Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 13


__ADS_3

“Abang! Satria!” ucap Ana kaget yang baru saja keluar dari bakery.


Sebelumnya Alaric turun dari mobil dan menghampiri Satria yang sedang asik memainkan ponselnya sambil duduk di atas motornya. Keduanya saling tegur sapa dan setelah itu keduanya hanya diam sambil melihat ke arah pintu tempat Ana Keluar.


“Kalian berdua ngapain di sini?” tanyanya yang masih terlihat sangat kaget.


“Jempit kamu!” jawab keduanya secara bersamaan. Keduanya saling memandang dan tersenyum sinis. Mereka menyadari tentang perasaan mereka masing-masing pada Ana, dan keduanya berharap Ana dapat memilih salah satu dari keduanya.


Pasti Ana bakal milih gue! Batin Alaric yang terlihat sombong.


“Ayo, Ana!” Satria menarik tangan kanan Ana, dan dengan cepat Alaric memegang tangan kirinya. Kedua lelaki ini saling memandang sinis, membuat Ana merasa sangat takut.


“Bro, lepasin! Ini udah malam dan kita mau pulang,” ucap Satria dan terus menatap Alaric.


“Lo yang lepasin lah, Ana aja belum memilih mau pulang sama siapa, lo udah maen tarik tangan dia duluan,” timpalnya.


“Stop!” ucapnya sambil menarik kedua tangannya.


“... aku pulang sendiri aja, lagipula kostan aku kan ga terlalu jauh, oke!! Malam semuanya.” Ana langsung melangkah pergi meninggalkan kedua pria yang menjemputnya. Ada rasa bersalah Ana pada Alaric karena ini pertama kalinya Ana seperti ini padanya.


Satria pun naik di atas motornya dan melaju meninggalkan Alaric yang masih terdiam berdiri di depan bakery.


Kenapa gue seperti ini? Apa yang gue lakukan tadi? Alaric merasa heran dengan yang dilakukannya tadi. Ini pertama kalinya Alaric merasa hatinya panas bergejolak dan ingin rasanya marah. Dia pun segera masuk ke dalam mobilnya dan dengan cepat mengikuti mobil yang dinaiki oleh Ana.


Alaric mengurangi kecepatannya saat sudah berhasil menyusul angkutan umum yang membawa Ana. Dia melihat sekitar mencari keberadaan Satria, karena dia pikir satria juga akan mengikutinya. Tapi ternyata tidak ada dan itu membuat perasaannya merasa lega.


Saat Ana turun, Alaric memarkirkan mobilnya, dan dengan pelan mengikuti langkah Ana dari belakang. Ana tidak menyadari sejak tadi kalau Alaric mengikutinya. Tatapannya terus menatap ponsel, dia ingin sekali menghubungi Alaric karena rasa bersalahnya tadi. Ana juga merasakan dadanya yang sesak saat meninggalkan Alaric. Keduanya masih belum menyadari perasaan yang sudah tumbuh sejak mereka bertemu.


“Ana!” panggil Alaric saat Ana sudah sampai di depan pagar Kostan. Ana kaget dan langsung membalikkan badannya menghadap Alaric.


“Abang? Kok abang di sini?”


“Mau memastikan kalau kamu pulang dengan selamat.”


“Ma ... Makasih ya, Bang. Maaf tadi ....”


“Udah ga apa-apa, ga usah dipikirkan. Aku merasa tenang sekarang kamu pulang dengan selamat. Kalau gitu aku pulang dulu ya! Langsung istirahat, oke!” ucap Alaric sambil mengusap lembut kepalanya. Sambil tersenyum Alaric berjalan mundur dan melambaikan tangannya. Ana sejak tadi speechless dengan apa yang di lakukan Alaric padanya. Dia membalas melambaikan tangan sampai Alaric benar-benar sudah membalikkan badannya.


Ana segera masuk ke dalam kamar kostnya. Dia melempar tubuhnya ke atas tempat tidur, dan berteriak di bawah bantalnya. Jantungnya berdetak dengan kencang.


“Apa yang bang Al lakukan tadi? Apa artinya semua itu?” ucapnya tersenyum sambil duduk memeluk bantalnya.


Sama halnya dengan Alaric, dia selama perjalanan terus tersenyum sambil menggerakkan jari jemarinya mengikuti irama lagu yang diputarnya. Hari ini dia tampak senang walau tadi ada sedikit kejadian yang membuat hatinya emosi.


**♥️♥️**

__ADS_1


Selepas makan malam, Salsa dan kekasihnya berjalan-jalan sebentar di taman dekat komplek rumahnya. Keduanya berjalan sambil memegang tangan. Salsa menyenderkan kepalanya di bahu Fauzi.


“Yank!”


“Emmm ....” jawab Salsa.


“Duduk di sana bentar yuk!” Salsa hanya mengangguk. Keduanya pun berjalan menuju bangku yang kiri kanannya dihiasi lampu warna warni.


“Sayang, aku boleh tanya sesuatu?” tanya Fauzi menatap tajam matanya dan menggenggam tangan Salsa. Salsa merasa heran dan mengangguk ragu menjawab pertanyaan Fauzi.


“Kamu Serius sama hubungan kita?”


“Tentu saja, emangnya kenapa?” tanya Salsa heran


“Aku ingin memiliki kamu seutuhnya.” Salsa kaget dan menarik tangannya dari genggaman Fauzi. Dia menggeser duduknya sedikit menjauh dari Fauzi, dan mengubah posisi duduknya menghadap ke depan.


“Kamu kenapa? Sa, kenapa?” Fauzi menarik bahu Salsa agar menghadap padanya.


“... Salsa jawab pertanyaan aku, kamu kenapa? Apa kamu belum siap?”


“Ini terlalu mendadak buat aku, Zi.”


“Sekarang aku tanya, bagaimana hubungan kita di mata kamu? Apa kita seperti anak bocah yang hanya memikirkan pacaran?”


“Maksud aku bukan seperti itu, Zi. Tapi aku belum pernah memikirkan untuk menikah diusia muda.”


“Yank, kamu kenapa?” Fauzi mengangkat wajahnya dan langsung menarik tubuh Salsa masuk dalam pelukannya.


“... maafkan aku sayang, maaf! Aku ga pernah bermaksud memaksa kamu. Kalau kamu masih ingin kita seperti ini terus oke, aku bakalan nurutin apapun keinginan kamu. So, jangan pernah mengeluarkan air mata kamu lagi, oke!”


“Zi, aku sayang kamu dan aku takut kehilangan kamu. Aku juga ingin sekali memiliki kamu seutuhnya, tapi aku belum siap dengan sebuah komitmen.”


“Aku ngerti, sayang. Maaf kalau buat kamu sedih seperti ini. Ya udah kita pulang yuk!” Fauzi menarik tangan Salsa. Langkahnya terhenti saat Salsa menggenggam tangan fauzi erat dan menghentikan langkahnya. Fauzi pun membalikkan badannya.


“Ada ap ....” belum beres dia bicara, Salsa langsung mengecup bibirnya, dan segera berlari meninggalkan Fauzi yang langsung mematung karena kaget dengan yang dilakukan kekasihnya. Fauzi tersenyum sambil menyentuh bibirnya. Masih sangat terasa bibir lembut Salsa yang menyentuh bibinya. Dia pun bergegas menyusul kekasihnya yang sudah jauh meninggalkan dirinya.


Salsa sudah menunggu di pinggir mobil sambil menyenderkan tubuhnya. Fauzi langsung tersenyum nakal dan menghampirinya.


“Kamu ya, udah mulai nakal,” ucapnya sambil mencubit hidung Salsa.


“Sakit.”


“Cih ... manja banget. Ya udah masuk, udah malem. Ga enak sama bunda.” Salsa mengangguk.


Selama perjalanan Fauzi terus menggenggam tangan Salsa sambil sesekali mencium tangannya.

__ADS_1


Saat mereka tiba, Fauzi menahan Salsa saat ingin turun dari mobil.


“Yank, kamu harus tanggung jawab,” ucap Fauzi yang membuat Salsa kebingungan.


“Maksudnya?” Fauzi tersenyum, dia menari tangan Salsa hingga tidak da jarak lagi bagi keduanya


“Kamu yang memulai ya sayang.” Fauzi mengecup lembut bibir Salsa. Awalnya Salsa hanya diam, karena ini adalah pertama kali baginya. Fauzi semakin dalam menciumnya hingga Salsa pun mengikuti permainan dari kekasihnya.


“Sudah berapa kali?” ucap salsa membuat Fauzi heran dibuatnya.


“Maksud kamu apa, yank?”


“Berapa kali kamu seperti ini? Sama berapa wanita?” tanyanya ketus. Fauzi tertawa dan mencubit pipi Salsa karena gemas dengan wajahnya yang cemberut.


“Ini pertama kalinya, dan kamu adalah wanita pertama yang abang cium, sayang.”


“Tapi, kenapa tadi ....” Salsa terdiam, dia binggung bagaimana cara menjelaskannya.


“Tadi? Tadi apa, beb?”


“Ga jadi.” Salsa turun dari mobil, dan Fauzi bergegas mengikutinya.


“Hey, tunggu! Tadi apa maksud kamu?”


“Ga jadi, sayang. Lupakan!” Fauzi menarik tubuh Salsa hingga dia memeluk tubuhnya.


“Serius sayang, ini pertama kalinya. Aku tahu kamu mau bilang apa?” Fauzi mendekatkan wajahnya dan berbisik pada Salsa, “Aku tahu karena aku banyak lihat di film, sayang.” Seketika Salsa mendorong tubuh Fauzi dan langsung masuk ke dalam rumah. Dia merasa mau Fauzi bisa tahu apa yang ingin ditanyakan olehnya. Fauzi tertawa puas melihat kelakuan kekasihnya.


Fauzi mengambil ponselnya yang ada di saku dan mengirimi pesan singkat padanya.


Fauzi : “Sayang, aku pulang ya. Terimakasih untuk hari ini. I Love You ♥️.”


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya yaa.. Ayo dong yang banyak Votenya, aku bakal kasih bonus beberapa bab hari ini asal vote yang banyak hehehe...

__ADS_1


Terimakasih semuanya


aku padamu ♥️


__ADS_2