Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu
S2 Bab 48


__ADS_3

S2 Bab 48


Pernikahan Salsa berjalan dengan lancar dan hikmat. Beban Riana akhirnya mengurang. Dan kini dia tinggal memikirkan anak sulungnya, yang sampai sekarang seperti orang kehilangan arahnya. Alaric memang lebih menutup dirinya sekarang. Riana sudah meminta Krisna dan Gibran untuk terus menemaninya.


Salsa dan Fauzi rencananya akan langsung mengisi rumah sederhana yang sudah Fauzi persiapkan. Dia membeli rumah dengan hasil kerja kerasnya. Awalnya Riana ingin anaknya tinggal dulu bersamanya, karena walau bagaimanapun juga Riana sudah mengasuh Salsa sejak dirinya masih bayi merah. Dan berat sebenarnya melepas Salsa. Pengertian dari suaminya membuat Riana akhirnya melepaskan anak kesayangannya itu.


Seusai pernikahan, Salsa dan Fauzi langsung berangkat ke Lombok untuk bulan madu. Riana dan keluarganya pun mengantar pengantin baru itu ke bandara.


“Kak, jangan telat makan ya! Jaga kesehatan. Dan ingat sekarang kamu adalah seorang istri. Layani suami kamu sebaik mungkin,” bisik Riana dalam pelukannya bersama Salsa. Salsa hanya mengangguk. Entah kenapa dia merasa sedih dengan perkataan bundanya.


“Fauzi, titip anak ayah y! Jangan lama-lama bulan madunya, karena kerjaan kantor numpuk buat kamu,” canda Rendra sambil menepuk bahunya. Ya ... semenjak Fauzi akan menikah dengan anaknya, Rendra sengaja menaikkan jabatan Fauzi menjadi COO (Chief Operating Officer) jabatan yang bertanggung jawab penuh pada kegiatan operasional perusahaan.


Sedangkan Alaric, Rendra langsung memberikan jabatan CEO pada anaknya. Rendra merasa usianya cukup tua dan ingin rasanya istirahat. Tapi, walaupun semua tugas sudah diberikan pada anak sulungnya, itu tidak berarti Rendra lepas tangan. Dia tetap mengawasi dan memantau semua jalannya perusahaan. Mulai sekarang Rendra ingin menghabiskan waktunya lebih banyak untuk Riana, karena dia sadar selama ini waktunya lebih besar tersita untuk perusahaan peninggalan ayahnya.


“Bang, jangan galau aja ya? Mau kakak bungkusin satu cewek Lombok ga?” canda Salsa pada adiknya.


“Elah ... di Jakarta masih banyak kali Kak, ga usah jauh-jauh ambil dari Lombok,” timpal Alaric dengan sedikit kesal.


“Kali aja kamu pengen yang lebih eksotis, ya ga Bun?” semua tertawa dengan perkataan Salsa.


“Udah sana! Sebentar lagi pesawatnya berangkat. Kalian berdua jaga kesehatan yaaa ....” ucap Riana dan keduanya pamit. Sebelum melangkah pergi, tidak lupa Salsa mencium habis wajah Arez, adik yang paling dia sayangi. Walaupun Arez selalu menolah dicium oleh Kakaknya, tapi Salsa tetap memaksa adik laki-lakinya itu. Di mata Salsa, Arez tetap menjadi anak kecil yang lugu.


“Kak Salsa! Rese!” ucap Arez kesal. Salsa yang habis mencium habis wajah adiknya hanya menjulurkan lidahnya dan berjalan mengikuti langkah suaminya sambil melambaikan tangan.


Selama di dalam pesawat, Fauzi terus menggengam tangan wanita yang kini sudah jadi istrinya. Dia masih tidak percaya, sahabat semasa sekolah sampai sekarang, sudah menjadi pendamping hidupnya. Tatapan Fauzi terus menatap istrinya yang sejak tadi asik melihat film pada layar kecil di depan.


“Ngapain liatin mulu?” tanya Salsa yang sadar bahwa sejak tadi tatapan Fauzi terus menatapnya.


“Masih belum bisa percaya aja, Sayang. Kamu sekarang adalah istriku.” Mendengar itu, Salsa langsung melirik ke arah suaminya dan melemparkan senyumannya.

__ADS_1


Setelah kurang lebih dua jam perjalanan, akhirnya pengantin baru itu sampai di kota Lombok. Mereka langsung di sambut oleh petugas hotel yang membawa papan nama bertuliskan nama mereka. Ya ... Fauzi memang memesan paket honeymoon spesial untuk Salsa.


Tidak menunggu lama, keduanya pun langsung bergegas ke hotel. Salsa sudah tidak sabar ingin merebahkan badannya. Pasalnya setelah pernikahan, keduanya langsung berangkat tanpa ada jeda untuk istirahat.


Sampai di kamar hotel, Salsa terkejut saat melihat keindahan kamarnya yang menghadap langsung ke laut dan dengan aneka hiasan kelopak mawar merah menjadikan susana kian romantis. Perlahan dia melangkahkan kakinya mendekati pintu kaca yang menghadap kelaut. Dihirupnya udara laut yang menyejukkan dengan menarik nafas dalam sambil menutup matanya.


Fauzi tersenyum melihat wajah bahagia dari sang istri. Dia meletakkan koper yang dibawanya dan menghampiri Salsa. Fauzi perlahan memeluk tubuh istrinya dari belakang. Deg ... jantung Salsa kaget saat mendapat pelukan dari suaminya. Fauzi kemudian mengecup pipinya dan itu membuat Salsa tersenyum bahagia.


“Apa kamu menyukainya?”bisik Fauzi perlahan.


“Emmm ... sangat menyukainya. Makasih, Sayang! Semua sesuai dengan impian aku.” Fauzi membalikkan tubuh istrinya sehingga menghadap langsung padanya. Dia menyentuh lembut wajah Salsa dan perlahan mendekat. Fauzi mencium lembut bibir manis istrinya itu, Salsa pun menyambutnya. Keduanya pun hanyut dalam suasan romantis ditemani hembusan angin laut.


Hari sudah mulai gelap, matahari perlahan mulai menengelamkan dirinya. Keduanya memutuskan untuk makan malam di kamar karena tubuh mereka yang sudah kelelahan. Seusai menyantap makan malam, Salsa pamit pada suaminya untuk membersihkan dirinya karena tubuhnya yang sudah lengket.


Saat hendak akan melangkah, Fauzi menarik tubuh Salsa sehingga jatuh dalam pelukannya.


“... Sayang! Apakah kamu tidak lelah? Aku ingin segera istirahat, dan tubuhku sangat lenget dan bau.” bukannya melepaskan pelukannya, Fauzi malah sengaja mencium tubuh istrinya.


“Tubuh kamu harum, tidak ada bau sama sekali. Dan aku sangat menyukainya.” hal itu berhasil membuat wajah Salsa memerah. Dia pun memaksa melepaskan dirinya dan berlari masuk ke kamar mandi.


Jantungnya berdebar, dan berdetak tidak karuan. Melihat sikap Fauzi yang agresif hari ini membuat badannya terasa panas. Sambil menatap ke cermin, Salsa mengayunkan telapak tangannya karena merasa gerah. Entah kenapa? Enggak jelas kenapa tubuhnya merasakan panas yang luar biasa.


Tidak sampai disitu, Fauzi tetap ingin menggoda istrinya. Perlahan dia mengikuti istrinya dan masuk ke dalam kamar mandi. Fauzi pun kembali memeluk tubuh Salsa yang masih berdiri di depan cermin.


“Fauzi!! Sedang apa kamu di sini?” tanya Salsa dengan nada yang kaget.


“Aku juga ingin membersihkan badanku. Kita suami istri, ga ada salahnya 'kan kita mandi bersama?” Fauzi melemparkan senyum pada istrinya ke arah kaca.


'Bodoh! Kenapa bisa aku lupa tidak mengunci pintunya?' guman Salsa kesal.

__ADS_1


Fauzi membalikkan kembali badan istrinya, dan menatap wajahnya penuh dengan rasa cinta.


“Sayang, terimakasih kamu sudah mau menjadi istriku. Dan izinkan aku menikmati setiap lekukan dalam tubuhmu,” ucap Fauzi mencium leher jenjang Salsa sambil membuka dress yang dikenakan istrinya.


Tubuh Salsa seketika merinding, dia hanya bisa pasrah, karena bagaimanapun juga itu adalah hak suaminya, dan sebagai istri yang baik dia harus melayani keinginan sang suami.


Ditemani gemercik air, malam itu menjadi malam yang syahdu bagi sepasang pengantin baru ini. Bath tub pun menjadi saksi percintaan keduanya. Malam pertama yang berbeda dengan malam-malam lainnya. Keduanya saling memandang dan tersenyum dengan penuh cinta.


“Makasih, Sayang! Aku sangat menikmatinya,” ucap Fauzi sambil mencium bibir manis istrinya. Salsa merangkul leher Fauzi dan menyambut dengan penuh kehangatan ciuman dari sang suami.


.


.


.


.


.


~Bersambung~


Terimakasih semuaaaaa .... ❤️❤️


Jangan lupa like dan komennya ...


Follow IG Author dong @PENULISMICIN biar kalian bisa tahu update-an terbaru novel-novel Author dan juga Follow akun Mangatoon/Noveltoon Aku ya dengan cara klik ava/profil aku dan klik ikuti 😘


AKU PADAMU SEMUANYA ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2