Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 29


__ADS_3

Dengan hati yang kesal Krisna melangkahkan kakinya ke kamar Gibran.


“Kenapa lo?” tanya Gibran yang heran saat sahabatnya masuk dan langsung duduk di sofa kamarnya.


“Capek gue, numpang tidur,” ucapnya langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. Gibran menggelengkan kepalanya, dia keluar kamar dengan niat mengambilkan air untuk sahabatnya. Langkahnya terhenti ketika mendengan suara lelaki yang sedang sedang tertawa, dan dia pun mengintip dibalik dinding siapa yang datang.


...'Emmm ... pantes lo bete, bro.' bisiknya....


Waktu menunjukan pukul 19.30, Reza pun pamit pada Aulia karena sudah larut.


“Bokap, nyokap, lo mana?” tanya Reza.


“Kagak ada, lagi keluar. Adanya abang gue, mau gue panggilin?”


“Ga usah deh. Takutnya dia lagi ngobrol sama bang Krisna. Gue pulang dulu ya!” sambil tersenyum Reza melambaikan tangannya dan melajukan motor sportnya.


Sejak tadi pikiran dan hati Aulia hanya tertuju pada pria yang berada di kamar abangnya. Dengan cepat dia melangkahkan kakinya menuju sana.


“Loh! Abang mau kemana?” tanya Aulia yang kaget melihat Gibran sudah rapih dan wangi keluar dari kamarnya.


“Intan minta anter abang.”


“Terus, bang Krisna gimana dong?”


“Lihat aja sendiri, dia datang ke sini cuma numpang tidur doang. Abang pergi ya!” sambil mengacak-acak rambutnya Gibran melangkahkan kakinya. Tapi, tiba-tiba langkah itu terhenti. Gibran kembali menoleh ke arah adiknya seraya berkata, “De, jangan macem-macem ya!” candanya.


“Apasih? Rese banget jadi orang,” Aulia menghampiri Girbran dan memukul lengannya.


“Ampun-Ampun. Ya udah sana samperin dia. Goodluck ya, sayang!” ejeknya sambil melangkah cepat agar Aulia tidak bisa melangkah mengejar dirinya.


“Dasar! Abang Rese!” teriaknya kesal.


Perlahan Aulia membuka pintu kamar Gibran, dia langkahkan kakinya hati-hati agar Krisna tidak menyadari kedatangan dirinya. Sampai di sofa, dia menatap wajah polos Krisna yang sedang terlelap tidur. Bibirnya pun melebar, tersenyum saat melihatnya.


Aulia mengambil selimut, dan tubuhnya yang sedikit membungkuk perlahan menyelimuti tubuh pria yang sangat disukainya itu. Merasa ada benda yang mengenai tubuhnya, Krisna pun membuka matanya. Keduanya kaget saling bertatapan, Aulia dengan cepat menegakkan tubuhnya. Krisna langsung menarik tangan Aulia hingga tubuh mungil itu jatuh diatas tubuh Krisna.


Keduanya saling menatap, wajah Aulia seketika memerah karena malu. Dia berusaha ingin bangun dari tubuh Krisna tapi semua itu gagal, saat Krisan melingkarkan lengannya di pinggang kecil Aulia.


“Bang!!” tegur Aulia sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Krisna.

__ADS_1


“Sebentar saja, biarkan aku menatap wajahmu dekat seperti ini,” ucap Krisna. Anehnya Aulia pun menuruti apa yang dikatakan olehnya.


Mata yang tak lepas memandang wajah cantik Aulia, membuat wanita cantik ini tersipu malu.


“Bang, udah 'kan?” tanyanya. Krisnya hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.


“... aku berat, apa kamu tidak merasakan sesak?” tanyanya lagi. Dan jawaban pun tetap sama. Dia hanya tersenyum menggelengkan kepalanya. Aulia memalingkan wajahnya, karena jujur dia tidak tahan dengan tatapan mata krisna padanya.


“Hay ... kamu lucu,” ucap Krisna sambil mencubit kecil pipinya. Aulia menatapi sinis sambil berkata, “Sakit Abang!!” tubuh munggil itu pun bangun karena Krisna yang sudah tidak lagi memeluk tubuhnya. Krisna pun bangun dari tidurnya.


Keduanya duduk bersebelahan. Krisna masih tetap memandang wajah cantik Aulia, sedangkan dia hanya diam salah tingkah, menundukkan kepalanya sambil memainkan jari jemarinya.


“De!!” panggil Krisna. Aulia hanya menjawab dengan anggukan. Krisna menarik tangan dan wajah Aulia agar menghadap pada dirinya.


“... De!!” panggilnya lagi.


“Iya, ada apa?” jawabnya pelan.


“Ada hubungan apa kamu sama Reza?” tanyanya.


“Emmm ... aku sama dia hanya berteman kok.”


“Maksud Abang apa?” tanyanya binggung.


“Itu loh, yang ga peka.” mendengar itu Aulia tidak tahan untuk menaham ketawanya. Akhirnya ketawanya pun pecah membuat Krisna semakin kebinggungan.


“... kok malah ketawa sih, De?”


“Abang, sebenarnya aku yang masih polos atau abang yg masih polos sih? Masih aja nanya cowok itu siapa? Hahaha ... ya cowok itu abanglah.” dia terus tertawa dan tidak menyadari apa yang dia katakan. Sedangkan Krisna yang kaget masih terdiam kaku mendengar jawaban dari Aulia.


...'Bodohnya gue, tidak pernah menyadari perasaan kamu, de. Mulai hari ini, tidak ada seorang pun yang bisa dekeketin lo, gumamnya.'...


Tawa Aulia terhenti saat dia menyadari perkataan yang barusan dia katakan. Aulia menarik tangannya dari genggaman Krisana, berdiri dan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Tapi, dengan cepar Krisna memeluk tubuhnya dari belakang.


“Maafkan Abang, De! Abang ga peka sama perasaan kamu. Abang terlalu takut mengakui perasaan abang. Abang takut kamu akan menjauh dan tidak mau lagi menganggap abang adalah kakak kamu. Tapi, sekarang abang rela tidak diakui sebagai kakak. Yang sekarang abang inginkan adalah memilikimu seutuhnya.” Tidak terasa Aulia meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka kalau Krisna bisa berkata seperti itu padanya.


...'Tuhan, apa aku sedang bermimpi?' pertanyaan itu sejak tadi menghantui pikirannya....


Krisna membalikkan tubuh Aulia hingga berhadapan dengan dirinya. Dia tersenyum, sambil mengusap lembut air mata yang ada di wajah Aulia.

__ADS_1


“Maafkan aku!” ucapnya lagi sambil tersenyum. Melihat senyuman manis Krisna membuat jantung Aulia semakin berdebar. Dia menunduk dan mengangguk kecil.


“De, mulai hari ini, kamu milik abang. Tidak ada yang boleh memilikimu selain abang. Siapapun itu!” Aulia mengangkat wajahnya, menatap Krisna dengan wajah yang kaget.


“Maksud Abang?” Krisna tersenyum dan langsung mencium keningnya.


“I love you.” Aulia tersenyum malu, seketika dia memeluk tubuh Krisna karena merasa sangat senang. Akhirnya, perasaan yang selama ini dia pendam terbalas sudah. Waktu yang telah lama terlewati dengan suatu ketidakpastian akhirnya, pasti sudah. Ada rasa menyesal dari keduanya saat saling memendam perasaan mereka. Tapi, seperti ini terasa lebih menyentuh.


“Love you too, Bang!” ucapnya dalam pelukan lelaki yang kini sudah menjadi kekasihnya.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Terimaksih masih setia menunggu novel ini UP. Dukungan kalian sangat berarti untuk Author. Minta jempol dan komen kalian kritik dan sarannya juga sangat ditunggu ya!!...


Love you All❤️❤️


...----------------...


Puisi by : Abang Ari


...Bila aku tak bisa menjadi pena untuk menulis kebahagiaan pada masa depanmu, maka setidaknya izinkan aku menjadi penghapus untuk mengusap kesedihan di hatimu....


...Mungkinkah ini sebuah cobaan....


...Dimana kala hatiku mendamba akan hadirmu disisiku, sedangkan dirimu tak mungkin ada dalam genggaman ku....


...Kau buatku terombang-ambing dalam rajutan asmara yg perlahan terjalin di antara kita....


...Menepikan segala rasa yang pernah bertahta dalam jiwa. Hadirmu menyapu piluku, namun hadirmu juga menjadikanku terpuruk dalam imajiku. Bermimpi memilikimu, meski nyatanya itu hanya akan berakhir semu....

__ADS_1


__ADS_2