Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 25


__ADS_3

Salsa memang tipikal orang yang sangat cuek dengan urusan cinta. Tapi sebenarnya dia memiliki hati yang sangat sensitif cuma dia tidak tahu bagaimana cara mengekspresikannya. Melihat Fauzi yang meninggalkan dirinya, Salsa pun dengan cepat menyusul calon suaminya.


“Sayang!” panggil Salsa sambil menarik tangannya dan dia pun menghentikan langkahnya.


Kantor sudah sangat sepi karena memang sudah lebih dari jam pulang kantor. Salsa menarik tangan Fauzi kembali ke dalam ruangannya.


“Apa salahku?” tanya Salsa menatap Fauzi dengan wajah yang memelas.


Cih ... kamu jadi cewek ga peka banget sih, sayang, ucap Fauzi dalam hatinya.


Fauzi menatap wajah Salsa dan itu membuatnya rasa marah dan kesalnya hilang seketika. Dia menarik Salsa masuk dalam pelukannya dan Salsa pun pasrah dan memeluk balik tubuh kekasihnya.


“Kamu bodoh!” ucap pelan Fauzi sambil memeluk erat tubuh mungilnya.


“Maafkan aku! Tapi jujur, aku tidak mengerti apa salahku.” Fauzi melepaskan pelukannya menatap tajam wajah Salsa dan mencubit kedua pipinya.


“... Aw ... sakit!”


“Sayang, aku mau nanya sesuatu. Boleh?” tanya Fauzi sambil memeluk pinggang calon istrinya. Salsa tersenyum mengangguk dan dia pun menatap tajam ke wajah Fauzi.


“... Sepenting apa pernikahan ini bagimu?” Salsa mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti dengan pertanyaan yang diajukan calon suaminya itu.


“Penting dong! Seperti hidup dan matiku. Kamu kenapa bertanya seperti itu?” Fauzi hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dia mencium lembut kening calon istrinya seraya berkata, “Aku mencintaimu.”


...Aku yang tidak pernah mengerti kamu, sayang. Maafkan aku yang selalu egois dan tidak mengerti dengan sifat kamu, ucap Fauzi dalam hatinya, sambil membelai rambut Salsa dan menatap wajahnya sambil tersenyum....


“Sayang, maafin aku ya! Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana dengan pernikahan kita. Jujur, aku belum siap. Tapi, bukan berarti aku cuek sama pernikahan kita. Aku hanya tidak mengerti apa yang harus aku lakukan,” jelas Salsa yang merasa sikap Fauzi tadi karena dirinya. Fauzi kembali menarik tubuh mungil Salsa masuk dalam pelukannya.


“Ga sayang, kamu ga salah. Aku yang terlaku sensitif. Makasih ya! Kamu sudah bersedia menjadi nyonya dari Fauzi. Aku sangat teramat mencintaimu.” keduanya tersenyum dan menikmati hangatnya pelukan.


“Aku juga sangat mencintaimu,” ucap Salsa memeluk erat tubuh Fauzi.


...********♥️♥️*******...


Ana setiap hari selalu menyempatkan dirinya untuk makan malam di rumah Alaric. Sebenarnya itu kemauan dari Riana. Dia ingin selalu menjalin kedekatan dengan calon mantunya itu.


Setelah pulang kerja, dia langsung pulang ke rumah Alaric. Walaupun Alaric tidak menjemputnya, dia tetap akan ke sana karena Riana yang selalu menghubungi dirinya seperti seorang ibu yang menanyakan kabar anaknya yang belum pulang ke rumah.


Ana :“Iya ... Bunda. Ana sedang dijalan, sebentar lagi sampai.”


Riana :“Jangan dulu kemana-mana. Langsung pulang ya! Bunda tunggu kamu di rumah!”


Ana :“Iya Bunda, Sayang.” Ana mematikan ponselnya.

__ADS_1


Ya ... begitulah. Riana sudah menganggap Ana seperti anaknya sendiri. Sudah tidak ada jarak diantara mereka. Ana sendiri sangat bersyukur Tuhan mempertemukan dirinya dengan keluar yang super baik seperti keluarga Alaric. Tapi, sampai sekarang Ana masih belum menceritakan bagaimana kehidupan dirinya sebelumnya.


Sesampai di rumah Alaric, Ana langsung masuk ke dalam. Riana yang sebelumnya dapat kabar dari Ana akan segera sampai, sudah menyambutnya di depan pintu. Keduanya saling mencium pipi dan masuk ke dalam.


“Abang ga jemput kamu?” tanya Riana, sambil mereka berjalan ke arah dapur, karena memang sebelumnya mereka sudah rencana untuk memasak bersama.


“Masih ada bimbingan, Bunda. Aku ga mau dia kerepotan. Selama bisa sendiri aku bakal sendiri kok, Bun.”


“Biarin aja dia repot, bunda malah seneng kalau kamu ngerepotin dia,” canda Riana dan mereka pun tertawa.


Semenjak adanya kehadiran Ana dikehidupan Riana, dia menjadi seperti menemukan anak perempuan yg selama ini dicarinya. Walaupun sudah mempunyai Salsa, tapi Riana merasa Ana itu membuat kehidupannya berwarna.


Sambil menunggu orang rumah pulang, keduanya menyiapkan makanan untuk santapan makan malam. Semua makanan pun tersaji rapih di atas meja makan.


“Wah ... wangi sekali masakannya. Perut Ayah langsung keroncongan,” ucap Rendra yang baru saja pulang dari kantornya. Riana yang menyadari suaminya pulang, langsung menghampirinya dan mencium kedua pipi suaminya. Ana yang melihatnya tersenyum bahagia. Dia sejak dulu sangat ingin mempunyai keluarga yang sangat harmonis seperti ini.


“Ana, hubungi Alaric dia sudah dimana!” Titah Riana.


“Iya, Bunda.” Ana langsung meraih ponselnya dan menghubungi kekasihnya. Tapi sama sekali tidak ada jawaban.


Tidak lama Salsa dan Fauzi pun ikut datang dan bergabung, diikuti Alaric yang berada di belakang keduanya.


“Kamu nelepon aku udah di depan sayang,” ucap Alaric dan langsung menghampiri Ana yang masih berdiri di dapur. Ana hanya melemparkan senyumannya.


“Wah ... enak sekali,” puji Rendra saat menyantap masakannya.


“Itu masakan Ana, Yah,” ucap Riana sekaligus ikut memuji masakan calon menantunya. Riana hanya tersenyum malu dengan wajah yang merah merona.


“Kak Salsa, kamu harus belajar tuh dari calon istri gue,” kata Alaric yang seketika membuat Ana tersedak makanannya.


Uhuk ... Uhuk ...


Dengan cepat Alaric mengambil segelas air putih dan memberikannya pada Ana.


“Lo sih, ngomongnya ga bisa direm,” canda Salsa. Semua orang tertawa, kecuali Ana yang benar-benar salah tingkah dengan perkataan Alaric barusan.


“Lah ... emang iya calon istri gue.” dengan pedenya Alaric membicarakannya, membuat Ana semakin malu dan hanya bisa tertunduk. Riana yang menyadari calon mantunya merasa malu hanya tersenyum.


“Udah ... udah! Lanjutkan makan kalian, jangan bikin calon mantu bunda merasa tidak enak,” goda Riana yang melanjutkan maksud anaknya. Semua tertawa dengan ucapan bunda mereka. Bukannya meredam malu Ana, malah semakin membuat Ana merasa sangat malu.


...Tuhan, aku bahagia. Dan aku mohon jangan Kau ambil kebahagiaan aku yang sempurna. Terimakasih, Tuhan! kau mempertemukan aku dengan mereka. Jaga mereka untukku! Ana akhirnya ikut tersenyum mendengar canda dari keluarga itu....


.

__ADS_1


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa Like, Komen dan kalau kalian mau Vote yaaa...


Author akan selalu UP kalau kalian semua mendukung Author dengan sepenuh hati...


Sambil menunggu Author UP. Author mau kasih novel recommended banget dan kalian wajib untuk baca.


Pena : Pengembara Elite


Judul : Between Guns & Roses


Pena : Kenziki Kyozaki


Judul : Legenda Dewa Surgawi


Pena : Azmi1401


Judul : My husband is a Devil


Pena : Humairah Bidadari Surga


Judul : Kesucian syahadat


Pena: Din Din


Judul: Kan Ku Kejar Cintamu


Pena : Aryanti


Judul : Mawar Berdebu


Happy reading guys...


jangan lupa Like juga yaaaaaaa

__ADS_1


AKU PADAMU SEMUANYA 😘😘😘


__ADS_2