Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
Bab 38


__ADS_3

Desi menangis di dalam kamarnya. Dia mengutuk dirinya sendiri dengan sikapnya selama ini.


Ayah, kenapa ayah pergi secepat itu? Kakak sudah mengumpulkan banyak uang buat ayah, Buat kehidupan kita yang layak. ayah, maafin Kakak, maafin Kakak, Yah!


Hatinya benar-benar sangat sakit mendengar kematian ayahnya. Selama hampir tiga tahun ini, Desi banting tulang mencari uang dari kerjaan satu ke kerjaan yang lainnya. Dia ingin membuat kehidupan keluarganya berubah. Dia tidak mau dipandang rendah lagi oleh orang-orang. Tapi, nyatanya apa yang dia usahakan selama ini sia-sia. Uang yang sudah dia kumpulkan sudah tidak ada gunanya.


Desi menangis tersedu-sedu sambil beberapa kali membenturkan kepalanya ke dinding seraya menyesali perbuatan yang telah terlanjur dilakukan. Hari ini kesedihan dan kebahagiaan datang bersamaan. Disaat hatinya sungguh sangat bahagia melihat pria yang selama ini dia rindukan dan juga mendengar berita meninggalnya ayahnya.


Aku harus bagaimana? Desi berteriak di bawah bantalnya. Dia binggung harus berbuat apa.


Bulan perlahan naik ke atas bumi untuk menyinari dunia. Didit berniat untuk pergi ke kostan Desi. Memang sudah berjodoh menurutnya, dia bertemu dengan Desi di minimarket samping tempatnya menginap. Desi belum menyadari keberadaannya. Didit terus mengikuti langkahnya dari belakang.


Setelah membeli beberapa cemilan dan mie instan yang siap seduh, Desi berjalan keluar minimarket dan duduk di salah satu bangku yang ada di depan toko itu. Didit melihat Desi yang hanya memakan makanan siap saji membuat dia sangat teriris hatinya. Dia pun duduk di depan Desi dan itu berhasil membuat Desi sangat kaget.


Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ....


Dengan cepat Didit mengambil aqua yang ada di meja dan membukakannya. Desi yang merasa tenggorokannya perih langsung meminum air yang disodorkan oleh mantan kekasihnya itu.


“Kalau makan pelan-pelan Chi,” ucapnya dan mendapat delikkan tajam dari Desi.


Cih, Gue kaya gini juga karena Lo, kesalnya.


“Kok makan mie instan sih, ga bagus loh buat perut kamu,”

__ADS_1


Suka-suka Gue donk mau makan apa? Apa urusan Lo sih, lagi-lagi dia menjawab pertanyaan Didit hanya di dalam hatinya.


“Cari makanan di tempat lain yu!” Didit menarik tangan Desi, tapi dia dengan cepat menepis tangannya. Desi mengambil semua belanjaan yang dibelinya dan berjalan kembali ke kostan-nya.


Didit dengan cepat menarik tangan Desi. Dia menggenggam tangannya dengan sangat erat dan berhasil membuat Desi meringis kesakitan. Sampai di parkiran mobilnya, Didit membuka pintunya dan mendorong pelan tubuh Desi masuk ke dalam mobil. Desi diam pasrah. Pergelangan tangannya merah akibat genggaman tangan Didit.


Didit pun melajukan mobilnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Desi terus memegangi pergelangan tangannya, karena masih merasakan sakit. Didit sejak tadi melirik tangannya Desi, ada rasa bersalah dalam hatinya. Dia segera memarkirkan mobilnya di depan apotek yang ada di pinggir jalan. Sebelum pergi Didit mengunci pintu mobilnya agar Desi tidak bisa kabur dari sana.


Dasar, emang Gue buronan apa pake dikunciin segala, kesalnya.


Setelah membeli obat salep untuk luka memar, Didit langsung kembali ke mobil. Dia menarik pelan tangan Desi, awalnya mendapat penolakan dari si empunya tangan, tapi Didit tidak mau menyerah dan kembali mengambil tangannya. Desi pun pada akhirnya pasrah dan hanya diam saat Didit mengoleskan salep ditangannya.


Hati keduanya sangat berdebar. Ada rasa bahagia dalam hati Desi, karena sudah lama dia tidak merasakan perlakuan yang semanis ini. Semenjak ditinggal oleh suaminya, Desi benar-benar sangat menutup hatinya untuk pria manapun. Semua berita yang beredar tentangnya hanya gosip semata. Karena memang Desi tipikal orang yang tidak mudah untuk jatuh cinta.


“Maafin aku ya!” Didit menarik tangan Desi dan mengecupnya dengan lembut. Desi kaget dan dengan spontan menarik tangannya dan menempelkannya di atas dadanya. Didit yang melihatnya tersenyum, dia pun kembali melajukan mobilnya.


Didit memanggil waiters dan memesan makanan kesukaan mantan kekasihnya itu tanpa menanyakan padanya. Semua hal tentang Desi, Didit sangat mengetahuinya kecuali masalah keluarganya, karena memang Desi sangat tertutup dengan masalah itu.


Aneka makanan pun tiba. Desi sangat kaget melihat banyak makanan yang dipesan oleh Didit.


“Dit, Lo ga salah memesan makanan sebanyak ini?”


“Ga kok, aku laper,” ucapnya sambil tersenyum. Dia mengalaskan makanan untuk Desi sebelum mengambil untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Desi hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Pria yang ada di depannya. Sebenarnya hatinya sangat senang biasa bersama dengannya malam ini. Tapi, Desi gengsi untuk mengungkapkan betapa bahagianya dia bertemu lagi dengan mantan kekasihnya itu.


**♥️♥️**


Malam itu, setelah mereka membersihkan badan Rendra mengajak Salsa untuk bermain boneka bersamanya, Sedangkan Riana menyiapkan makan malam untuk mereka. Banyak makanan yang sudah dia siapkan untuk Kakaknya. Tapi hari ini semuanya sia-sia, apa yang dia bayangkan tidak sesuai dengan realita. Riana berharap besok dia bisa bertemu kembali dengan Desi dan bisa membawa dia untuk tinggal bersama dengannya. Pastinya itu semua sudah mendapatkan izin dari suaminya.


Setelah menyiapkan makan malam, Riana memanggil anak dan suaminya yang sedang asik bermain di ruang keluarga. Rendra pun menggendong sang anak menuju meja makan. Setiap makan Rendra selalu menyuapi anaknya, karena Salsa hanya mau di suapi oleh Ayahnya. Hati Riana sangat bahagia melihat kebersamaan keduanya.


Riana memegang pundak lehernya dan memijitnya dengan pelan. Akhir-akhir ini pundaknya terasa berat, mungkin karena beberapa hari ini dia lelah mencari keberadaan Kakaknya. Rendra langsung melirik ke arah istrinya dan dia merasa sangat khawatir.


“Sayang, kamu kenapa?”


“Ga apa-apa Mas, mungkin hanya kecapean. Kalian makan dulu ya, aku mau ke kamar sebentar” Riana memutuskan untuk masuk ke kamar. Rendra terus menatap punggungnya karena merasa khawatir dengan keadaan istrinya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~Bersambung~


Jangan lupa Like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya yaa.....


__ADS_2