Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 85


__ADS_3

S2 Bab 85


Di sisi lain Krisna merasakan hal yang sama sepeti sahabat-sahabatnya yang lain. Jantung yang berdetak dengan cepat, tangannya yang berkeringat, dan juga tubuhnya yang sedikit gemetar. Itulah yang dia rasakan, tapi orang lain yang melihatnya tampak santai dan enjoy. Memang Krisna pintar menyembunyikan apa yang dia rasa. Sehingga orang lain sulit menebak perasaannya.


Salsa kakak tirinya sejak tadi berada di sisi Krisna untuk memberikan semangat padanya. Ya ... dialah satu-satunya orang yang dapat mengerti perasaan Krisna. Walaupun waktu mereka bersama tidak terlalu banyak, karena Salsa lebih banyak tinggal dengan Ana, tapi Salsa tetap tahu dan bisa menebak apa yang Krisna rasa.


Bohong atau tidaknya Krisna pasti Salsa tahu. Makanya Krisna tidak pernah berbohong padanya dan selalu berkata jujur. Hanya pada Salsa juga Krisna berani menceritakan apaoun yang membuat dia khawatir. Dari mulai kekhawatiran dia terhadap Aulia.


Krisna mulai merasa kalau wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu sudah merasa jenuh padanya. Karena melihat dari tingkah laku Aulia saat sebelum dirinya meminta dia menjadi istrinya. Saran dari Salsa juga agar Krisna segera melamar Aulia.


Krisna dan keluarganya sudah sampai di depan gedung pernikahan. Keluarga dari pihak wanita sudah berdiri untuk menyambut mempelai pria. Jangan di tanya adat apa yang mereka pakai, seperti sebelum-sebelumnya, mereka memakai adat leluhur mereka.


Sonia menyambut calon menantunya dan mengalungkan rangkaian bunga melati padanya. Desi menyerahkan anaknya pada Sonia dan mereka berjalan dengan diiringi seorang pria yang menari memberikan jalan untuk keduanya.


Berbagai macam seserahan yang dibawa oleh pihak mempelai pria sudah diserahkan pada pihak mempelai wanita. Kini Krisna sudah duduk di depan gedung bersama Eki dan juga para wali. Berulang kali dia menarik napas dalam untuk menghilangkan sedikitnya rasa gugupnya. Itulah pesan dari Salsa sebelum mereka berangkat ke gedung pernikahan.


Perlahan tapi pasti, Krisna mengucapkan kalimat suci pernikahan. Dengan lancar dan lantang dia mengucapkan akad nikah. Saksi yang ada di sana mengatakan SAH. Dan akhirnya semua mengucap syukur karena Krisna sudah resmi menjadi seorang kepala rumah tangga.


Salsa juga Ana membantu Aulia untuk berjalan keluar ruangan. Semua mata tertuju pada wanita 24 tahun itu. Mereka terpana melihat kecantikan yang terpancar darinya. Bukan hanya para keluarga, tapi juga suaminya sangat terpukau melihat kecantikan istrinya.


Rasa tidak sabar untuk segera memeluk tubuh Aulia semakin menggebu-gebu.


'Sayang, akhirnya kamu menjadi milikku dan selamanya akan menjadi milikku,' gumannya dan terus menatap terus ke arah Aulia yang masih berjalan kepadanya.


Ana memberikan tangan kanan Aulia pada Krisna dan dia pun menyambut uluran tangan istrinya. Keduanya saling pandang dan tersenyum. Kini keduanya saling bertukar cincin pernikahan. Setelah lingkaran benda itu melingkar pada jari keduanya, Krisna langsung mencium kening Aulia dan itu mendapat sorakan dari semua yang ada di sana.


“Yank, lihat seperti ini aku jadi ingin menikah lagi,” bisik Alaric dan langsung mendapat lirikan sinis dari istrinya.


“Apa?! Kamu mau nikah lagi? Enggak puas aku yang ada di depan kamu?!” ucap Ana marah. Alaric tersenyum dan mencubit kedua pipi istrinya karena merasa sangat gemas.


“Ya bukan sama cewek lain dong, Yank. Sama kamulah. Satu aja aku enggak pernah puas menikmatinya. Yank, gimana setiap tahun kita rayain hari pernikahan kita?” Ana hanya membuang napas kasar sambil menggelengkan kepalanya.


Foto gedung diambil dari Pinterest


__ADS_1



Satu persatu adat sudah dilaksanakan. Kini keduanya sedang beristirahat sejenak diruang tunggu pengantin, sebelum melanjutkan acara selanjutnya. Alunan musik meramaikan seisi gedung. Para tamu undangan oun satu persatu sudah memenuhi gedung.


Di ruang tunggu, Krisna dan Aulia duduk berhadapan. Tatapan tajam Krisna pada Aulia sambil tersenyum membuat dia merasa sangat malu.


“Abang kok natap Aku kaya gitu sih? Aku jelek ya?” Krisnya tersenyum menggelengkan kepalanya.


“... terus kenapa natapnya gitu? Aku 'kan jadi enggak pede tahu!” kesal Aulia memalingkan wajahnya. Tapi saat Aulia memalingkan wajahnya, Krisna menahannya dan kembali keduanya saling berhadapan.


“De, kamu cantik. Benar-benar sangat cantik. Aku sampai tidak mau lepas dari pandangan kamu. De, sekarang abang boleh 'kan cium kamu?” tanya Krisna membuat jantung Aulia berdebar dengan kencang. Dia mengangguk sambil menundukkan wajahnya karena malu.


Krisna mengangkat wajah Aulia dan perlahan mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir manis Aulia. Jantung keduanya saling beradu kecepatan kala itu. Pasalnya ini adalah ciuman pertama bagi keduanya setelah hampir empat tahun lebih pacaran.


Hanya kecupan, kemudian Krisna mengangkat wajahnya dan mencium keningnya Aulia.


“Segini dulu aja ya! Aku takut kelepasan,” ucap Krisna membuat Aulia sedikit merinding mendengarnya.


Keduanya pun sudah dipanggil pihak pembawa acara agar segera keluar dari ruangan. Krisna membantu Aulia untuk berjalan. Semua tamu undangan yang belum melihat keduanya sangat terpana ketika keduanya masuk ke dalam gedung. Satu persatu tamu mulai memberikan ucapan selamat pada keduanya saat mereka sudah berada diatas pelaminan.


Sangat wajar memang orang yang baru menikah sering kali ditanyakan masalah momongan. Melihat mimik wajah yang sedih dari istrinya, Alaric langsung merangkul tubuhnya dan berkata, “Aku akam berusaha setiap malam untuk menanamkan benih padamu, Sayang.” bukan membuat Ana merasa lebih tenang malah membuat Ana merasa kesal. Dia mencubit perut Alaric hingga si empunya meringis kesakitan.


Krisna berjalan menuju panggung hiburan membuat Aulia mngerutkan keningnya heran. Dia mengambil mic dan membuat semua orang menatap padanya.


“Tes ... tes ... selamat malam semuanya. Terima kasih sudah menghadiri pernikahan saya dan juga istri saya. Malam ini saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk wanita yang baru masuk dalam kehidupan saya. Wanita yang sangat berarti untuk saya. Wanita yang selalu ada di sisi saya saat saya merasa terpuruk. Terima kasih, Sayang, kamu masih tetap berada di sisi saya walaupun berulang kali saya melakukan kesalahan dan membuatmu merasa kecewa.” Aulia menutup mulutnya tidak percaya kalau Krisna akan mengatakan hal itu di depan orang banyak.


Krisna mengambil gitar dan salah satu dari panitia menyiapkan mic di depannya. Dia pun mulai memetikan gitarnya dan musik yang lain ikut mengiringi lagu yang akan dia nyanyikan. Bukan hanya Aulia yang kaget dengan apa yang dilakukan oleh Krisna, semua orang yang ada diruangan itu pun tidak percaya. Pasalnya Krisna memang terkenal sangat pendiam dan tidak ada yang tahu kalau dia bisa bernyanyi kecuali Salsa kakanya.


...Lagu: KARENA CINTA BY JOY TOBING...


...Hati ini, adalah lembaran baru bagiku...


...Ku disini, karena kau yang memilihku...


...Tak pernah, ku ragu, akan cintamu...

__ADS_1


...Inilah, diriku, dengan melodi untukmu...


...[Reff:]...


...Dan bila, aku berdiri, tegar, sampai hari ini,...


...bukan karena kuat dan hebatku...


...Semua, karena cinta, semua, karena cinta...


...Tak mampu diriku, dapat berdiri tegak...


...Terima kasih, cinta...


Setelah menyelesaikan satu reff Krisna menyimpan gitarnya dan mengambil mic berjalan kembali menujut pelaminan. Aulia menangis terharu, dia benar-benar tidak menyangka Krisna akan melakukan hal itu untuknya. Suara merdu Krisna membuat semua orang menikmati nyanyiannya. Sorakan tepuk tangan memeriahkan seisi gedung saat lagu yang dinyanyikan Krisna berhenti dan dia mencium kening istrinya.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan Lupa


👍Like


💬Komen


🌺Vote


Happy Reading guys...

__ADS_1


Aku padamu ❤️❤️


__ADS_2