
S2 Bab 98
Kehamilan Aulia dan Ana yang bersamaan menjadi kebahagiaan tersendiri untuk keluarga Wicaksono. Bukan hanya keluarga Alaric saja yang merasa kebahagiaan itu, tapi juga keluarga angkat Ana dan juga Ibu Sarah. Walaupun penantian Alaric dan Ana tidak begitu lama, tapi keduanya benar-benar sangat bersyukur, terlebih Tuhan memberikan langsung dua anak untuk mereka.
Hari-hari Ana dihabiskan hanya di rumahnya. Kadang dia ditemani oleh Aulia dan seringnya ditemani oleh ibu mertuanya. Berbeda dengan Krisna yang membebaskan pergerakan istrinya, Alaric melarang penuh Ana untuk keluar rumah kecuali dengan dirinya.
Merasa terkekang? Ya ... pasti, itulah yang Ana rasakan saat ini. Oleh karena itu, Aulia maupun Riana sering berkunjung untuk memberikannya hiburan. Bukan hanya mereka juga, kadang ibu dan adik angkatnya juga datang berkunjung untuk sekedar membawa makanan kesukaan Ana.
“Sumpah gue jenuh,” ucap Ana pada Aulia sambil mengusap perutnya yang sudah mulai besar.
“Sabar,” lanjut Aulia sambil terkekeh.
“Lo, kok ketawa sih? Seneng ya gue tersiksa kaya gini?” Ana memasang wajah yang kesal.
“Banyak kejutan melihat perubahan dari sikap Bang Al. Sejak kecil dia itu pendiam dari kita semua. Dan orang yang terlihat masa bodo dengan keadaan disekitarnya. Tapi, semenjak sama lo, dia berubah total. Gue sampai tidak mengenali abang gue sendiri,” jelas Aulia yang masih tertawa karena tidak percaya.
“Jangankan lo yang udah lama, gue aja yang baru-baru kenal sama abang lo kadang merinding kalau doi bertingkah tidak sesuai dengan biasanya. Tapi, walaupun terkadang nyebelin dengan keposesifannya, gue bangga dan bersyukur mempunyai suami siaga seperti dia. Ya ... walaupun gue harus terkekang hidup seperti Rapunzel.” Aulia yang mendengarnya semakin tertawa, karena Ana menceritakan kisahnya dengan wajah yang memelas sambil terus mengelus perutnya.
“... oia, bagaimana hasil USG kemaren? Jenis kelaminnya sudah terlihat?” tanya Ana. Usia kandungan mereka kini sudah hampir menginjak lima bulan.
“Masih belum. Dia masih malu-malu memperhatikan sama gue. Gue sih apa aja, asal sehat. Sebenarnya berharap banget sih pengen punya anak kembar kaya lo, kayanya seru banget. Lo sendiri kapan USG lagi?”
“Seru sih seru, tapi sumpah gue hamil empat bulan lebih, kaya udah tujuh bulan tahu enggak. Dan pinggang ini rasanya mau copot. Emmm ... rencanyanya minggu depan, sebelum acara tunangan Arez.”
“Oia ... Arez mau pulang ke Indonesia ya. Kapan?”
“Mungkin Lusa. Gue juga enggak tahu pasti. Duh ... gue lapar lagi,” keluh Ana. Aulia yang mendengarnya kaget sambil tertawa, pasalnya keduanya baru satu jam yang lalu menyantap makan siang.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semenjak Ana hamil, Alaric jarang sekali menyentuh dirinya. Itu karena ketakutan Alaric pada kedua buah hatinya. Tapi berbanding terbalik dengan Ana. Entah kenapa akhir-akhir ini dia sangat ingin melakukan hubungan itu dengan suaminya. Berulang kali Ana meminta selalu mendapat penolakan dari Alaric.
Sepulang Aulia, Ana berencana menyiapkan malam yang panas untuk suaminya. Dan dia jamin kali ini Alaric tidak dapat menolak permintaannya. Berhubung Alaric pulang telat, dia dengan bebas menyiapkan segala sesuatunya.
Terlebih dahulu Ana berendam dengan wewangi aneka aroma bunga. Harum dari bunga ini sangat disukai oleh Alaric. Setelah membersihkan dirinya, Ana memilih baju yang super seksi untuk menggoda sang suami. Dia memilih baju transparan berwarna merah kesukaan Alaric. Ana yakin kali ini Alaric tidak bisa menolak dirinya lagi.
Mendengar suara pintu, Ana bisa pastikan kalau Alaric sudah pulang dari kerjanya. Dia pun mengurai rambut panjang dia kemudian mematikan lampu utama dan menyalakan lampu redup dengan dibantu beberapa lilin aroma untuk cahaya. Ana pun tidur dengan merebahkan dirinya dan memasang posisi seksi menurutnya.
Saat Alaric memasuki kamar, seketika dia langsung menjatuhkan tas kerjanya.
“Sayang, kamu ngapain?” pertanyaan yang membuat Ana merasa kesal dengan reaksi sang suami. Tapi, Ana tidak mau menyerah. Dia pun menghampiri Alaric yang sedang menutup pintu kamar.
Ana memeluk tubuh Alaric dari belakang, sambil mencium tubuh suaminya.
Ana tidak memerdulikan ucapan Alaric, karena memang itu yang dia inginkan. Ana terus menggodanya, sehingga Alaric sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Alaric membalikkan badannya dan menarik pinggang istrinya sehingga perut besar Ana menempel pada tubuhnya.
“Jangan salahkan aku kalau malam ini kamu tidak tidur, Yank.” Ana tersenyum. Hatinya sangat senang, akhirnya dia menang melawan ego Alaric yang tidak akan menyentuhnya selama hamil.
Alaric mencium bibir Ana dengan sedikit kasar sambil membawa tubuh istrinya ke kasur. Rencana Ana berhasil membuat suaminya tidak menolak keinginannya malam itu. Malam yang panas sesuai keinginan Ana akhirnya terjadi. Dia benar-benar menikmati setiap gerakan yang diberikan oleh suaminya dan begitupun sebaliknya, Alaric sangat menikmati setiap tubuh dari istrinya.
Setelah melakukan kewajibannya, entah kenapa wajah Alaric tampak bersalah. Dia tidur di paha Ana menghadap ke perutnya sambil sesekali mencium dan mengusapnya.
“Sayang, kamu kenapa?” tanya Ana.
“Apa mereka baik-baik saja di dalam?Aku takut mereka terganggu dengan guncangan dan semburanku,” ucap Alaric dan membuat Ana tertawa puas. Dia tidak menyangka kalau kecemasan suaminya ternyata hanya masalah sepele yang tidak masuk akal.
__ADS_1
“Yank, kok ketawa sih? Emang kamu enggak kasihan sama anak kita?” tanyanya kesal, tapi Ana masih saja tertawa.
“Sayang, kamu kok lucu banget sih. Ya enggak dong, Yank. Mereka punya selaput kali, jadi enggak akan langsung kena mereka. Kamu tuh ada-ada saja. Lagi pula nih, yang aku baca di internet, kalau wanita hamil itu harus sering-sering melakukan ini, biar jalan lahirnya terbuka.” mendengar itu membuat Alaric langsung bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Ana.
“Kamu serius, Yank?” tanyanya dengan wajah yang serius. Ana tersenyum mengangguk.
“Yes ... anak-anak papi, mulai malam ini kita bakal sering bertemu,” ucapnya sambil mencium perut istrinya. Ana tertawa puas, inilah yang membuat Ana benar-benar sangat mencintai suaminya.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Jangan lupa
👍Like
💬Komem
🌺Vote sebanyak-banyaknya....
__ADS_1
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺