
Hari-hari Kalila kini menjadi tidak damai semenjak adanya Akbar yang mengajar di sekolahnya. Sudah dua hari Kalila memilih tidak masuk sekolah. Ana berulang kali menanyakan pada Kama apa yang terjadi, tapi Kama sendiri tidak mengetahuinya. Bukan hanya Ana saja yang merasa khawatir, Akbar pun sama. Setiap hari dia pasti menyempatkan melihat kelas Kalila pada saat jam pelajaran, tapi dia sama sekali tidak melihatnya.
“Lo kemana aja sih Lila? Sakit? Pokoknya pulang sekolah aku sama Andri mau ke rumah Lo. Jahat Lo bikin gue sama Andri kangen,” ucap Hesti pada saat jam istirahat. Akbar yang duduk di bekalang Hesti mendengar percakapan mereka.
“Gue enggak enak badan. Ya sudah kalau mau main ke sini. Nanti gue suruh Bibi masak yang banyak buat lo.”
“Asiiik ... oke deal! Gue pulang sekolah langsung ke sana.” Hesti pun menutup ponselnya.
Akbar langsung beranjak dari duduknya dan menuju ruang guru. Dia masuk melihat data siswa, kebetulan Akbar sementara mengantikan posisi wali kelas di kelas Kalila. Tapi, kekecewaan dia dapatkan, karena Kalila tidak menyimpan nomor ponselnya di sana. Bel pulang pun berbunyi dan Akbar pun segera merapihkan bukunya untuk mengisi kelasnya.
“Selamat siang semua,” sapa Akbar. Semua siswa menjawabnya dengan histeris, terutama para siswi. Akbar tersenyum dan matanya langsung menatap ke arah meja Kalila.
“Apakah ada yang tidak masuk?” tanyanya yang pura-pura tidak mengetahui.
“Kalila, Pak! Sudah dua hari dia tidak masuk sekolah,” jelas Hesti teman sebangkunya. Ini adalah kesempatan Akbar untuk mengetahui nomor ponsel Kalila. Dia menjelaskan kalau mulai saat ini dirinya akan mengantikan wali kelas sementara selama wali kelas yang asli cuti melahirkan. Lagi-lagi semua bersorak kegirangan mendengar itu.
__ADS_1
Akbar pun meminta pada Hesti nomor ponsel Kalila. Hesti yang tidak mengetahui masalah keduanya langsung memberikan nomor ponsel itu. Akhirnya yang selama ini dicari, dia temukan. Akbar langsung menyimpan nomornya dan melanjutkan pelajaran ekonomi. Semua siswa siswi hening saat Akbar memulai kelasnya. Bukannya memperhatikan pelajaran yang diterangkan oleh akbar, kebanyakan dari para siswi malah menikmati wajah tampan Akbar saat menerangkan.
Tidak bisa dipungkiri, kalau ketampanan wajah Akbar membuat semua orang terpukau. Bukan hanya para siswi sekolah saja, bahkan para guru magang seperti dirinya, sangat menyukai dia. Selain tampan, Akbar juga sangat ramah dan lemah lembut. Dia tidak pernah marah dan selalu tersenyum pada semua orang. Inilah kenapa Akbar sangat disukai oleh setiap siswi sekolah.
Tidak terasa bel pulang berbunyi. Seperti biasa Akbar akan memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah. Setelah semua beres, Akbar segera keluar dari kelas, karena dia tidak ingin kehilangan jejak Hesti yang akan pergi ke rumah Kalila. Ya ... hari ini memang Akbar berencana mengikuti Hesti, walau sebenarnya dia sudab mengetahui alamat Kalila, tapi Akbar tidak tahu jelas itu di mana.
Dengan langkah yang sedikit cepat, Akbar menuju ruang guru dan merapihkan bukunya.
“Pak Akbar, mau kemana? kelihatannya buru-buru sekali,” Sapa Gendis yang baru saja menghampiri.
“Eh ... Bu Gendis. Iya Bu, saya buru-buru ada acara keluarga.”
“Aduh, maaf Bu Gendis! Mungkin lain kali pasti saya ikut,” ucap Akbar sambil tersenyum dan itu membuat hati Gendis sangat berdebar.
“Oke deh kalau gitu. Janji ya Pak.” Akbar tersenyum mengangguk. Dia pun pamit dan langsung bergegas ke parkiran untuk mengendarai motor bebeknya.
__ADS_1
Akbar menarik napas panjang, karena di parkiran dia melihat Hesti dan seorang lelaki yang baru saja ingin melajukan motornya. Dia pun bergegas agar tidak tertinggal oleh kedua muridnya. Hesti tidak mengetahui kalau Akbar sejak tadi mengikuti dirinya dari belakang. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka sampai di depan rumah Kalila. Akbar hanya melihat dari sebrang saat Hesti masuk ke dalam halaman rumah Kalila.
Hati Akbar kembali ciut saat melihat kediaman Kalila. Dia tidak tahu kalau Kalila lahir dari keluarga yang sangat berada. Setelah mengetahui rumah Kalila, Akbar pun kembali melajukan motornya.
‘Akbar, lo harus sadar diri!’ ucapnya pada diri sendiri.
~Bersambung~
Readers yang Setiaaa...
Follow IG author yuk @ PenulisMicin
FB @Septriani Wulandari
Biar kalian bisa mengikuti karya-karya Author yang lainnya.
__ADS_1
Terima kasih semua
Aku padamu 🥰🥰🥰😘