
S2 Bab 96
Selesai menyantap makanan, Ana dan Alaric langsung bergesas ke rumah sakit. Sebelumnya Alaric membuat janji dulu sama dokter yang dari awal memeriksa Ana. Selama perjalanan Alaric terus mencium tangan Ana. Entah harus bagaimana lagi dia menggambarkan kebahagiaannya saat ini. Ana pun terus mengusap perut ratanya dan masih belum percaya kalau di dalam perutnya kini ada nyawa yang tumbuh.
Sampai di rumah sakit, Keduanya harus menunggu antrian terlebih dahulu. Alaric merangkul pinggang Ana dan memegangi perutnya.
“Kamu pusing enggak, Yank?” tanya Alaric, karena yang dia lihat dari sepupunya kalau Aulia terus menerus pusing dan mual.
“Enggak sama sekali, Sayang. Tapi aku terus menerus laper,” jawabnya sambil tersenyum.
“Pantes aja kamu akhir-akhir ini makannya banyak banget. Hai baby, kamu laper terus ya, Nak?” ucap Alaric sambil mengusap perut rata istrinya.
Orang-orang yang berada di sana tersenyum melihat keduanya. Ana dan Alaric tampak sangat bahagia dan tidak menyadari kalau keduanya menjadi pusat perhatian. Untuk para kaum hawa pasti merasa sangat iri dengan sikap manis Alaric pada Ana.
Akhirnya nama keduanya dipanggil. Alaric membantu Ana berdiri dan menuntunnya masuk ke dalam ruangan.
“Selamat siang Bu Ana dan Pak Alaric,” sapa dokter sambil tersenyum.
“Siang, Dok.”
“Bagaimana perasaannya, Bu? Saya ikut senang mendengar dari suster kalau akhirnua Ibu Ana sekarang positif.”
“Luar biasa bahagia, Dok. Sampai sekarang juga saya masih belum bisa percaya.”
“Ya udah, bagaimana kalau kita lihat bagaimana kondisi bayinya sekarang.” Ana mengangguk dan berjalan ke arah kasur untuk di periksa.
__ADS_1
Jantungnya berdebar, ini adalah pertama kalinya dia melihat buah hatinya. Alari juga bersiap untuk merekam momen yang sangat berharga ini. Jel biru mulai dioleskan di atas perut Ana. Dia menggenggam erat tangan suaminya sambil melihat layar lebar yang berada di atas.
Dokter perlahan menempelkan alat USG di perut Ana dan akhirnya gambar pun mulai terlihat. Tapi ada keanehan di dalamnya, dokter pun terus menerus memutar layarnya.
“Dok, ada apa?” tanya Alaric cemas.
“Dilihat dari kantungnya, Ibu Ana mengandung anak kembar tiga, tapi disini belum bisa dipastikan kalau tiga-tiganya terisi.” Ana dan Alaric sangat kaget mendengar itu.
“Maksud dokter, istri saya hanya memiliki kantungnya saja?” Alaric dan Ana mulai merasa sangat cemas.
“Emmm ... tapi di sini bapa bisa lihat kalau dua kantung sudah ada titik kecil yang artinya itu adalah bakal janin. Sedangkan yang satu lagi masih kosong. Ini biasa di sebut *v**anishing twin syndrome* adalah kondisi ketika salah satu janin kembar menghilang dalam kandungan.”
“Tapi apa ini membahayakan?” tanya Alaric semakin cemas.
“Tentu saja tidak, Pak. Kita lihat sebulan ke depan ya, bagaimana perkembangan kedua janin ini. Dan selamat ya Bu Ana, anda mengandung anak kembar.” Ana dan Alaric tidak menyangka kalau mereka akan langsung dikasih bonus oleh Tuhan. Tapi walaupun begitu, mereka masih merasakan cemas dengan satu kantong yang kosong itu akan mempengaruhi dua janin lainnya.
“Pak Alaric tenang saja, ini tidak akan mempengaruhi janin yang lainnya. Saya akan terus pantau perkembangan keduanya. Kita lihat bulan depan ya, Pak.” mendengar itu keduanya merasa sangat tenang.
Sesudah memeriksakan kandungan, Alaric terlebih dahulu menebus aneka macam vitamin untuk istrinya. Selagi menunggu Alaric, Ana membeli beberapa makanan di kantin, karena dia merasa sangat lapar.
“Pantes mami laper terus, kalian ternyata berebutan ya,” ucap Ana sambil mengusap perutnya.
Ana pun memesan beberapa cemilan dan roti untuk mengganjal perutnya yang terus menerus berbunyi. Alaric baru beres menebus obat langsung menghampiri Ana yang sedang asik menikmati makanannya. Dia melihat istrinya langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“Sayang, kamu laper ya?” tanya Alaric dan langsung duduk di sebelahnya.
__ADS_1
Ana mengangguk manja,“Aku laper banget sayang. Mereka benar-benar kelaparan,” ucap Ana. Alaric tersenyum langsung mencium keningnya.
“Hai anak-anak papi, jangan rebutan ya! Mami bakal makan makanan yang banyak,” ucap Alaric sambil mencium perut istrinya. Ana melihat sekitar merasa malu dengan kelakuan suaminya. Tapi itu membuat dia tersenyum bahagia. Selesai makan aneka cemilan, keduanya pun kembali ke rumah bunda, karena di sana semua keluarga sudah berkumpul menunggu kedatangan keduanya.
Kabar kehamilan Ana membuat semua merasa sangat bahagia, terlebih sekarang dia sedang mengandung anak yang kembar. Suatu kembangaan buat Ana dan Rendra akan mendapatkan cucu yang kembar, karena dalam keluarga mereka tidak ada yang mempunyai anak kembar.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jangan lupa
👍Like
💬Komen
🌺Vote
__ADS_1
Happy Reading ❤️❤️❤️