
Akhir-akhir ini Alaric sibuk untuk mempersiapkan skripsinya. Dan itu membuat pasangan yang baru satu bulan ini menjalin hubungan, sangat jarang untuk bertemu. Ana sendiri sibuk dengan pekerjaannya. Tapi itu tidak membuat hubungan mereka renggang. Alaric pasti menyempatkan untuk sekedar menjemput Ana pergi kuliah atau pulang kerja.
Hubungan keduanya membuat geger satu kampus. Bagaimana tidak? Alaric yang terkenal dengan sikap cueknya akhirnya bisa menggandeng salah satu wanita yang ada di kampus. Ini membuat banyak wanita patah hati, karena seperti yang diketahui banyak sekali wanita yang berusaha mendapatkan hatinya tapi sama sekali tidak ada yang bisa memikatnya.
Tidak sedikit dari mereka memandang Ana sebelah mata. Karena Ana yang berpakaian sederhana, tidak seperti kebanyakan wanita yang ada dengan dandanan super mereka. Walaupun begitu, Ana sama sekali tidak pernah menghiraukan para wanita yang memandang dirinya sebelah mata. Dia lebih melihat ke depan tanpa dan konsentrasi dengan kuliahnya.
Sejak tadi pandangan Ana tidak lepas dari ponselnya. Cinta yang masih seumur jagung membuat keduanya benar-benar sedang dimabuk asmara. Ana memang selalu menyempatkan diri untuk sekedar mengirim kabar melalui pesan singkat.
“Cie ... yang sibuk pacaran,” goda Aulia.
“Sirik aja Lo. Makanya cari pacar dong!” ledek Ana pada sahabatnya itu.
“Huft ... nasib orang yang cintanya ga pernah dianggap gini nih,” sesal Aulia dengan wajah yang ditekuk.
“Kamu duluan dong Aul, yang nyatain. Lagi musim kali cewek nyatain perasaannya duluan,” ucap Ana sambil menggoda sahabatnya.
“Cih ... takut ditolak gue. His ... jadi cowok dia ga peka banget sih dia,” kesal Aulia sambil membuang kasar nafasnya. Ana yang mendengarnya hanya tertawa kecil sambil menepuk punggung sahabatnya.
“Siapa yang ga peka 'tuh?” tanya Krisna yang tiba-tiba datang dari arah belakang bersama Gibran dan Intan, kekasihnya.Keduanya yang sedang duduk di taman kampus langsung menoleh ke arah belakang.
Melihat pria yang tadi dibicarakan olehnya membuat jantung Aulia sangat berdebar. Jujur saja, Aulia sangat menyukai Krisna sejak mereka masih remaja. Tapi setahu dia, Krisna hanya menganggap dirinya sebagai adik dan tidak lebih dari itu. Padahal, Krisna juga memiliki perasaan yang sama dengan Aulia. Cuma, Krisna masih ragu karena hubungan mereka yang masih ada tali persaudaraan walaupun sebenarnya tidak secara langsung.
“Kok pada diem sih? Siapa yang ga peka, De?” tanya ulang Krisna. Ketiga orang yang baru tiba pun ikut duduk bergabung bersama mereka.
“Abang kepo!” ucap Aulia sinis.
“Lo masih kecil, jangan pacaran!” kata Gibran sambil mengacak-acak rambut adik kesayangannya.
__ADS_1
“Abaaang!! Rese ih. Aku udah gede kali. Seumuran sama Ana. Masih aja kaya anak kecil di mata abang,” kesal Aulia pada kakak kandungnya. Ketiga orang yang ada di sana hanya tersenyum melihat kelakuan kakak beradik ini.
“Siapa sih cowok yang berhasil rebut hati adek abang?” tanya Gibran dengan suara manja sambil merangkul bahu adiknya. Krisna sejak tadi menatap serius ke arah Aulia, berharap jawaban dari pujaan hatinya.
“Pada kepo nih. Pokoknya rahasia!!!” semuanya tertawa kecil tapi tidak dengan Krisna. Dia diam dan terus menatap Aulia dengan tatapan tajamnya. Aulia yang menyadari tatapan dari Krisna hanya tertunduk malu.
“Jadi siapa?” lanjut Krisna yang masih penasaran cowok yang dimaksud oleh Aulia.
“Bang Alaric mana sih? Lama banget!” kesal Aulia yang sudah mulai kepanasan dibawah terik matahari dan memang sengaja untuk mengalihkan pembicaraan. Memang mereka sudah merencanakan untuk berkumpul di taman kampus.
“Sebentar lagi. Dia baru beres bimbingan,” jawab Ana.
Benar saja tidak lama Alaric pun datang, “Maaf, telat,” ucap Alaric dengan nafas yang tidak beraturan.
“Gimana skripsi lo, Bang?” tanya Gibran.
“Huft ... dosen pembimbing gue orang yang benar-benar Perfect. kalau bukan demi ijazah ogah gue bulak-balik ketemu tu orang,” kesal Alaric membuat semua orang tertawa.
Setelah bercengkrama, keenam anak muda itu pun pergi ke cafe tempat biasanya mereka nongkrong.
**♥️♥️**
Satu bulan berlalu setelah liburan bersama dan semua kembali pada rutinitasnya masing-masing. Salsa dan Fauzi pun mulai sibuk dengan pernikahan mereka. Paksaan dari para orang tua keduanya membuat Salsa akhirnya menyetujui pernikahannya. Fauzi sangat bersyukur mendapat dukungan dari semua orang untuk meminang kekasihnya.
Orang-orang yang di kantor pun lambat-laun mengetahui hubungan keduanya. Banyak dari mereka yang memberikan selamat dan tidak sedikit juga yang patah hati. Dan rencana keduanya untuk menikah pun sudah tersebar luas, membuat Salsa tidak bisa untuk membatalkan ucapannya.
Malam pada saat mereka berkumpul, saat Fauzi yang menyusul Salsa masuk ke dalam kamar, dia benar-benar meyakinkan kekasihnya untuk meminang dirinya. Fauzi berusaha membujuk Salsa agar mau menikah dengan dirinya. Salsa awalnya hanya diam dan tidak mempedulikan Fauzi yang berlutut memohon padanya. Tapi, melihat kesungguhan Fauzi dengan wajah yang serius, hati Salsa pun luluh. Ditambah desakan para orang tua membuat dirinya dengan terpaksa mengiyakan permintaan Fauzi.
__ADS_1
“Sayang, pulang kerja nanti kita ada janji untuk fitting baju.” Salsa yang seperti biasa sibuk dengan komputernya hanya mengangguk menjawabnya. Fauzi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat calon istrinya yang sangat gila akan pekerjaan.
“Sa! Halo Salsa,” panggil Fauzi sambil melambaikan tangannya ke depan wajah Salsa.
“Ada apa sih, Sayang!” Fauzi menarik kursinya menghadap padanya.
“Sayang, bisa ga kali ini kamu benar-benar serius untuk persiapan pernikahan kita? Aku merasa selama ini kamu sama sekali tidak peduli dengan semuanya.”
“Kita 'kan sudah menyerahkan pada pihak wedding organizer, kenapa masih harus ngurusin sih?” mendengar itu membuat Fauzi semakin kesal dengan sikap Salsa terhadap pesta pernikahan mereka.
“Oh ... oke! Lanjutkan kerja kamu. Maaf aku menganggu,” ucap Fauzi dan langsung berdiri pergi meninggalkan Salsa.
“Yank! Sayang! Fauzi!” teriak Salsa tapi, Fauzi sama sekali tidak menghiraukan panggilan dari Salsa. Salsa merasa heran dengan sikap Fauzi yang mendadak tidak peduli dengan dirinya. Dia pun mengejar calon suaminya.
.
.
.
.
.
~Bersambung~
Terimakasih All masih setia menunggu karyaku.
__ADS_1
Maaf yaa, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk UP seperti biasanya. Minta jempol kalian dan spam komen juga boleh ...
AKU PADAMU SEMUANYA 😘😘😘😘😘😘😘