Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 41


__ADS_3

S2 Bab 41


Semalam Ana tidak bisa tidur. Dia memikirkan semua yang telah terjadi. Tidak satupun orang-orang yang sangat dia sayangi mempercayai dirinya. 'Apa mungkin Tuhan menginginkan aku untuk ikut papa?' Pikiran itu terlintas seketika saat mengingat tawaran papa angkatnya.


Ana pun mengambil ponselnya, dan menelepon papanya. Tidak butuh waktu lama menunggu, Bimo langsung mengangkat telepon anaknya. Rasa khawatir Bimo pada anaknya membuat dirinya tidak bisa memejamkan matanya.


Ana :“Papa.”


Bimo :“Iya Sayang, kamu udah mendingan? Papa tidak tahu apa yang terjadi. Cuma papa mohon jangan menangis, hati papa sakit melihatnya.”


Ana :“Pa, aku mau menerima tawaran papa.” Sambil meneteskan air mata, Ana mengucapkan kalimat yang selama ini sungguh berat dia katakan. Bimo kaget! Dia tidak menyangka akhirnya anaknya mau menerima tawarannya. Ada rasa syukur yang dalam Bimo terhadap masalah yang menimpa anaknya. Karena dengan adanya masalah ini, akhirnya keinginan dia membawa keluarga kecilnya pindah menjadi terlaksana.


Bimo :“Kamu serius, Sayang? Pikirkan dulu matang-matang, jangan sampai kamu menyesal, Nak!”


Ana :“Aku sudah memilih pilihan aku papa. Jangan buat aku ragu dengan keputusan yang aku ambil.” Ana mengatakannya sambil terisak-isak.


Bimo :“Kapan kamu siap, Nak?”


Ana :“Secepatnya. Mulai besok aku sudah tidak ingin datang ke Kampus.”


Bimo :“Pulanglah! Biar papa yang mengurus semuanya.”


Ana pun menyetujuinya dan menutup telepon. Keputusan yang berat memang. Tapi sebelum itu Ana ingin memestikan satu hal pada kekasihnya. Mendapat kabar kalau Alaric ada di apartemennya, Ana berniat besok untuk menjelaskan semuanya. Kalau Alaric tidak ingin mendengarkan penjelasan dirinya dia akan benar-benar dengan keputusannya saat ini, tapi apabila Alaric memilih seperti yang lainnya, Ana mundur dan yakin dengan keputusannya saat ini.


Ana pun menyiapkan surat untuk Alaric dan juga untuk sahabatnya yang recananya dia akan kirimkan via pengiriman paket kilat untuk Aulia. Dia tidak ingin ada penyesalan kelak saat dirinya pergi. Dia ingin nama baiknya tidak tercoreng. Biarkan mereka berada dalam penyesalan saat dirinya sudah tidak ada lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alaric menancapkan gasnya, berharap dia bisa menyusul Ana. 'Sayang, bukan aku tidak percaya. Cuma aku hanya butuh waktu saja untuk sendiri. Aku percaya padamu, tapi hatiku masih kecewa, kenapa kamu menyembunyikan semua ini dariku.'


Alaric langsung menelepon Aulia. Dia tahu kalau Ana ada jadwal kuliah pagi ini bersama Aulia.


Aulia :“Hallo, Bang!”


Alaric :“De, kamu dimana?”

__ADS_1


Aulia :“Aju dijalan, Bang. Ada apa?”


Alaric :“De, kalau ada Ana, abang minta tahan dia. Ada yang ingin abang sampaikan padanya.”


Aulia :“Cih ... Abang, sadar dong! Dia itu sudah menyakiti kamu. Jangan biarkan cinta abang membutakan semuanya. Sudah jelas-jelas ada bukti 'kan, Bang!” Aulia sangat kesal saat mendengan nama Ana.


Alaric :“Ga, De. Abang yang sudah nyakitin dia. Abang yang jahat tidak mau mendengar penjelasan darinya.” Alaric kembali meneteskan air mata. Dadanya begitu sangat sesak.


Aulia :“Maksud Abang? Bang ....”


Alaric :“Dia tidak seperti yang kamu pikirkan, De. Lelaki itu adalah papanya angkatnya.” Mendengar itu membuat Aulia cukup kaget. Dia menjatuhkan ponsel yang ada di dalam genggamannya. Melihat itu membuat Krisna yang Ada sisinya khawatir.


“De, kamu kenapa?” tanya Krisna tapi tidak ada tanggapan darinya. Krisna pun memutuskan untuk memakirkan mobilnya ke pinggir. Dia menarik wajah Aulia yang terlihat cukup kaget ke arahnya.


“... hei cantik, kamu kenapa?”


“Bang, cepet ke kampus sekarang! Kita harus mencari Ana.”


“Ada apa sebenarnya?” Krisna binggung dengan reaksi Aulia ketika selesai menerima telepon.


“Cepet, Bang!” Kini Aulia mulai menangis. Melihat itu Krisna tidak menanyakan apapun lagi dan segera mungkin menancapkan gas mobilnya.


Sebenarnya awalnya Aulia tidak percaya dengan ucapan dan foto yang diperlihatkan oleh Rina. Tapi, entah kenapa dia termakan omongan cewek sialan itu dan membuat Aulia gelap mata langsung memblokir nomor Ana dan menjauhi dirinya. Krisna sudah menjelaskan kalau mungkin ini cuma salah paham, dan menyuruh kekasihnya untuk menanyakan yang sebenernya terjadi pada Ana. Tapi Aulia menolak karena dia kecewa dengan sahabatnya itu.


Aulia pun membuka blokiran nomor Ana dan menghubungi dirinya. Tapi sayang nomor Ana sudah tidak aktif. Dia semakin khawatir sebenarnya apa yang terjadi dengan Ana sampai abangnya Alaric terdengar begitu khawatir.


Saat di kampus, Aulia dan Alaric datang dengan bersamaan. Alaric pun memberikan surat yang diberikan Ana padanya. Saat membaca surat itu, Aulia meneteskan air matanya.


“Bodoh! Aku bodoh!” ucap Aulia sambil menangis dan memukuli dadanya. Krisna langsung memegangi tangan kekasihnya itu.


“Sayang, udah sangat seperti ini. Pasti penyesalan datang diakhir. Mending sekarang kita cari Ana. Semoga saja dia tidak bermaksud pergi dari sini.” Mereka pun memutuskan keliling kampus untuk mencari keberadaan Ana. Mereka pikir hari ini pasti Ana akan ke kampus. Kalaupun dia ingin pergi, pasti dia tetap akan ke kampus untuk menyelesaikan urusan kampusnya.


Alaric terpencar dengan Aulia. Mereka mencari setiap sudut kampus. Alaric juga sudah mencari Ana ke bagian kemahasiswaan untuk menanyakan datanya. Saat di cek, nama Ana masih terdaftar sebagai mahasiswa disana dan itu sedikitnya membuat Alaric merasa tenang.


Disisi lain Aulia dan Krisna masih sibuk mencari keberadaan Ana, di tempat-tempat yang suka disinggahi olehnya. Tapi mereka juga tidak menemukannya. Aulia terus menangis sebagai rasa penyesalannya. Krisna hanya bisa merangkul kekasihnya dan berusaha menenangkannya.

__ADS_1


Mata Aulia tertuju di satu titik tepatnya di taman kampus. Dengan rasa emosi dia melangkahkan kakinya menghampiri wanita yang sudah membuatnya membenci sababatnya sendiri yang sedang duduk manis di taman bersama dengan teman-teman dekatnya.


Krisna heran kenapa Aulia berjalan ke arah taman. Dia belum menyadari kalau kekasihnya berjalan ke sana untuk menghampiri Rina.


“Yank, mau kemana?” Tidak mempedulikan pertanyaan kekasihnya, Aulia terus berjalan sambil mengepalkan tanganya, menahan emosi yang sudah tidak bisa dia pendam.


Plak .... Aulia menampar wajah Rina dan itu berhasil membuat semua orang kaget. Dengan cepat Krisna menangkap lengan Aulia saat wanita cantik itu ingin melayangkan tamparan yang kedua kalinya.


“Brengs*k!! Maksud lo apa?” Rina berdiri seketika sambil memegangi wajahnya yang sakit ditampar, dia berteriak emosi.


“Set*n lo!! Gara-gara lo gue benci sama sahabat gue sendiri. Dan gara-gara lo juga gue menyakiti hati sahabat gue. Kalau sampai terjadi sesuatu, jangan harap lo bisa lari dari gue!”


“Heloo ... apa urusan gue sama cewek murahan itu, hah?!”


“Jaga omongan lo ya!” Aulia hendak menampar wajah Rina, tapi kembali Krisna menghalaginya lagi.


“Udah Sayang, percuma kamu seperti ini, tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik kita cari Ana lagi,” titah Krisna dn Aulia pun menyetujuinya.


“Urusan lo sama gue belum beres!” teriak Aulia sambil berjalan pergi.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Apakah yang akan terjadi?


Jangan lupa like dan komennya. Oia VOTE juga dong novelnya biar author tambah semangat lanjutin ceritanya 😊😊😊😊...

__ADS_1


Follow IG Author donga @PENULISMICIN biar kalian bisa tahu update-an terbaru novel-novel Author...


AKU PADAMU SEMUANYA ❤️❤️❤️


__ADS_2