
Sudah satu bulan berlalu semenjak di tinggal ayahnya, Riana masih saja larut dalam kesedihannya. Rendra pun berusaha selalu menghiburnya, tapi hasilnya nihil. Riana lebih banyak berdiam diri di dalam kamar atau hanya sekedar main dengan Salsa.
Rendra binggung apa yang harus dia lakukan, merayunya bahkan mengajaknya jalan-jalan pun sudah di lakukannya, tapi tetap saja Riana selalu bersedih terutama di malam hari, disaat anaknya sudah tertidur. Rendra menyadari setiap malam dia menangis sambil menatap foto ayahnya.
Minggu pagi Riana sibuk membuat sarapan untuk suaminya. Karena Salsa sejak kemarin di jemput oleh Sonia untuk menginap di rumah orang tuanya, jadi Riana pagi itu hanya memasak untuknya dan Rendra saja. Rendra yang baru saja bangun dari tidurnya langsung menghampiri istrinya di dapur dan memeluk tubuhnya dari belakang.
“Pagi, sayang,” ucap Rendra sambil mencium wangi tubuh istrinya.
“Pagi, Mas. Ayo sarapan! Aku sudah masakin makanan kesukaan, Mas Rendra.” Riana membawa dua piring makanan yang sudah dimasaknya ke atas meja, sedangkan Rendra masih memeluk tubuhnya dan mengikuti langkahnya.
“Mas, lepas donk, makan dulu!” Rendra membalikkan bada istrinya, menatap wajahnya dan mencium lembut bibirnya. Jujur, Rendra sangat menginginkan Riana, karena semenjak pertama kali dia melakukannya, dia tidak pernah melakukannya lagi. Rendra memaklumi istrinya yang masih dalam keadaan duka. Tapi, ini sudah satu bulan lamanya dan Rendra sudah tidak kuat menahannya.
“Mas ....” panggil Riana melepaskan ciumannya.
“Kamu masih belum siap ya sayang?” wajah Rendra tampak sedih dan memelas.
“Bukan gitu Mas, tapi aku baru kedatangan tamu tadi malam dan lagi pula ini 'kan meja makan Mas, waktunya sarapan,” Ucapnya tersenyum tanpa dosa.
__ADS_1
Rendra menarik nafas dalam dan duduk di bangku meja makan. Riana tersenyum kecil, dia tau kalau Rendra sekarang sedang kesal, karena sangat terlihat dari wajahnya. Riana mengalaskan makan untuk suaminya dan mereka pun menikmati makan bersama.
Setalah makan keduanya duduk di ruang tv, untuk mencari hiburan. Entah berapa channel yang sudah di pindah oleh Rendra, tapi tidak satupun ada yang dia tonton. Riana yang melihatnya pusing dan mengambil remote yang ada di tangan suaminya. Dia pun memencet tombol off untuk mematikan tv-nya.
“Kok, di matiin sih sayang? Aku lagi cari acara yang bagus,” Rendra berusaha mengambil remote yang ada di tangan istrinya, tapi tetap tidak berhasil.
“Aku pusing Mas, sejak tadi Mas memindahkan channel, tapi tidak ada satupun yang Mas pilih,” Rendra tidur di pangkuan istrinya dan memeluk badannya. Dia menenggelamkan wajahnya di perut Riana. Riana tersenyum dan membelai lembut rambutnya.
“Mas, kita kencan yu! Semenjak kita menikah, kita belum pernah benar-benar kencan seperti pasangan yang lainnya.” Rendra langsung bangun tersenyum, dia langsung setuju dengan rencana istrinya. Bagaimana tidak? Selama ini dia berusaha mengajak istrinya kencan tapi, selalu saja di tolaknya.
Akhirnya mereka bersiap dan memutuskan untuk pergi kencan. Mereka memilih pergi ke Jakarta Aquarium. Sebenarnya itu keinginan Riana, karena sejak dulu dan Rendra pun menyetujuinya walaupun dia kurang menyukai tempat yang terlalu ramai, tapi demi istrinya tercinta dia pun setuju.
Jujur dia sangat menyukai bawah dasar laut. Dengan wajah yang tampak bahagia, Riana melepaskan tangannya berlari mendekati aquarium raksasa yang ada di depannya. Rendra tertawa kecil melihat istrinya yang seperti anak kecil. Dia pun mempercepat langkahnya merangkul pinggang kecilnya.
Mereka pun mengelilingi tempat tersebut. Selama berjalan Rendra hanya menjadi pendengar setia dikala Riana menceritakan masa-masa awal mulanya dirinya menyukai ikan dan juga menjadi juru kamera untuk istrinya.
“Sayang, laper ga? Nyari makan yu! Aku lapar,” Riana pun tersenyum mengangguk. Rendra menggengam tangannya dan berjalan untuk mencari makanan.
__ADS_1
Selama berjalan, keduanya tertawa lepas saat Rendra menceritakan cerita yang lucu, sesekali dia mencium pundak kepala istrinya. Keduanya tampak terlihat sepasang manusia yang sedang di mabuk cinta.
Rendra merasa bahagia akhirnya bisa melihat istrinya tertawa. Sampai di tempat makanan, seperti biasa Riana memesan makanan dan Rendra pun mencari tempat untuk keduanya duduk. Dan mereka pun menikmati makanan bersama.
.
.
.
.
~Bersambung~
Maaf telat up, semoga kalian mengerti ya...
Jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya yaa...
__ADS_1
Terimakasih 😘😘😘