iya, ada 'kan?"
"Ada, baru aja selesai meeting tadi"
"Mbak Nena kemana, tumben gak ada?" Griz heran, karena setiap dirinya ke kantor wanita itu tidak ada dimeja nya.
"Dia dipindah tugaskan ke perusahaan cabang yang di bandung, jadi mbak yang gantiin dia"
What the... Jadi mbak Khanaya sekarang sekretarisnya mas Bayu
Entah kenapa Griz merasa kesal mendengarnya. Kenapa Bayu tidak pernah bercerita semuanya sampai ia harus mendengar langsung dari mulut perempuan lain.
Ada apa ini?
Relax Grizelle, otakmu jangan traveling dulu. Nanti kita tanyakan, ok.
"Oh gitu, ya udah aku masuk dulu ya mbak"
"Iya"
Perlahan Griz membuka pintu, ia tidak melihat siapapun didalam sana. Apakah Bayu tidak ada diruangannya, tapi jas laki-laki itu ada dan tersampir rapih pada kursi.
Griz terus mencari, menyusuri ruangan yang didominasi warna putih itu dan tidak bosannya setiap ia kesana, ia selalu takjub dengan barang-barang mewah yang berada diruangan calon suaminya itu.
"Mas?" Panggil Griz seraya melihat-lihat meja Bayu yang penuh dengan miniatur dan juga foto mereka saat tunangan beberapa bulan lalu.
"Mas Bayu?"
Griz terus memanggilnya, namun tidak ada sahutan juga. Ia yang merasa kegerahan membuka sweater nya dan berdiri menghadap kaca besar, melihat pemandangan kota Jakarta yang selalu ramai dan tidak pernah tidak macet.
"Kemana sih, gak tau apa lagi genting gini"
Saat Griz akan berbalik, tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang yang membuat Griz kaget.
Gadis itu menoleh dan saat itu juga Bayu mencium sekilas bibir ranum gadis itu beberapa kali.
"Dari kamar, ganti baju tadi ketumpahan kopi"
"Oh"
"Ada apa, tumben ke kantor?" Heran Bayu. Karena tidak biasanya gadis itu datang tanpa memberikan kabar terlebih dahulu.
"Jadi aku gak boleh ke kantor nih?" Ketus Griz.
"Bukan gitu, mas 'kan bisa jemput kamu dulu" Sahut Bayu.
"Biar bisa siap-siap ngumpetin mbak Khanaya gitu ya?"
"Apasih sayang, ngumpetin apa coba"
"Mas kenapa engga pernah cerita kalau Mbak Khanaya kerja disini, SEKRETARIS lagi!" Sindir Griz kesal. Sedangkan Bayu, ia menanggapinya dengan santai.
"Bukan mas yang mau ya sayang, tapi si Andra"
"Mas 'kan bisa nolak"
"Iya, cuma kemarin-kemarin lagi mepet aja waktunya sayang, nanti mas mau nyari lagi kalau kamu gak setuju"
"Nanya lagi!"
Terkekeh lucu, Bayu sangat senang jika gadis itu cemburu dan menurutnya itu sangat lucu dan merasa dirinya begitu dicintai
"Jangan ditekuk gitu mukanya" Ucap Bayu seraya mencubit pipi Griz dengan gemas.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Pengen cium, boleh?" Bayu sudah mendekatkan wajahnya namun Griz menolaknya. Ini bukan waktunya bermesraan, ada hal yang lebih penting lagi daripada ini.
"Mas ih, aku kesini mau minta tolong" Ucap Griz ragu. Ia takut jika Bayu akan menolak untuk membantunya.
"Mas lacak Fiona, kita cari dia"
Menghembuskan nafasnya kasar. Bayu sudah tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran calon istrinya itu. "Buat apa sih sayang, dia hampir bunuh kamu beberapa hari lalu dan sekarang kamu malah mau cari dia terus bantu dia?"
Griz mengangguk, mencoba menjelaskan kembali. Sungguh, pesan perempuan itu begitu mengganggu pikirannya. Seakan-akan ia harus mencarinya dan jika tidak ia akan menyesal.
"Jangan gitu mas, dia minta tolong sama aku loh masa aku diem aja. kalau dia beneran dalam bahaya gimana?"
Lagi-lagi Bayu tidak mengerti.
Ingin rasanya Bayu berteriak didepan Griz dan mengatakan jika perempuan itu juga yang membuat dirinya dalam bahaya beberapa hari lalu.
"Udah ah, males!" Bayu memilih berdiri, berjalan menuju kursinya dan lebih memilih membaca berkas-berkas yang ada di mejanya. Sedangkan Griz, gadis itu berusaha merayunya agar Bayu mau membantunya.
Ia duduk diatas meja, merebut berkas yang sedang Bayu baca. "Mas please"
Melihat posisi Griz yang seperti itu membuat Bayu mengusap wajahnya gusar, ia tidak kuat melihatnya.
"Mas, mau yah?"
Oh astaga, gadis itu benar-benar menguji keimanannya kali ini.
Tahan, tahan!
"Mau yah?" Ucap Griz dengan suara manjanya.
Shit!
Kenapa bisa-bisanya ia hilang kendali pada seorang gadis SMA, mana Bayu yang dingin dan cuek. Bisa-bisanya ia selemah ini dihadapan gadis itu. Ia berdiri lalu menarik wajah Griz dan menyatukan bibirnya. Menciumnya dengan rakus dan penuh nafsu.
Sungguh, entah kenapa Griz begitu menggoda sekali hari ini sehingga ia tidak bisa menahannya.
"Ahhh"
Griz tidak kuat lagi menahan desahannya, ia tidak sanggup kala bibir itu menyentuh setiap inci lehernya.
"Ah...Mas" Jerit Griz saat Bayu mengangkat tubuhnya dan membawanya ke ruangan pribadinya.
🌻
Jangan berduaan, yang ketiganya itu author yang bingung itu mereka mau ngapain? 😂
Kesel yah wkwk
"Thor kapan nikahnya, ko lama banget?"
"Insya Allah pas masalahnya selesai semua"
"Jadi Bayu dan Griz bakalan nikah nih?"
"Kata siapa?"
"HA?"
__ADS_1
Berikan cinta kalian sebanyak-banyaknya agar mereka cepet nikah, terimakasih :)
Gak usah ngVote sayang-sayangku, simpan aja dulu. Kalau udah 2k baru vote semuanya 🤧 Becanda Hyung 😂